” Pemimpin yang Lalai “

Kemarin sore, seorang teman menghubungi saya via HP dan bertanya suatu pertanyaan yang membuat saya menjerit histeris. “Ajarin gw cara mandi wajib donk , trus apa aja sih yang gak boleh di lakukan oleh wanita ketika dia datang bulan ( baca : haidh ) ?? “.

Astaghfirullah… terang saja saya menjerit, wong dia sudah punya anak 2 kok bertanya hal yang seharusnya dia pelajari puluhan tahun yang lalu. Itu sama saja seorang mahasiswa yang tidak mengerti penambahan 1+1. Dan yang parahnya selama ini dia sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya mandi wajib. Padahal mandi wajib dan berwudhu ( Thaharah ) merupakan perkara yang dasar dalam agama dan merupakan sesuatu yang pokok, karena kalau mandi wajib dan wudhunya tidak benar maka tentu saja secara otomatis ibadah ( sholat ) yang di lakukannya tidak akan sah di mata Allah swt, karena tidak mengikuti kaidah yang berlaku di dalam agama. Karena tidak ada sholat tanpa berwudhu dan tidak ada wudhu tanpa bebersih ( mandi wajib ).

Sungguh teramat jahil umat ini, sesuatu yang pokok sudah begitu tidak penting dimata mereka. Padahal hal-hal mendasar seperti ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kepala keluarga ( ayah atau suami atau saudara laki-laki ) untuk memberikan pelajaran kepada istri dan anak-anak mereka.

Seorang suami sudah seharusnya memberikan pelajaran kepada istrinya tentang ilmu-ilmu agama dari masalah thaharah yaitu bersuci dari segala segi, baik berwudhu atau mandi jinabah , masalah haidh sampai kepada shalat yang wajib di gadha akibat haidh atau istihadhah dan lain sebagainya.

Suami juga hendaknya mengajarkan kepada istrinya dan anak-anak mereka segala bidang ilmu agama yang berkaitan perbuatan ibadah sehari-hari atau perbuatan yang sunnah untuk dilakukan, seperti shalat, puasa, baik yang wajib atau sunnah, termasuk juga cara bergaul dengan tetangga dan saudara-saudaranya.

Orang yang telah nyata-nyata beriman kepada Allah swt, maka ia wajib menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka . Keluarga adalah siapa saja yang sudah menjadi tanggungan nafkahnya. Sebab dalam sebuah keluarga harus ada yang menjadi seorang pemimpin. Kalau pemimpin keluarga adalah ayah atau suami, maka ialah yang bertanggung jawab atas semua yang nantinya akan di mintai pertanggung jawabannya oleh Allah swt.

Rasulullah saw telah bersabda bahwa setiap kita dalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.

Rasulullah saw bersabda : “ Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah, dalam masalah urusan wanita ( istri ) karena sesungguhnya wanita itu merupakan amanat di sisimu, maka barang siapa yang tidak memerintahkan shalat kepada istrinya dan tidak pula mengajarkannya, maka ia benar-benar telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Apabila kita sekalian ingin manjadi orang yang tidak berkhianat kepada Allah swt dan Rasul-Nya , maka hendaknya senantiasa menjaga amanah Allah swt yaitu dengan senantiasa memerintahkan ahli keluarga kita untuk selalu sholat. Sebab bila mereka tidak mau melaksanakan shalat dan mandi wajib atau puasa , dengan sebab suaminya tidak menyuruh dia untuk melakukannya, atau tidak pernah mengajarinya, maka ia termasuk orang yang berkhianat terhadap Allah swt dan Rasul-Nya. Karena wanita setelah menjadi istri seseorang, maka ia seolah terpenjara olehnya, karena ia dalam kekuasannya. Ia tidak bebas seperti ketika masih sendiri, melainkan terikat oleh adanya pernikahan.

Nabi Saw bersabda : “ Tak seorangpun yang menghadap Allah swt dengan membawa dosa yang lebih besar dari pada dosa menelantarkan pendidikan keluarganya ( membiarkan keluarganya bodoh ).”

Hadist diatas jelas-jelas menunjukkan akan pentingnya ilmu. Dengan ilmu orang akan dapat berwawasan luas, pandai menjabarkan dan menganalisa masalah, baik masalah keduniaan maupun masalah ukhrawi. Orang yang ingin sukses dalam bidang keduniaan, maka ia harus menguasai ilmunya. Begitu juga orang yang ingin sukses di akhirat harus juga menguasai ilmunya.

Dihari kiamat kelak beban yang terberat yang disandang oleh seseorang adalah beban yang berasal dari keluarga dan anak-anaknya. Orang tua akan dimintai tanggung jawabnya. Apakah ahli keluarganya di arahkan kepada kemusyrikan atau ke ketauhidan.

Ahli keluarga kita kelak diakhirat akan menuntut seraya berkata: “ Ya Tuhan, kami menuntut hak kami karena mereka di dunia tidak pernah mengajarkan kami perihal agama dan mereka memberi makan kami dari hasil yang haram, padahal kami tidak mengetahuinya”. Kemudian para orangtua akan diseret untuk dimintai pertanggung jawabannya, dan pada akhirnya mereka akan di pukul sampai terkelupas daging-dagingnya, terus ia diseret ke neraka. Demikian yang tersebut di dalam kitab Al-Jawarit oleh Syaikh Abu Laits al-Samarqadi.

Semoga Allah swt memberi kesadaran dan kekuatan kepada kita agar dapat membimbing ahli keluarga kita kembali kepada agama-Nya dan mengamalkan semaksimal yang kita bisa dan mematikan kita kelak dengan membawa iman yang sempurna. Amien.

Bahan Bacan : Uqudulujain karya Syaikh Muhammad bin Umar an Nawawy.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

hafidzi , SHALEH , ahsani taqwiem , amalia , Eucalyptus , Wempi, realylife, diorockout, Raffaell, IndahJuli, gadis rantau , yanti, nenyok, julfan , Okta Sihotang, Agus Taufiq Hidayat , Ndoro Seten, achoey sang khilaf, Alex Abdillah, daeng limpo , norie , wieda , asuna17 , arifrahmanlubis , sluman slumun slamet , lucky , Zulmasri

Iklan

28 Responses to ” Pemimpin yang Lalai “

  1. SHALEH berkata:

    Wa’alaikumsalam. Met malam juga. Alhamdulillah Sehat. Kamu, sehat jugakan.
    Memang sebuah kelalaian tidak baik namun kalo dia mau memperbaiki, itu tidak jadi masalah asal niatnya ikhlas.

    Yup bener sekali

  2. Rafki RS berkata:

    Memang sungguh berat amanah yang dibebankan Allah SWT kepada para hambanya. Setuju, bahwa ilmu adalah salah satu cara menyadari tanggung jawab diri sebagai manusia dan bagaimana memenuhi tuntutan untuk menjalankan amanah yang sudah diberikan Allah SWT.

    Doakan saya ya pak semoga bisa mengemban amanah itu kelak.

  3. Menik berkata:

    astaghfirullah…
    emang suaminya ga ngajarin ???
    jadi slama ini dia ????? 😦 😦 😦

    Sedih banget ya, ternyata aku sebagai temennya juga lalai mengingatkan suaminya hiks :((

  4. amalia berkata:

    ya.. mungkin dia ragu apa yang selama ini sudah ia jalankan
    bersyukur aja masih ada tempat nanya ..seperti anda.
    Terkadang pemimpin keluarga lalai dikarenakan ia pikir dengan memenuhi kebutuhan keluarga dgn lebih sudah merupakan keberhasilannya.
    Padahal masalah yang prinsip telah lupa ia jalankan..
    Moga kita bisa lebih mengerti yang benar dari semua kebenaran yang ada.

    Lan.. turut berduka atas sahabatmu.. memeng itulah siklus hidup..

    bener juga seh bunda, cuma kemarin aku kaget aja dengernya secara umurnya dia dah hampir kepala 4, punya anak 2 tapi sesuatu yang mendasar dalam agama dia tidak tahu 😦

  5. nenyok berkata:

    Salam
    Trus selama ini??, tapi masih bagus berani bertanya daripada berkubang dalam kebodohan, plg tidak itu salah satu bentuk kesadaran :). Amin

    Iya, bener banget, kesadaran yang datang terlambat lebih baik ketimbang tidak sama sekali setuju , terima kasih pencerahannya.

  6. ven berkata:

    setuju ama nenyok…masih lumayan ada keinginan bertanya….tp yg kuingat sih pelajaran ttg bersuci kan dah diajarkan di sekolah ya…entah SMU atau malah SMP…yah itu kali hasil pelajaran agama yg cm sebatas ilmu tanpa amal…yg penting dpt nilai bagus…aduh jd sedih

    Dari TK pun sudah diajarin cara bersuci ( berwudhu ), cuma seperti yang kamu bilang pelajaran agama sebatas ilmu tanpa amal hiks sedih ya , Ya Allah semoga hal-hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi.

  7. hafidzi berkata:

    saya sangat setuju. tp alangkah baiknya dari kita dan sekeliling kita dulu:D

    slm knl,

    yup, bener banget dimulai dari kita

  8. Ndoro Seten berkata:

    ketika setiap kita adalah pemimpin, yo berusahalah untuk mengerti akan kepemimpinan tersebut(dengan ilmu), dan jangan pernah pisahkan ilmu dengan amal…!!!

    makasih atas kunjungan saudaraku…..
    alhamdulillah saya sehat!

    yup, Ilmu tanpa amal merupakan kesia-siaan karena diakhirat kelak ilmupun akan di hisab

  9. rnazahra berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Lalu bagaimana? sudah di beritahu belum yang tanya, akh? lekas ya… Ndak ada kata terlambat kan 😉 Alhamdulillah dia masih mau bertanya… Allah membimbingnya ke jalan yang lebih terang…. Subhanallah…

    Syukron Akh, dah berkunjung ke tempat saja….
    Alhamdulillah saya sehat… Walo bulan ini lumayan berat, banyak cobaan nih…
    Tapi Alhamdulillah…. keep spirit!!! It’s Must 🙂 hihi…Do’ain Kuat ya… Amin…

    Wassalam.

    -zahra-

    Sudah lah bahkan saya sudah bicar dengan suaminya 🙂

  10. indra1082 berkata:

    Buat pelajaran bagi yang mau nikah terutama kaum Pria, selain nikah bertujuan baik, tapi kita harus tau apa tujuan nikah sebenarnya, bukan hanya untuk menghalalkan pelampiasan Hawa nafsu

    Yup benar sekali , terima kasih atas masukannya.

  11. martik berkata:

    lagi2 masalah ummat.. mudah2an ini jadi fikir ane n antum semua supaya kita meningkatkan pengorbanan dalam dakwah. di Indo blom ada nih orang yang menyerahkan hidupnya untuk dakwah.. ngga kayak di india pakistan n bangladesh.. makanya masalah Indonesia ngga selesai2..

  12. senny berkata:

    no comment!

    🙂

  13. hmcahyo berkata:

    Astaghfirullah… terang saja saya menjerit, wong dia sudah punya anak 2 kok bertanya hal yang seharusnya dia pelajari puluhan tahun yang lalu. Itu sama saja seorang mahasiswa yang tidak mengerti penambahan 1+1.

    Jadi ingat pas pengajian bbrp waktu lalu.. ketika ustadz farid (narasumbernya) mengeluh betapa banyak temen dan aktivis .. untuk masalah-2 yang menyangkut dirinya sehar-hari tidak paham….

    makanya Imam Al Ghazali mengatakan kurang lebih.. ilmu yang wajib dituntut adalah pertama Ulumuddin minimal yang menyangkut halal dan haram dan juga hal-hal seperti ini

    Ini lah keadaan umat yang sesungguhnya, diluar sana masih banyak lagi orang-orang yang sangat jauh dari agama, yang sangat lebih memprihatinkan kita-kita yang kebetulan Allah swt beri “kepahaman” tidak juga turun tangan / setidaknya merangkul mereka, malah sibuk jotos-jotosan untuk menjadi orang NO 1 di pemerintahan.

  14. hmcahyo berkata:

    Astaghfirullah… terang saja saya menjerit, wong dia sudah punya anak 2 kok bertanya hal yang seharusnya dia pelajari puluhan tahun yang lalu. Itu sama saja seorang mahasiswa yang tidak mengerti penambahan 1+1.

    Jadi ingat pas pengajian bbrp waktu lalu.. ketika ustadz farid (narasumbernya) mengeluh betapa banyak temen dan aktivis .. untuk masalah-2 yang menyangkut dirinya sehar-hari tidak paham….

    makanya Imam Al Ghazali mengatakan kurang lebih.. ilmu yang wajib dituntut adalah pertama Ulumuddin minimal yang menyangkut halal dan haram dan juga hal-hal seperti ini

    http://hmc.web.id (belajar inggris lewat nasyid)

    Ini lah keadaan umat yang sesungguhnya, diluar sana masih banyak lagi orang-orang yang sangat jauh dari agama, yang sangat lebih memprihatinkan kita-kita yang kebetulan Allah swt beri “kepahaman” tidak juga turun tangan / setidaknya merangkul mereka, malah sibuk jotos-jotosan untuk menjadi orang NO 1 di pemerintahan.

  15. anton ashardi berkata:

    nah lho… kok ribet gini ya…

    Tidak ada yang ribet, kalau setiap kita sedari awal menyandarkan hidup kita kepada Agama.

  16. Okta Sihotang berkata:

    pemimpin itu bisa memimpin klo dirinya juga bisa dipimpin..
    *makin ribet kan*

    Yup mau di pimpin oleh agama tentunya , jadi tidak ada yang ribet

  17. arifrahmanlubis berkata:

    makasih tazkirah nya bang 🙂

    harus legih giat belajar.

    Yup, ajarin saya ya ustadz 🙂

  18. daeng limpo berkata:

    bersiaplah dimintai pertanggung jawaban……….

    😦 terima kasih karena sudah diingatkan.

  19. Eucalyptus berkata:

    Jangan kaget lho, saya juga pernah ditanya sama teman cewek bgmn caranya mandi wajib setelah haid atau setelah hubungan pasutri. Ternyata diantara kita ada juga yg belum paham mengenai hal yang mendasar ini.

    Tapi masih untung dia mau bertanya, drpd sampai akhir hayatnya dia gak pernah melaksanakan kewajiban itu? Naudzubillah…

    Yup bunda , cuma yang disayangkan , dimana peran bapak atau suaminya ??? sedih banget

  20. realylife berkata:

    semoga pemimpin kita ngga lalai ya

    Amien

  21. Alex berkata:

    ass.

    Para pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya atas orang yang dipimpinnya.

    tidak terkecuali….mulai PRESIDEN sampai Kuli, mulai dari yang BUJANG/GADIS sampai yang sudah jadi SUAMI/ISTRI.

    Subhanallah

  22. Alex berkata:

    Moga kita lebih bersemangat lagi belajar agama, belajar Islam, belajar MUTIARA, belajar jalan ke Surga, belajar MENCINTAI ALLAH, dan belajar MENGGAPAI RIDHO-NYA.

    Amien, makasih bang masukannya

  23. Fajar berkata:

    Kalo ditanya sesuatu hal, jangan gitu dong tanggapannya, kalo bener bener belum tahu, dan emang kesadaran agamanya baru mulai, gimana…? kalo tanggapan kamu “wih umur segitu baru tanya mandi wajib?”, dia akan enggan bertanya hal lain dan kemungkinan besar dia enggan memperdalam elmu agama. Sekian

    Saya rasa tanggapan sepontas yang terjadi dengan saya adalah suatu yang wajar, secara apa yang di tanyakan oleh dia adalah perkarang yang pokok , apalagi dia wanita yang pastinya mandi wajib suatu yang berulang kali terulang dalam hidupnya ( setiap bulan datang haidh ) terlebih lagi dia sudah memiliki anak 2. Dan untuk perkara bersuci anak TK pun sudah diajarkan cara bersuci ( berwudhu ), saya sangat bangga dengan dia karena dia mau bertanya, dan saya sangat senang sekali, yang ingin saya soroti disini DIMANA PERAN ORANG TUA / SUAMI. sebegitu jalimnya kah mereka sehingga membiarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya ( anak / istri ) dibiarkan tidak mengerti perihal yang mendasar tentang perkara agama. dan saya rasa apa yang terjadi dengan dia merupakan sesuatu yang wajar dimasa sekarang ini di karenakan umat hari ini sudah tidak ada kepedulian lagi terhadap agamanya. dan itu yang sangat-sangat saya sesalkan dan inti dari postingan saya adalah bagaimana seorang suami / ayah menyadari tanggung jawabnya terhadap keluarganya.

  24. theloebizz berkata:

    waaaah itulah gunanya belajar tanpa henti…
    krn terkadang hal2 sepele kecil macem ituh suka ga dipelajari padahal penting bgtz…

    mari membacaaaa… 😉

    Tidak hanya membaca tapi juga mengamalkan tentunya 🙂

  25. JB'lOg berkata:

    mhhh masih mending mau bertanya tuhh Ustadz… walau telat
    mungkin saja selama ini dia udah melaksanakan tapi mungkin belum sempurna atau dia masih ada keraguan ntuk melakukan bagaimana cara yang baik dan benar

    yang sangat prihatin itu, yang cuek aja dengan keadaan
    tapi ustadz kalo bisa jangan sesewot itu ntuk menanggapinya yaa ? hehehehe.. 😀
    ntar pada nggak mau lagi yang bertanya… ujung ujungnya kan ustadz juga yang tambah sewot
    mari saling berbagi dan mengingatkan ntuk pencerahan kita semua
    salam

    😦 saya bukan ustadz :(( :((

  26. SUSI IMUUT berkata:

    wah bisa gawat itu, maka jadi orang jangan asal tancap tanpa tau apa2. 😛 🙂 😛
    http://www.layananiklan.com

  27. sunny2008 berkata:

    salamkenal bossssssssssss………..
    maka nya belaar dulu sebelum ngeborrrrrrrrrrrrrr……….. wahhhhhhhhh ………………………….. 😛 😛 🙂 🙂

  28. gadis rantau berkata:

    makasih kembali..dan maaf jarang mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: