” Apa Dosa Kami ??? “

Kemaksiatan adalah sebuah kemaksiatan lepas dari besar kecilnya hal tersebut. Kemaksiatan adalah bentuk sebuah ketidak patuhan, pembangkangan bahkan sampai bentuk per”selingkuhan” kepada-Nya.

Hari ini manusia berlomba-lomba menentang-Nya, membuat sebuah makar untuk saling berkerja sama dalam bermaksiat kepada-Nya, seakan mereka lupa, Tuhan teramat pintar untuk sekedar kita bohongi, untuk sekedar kita kelabuhi, apalagi untuk sekedar kita permainkan.

Hari ini tidak ada satu pun manusia dimuka bumi ini yang tidak bermaksiat kepada-Nya, seluruh panca indra hari demi hari kita gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, seakan bukan suatu aib, Ketika rahim dibuahi sebelum waktunya, tubuh dipertontonkan sedemikian rupa dengan balutan seni dan kebebasan berekpresi, minuman keras sebagai lambang sebuah pengakuan keberadaan dan status, Dan sifat amanah semakin langka dimuka bumi, tak ada lagi beda antara harta haram dan halal, seakan lupa bahwa semua itu akan di mintai pertanggung jawabannya kelak.

Sekarang, masih pantaskan kita bertanya, ketika Allah swt menggunakan bala tentaranya untuk mengazab kita, Allah gunakan laut, angin, lahar, lumpur, air untuk menghukum kita?? Masih pantaskah kita bertanya “DOSA APAKAH YA ALLAH YANG KAMI LAKUKAN SEHINGGA KAU TURUNKAN AZABMU??” .

Apakah kau tak bercermin wahai manusia, pernahkah kau taat pada-Nya, pernahkah kau memperdulikan panggilan-Nya, pernahkah kau mengamalkan segala ajaran-Nya, pernahkah kau datang pada-Nya untuk bertobat atas kekhilafan yang pernah kau lakukan selama ini??

Lantas masih pantaskah kita mempertanyaan tentang hukuman dan azab-Nya??, Wahai manusia sadarlah, kalau bukan karena kasih sayang-Nya sudah dari dulu Allah binasakan kita, Allah hukum kita, Allah hancur leburkan kita.

Ketika mata anda lebih tertarik kepada wanita lain yang bukan haknya ketimbang pasangan anda di rumah, ketika rasa malu sudah tidak ada lagi sehingga anda membiarkan jutaan mata menikmati tubuh anda, ketika erangan persetubuhan terlarang di tempat-tempat kost dan hotel murahan yang semakin merebak layaknya jamur dimusim penghujan, ketika memakan harta yang bukan haknya menjadi sesuatu yang teramat wajar sekarang ini. Masih pantaskah kita mempertanyakan hal itu, masih pantaskan kita bertanya tentang dosa apakah yang kita lakukan sehingga Allah swt teramat murka!

Ketika suatu kemaksiatan terjadi disuatu rumah, maka 40 rumah kedepan, kebelakang, kesamping akan menerima dosanya, apakah kita tak sadar akan hal itu, sekarang adakah satu rumah di muka bumi ini tanpa melakukan sebuah kemaksiatan..???

Ketika ada suara anak yatim yang menangis karena didzalimi, maka langit akan bergemuruh seakan memohon agar Allah memperkenankan mengunakan mereka untuk mengazab manusia, Adakah hari ini anak yatim yang tidak menangis karena tidak di dzalimi ??

Ketika persetubuhan terlarang terjadi, seakan bumi bergetar tak ada henti memohon kepada Allah swt agar memperkenankan membenamkan mereka hidup-hidup ke dalam perutnya dan melumat sehingga tak tersisa tubuh orang tersebut. Sekarang adakah orang yang sadar ketika akan melakukan sebuah zina akan keburukan yang tercipta akibat perbuatannya.

Masih pantaskah kita mempertanyakan tentang dosa apa yang kita lakukan sehingga Allah begitu murka???

Masih pantaskan dipertanyakan keadilan-Nya, ketika Allah hantarkan pemimpin yang dzalim ditengah-tengah kita untuk memimpin kita??? Hadirnya pemimpin yang dzalim diakibat amal perbuatan kita, ketika suatu kaum bermaksiat kepada Allah, maka akan Allah angkat pemimpin yang dzalim di tengah-tengah mereka, yang tidak mempunyai belas kasih kepada rakyatnya.

Hari ini orang berlomba-lomba mendirikan partai mengusung suatu tema pemerintahan yang adil, DEMI ALLAH, selama kemaksiatan kepada Allah tidak di hilangkan, siapapun pemimpinya, apapun partainya dan siapapun orangnya tidak akan pernah bisa menyelesaikan krisis di negeri ini. Ketika kemaksiatan merajalela, maka Allah akan hadirkan Fir’aun-Fir’aun ditengah kita, sebagaimana Allah hantarkan Fir’aun di tengah Bani Israil.

Terkadang manusia memang aneh, mereka berkoar-koar ingin menuntut suatu perubahan, sedangkan dirinya sendiri tidak pernah mau berubah, tetap pada pola yang sama, tanpa sedikitpun mengarah pada perbaikan. Berkeinginan merubah Negara, sedangkan memimpin dirinya sendiri saja tidak mampu, merubah anak istrinya sendiri tidak ada kekuatan, tapi berkelakuan sok pintar layaknya Tuhan ingin merubah negeri ini.

Perubahan sepenuhnya tergantung di tangan Allah, pemimpin yang adil dan dzalim berada di tangan Allah, sepenuhnya hak Allah, apakah Ia akan mengirim seorang pemimpin seperti Nabi Muhammad saw atau Fir’aun, semua tergantung sejauh mana ummat mau taat kepada-Nya. Tanpa ketaatan kepada-Nya jangan harap akan lahir seorang yang memiliki cinta kasih kepada rakyatnya.

Aku juga seorang Fir’aun. Jika yang aku utamakan adalah kehendaku sendiri, dan bukan kemaslahatan bersama.

Aku juga seorang fir’aun. Jika yang aku dengar adalah nafsuku sendiri, dan bukan apa rahasia hati rakyat yang teraniyaya.

Aku juga seorang Fir’aun , Jika yang aku tegakkan adalah kebenaran pendapatku sendiri , dan bukan sikap renda hati dan rasa malu kepada masyarakat.

Aku juga seorang Fir’aun. Jika yang aku utamakan adalah kejayaan dari kemenanganku sendiri, dan bukan kesejateraan hidup dan kegembiraan orang-orang kecil.

Jika demikian watakku, cara berfikirku, pola sikap dan arah langkah perjuanganku, maka individuku adalah fir’aun, Maka pemerintahanku adalah fir’aun, Maka kelompokku adalah Fir’aun, Maka partaiku adalah Fir’aun.

( Emha Ainun Najib , Khusnul Khatimah )

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

SHALEH , Rafki RS , Menik , amalia , nenyok , ven , hafidzi, Ndoro Seten , rnazahra , indra1082 , martik , senny , hmcahyo, anton ashardi , Okta Sihotang , arifrahmanlubis, daeng limpo, Eucalyptus , realylife, Alex , Fajar, theloebizz, JB’lOg

17 Balasan ke ” Apa Dosa Kami ??? “

  1. nenyok mengatakan:

    Salam
    Iya, kenapa ya kemaksiatan dan keburukan itu seakan-akan sudah menjadi hal yang biasa dab terbiasa, dan saat ada yang mengatakan kebenaran malah di cemooh dan dianggap aneh. Subhanalloh, berharap aturan Alloh yang kaffah mampu tegak di atas bumi ini. Amin

  2. Wempi mengatakan:

    Semuanya sudah bergeser… dilindas…

  3. zoel chaniago mengatakan:

    kalau nanya apa dosa kami kan pamali,, lebih baik nyadar sendiri😆

  4. sayur asem mengatakan:

    padahal bencana, azab, peringatan etc tersebut sebenarnya sebaik2 kesempatan dan media untuk pengurangan catatan dosa kita. Semakin berat ujian yang kita terima, maka makin besar pula peluang hidayah yang akan kita terima. Gitu ga sih Om Ust ?:mrgreen:
    malah ada yang dengan pedenya bilang “why me?” saat dapat musibah, lha kalo sama Dia dijawab dengan “why not?” mo bilang apa lagi coba..

  5. gempur mengatakan:

    saya jadi merasa malu dan merasa tertuduh sekaligus terdakwa dan terpidana sebelum semua proses peradilan itu dijalankan.. saya malu…

  6. Alex mengatakan:

    Ass.

    ketika terjadi Gempa di zaman Umar, yang ditanyakan Umar kepada penduduk sekitar wilayah gempa adalah

    “Kemaksiatan apa yang kalian lakukan ? hingga Allah mengazab kalian ?

    jawabnya sudah ada dalam postingan diatas.
    lalu apa usaha kita….?

    YUK BERBENAH DIRI, MULAI DARI DIRI SENDIRI……….SEGERA MOHON AMPUN KEPADA-NYA.

  7. realylife mengatakan:

    ya Allah , ampunilah dosa kami
    amin

  8. Fiz mengatakan:

    Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmatnya dan menerima tobat kita semua, Amien…

  9. clusternic mengatakan:

    ahhh… sudah berapa banyak dosa yg saya perbuat 😦

  10. economatic mengatakan:

    Jangan hanya menganggap itu azab Tuhan semata, karena Dia telah menganugrahkan Bumi ini untuk kita. Kalau ada yang nggak beres di Bumi, pasti ada ulah salah seorang dari kita yang telah berbuat kerusakan di atas Bumi ini. Pelakunya mungkin bisa saya, anda, kita, dia atau mereka…..
    Salam Hangat http://economatic.wordpress.com/

  11. indra1082 mengatakan:

    Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik setinggi gunung
    Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Tercekik Harga-Harga
    Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik gak tanggung-tanggung
    Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Panik dimana-mana

  12. Rafki RS mengatakan:

    Entah kapan kemaksiatan bisa lenyap dari muka bumi. Apakah kemaksiatan dimaksudkan untuk menguji keimanan kita kepada Allah SWT? Saya yakin begitu. Sebab, kalau Allah SWT tidak mengizinkan, pastilah kemaksiatan itu akan lenyap dari muka bumi dan dari tindak-tanduk manusia yang hidup di atasnya.

  13. Zahra mengatakan:

    Astaghfirullahalladziim..

  14. Abror mengatakan:

    banyaknya bencana di muka bumi ini di sebabkan dosa2 kita dan banyaknya maksiat, bukan hanya itu, di zaman sekarang justru kemaksiatan ingin di perjuangkan atau ingin di legalkan di negara ini, oleh beberapa segelitir orang, astaghfirullah, Na’udzubillah min dzalik…tapi walaubagaimanapun, tetap yang salah kita2 jg umat muslim, karena tidak mau da’wah, tidak mau mengajak manusia untuk taat atau mengenal kepada Allah SWT. Kalau kita ingin dicintai oleh Allah SWT, syaratnya harus mengajak manusia untuk cinta dan kenal kepada Allah SWT.

  15. diana mengatakan:

    duh..bacanya merinding….😦 TFS😉

  16. daeng limpo mengatakan:

    apa dosa kami…? hanya satu jawabannya KE TIDAK PEDULIAN

  17. Ndoro Seten mengatakan:

    manusia memang tak pernah mau tahu diri sendiri,
    enaknya mencari kambing hitam terus……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: