“PIRING PINJAMAN “

Ruh manusia ibarat piring pinjaman, Bila kita meminjam piring maka setelah digunakan ada 3 keadaan. Jika piring itu dicuci dahulu sebelum dikembalikan dan kembali bersih berkilau maka oleh orang yang meminjamkan akan langsung dimasukan ke dalam rak piring. Keadaan kedua, jika piring pinjaman itu dikembalikan kepada pemilikinya dalam keadaan kotor dan belum dicuci maka oleh pemiliknya akan dicuci terlebih dahulu sebelum di simpan di rak . Keadaan yang ke tiga jika piring pinjaman itu rusak ( pecah ) dan kotor maka si pemilik piring akan marah dan langsung membuang piring itu.

Piring itu ibarat ruh kita, sedangkan pemiliknya adalah Allah Swt, Jika ruh seseorang saat menghadap Allah Swt. dalam keadaan bersih dari kotoran syirik, dosa dan maksiat, maka Allah Swt, akan langsung meletakan ruh tersebut didalam syurga. Jika ruh seseorang saat menghadaP Allah Swt. itu kotor maka Allah Swt., akan mencucinya terlebih dahulu di neraka dan setelah bersih dari kotoran dosa dan Maksiat maka ruh itu pun akan diletakkan di dalam syurga. Tapi seandainya ruh seseorang itu penuh dengan kecacatan seperti , kafir, munafiq, murtad serta bergelimang dosa dan maksiat maka Allah Swt, akan langsung melemparkannya ke dalam neraka Jahanam.

Sekarang kita tanya pada diri kita masing-masing kira–kira seperti apa perlakuan Allah Swt kelak, apa seperti piring yang ketiga yang langsung di buang tanpa harus dicuci dulu? Seberapa banyak persiapan yang kita bawa ketika menghadap Allah Swt, sehingga kita tidak harus lagi dicuci di dalam neraka.

Keadaan kita saat ini diibaratkan seperti kambing-kambing yang akan disembeli pada waktu Idul Adha/hari raya qurban. Setiap kambing yang akan disembeli diberi nomor undian di leharnya, kemudian nanti dipanggil berdasarkan nomor urut penyembelian. Ketika kambing nomor satu dipanggil untuk disembeli, kambing yang bernomor leher dua tenang-tenang saja. Ia asik memakan rumput-rumputan yang disediakan panitia qurban. Padahal tidak lama kemudia nomornya akan dipanggil untuk disembelih. Begitulah juga hal tersebut akan terjadi dengan kambing-kambing yang lainnya yang pada gilirannya, mereka akan disembeli juga. Dan itu pasti!

Memang benar petunjuk Illahi yang disampaikan melalui lisan para Nabi bahwa tanda kecelakaan manusia ditandai dengan matinya hati. Sehingga pada hari ini beratus-ratus ceramah, pengajian dan nasehat tentang kematian disampaikan tetapi manusia tetap takut mati dan tidak bersedia menghadapai kematian. Hati menjadi keras dan tidak peduli dengan kematian. Lebih ironis lagi, setiap hari ada berita tentang kematian : saudara , teman, atau tetangga meninggal dunia tetapi seolah-olah kita berfikir bahwa yang mati itu orang lain bukan kita. Benar sekali sabda Rasulullah Saw. bahwa orang yang pintar salah satunya adalah yang beramal ( berbekal ) untuk kehidupan sesudah mati. Memang kematian itu bukan berdasarkan nomor urut tetapi berdasarkan nomor cabut. Maka dari itu bersiaplah menghadapi yang namanya kematian, karena pasti dan pasti kita akan mengalaminya kelak, mungkin hari ini , besok atau entah kapan karena untuk perkara ini hanya Allah Swt yang maha mengetahuinya.

Sumber bacaan : TAMSIL karya Abu Aufa Abdillah, S.Pd.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Iko , achoey sang khilaf , wahhab , zoel chaniago , hanggadamai , daeng limpo , poychte , Rozy , realylife , nenyok

10 Balasan ke “PIRING PINJAMAN “

  1. cari dalil mengatakan:

    pertamax, soalnyadie PM pake senyuman duluan seeh, kayaknya ngasih tau ada tulisan baru

    Yeeeeeeeeeeeeeeeee, senyummu di depan saudara muslim adalah sedekah. Eh mas jenggot baru di senyumin dah off , ganti id ya😉

  2. cari dalil mengatakan:

    beli piring baru😀

    Piring baru yang di sukabumi ya , huuuuuuuuuuuuuuuuuu , satu aja lom habis. eh ngapain cari dalil , kan dah tahu sebaik-baiknya dalil orang tempatan, dari pada musingin dalil lebih baik sibukan diri untuk perkara hidayah🙂

  3. medan mengatakan:

    yupi..Dia maha tahu

    Yup Allah maha segalanya.

  4. Rafki RS mengatakan:

    Hmm. piring dan nyawa. Sebuah perumpamaan yang cerdas.

    🙂 semoga kita semua dapat mengambil manfaat dan bersegera menyiapkan bekal untuk negeri akhirat.

  5. alex® mengatakan:

    Wah, ini analogi yang sudah pernah saya dengar di pesantren dulu. Analogi yang bagus utk menjawab kenapa mesti masuk neraka juga🙂

    🙂

  6. daeng limpo mengatakan:

    Ketika sobatku menciptakan dunia sebagai syurga kebahagiaan bagi orang-orang disekitar juga bagi makhluk hidup yang lain, sebenarnya sobatku tidak perlu memikirkan lagi syurga diakhirat……..karena syurga yang sobatku ciptakan didunia…adalah cerminan syurga sobatku kelak. …..Insya Allah.
    —pengelana sesat—

  7. ubadbmarko mengatakan:

    Jangan takut mati karena mati pasti menjemput, tetapi jangan cari mati karena ga dicari juga pasti datang, hidup adalah mati, dan mati adalah hidup.

  8. adikhresna mengatakan:

    Mari sama-sama cuci piring ya, Kak Landy. Ati-ati jangan sampai pecah

  9. achoey sang khilaf mengatakan:

    memang benar postingan di blog ini harus segera dibukukan!

  10. dija mengatakan:

    isilah rantangmu didunia sebanyak mungkin
    sebagai bekal perjalanan panjang menuju akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: