“ Tuhan Menggoda Saya “

Apa yang Allah swt “lakukan” akhir-akhir ini membuat saya tersenyum, Tepatnya 4 minggu yang lalu salah satu sahabat terbaik saya di kampus menghampiri saya, dengan memasang wajah tak ramah dan rona kekesalan, “ Namanya doang Yayasan yang berempati untuk orang menengah kebawah , nyatanya pas gw datengin nama-nama sekolah yang mereka kasih tetep aja untuk menegah keatas, uang pangkalnya aja 10 juta , biaya bulananya 3 juta “ ucap sahabat saya itu. “ Ya udah mana sini brosurnya tar gw masukin ke tulisan gw “ tutur saya mencoba meredam amarahnya.

Sahabat saya ini sedang kesulitan mencari sekolah untuk putranya yang berkebutuhan khusus ( baca : autis ) seperti kita ketahui sekolah untuk anak berkebutuhan khusus teramat mahal dan sangat sulit di jangkau apalagi untuk sahabat saya yang sehari-harinya hanya bekerja sebagai guru honorer dan suaminya hanyalah seorang supir.

Lepas seminggu setelah kemarahannya, ia datang lagi menemui saya di kampus kali ini begitu gembira dirinya, rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya, Ada sekolah yang mau terima anak gw “ ucapnya seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah mainan. “Sekolah khusus atau sekolah umum ?” tanya saya, “TK umum tapi anak gw minggu depan sudah harus masuk sebelum ajaran baru untuk penyesuaian” ucapnya “ Bayarannya berapa ?“ tanya saya lagi, “ Kalau anak-anak yang lainnya sih cuma 100 ribu, karena anak gw “beda” jadi dia bayar 200 ribu, sekolahnya dari jam 09.00 sampai jam 2 siang “ Dalam benak saya muncul ide untuk membuat tulisan dengan tema “Tuhan tak pernah tidur “ sebagai wujud dari rasa terima kasih saya kepada-Nya karena telah memberikan jalan keluar kepada sahabat saya ini.

Seminggu setelah anaknya bersekolah sahabat saya bercerita lagi kepada saya kali ini sambil tertawa menceritakan kelakuan anaknya di sekolah, “Hari pertama anak gw cuma tidur dari datang sampai pulang , trus hari ke dua dan seterusnya, dia selalu ribut karena tertarik dengan makanan teman-temannya, satu kelas heboh “ ucap teman saya sambil tersenyum. Saya kembali bersemangat untuk segera menyelesaikan tulisan tentang dirinya. Tapi satu minggu setelah kegembiraannya, tepatnya kemarin ketika di kampus dia datang lagi , kali ini tidak tertawa , tidak juga marah, tapi lebih kepada sedih dan kesal terhadap nasibnya.

“ Gw sedih banget , anak gw kemarin di keluarin dari sekolah, gw pengen nangis deh, katanya anak gw gak cocok ada di situ cuma ganggu anak-anak yang lain, kemarin gw mau telpon elo tapi gak ada pulsa” ucap sahabat saya dengan mimik wajah sedih. Tapi kali ini saya sudah tidak kuat untuk tidak tersenyum, bukan tersenyum kepada sahabat saya dan mentertawakan penderitaannya, tetapi lebih kepada kagum atas kehebatan Allah, begitu hebatnya Allah yang membolak balikan suasana dan keadaan hanya dalam hitung hari bahkan lebih cepat dari itu Ia pun sanggup.

Sedih, senang , sedih , senang begitu selalu berulang, dan Allah swt mampu lakukan itu, Allah swt mampu melakukan apapun terhadap hidup kita, karena memang Dia yang sesungguhnya pemilik jiwa ini. Sedih , senang , kaya, miskin, sukses dan gagal bukan lah suatu tujuan, yang menjadi tujuan dan harus benar-benar kita pikirkan adalah bagaimana dalam keadaan sedih dan senang, kaya dan miskin , sukses dan gagal kita selalu ingat Allah swt dalam setiap saat dan keadaan hingga waktunya kelak kita bertemu dengan-Nya . Ehmmm… Jadi ingat lagu Ada dan Tiada nya January Christy.

Ada dan Tiada hanya kata semata

Yang dapat menyesak jiwa

Derita dan bahagia rasa adanya

Yang tiada arti seusainya

Mengapa tiada juga datang pada-Nya

Bersyukur memuji nama-Nya

Mengapa tiada panjatkan doa bagi-Nya

Untuk setiap kehidupan.

( Ada dan Tiada, January Christy )

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

hanggadamai , bunda , Agus Taufiq Hidayat , adikhresna , Eucalyptus , realylife

Iklan

13 Responses to “ Tuhan Menggoda Saya “

  1. bunda berkata:

    coba survei ke sekolah balqiz, di rawinala. beberapa anak autis juga menjadi siswa di rawinala.

  2. nexlaip berkata:

    assalammualikum lan, semoga temenmu di beri ketabahan …..yg pasti berat melihat buah hatinya seperti itu……semoga digantikna dengan sesuatu yg lebih baik dari khazanah Allah SWT

  3. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Salam buat sahabat antum.

  4. meitymutiara berkata:

    Iya, Allah itu maha segalanya. Jadi kalau Allah aja bisa menggoda kita, kenapa engga kita gantian yang merayu Allah setiap saat. 1 x 24 jam, ada 5 kali kesempatan utama kita merayu Allah, tapi bukan berarti kita engga bisa merayu Allah lebih sering kan?

  5. Rozy berkata:

    Ya Muqollibal qulub, tsabits qulubana ‘alaa diinika wa ‘alaa tho’atika…

  6. Alex berkata:

    Ass.

    landy wrote: “Sedih, senang , sedih , senang begitu selalu berulang, dan Allah swt mampu lakukan itu, Allah swt mampu melakukan apapun terhadap hidup kita, karena memang Dia yang sesungguhnya pemilik jiwa ini. Sedih , senang , kaya, miskin, sukses dan gagal bukan lah suatu tujuan, yang menjadi tujuan dan harus benar-benar kita pikirkan adalah bagaimana dalam keadaan sedih dan senang, kaya dan miskin , sukses dan gagal kita selalu ingat Allah swt dalam setiap saat dan keadaan hingga waktunya kelak kita bertemu dengan-Nya”

    yup setuju banget kawan.

  7. yanti berkata:

    Sekolah untuk anak Autis…memang tidak semua bisa menerima… dan seringkali mau menerima dengan catatan… ada + + + nya….
    sayapun mengalaminya… akhirnya saya sadari… jika sekolah tersebut tidak mau “menerima” anakku, artinya… memang Allah tahu… sekolah itu tidak akan mampu memberikan “yang terbaik” bagi anakku… Haqul Yakin Allah akan memberikan gantinya…
    Haqul Yakin

  8. gelly berkata:

    alhamdulillah akirnya dapat sekolah yg lbh baik mUngkin..^^ moga teman km di beri ketabahan..amieNN

  9. adikhresna berkata:

    Assalamu’alaikum
    Akhi, semoga link ini sekira dapat membantu: http://www.autisme.or.id

    Akhi; …maka barang siapa yang butuh, maka akan berusaha mendekat pada-Nya. Hingga … seakan tak ada jarak lagi dengan-Nya. Walau tapak kaki ini penuh luka, dan pilu sedih pun tak ber-air mata.

    Akhi; secara saya pun mengalami bagaimana hati ini terbolak-balik. Oh Allah; apakah dengan semua cobaan ini, Kau bermaksud mengetahui kadar keimanan kami? [tentu]. Allah; apakah dengan semua-mua ini, Kau bermaksud membuang “kotoran” pada diri kami; dan dengannya agar kami dapat bertemu dengan-Mu? [Aminnnnnn]. Wallahua’lam

    Wassalamu’alaikum

  10. Asw.
    Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya

    Salam Kenal Ya…

    Mari kita jadikan, media blog, sebagai media untuk berkomunikasi sesama penduduk alam jagad maya, dan juga sebagai wahana untuk saling bersilaturahim; baik intelektual, spiritual maupun emosional.

    Tentu, media blog ini, tidak sekedar ruang untuk hanya bertegur sapa sebatas “say hallo”. Tapi mari jadikan sebagai ruang dialog pemikiran, diskusi pengalaman dan berbagi perasaan..

    Saudaraku….

    Mungkin anda seorang muslim yang berbeda aliran dan madzhab denganku (dan hakikatnya—aku tidak mengikatkan diri pada satu madzhab dan aliran apapun). Percayalah, aku tidak akan menyesatkan apalagi mengkafirkan anda tanpa atau dengan dasar apapun. Aku hanya meyakini, bahwa anda hanyalah saudaraku yang berbeda dalam pendapat dan pemahaman. Perbedaan ini hanyalah didasarkan karena perbedaan bahan bacaan dan rujukan serta pengalaman keagamaan. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tapi mari kita diskusikan dan bicarakan; diberanda rumah ini atau mungkin di warung kopi alam non-maya.

    Mungkin diantara anda (yang masuk kedalam rumahku ini—dengan sengaja atau tidak), ada yang berbeda agama dan keyakinan denganku. Tapi apapun agama anda, anda tetap saudaraku. Memang kita beda dalam keyakinan, tapi kita tetap sama dalam penciptaan, sebagai sesama ummat manusia.

    Aku, juga mengundang semua untuk berkunjung kerumahku:

    Salam silaturahim selalu..

    wasss

  11. diana berkata:

    salam buat sahabat elo, Allah mencintai orang2 sabar.. 😉

  12. realylife berkata:

    semoga kita lebih banyak merenung dan menyambut godaan yang positif bukan negatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: