” Peraturan “

Ketika sebuah peraturan di buat tidak di imbangi dengan niat yang kuat untuk mendukung kearah ter-wujud-nya hasil keputusan itu , maka sudah dapat dipastikan yang terjadi hanyalah pembodohan dari peraturan itu sendiri. Maka tidak salah kalau ada ungkapan ” peraturan dibuat untuk dilanggar “. Masih jelas dalam ingatan kita ketika pemerintah menerapkan peraturan tentang ruang publik yang bebas dari asap rokok. Sekarang kita bisa lihat bagaimana penerapannya ?? apa masih jalan atau…?? mungkin di sebagian tempat masih berlaku tapi di sebagian tempat yang lain peraturan itu layaknya sampah.

Salah satunya kawasan BLOK M mall, dimana di tempat tersebut secara jelas tertulis kawasan bebas asap rokok , bahkan telah dibuatkan ruang khusus bagi pencinta benda tersebut, nyatanya tempat tersebut tidak ubahnya seperti akuarium kosong tanpa penghuni, orang dengan bebasnya merokok di sembarangan tempat tanpa takut akan sangsi dari peraturan tersebut.

Ketika awal – awal peraturan tersebut di buat para petugas yang berwenang dikawasan itu berani menegur apa bila ada yang melanggar sampai – sampai Erik ( teman saya ) tidak suka kalau bertemu di tempat tersebut ” gak enak gak bisa ngerokok “ katanya. tapi sekarang putung rokok bisa di lihat disana – sini bahkan orang dengan bebasnya merokok tanpa rasa malu.

Begitu juga dengan pemberlakuan Gerbong Khusus wanita pada kereta ekonomi Bogor – Jakarta, PT KAI berinisiatif menyediakan kereta api khusus wanita, dalam setiap jadwal rangkaian berjumlah 4 atau 8 gerbong mereka menyediakan 1 sampai 2 gerbong khusus wanita. Gebrakan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari perempuan dan lembaga aktivis perempuan, sayang dalam pelaksanaannya gerbong tersebut tetap saja dijejali para lelaki, sekarang bahkan gerbong khusus perempuan tersebut sudah hilang gaungnya. yang tersisa tinggal tulisan di gerbongnya, ” Khusus Perempuan “.

Lalu kalau sudah begini siapa yang harus di salahkan…? mencari siapa yang salah bukanlah perbuatan yang bijak, karena secara tidak langsung kita juga ikut andil didalam kesalahan tersebut. kalau dilihat dari kaca mata agama hadirnya pemimpin yang dzalim akibat dari kesalahan masyarakat itu sendiri.

Apabila umat ini taat pada Allah Swt menjalankan agama secara sempurna maka Allah akan turunkan rahmat, diantara rahmat tersebut Allah angkat diantara mereka pemimpin yang adil. Jadi pemerintah yang adil adalah karunia dari Allah kepada masyarakat yang taat kepada Allah, tapi apabila masyarakat tersebut mungkar menjauh dari Alqur’an dan hadist maka Allah akan turunkan Adzab diantara mereka , Allah akan datangkan pemerintahan yang tidak adil, dzalim, yang khianat.

Kita ini ingin bersama mendirikan pemerintahan yang adil ditengah – tengah masyarakat yang khianat dan tidak taat pada Allah seperti menegakkan benang yang basah. Mendirikan pemerintahan yang adil di tengah – tengah masyarakat yang khianat sama saja menentang sunahtullah.

Saya jadi teringat ketika Seorang Mufthi  bercerita, suatu ketika Pimpinan tertinggi negara pakistan berkunjung ke tempat seorang ulama besar ahli dakwah dan meminta restu untuk melaksanakan syariat Islam di Pakistan, maka Ulama besar tersebut berkata, “ Pertama – tama saya ingin melihat Islam didiri anda, istri anda, keluarga anda baru setelah itu anda bisa datang lagi kemari untuk meminta persetujuan saya “.

Ada yang berpendapat untuk menghidupkan Islam harus dipaksakan syariat Islam supaya Islam berjalan dengan kekuasan ,dengan undang -undang , yang berzina dirajam yang mencuri di potong tangan. ini bukan cara Rasulullah saw, ada kronologisnya ke arah itu.

Kita memperjuangkan agama harus ikut cara Rasulullah saw, Rasullah Saw diutus bukan untuk menghukum yang bersalah, merajam orang yang berzina , memotong tangan orang yang mencuri tapi membuat tahapan sampai orang tidak melakukan zina, mencuri dan berbuat salah, yaitu dengan ditanamkan Iman, kalau kita melonjak tanpa melakukan tahapan agar orang tergerak untuk tidak melakukan perbuatan – perbuatan tersebut maka akan menimbulkan Fitnah. Bayangkan kalau peraturan tersebut di terapkan ditengah masyarakat yang jauh dari agama Allah, berapa banyak orang yang buntung tanggannya . Apa kata dunia apabila masyarakat Indonesia sebagian besar buntung tangannya akibat diterapkan peraturan itu.

Demikian usaha pertama yang di lakukan para Nabi dan Rasul adalah bagaimana menanamkan keimanan dihati umat, nanti Allah akan turunkah Hidayah, Allah akan buka mata hati kita sehingga kita ada kekuatan untuk melaksanakan semua peraturan dan ketentuan Allah sehingga tahu mana yang haq mana yang batil.

Sekarang dengan kejahilan kita bukan membawa umat kepada kesejateraan malah membawa kecelakaan pada umat . Kalau ada seorang perempuan tidak menutup aurat pada hal syariat Islam menyuruh menutup aurat maka perempuan itu hukumnya fasik karena membuka aurat. Kalau dalam kondisi mata hati tidak terbuka dari perempuan tadi kita “paksakan” dengan ” perundang – undangan “ untuk menutup aurat lantas perempuan tadi menentang dan mereka berdemontrasi untuk melakukan penentangan terhadap undang – undang tersebut maka hukumnya meningkat dari fasik menjadi kafir karena menentang peraturan Allah.

Allah menurunkan peraturannya secara bertahap, Bukan saya menentang pemberlakuan syariat Islam, karena Syariat Islam wajib dilakukan bagi semua umat yang meyakini Allah sebagai Tuhannya dan Rasulullah sebagi nabinya. hanya untuk saat ini menurut saya belum tepat waktunya untuk di berlakukan “secara umum”, kalau untuk pribadi itu suatu keharusan. Bahkan Sha ( adik saya tercinta ) sudah menerapkan garis Taqwa bukan lagi fatwa dalam kehidupannya sehari – hari.

Jadi sudah seharusnya kita membawa umat untuk mengenal Allah terlebih dahulu baru kita kenalkan peraturannya.

Wallau’alam

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

RawkchitecT , chitink , hanggadamai, Eucalyptus , Frida , adikhresna , diana , Alex , achoey sang khilaf , halaqahpekayon, arifrahmanlubis

Iklan

9 Responses to ” Peraturan “

  1. Rindu berkata:

    Saya membuat peraturan untuk diri saya sendiri … akibatnya karena saya manusia, saya yang membuat saya pula yang kerap melanggar. Ah susahnya mengatur diri sendiri ternyata 🙂

    Sama :((

  2. mutiatun berkata:

    tapi gimana kalo andaikan ga ada aturan?

    Peraturan harus tetap ada dan itu mesti ada. Cuma seharusnya orang yang paling pertama melaksanakan peraturan itu adalah orang yang membuat peraturan itu sendiri, hari ini kan aneh orang yang membuat peraturan justru menjadi orang yang pertama yang melanggar 😦

  3. realylife berkata:

    bener banget
    saya setuju sekali
    setidaknya mari kita mengenal dan melaksanakan peraturan
    bukannya dilanggar

    🙂

  4. peraturan
    ehmmm
    Agama kita memuat itu
    agar hidup kita teratur dan ga berbenturan
    tai masalahnya
    kita terbiasa melanggar 😦

  5. aRuL berkata:

    aturan untuk memudahkan lho 😀

  6. wah sekarang masih jahiliyah dong….
    berarti perda syariat islam harus diganti dulu tuh…

  7. hanggadamai berkata:

    diriku sangat heran kenapa ya peraturan malah dilanggar???
    apa karena watak dasar dari manusia yg sombong??

  8. Gyl berkata:

    Wah… setuju. Bener… menyinggung suatu kasus. Saya kadang berpikir “Indonesia belum siap”. Tapi susahnya ada yang gak peduli dengan proses itu…

    Maunya langsung… dengan kata-kata “pokoknya”

    Gimana ya mengubah pola pikir itu ?

  9. chuanwei berkata:

    ========
    ========

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: