Sha, Operasi & Vonis Kista

Alhamdulillah akhirnya, setelah hampir 1 bulan Sha di paksa untuk melakukan serangkaian tes guna kelancaran operasinya tepat jam 2 siang ( 08/05/08 ) operasi pengangkatan kista di indung telur sebelah kiri berhasil di lakukan, Terima kasih kepada teman – teman blogger yang mendoakan hingga tercapainya proses itu terutama untuk Abang Rozy yang tak bosan – bosan nya terus memberikan motivasi dan doa kepada kami semoga Allah swt membalasnya dengan surga, amien, A’a adikhresna yang selalu memberikan masukan-masukan yang sangat berguna demi lancarnya proses tersebut semoga rencana S3 nya Allah swt mudahkan dalam waktu dekat ini, dan juga tak lupa kepada 2 wanita yang menyempatkan diri untuk membesuk Sha di rumah sakit, Mbak Shella , dan Bunda triplet’s mom. Makasih bunda untuk Madu dan Air zam-zamnya . Dan juga kepada seluruh rekan-rekan yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Ada beberapa catatan penting dalam proses operasi tersebut yang rasanya tidak akan cukup bila saya tulis hanya dalam satu postingan dan sepertinya akan ada 3-4 postingan mengenai ini.

Catatan yang teramat penting yang ingin saya tulis kali ini mengenai Vonis dan cara penanganan operasi kista Sha. Apa yang menimpa Sha mungkin tidak bisa di jadikan gambaran tentang kualitas fasilitas kesehatan di Indonesia secara keseluruhan, tapi setidaknya kami sangat kecewa dengan apa yang pihak rumah sakit berikan.

Sedari awal vonis yang di jatuhkan terhadap Sha sudah salah dan sangat menyimpang jauh. Pada hal Vonis dokter merupakan FATWA bagi pasien yang menentukan hidup dan mati di mana penentuan vonis merupakan langkah awal dalam menentukan langkah selanjutnya, seperti halnya anda akan menanam padi dimana pemilihan bibit, pembajakan sawah , pemberian pupuk , perawatan sampai tiba waktunya anda memanen hasilnya merupakan suatu rangkaian yang saling berhubungan tak terpisahkan demi mendapatkan hasil yang terbaik. Masalahnya, apakah salah diagnosis seperti itu bisa dikategorikan malpraktek? Apakah ada standarnya salah diagnosis bisa diduga malpraktek. bukankah salah diagnosis bisa berakibat salah terapi. Salah terapi bisa berakibat fatal. Banyak pasien tewas hanya karena dokter salah memberikan “label” kepada pasiennya

Bagimana bisa seorang tenaga kesehatan begitu saja memvonis Sha hamil lima bulan tanpa pengecekan yang akurat, dan vonis itu berubah seiring dengan bergantinya tempat perawatan rumah sakit yang kami lakukan. Kami melakukan pengecekan ulang di rumah sakit bersalin kawasan Jakarta – Selatan yang menurut pengecekan mereka dan di buktikan dengan hasil USG Sha dinyatakan tidak hamil hanya terdapat kista di indung telur sebelah kiri yang sudah membesar tanpa memperjelas berapa besar dan apa dampaknya untuk Sha , pihak rumah sakit hanya menginginkan untuk mengambil tindakan operasi dan Sha diminta bermusyawarah dengan keluarga untuk secepatnya melakukan operasi. Dan lagi-lagi Sha harus menerima vonis tanpa kejelasan tentang apa itu kista dan bagaimana cara pencegahan agar tidak bertambah membesar setidaknya sampai dilakukan operasi. Atas anjuran seorang teman dan atas bantuan istri beliau kami menemui dokter di salah satu rumah sakit di bilangan Jalan Pramuka Jakarta Timur, disini kami mendapatkan informasi cukup jelas mengenai kista dan cara penanggulangannya dan apa akibat nya kalau terlambat di tangani.

Dan dokter tersebut memberikan beberapa pilihan kepada Sha, dan kami merasa cocok dengan dokter tersebut tapi karena biaya rumah sakit yang terlampau mahal untuk ukuran kami Rp. 11.500.000 ( kelas 3 ) untuk operasi dan rawat inap belum termasuk obat . dan kami terpaksa menyerah pasrah karena ketidak adaan biaya terlebih lagi Sha hanya mengandalkan Jamsostek milik suami.

Setelah melakukan beberapa proses akhirnya ada dua pilihan yang harus Sha ambil dengan keterbatasan Jamsostek yang dimilikinya. Pertama Sha melakukan operasi di rumah sakit yang telah di tunjuk dan berarti Sha melakukan proses operasi di Cilengsi Bogor, atau yang kedua Sha melakukan operasi di Jakarta dengan biaya sendiri dan sebagian dari biaya tersebut akan diganti oleh pihak perusahaan.

Akhirnya Sha mengambil alternative yang pertama, Dan disinilah ketidak propesonalisan pihak rumah sakit terlihat, Sha datang ke rumah sakit ini dengan membawa hasil USG dan surat rujukan rumah sakit Jakarta yang menyatakan ada kista di indung telur SEBELAH KIRI sebesar 12 cm. dan pihak rumah sakit tersebut melakukan cek ulang USG dan hasilnya memang ada kista di indung telur Sha yang sudah membesar tapi letaknya bukan di KIRI seperti vonis 2 rumah sakit Jakarta sebelumnya melainkan DIKANAN. Dengan sedikit protes Sha mempertanyakan hasil USG rumah sakit Jakarta dan di jawab dengan bodohnya oleh dokter yang menangani Sha bahwa kista Sha sudah membesar dan “meleber” sekarang ada di indung telur sebelah kanan, menurut akal saya yang awam walaupun “meleber” tetap saja akarnya ada di satu titik , tidak mungkin hanya dalam waktu 3 hari dari pemeriksaan sebelumnya tiba-tiba kista itu berubah dikanan. Tapi lagi-lagi pasien di Indonesia tidak mempunyai hak untuk menentang apa yang menjadi FATWA dokter. Sha menerima semua itu, ditambah lagi dengan keterangan-keterangan yang menakutkan dari dokter walaupun maksudnya mungkin memberikan penjelasan tentang kegagalan operasi dan kalau ternyata kista itu diindikasihkan ganas, tapi penjelasan-penjelasan itu kami pikir tidak ada gunanya karena hanya membuat pasien gelisah, bagaimana tidak sang dokter memberitahukan kalau kista nya itu ternyata ganas ada kemungkinan tidak hanya indung telurnya yag diangkat tapi RAHIM Sha juga diangkat, Padahal untuk mengetahui ganas atau tidaknya hanya bisa dilihat setelah pengangkatan dan uji labolatorium ( walau bisa juga di indikasihkan dengan beberapa perubahan pada diri pasien, dari berat badan sampai rasa sakit untuk mengetahui ganas atau tidaknya sebelum pengangkatan ) dan pada akhirnya ketidak propesionalisan Dokter tersebut terjawab setelah paska operasi, ternyata Sha menjadi pasien pertama dari dokter tersebut artinya dokter tersebut sebelumnya tidak pernah menangani operasi dan Sha menjadi semacam ”kelinci percobaan” . Yang parahnya ternyata setelah di operasi sang Dokter memberi tahukan bahwa ternyata kista Sha ada di indung telur sebelah KIRI. Terang saja kakak saya yang saat itu ada di sana meninggikan suaranya tanda protes atas ketidak beresan penanganan pihak rumah sakit, dan ketika suami Sha ingin memastikan bahwa pihak rumah sakit tidak salah dalam mengambil indung telurnya ternyata tidak di perboleh kan dengan alasan indung telurnya sudah tidak bisa dilihat karena menyatu dengan kista .

Dan satu hal lagi yang meyakitkan bagi Sha dan kami ternyata di ruang operasi tersebut terdapat 4 Pria dari 7 orang yang berada di ruang operasi 2 dokter 5 perawat ( 4 laki dan satu wanita ) pada hal alasan Sha memilih rumah sakit ini karena pihak rumah sakit berjanji akan menyediakan tenaga wanita untuk menagani kasus Sha tapi janji itu tak pernah terwujud. Sekali lagi kami hanya bisa pasrah. Sha hanya meminta satu hal kepada perawat wanita yang menanganinya di ruang operasi , dia ingin ketika selesai di operasi tolong Jilbab Sha di kenakan lagi , Sha tak ingin keluar dari ruang operasi tanpa mengenakan jilbab walau cadar Sha tak bisa di kenakan , tapi setidaknya Sha sudah berusaha sekuat mungkin untuk tetap menjaga hijabnya.

Akhirnya kami hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Allah swt, karena semua datang dari-Nya dan hanya Dia lah yang dapat menyelesaikan setiap masalah. Dan ternyata dengan memasrahkan seluruh urusan kepada-Nya hati ini menjadi tenang seakan pertolongan itu serasa begitu dekatnya.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

hanggadamai , ashardi , Frida , JoEy D`JuVe, Okta Sihotang , Alex , nenyok , kebumen , ghaniarasyid , yanti , dito , realylife

Iklan

13 Responses to Sha, Operasi & Vonis Kista

  1. hanggadamai berkata:

    innAllaha ala kulli syai`in qodir

  2. bunda berkata:

    teriring doa bunda selalu buat Sha, semoga Sha bisa segera pulih dan sehat kembali. Ambil saja hikmah kebaikan dalam situasi ini bahwa penyakit Sha telah diangkat dan Insya Allah dengan keikhlasan Sha dalam menjalani tahapan ini diberikan barokah berlimpah.

    tetapi jangan lupa untuk terus memantau segala sesuatunya, jika memang banyak hal-hal yang meragukan dan dengan kecukupan data, Insya Allah upaya gugatan bisa dilakukan.

  3. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Memang kalo kita berharp kepada mahluk, pasti dan pasti kita akan menemui kekecewaan.

    Semoga Allah cepat menyembuhkan Sha, dan semoga semua kejadian ini manjadi asbab hidayah bagi kita semua.

    Aminn

  4. adikhresna berkata:

    1. La haula walaa quwwata illa billah
    2. Faidza azamta fatawakkal ‘alAllah
    3. ‘Ala bidziqrillahi tathma’innul quluub

  5. Eucalyptus berkata:

    Alhamdulillah operasi udah berjalan dengan lancar ya…. moga cepet pulih untuk Sha

  6. realylife berkata:

    bener banget
    Allah lah pemilik jiwa2 kita , dan dia juga yang memberikan jalan keluarnya
    percayalah

  7. meitymutiara berkata:

    Akhirnya kami hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Allah swt, karena semua datang dari-Nya dan hanya Dia lah yang dapat menyelesaikan setiap masalah. Dan ternyata dengan memasrahkan seluruh urusan kepada-Nya hati ini menjadi tenang seakan pertolongan itu serasa begitu dekatnya.

    Yakinkan Sha kalau dia akan sembuh, yakinkan Sha kalau Allah tidak pernah tidur dan yakinkan Sha kalau semuanya akan kembali baik.

  8. Shella berkata:

    semoga ALLAH meringankan sakit Sha dan memberikan kesembuhan…
    seperti diskusi kita kemaren bukan…ini urusannya jd mental dokter dinegri inilah yang rada2 bermasalah…mau menggugat????yukkk mariiiii….

  9. Okta Sihotang berkata:

    syukurlah semuanya telah berjalan dengan baik, semoga cepat sembuh yak 😉

  10. yanti berkata:

    Inna lillahi wa inna lilaahi ra jiun…
    (segalanya datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah)
    Demikian juga rasa sakit, rasa bahagia, rasa kecewa, rasa ketakutan…
    Hanya Dia yang berhak memberi dan hanya Dia yang mempunyai kuasa mengambil
    Dengan keikhlasan anda… Insya Allah apapun yang Dia berikan (termasuk sakit ini) akan mendatangkan pahala dan nikmat syukur tak terkira…
    Tawaqal ya…..
    We pray for you….

  11. diana berkata:

    gimana sekarang kabar Sha?

  12. diana berkata:

    ada pencerahan sederhana dariku. semoga manfaat, silakan dicek di sini:

    http://chadeezach.multiply.com/journal/item/74/Wejangan_Pagi_yang_Tak_Terduga

    meski isinya buat cewek,t api gak ada salahnya lo baca… titip pencerahan ini buat Sha… syukron

  13. muhammad jamil berkata:

    Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: