” Membawa Agama Ke Dalam Rumah “

Salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk menikah adalah keinginan yang kuat yang ada didiri untuk membawa “masuk agama” kedalam rumah saya. Ini berarti saya memerlukan patner untuk melakukan hal ini , sebagaimana dulu hal tersebut saya dan Sha ( adik saya ) lakukan sebelum ia menikah dan ikut suaminya.

Bukan karena rumah saya tak beragama , tapi lebih kepada rasa memiliki dan tanggung jawab beragama yang saya rasa kurang ada di keluarga saya. Mungkin keluarga saya sama halnya dengan keluarga muslim lainnya, yang memandang agama hanya sebuah rutinitas belaka, asal sudah Sholat , puasa dan baca alqur’an sudah merasa cukup tanpa mau berpikir bagaimana untuk meningkatkan ibadah kita dan anggota keluarga kita yang lain, apa lagi berpikir agar agama tetap diamalkan oleh anak keturunan kita.

Memang diperlukan sebuah perjuangan yang tidak sebentar, diperlukan kesabaran lagi dan lagi untuk melakukan hal tersebut. Ketika awal tahun 2000 tepatnya bulan April menjadi sebuah titik kembalinya kesadaran seorang anak manusia ( baca : saya ) tentang arti keberagamaan yang ada pada dirinya.

Sedikitnya saya mulai paham bahwa agama tidak hanya sekedar untuk kita amalkan , tapi ada pekerjaan yang lebih penting dari pada itu , yaitu bagaimana agar agama tetap ada di diri kita , keluarga kita , lingkungan kita , dan seluruh alam. Itu berarti harus ada usaha untuk kearah itu, sebagaimana halnya dengan uang. Kita semua tahu uang itu sesuatu hal yang penting, tapi bagaimana usaha agar uang itu tetap ada jauh lebih penting dari uang itu sendiri. Karena uang lama kelamaan akan habis sebagaimana beras di lumbung tapi mana kala ada usaha atas uang sebagaimana petani mengusahakan atas beras ( bertani ) maka uang/beras itu akan tetap ada. Tapi mana kala usaha untuk kearah itu tidak pernah di buat maka lama kelamaan uang/beras pun akan habis. Sebagaimana amal agama yang ada di diri kita.

Agama yang ada di diri kita hari ini hanyalah agama turunan, dahulu buyut kita masih Sholat, puasa, baca alqur’an dan mengerjakan amalan sunah lainnya trus menurun pada kakek kita yang hanya sholat , puasa dan baca alqur’an trus menurun lagi pada ayah kita yang hanya puasa dan sholat dan sekarang menurun lagi pada kita yang hanya sholat sekali-kali dan puasa pun hanya di bulan ramadhan. Dan turun keanak kita yang sholatnya sekali seminggu dan tidak puasa, lantas bagaimana nanti dengan cucu kita??? Jangan-jangan dia sudah tidak mengerti apa itu sholat dan puasa.

Usaha untuk memasukan agama seperti ini lah yang hari-hari saya dan Sha pikirkan. Dahulu di awal tahun 2000 tidak ada satu pun dari keluarga besar saya yang memakai Jilbab. Mereka tetap sholat , puasa dan baca alqur’an, tapi yang mereka lakukan hanya sebatas itu tidak lebih . Mereka lupa bahwa memakai jilbab merupakan ibadah yang sama pentingnya seperti mereka sholat , puasa dan baca alqur’an. Dan itu menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang pria.

Saya berusaha keras untuk itu, saat itu saya hanya seorang diri melakukannya, tidak mudah untuk melakukan itu, hinaan cacian bahkan pengusiran kerap saya terima, dan itu di lakukan oleh anggota keluarga sendiri. Sangat sakit kalau di ceritakan keadaan saya pada awal-awal memulai melakukan itu. Tetapi selalu ada kenikmatan bila kita menjalani itu semua dengan sebuah keyakinan bahwa Allah swt akan selalu ada bersama kita. Segala cobaan yang terjadi seakan menjadi bahan bakar agar bisa semakin dekat dan bergantung hanya kepada Allah swt.

Memang tidak mudah untuk merubah pola pikir keluarga yang awalnya berorientasi dunia berubah ke pada orientasi akhirat. Tapi usaha ini mau tidak mau harus segera saya lakukan karena ini merupakan sebuah kewajiban dan rasa sayang saya sekaligus merupakan sebuah perintah dalam agama agar kita melindungi diri kita dan keluarga kita dari api neraka.

Berbekal keyakinan itulah akhirnya lambat laun keluarga saya mulai mengerti dan pada bulan September’2000 Sha mulai ikut ambil bagian untuk perkara ini . Setiap hari saya dan Sha bermusyawarah untuk banyak hal, seperti : hari ini siapa yang tugasnya untuk membangunkan sholat malam dan sholat subuh, Bagaimana memberi kesadaran kepada pria-pria yang ada di rumah saya untuk selalu melakukan sholat 5 waktunya di masjid sampai siapa yang melakukan tugas rumah tangga seperti mencuci piring , mengepel , mencuci baju dan lain sebagainya.

Dari pikir seperti itu berkembang lagi , kami ( saya dan Sha ) mulai memikirkan bagaimana agar setiap harinya tanpa kecuali bukan sekali-kali tapi setiap hari semua anggota keluarga mau menyisikan waktunya untuk sama-sama duduk sekedar mendengarkan beberapa hadist dan bermudzakarah tentang pentingnya Iman.

Dan alhamdulillah seiring dengan kesungguhan kami untuk melakukan hal tersebut, keadaan keluarga kami pun berubah. Para wanita di keluarga kami mulai paham apa sebenarnya yang agama inginkan dari kaum wanita. Agama menginginkan bagaimana para wanita hari demi hari berpikir untuk menghidupkan suasana iman dan amal di dalam rumah seperti :

  1. Sholat di awal waktu dengan sempurna dan bagaimana mendorong para pria untuk melakukan sholat wajib di tempat adzan di kumandangkan ( masjid ).
  2. Bagaimana para wanita istiqomah melakukan T’aklim wa Ta’llum ( belajar dan mengajar ),
  3. Istiqomah membaca Alqur’an dan Dzikir
  4. Mendidik anak secara Syari’ah agama dan sunah.
  5. Hidup secara sederhana ( simple life )
  6. Mendorong para pria agar lebih giat lagi mencari ilmu agama dan berdakwah.

Dari beberapa hal diatas sepertinya masih banyak PR besar menunggu saya disana dan saya sadar hal itu tidak bisa saya lakukan seorang diri, oleh karenanya saya memerlukan seorang pendamping yang kirannya dapat untuk berbagi tentang keluh kesah keadaan agama di keluarga saya dan mendorong saya, meneguhkan langkah-langkah kecil saya agar istiqomah selalu di jalan-Nya , untuk tetap mencari cinta-Nya , mengorbankan apa saja yang bisa saya korbankan demi untuk mendapatkan ridha-Nya sampai suatu saat kelak Allah swt memperkenankan saya yang ahli maksiat ini bertemu dan menatap keindahan-Nya. Amien.

Ya Allah periharalah pikir dan risau kami sebagaimana Engkau perihara hal tersebut untuk para kekasih-Mu.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Rozy , Agus Taufiq Hidayat , tenda biru , Wempi , Alex , hanggadamai , martik , hanafi , nurussadad , abror , febri(pay), gempur , nenyok , Iko , diana , achoey sang khilaf , Cabe Rawit

Iklan

22 Responses to ” Membawa Agama Ke Dalam Rumah “

  1. julfan berkata:

    Alhamdulillah, senang sekali membaca artikel ini. Dapat menjadi motivasi bagi saya untuk untuk istiqomah dalam ISlam.
    Amiin Ya Allah.

  2. Rozy berkata:

    Alhamdulillah lan,

    Sebuah sentilan bagi saya pribadi ketika membaca ini. dan apa yg menjadi kerisauanmu juga menjadi kerisauanku pula.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua, pada orang-orang yg terus berupaya memperbaiki diri pribadinya, istri dan anaknya, juga seluruh anggota keluarganya hingga akhirnya meliputi lingkungannya, sehingga harapan akan hidupnya islam itu bukan sekedar retorika belaka.

    Mohon do’akan kami ya lan..

    Semoga Allah SWT memudahkan langkah-langkahmu hingga kelak menuju Jannah-Nya..amin Allahumma amin..

  3. gempur berkata:

    haiaya… saya lagi-lagi dibikin malu dengan diri saya sendiri… hiks…

  4. martik berkata:

    Yup.. paten men.. gw demen banget postingan kali ini… siapkan diri dan keluarga kita tuk sama2 berjuang untuk Agama.

  5. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Waahhh… gaungnya makin hebat neh….

    siapin tafakutnya dulu ah…

    yang pastinya di Jakarta kan?

  6. indah berkata:

    Wah bener2 buat pencerahan nih….bole aku copas simpen buat fileku ya….mo aku tunjukin ama hubyku….thx bisa menggugah hatiku…..seep

  7. Alex berkata:

    Ass.

    Jadikanlah keluarga kita keluarga DAKWAH……..
    DAKWAH buat diri sendiri
    DAKWAH buat istri dan anak
    DAKWAH buat orangtua dan mertua
    DAKWAN buat sanak famili
    DAKWAH buat teman dan sahabat
    DAKWAH buat tetangga dan masyarakat
    DAKWAH buat bangsa dan negara
    DAKWAH buat alam semesta

    karena DAKWAH akan menghantarkan kita kepada RIDHO ALLAH.
    RIDHO ALLAH tentu beroleh SURGA

  8. penyokongpaklah berkata:


    COBA LIAT SITUS:
    rompaklah-malingsia.blogspot.com

  9. amalia berkata:

    InsyaAllah ya lan.. jika itu yang kita inginkan maka itu yang kita dapatkan..
    Aku lg berjuang kearah itu ..doanya ya…

  10. nurussadad berkata:

    sekarang gi jauh ma keluarga qi qi qi

  11. okebebeh berkata:

    wah…semakin mendekati hari “H” postingannya dah mulai nyeremfet2 terus nih..

  12. Deddy berkata:

    apakah harus menikah dulu untuk membawa masuk agama mas Landy?

  13. subhanallah

    aku selalu terdampar dan tertampar dengan postingan2mu sobat:)

  14. Menik berkata:

    saya pun selalu berharap itu mas landy 🙂

  15. ina berkata:

    Kak Landy,
    gimana caranya bilang supaya para pria yg ada dirumahku pada shalat di masjid? sedangkan ina takut salah ngomong T___T

  16. alfaroby berkata:

    salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia…

    yang paling sulit adalah kita meyakinkan pada diri kita sendiri bahwa apakah sudah sepantasnya kita mengajak orag lain untuk beribadah SEDANGKAN kita saat ini beribadah saja masih jauh dari kesempurnaan…

    mari saling kritik mengkritik yang membangun demi rasa cinta kita pada Ilahi…

  17. arifrahmanlubis berkata:

    amin ya Allah.

    ditunggu undangannya bang 🙂

    ndak usah formal, via ym saja.

  18. tuansufi berkata:

    Dalam rumah tangga, laki-laki adalah pemimpin.

    Setiap gerak-geriknya tidak hanya membawa konsekuensi pada dirinya, tapi juga pada istri dan anaknya.

    Setiap kesehariannya ; ucapan dan perilaku, akan dilihat oleh anak dan istrinya dengan mata penuh harapan.

    so, menjadi teladanlah untuk semuanya ;
    teladan dalam beribadah,
    teladan dalam bekerja,
    teladan dalam berbicara,
    teladan dalam rahmatan lil ‘alamin.

    Tidak mudah memang, tapi wajib diusahakan.
    Semoga mawaddah wa rahmah.

  19. aboel berkata:

    Mas Landy… dah Merit…kah?? Baru sempet lagi nech baca Postingan,
    Update blog aja.. blom sempet… 😦
    So.. selamat menjadi …. Pemimpin Keluarga

    Postingannya… Nyinggung.. lagi dech..

  20. asuna17 berkata:

    6. Mendorong para pria agar lebih giat lagi mencari ilmu agama dan berdakwah.

    Mungkin yang berdakwah ini yang sulit bozz soalnya kita kudu istiqomah dan berani berkonban baik harta, waktu dan jiwa qt. Istiqomah itu bukan hal yang gampang apalagi klo kita sedang futur (drop imannya) sulit mengembalikannya ke performa terbaiknya.. hehe, BTW Jadilah Ortu yang baek hati….

  21. RAMLI AHMAD RIFA'I berkata:

    Ass wr wb,

    saya sangat tertarik sekali dengan bekal sprti ini, mengingat saya juga tengah menyalurkan bagaimana mendakwahkan keluarga, ( saat saya menulis ini anak ke 3 saya tengah mengikuti seleksi Dakwah Tingkat Nas di Medan perwakilan Lampung ) dari kantor saya bekerja, maka jika ada yang dapat mereperensikan tehnik2 dahwak secara gratis saya senang sekali.. mohon infonya

    tk’s
    wassalam

  22. imam rifai berkata:

    ga bisa ngomong lagi..
    saya niat hijrah ke jalanMu ya Alloh…
    semoga kita termasuk kedalam golongan hamba2Nya yang beruntung.. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: