” Lelaki Mulia “

Seorang manusia mulia berjalan dengan tertatih-tatih keluar dari suatu kota, dengan darah yang mengucur deras di tubuhnya, dengan berlinangan air mata dia berdoa kepada Rabbnya, doa yang menyayat hati setiap orang beriman , doa yang membuat seluruh penduduk langit bersedih , doa yang mengguncang Arsy Allah Swt sehingga malaikat Jibril turun ke bumi menjumpai manusia mulia tersebut dan berkata ; “Allah Swt mengetahui apa yang terjadi dalam pembicaraanmu dengan kaummu, dan Allah mendengar jawaban mereka terhadapmu, dan Dia telah mengutus satu malaikat yang bertugas mengurusi gunung-gunung kepadamu untuk melaksanakan apa saja perintah yang diinginkan olehmu“.

Lantas Malaikat itu datang dan memberi salam, “Apa yang engkau perintahkan akan saya lakukan. Jika engkau suka, saya sanggup membenturkan kedua gunung di samping kota ini bertubrukan sehingga akan mengakibatkan siapa saja yang tinggal diantara keduanya mati tertindih. Kalau tidak, apa saja hukuman yang engkau inginkan, saya siap melakukannya.”

Dia lah manusia mulia , manusia terbaik yang dilahir didunia , yang tidak ada yang lebih baik sebelum bahkan sesudahnya yang Allah ciptakan melebihi dirinya, bahkan kalau bukan atas asbab dirinya maka dunia ini tidak akan Allah Swt ciptakan, dia lah manusia yang mempunyai sifat pengasih terhadap seluruh manusia, dia lah Nabi besar Muhammad saw, yang tidak pernah terucap dari bibirnya selain kebenaran , yang tak pernah tergerak dari tubuhnya selain kebaikan, manusia yang tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan melainkan dengan sesuatu yang lebih baik.

Manusia mulia itu berkata : “Saya hanya berharap kepada Allah Swt. Jika mereka tidak menjadi muslim, semoga suatu saat nanti anak-anak meraka akan menjadi orang-orang yang menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Betapa sayang dan cinta kasihnya Rasulullah saw terhadap ummat ini bahkan , semua keburukan yang umat ini buat terhadapnya beliau maafkan, begitu sayangnya Rasulullah saw terhadap umat ini sehingga tiada yang difikirkan beliau selain bagaimana semuan manusia selamat dari neraka-Nya dan masuk surga-Nya.

Pernah suatu ketika Aisyah rha, melihat Rasulullah saw menangis dan berdoa sampai janggutnya basah oleh air mata, kemudian Rasullulah masih juga terus berdoa sampai jubah yang di kenakannya basah oleh airmata, dan Rasulullah masih juga berdoa dan menangis sampai tanah disekitarnya basah oleh airmata, hanya satu yang Rasulullah inginkan dalam setiap doanya bagaimana agama dan risalah atas agama ini sampai dan diamalkan oleh semua ummat diseluruh alam, bagaimana setiap rumah di seluruh alam hidup amalan agama, bagaimana setiap laki-laki mau sholat dimasjid dan mengamalkan agama di setiap harinya, bagai mana setiap wanitanya mau menutup auratnya dengan sempurna.

Bahkan ketika menjelang ajalnya disela ucapannya yang sudah tidak begitu jelas, Rasulullah masih juga risau tentang keadaan ummat. Tidak sampai disitu saja , bahkan nanti di padang masyar ketika tidak ada satu Nabi pun yang berani memberi syafaat pada hari itu maka Rasulullah saw berdoa kepada Allah Swt yang dengan doa tersebut Allah Swt memberikan ampunan kepada sebagian besar ummat manusia.

Dari Abu Hurairah berkata : “Suatu ketika orang menyuguhkan daging kepada Rasulullah saw. Beliau menyukai bagian kakinya. Beliau mengambilnya dan kemudian berkata, “Pada Hari kiamat nanti, aku akan menjadi junjungan para Rasul . Tahukah kamu bagaimana keadaannya nanti ? Allah akan mengumpulkan manusia yang pertama dan terakhir di sebuah dataran. Mereka diharuskan mendengarkan berita dan memusatkan perhatian sedangkan matahari didekatkan sehingga ummat manusia merasa derita dan kesengsaraan yang tak sanggup lagi mereka tahankan. Umat manusia akan saling berkata satu sama lain, “Tidakkah kamu melihat apa yang menimpa kamu? Tidakkah kamu menunggu siapakah yang dapat memberikan syafaat bagimu kepada Tuhanmu ? dan seseorang akan menjawab pergilah kepada Adam as.”

Demikianlah , merekapun pergi kepadanya dan berkata, Engkau adalah bapak umat manusia, Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya sendiri, menghembuskan kepadamu sesuatu dari ruh-Nya dan memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu, Mohonkanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah engaku lihat kesengsaraan dan penderitaan kami? Akan tetapi, Adam as menjawab permintaan mereka dengan berkata,”Sesungguhnya, hari ini Tuhanku murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya , dan tidak akan pernah terjadi lagi sesudahnya. Dia telah melarangku mendekati pohon ( larangannya ), tapi aku membangkang kepada-Nya. Diriku! Diriku! Pergilah kepada yang lain! Pergilah kepada Nuh!”.

Mereka kemudian pergi kepada Nuh as, “Wahai Nuh!” kata mereka, “Engkau adalah rasul pertama yang diutus kepada Manusia di bumi. Allah telah menyebutmu sebagai hamba yang bersyukur. Lakukanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah engkau lihat kesengsaraan dan penderitaan kami? Akan tetapi, Nuh as menjawab, “Sesungguhnya, hari ini Tuhanku murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya , dan tidak akan pernah terjadi lagi sesudahnya. Sesungguhnya dulu aku memiliki sebuah doa ( yang pasti dikabulkan ), tetapi aku menggunakannya untuk memohonkan kebinasaan ummatku. Diriku! Diriku! Pergilah kepada yang lain! Pergilah kepada Ibrahim, Sahabat Allah!”.

Mereka kemudian pergi kepada Ibrahim, sahabat Allah dan berkata, “Engkau adalah Nabi Allah, dan sahabat-Nya diantara seluruh manusia dimuka bumi. Mohonkanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah engkau lihat penderitaan kami? Akan tetapi , Ibrahim as menjawab, “Sesungguhnya, hari ini Tuhanku murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya , dan tidak akan pernah terjadi lagi sesudahnya. Aku pernah berdusta sebanyak 3 kali ( dan dia menyebutkan ketiga dusta tersebut ). Diriku! Diriku! Pergilah kepada yang lain! Pergilah kepada Musa!”.

Demikianlah mereka lalu pergi kepada Musa as dan berkata, “Wahai Musa! Engkau adalah rasul Allah, Dia menghormatimu dengan mengamanatkan risalah dan fiman-Nya kepada ummat manusia! Mohonkanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah engkau lihat penderitaan kami? Akan tetapi, Musa as menjawab, Sesungguhnya, hari ini Tuhanku murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya , dan tidak akan pernah terjadi lagi sesudahnya. Aku pernah membunuh orang dan aku tidak di perintahkan, Diriku! Diriku! Pergilah kepada yang lain! Pergilah kepada Isa as !”.

“Maka mereka pun pergi kepada Isa as dan berkata, Wahai Isa! Anda adalah rasul Allah dan Firman-Nya, Anda sudah mampu berbicara kepada kaum Anda ketika Anda masih dalam buaian. Mohonkanlah syafaat untuk kami kepaddan juga Ruh dari-Nya , yang disampaikan kepada Maryam, dan juga ruh dari-Nya.a Tuhanmu! Tidakkah engkau lihat penderitaan kami? Akan tetapi, Isa as menjawab “Sesungguhnya, hari ini Tuhanku murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya , dan tidak akan pernah terjadi lagi sesudahnya ( Tapi ia tidak menyebutkan sesuatu dosa yang pernah diperbuatnya.) Diriku! Diriku! Pergilah kepada yang lain! Pergilah kepada Muhammad saw !”.

Maka mereka pun datang kepadaku dan berkata, “ Wahai Muhammad ! Engkau adalah rasul Allah dan penutup para Nabi, Allah telah mengampuni dosamu yang terdahulu maupun yang akan datang, mohonlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu! Tidaklah Tuan lihat penderitaan kami?”

Maka aku pun pergi ke depan ‘Arsy, lalu bersujud di hadapan Tuhanku. Kemudian Allah mengilhamkan kepadaku puji-pujian dan tasbih-Nya yang belum pernah di ilhamkan kepada seorang pun sebelumku dan difirmankan, “Wahai Muhammad ! Tegakkan kepala mu. Mintalah, kepadamu akan diberikan dan, mohonkanlah syafaat, niscaya engkau akan diberi syafaat.” Aku pun mengangkat kepalaku dan berkata, “Umatku ! Umatku, ! Wahai Tuhan ! Dan dikatakan kepadaku, “Wahai Muhammad ! Bawalah masuk di antara umatmu orang-orang yang tak perlu lagi dilakukan perhitungan atas mereka , melalui gerbang surga sebelah kanan ! gerbang-gerbang yang lain untuk ummat-ummat yang lain.

Begitu risaunya baginda Rasulullah terhadap ummat ini bukan hanya didunia bahkan dia akhiratpun baginda Rasulullah saw masih risau dengan ummat ini. sekarang kita tanya kepada diri kita masing-masing, adakah kerisauan sebagaimana kerisauan Nabi saw ada dalam diri kita yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad saw ???????

Bahan bacaan : Fadilah a’mal karya Maulana Muhammad zakariya al-Kandalawi Rah.a , Metode menjemput maut karya Al-Ghazali.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Muhammad Momon, hanggadamai , aRuL , Agus Taufiq Hidayat , chuanwei , dewi praz , Alex , Umat Rasul , ashardi , meitymutiara , Eucalyptus , adikhresna

Iklan

14 Responses to ” Lelaki Mulia “

  1. hanggadamai berkata:

    jazakaulahu khoiron…
    atas pencerahannya..

    🙂 sama-sama

  2. aRuL berkata:

    semoga iman kita ini semakin kuat dengan tulisan pencerahan ini 🙂

    Amien, terus doain saya ya mas

  3. cewektulen berkata:

    tulisan yang bagus..

    🙂 Allah dan rasul-Nya lebih bagus 🙂

  4. anton ashardi berkata:

    selalu dapat dijadikan perenungan 🙂

    Apanya yang di jadi kan perenungan 🙂 , Makasih untuk slalu berkunjung dan meninggalkan jejak 🙂

  5. adikhresna berkata:

    Hmmm, benar2 lelaki harapan

    Wassalam

  6. daeng limpo berkata:

    merenungkan…………..

  7. kang4roo berkata:

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  8. dedsatria berkata:

    Kayaknya harapan semua cowok…..

  9. ghaniarasyid berkata:

    Assalamu’alaikum.

    Subhanallah, luar biasa tulisannya.

    Mengenai Al-Ghazali, beliau aslinya agak disalahkan oleh ulama-ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah karena sempat berpaham Sufi.
    Tapi Alhamdulillah beliau bertaubat dan kembali lagi ke jalan Ahlussunnah.
    Semoga Allah menghadiahkan surga-Nya kepada beliau.

    Barakallahu fiikum, mas Landy… blognya aku masukin blogroll-ku ya.

  10. diana berkata:

    I love this post! thanks for sharing! 🙂

  11. oRiDo berkata:

    hamba cinta pada mu yaa Rasulullah…
    allahumma shalli ‘alaa Muhammad…

  12. meitymutiara berkata:

    Tulisannya bener-bener “menyentil” aku. Makasih udah diingetin lewat postingan ini.

  13. muktihadid berkata:

    Kapan ada manusia seperti “lelaki mulia” di zaman edan kini? apa masih ada y? Sepertinya prototype limited yang diturunkan ke dunia ini.
    Ya Allah…karuniakanlah kami kekuatan untuk dapat meneladaninya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: