“ Usaha Agama Di Dalam Rumah “

Tempat yang paling Allah swt cintai di muka bumi ini adalah masjid, dan tempat yang paling di benci adalah pasar, mengapa?? Karena masjid merupakan tempat beribadah kepada Allah swt, dimana di dalamnya terdapat dakwah illallah saling ingat mengingatkan satu dengan yang lainnya tentang perkara agama, ada taklim wa taklum saling belajar dan mengajar, ada Dzikir dan ibadah, ada pula kegiatan pelayanan terhadap masyarakat, sedang di pasar terjadi sebaliknya, banyak sekali kemaksiatan terjadi disana, baik besar maupun kecil, diantaranya orang mencoba menipu dalam hal penjualan baik dari timbangan maupun barang yang didagangkan dan seringkali karena kesibukan di pasar membuat orang lupa melaksanakan sholat dan amalan agama lainnya.

Para sahabat nabi sangat paham akan hal ini, oleh karenanya mereka berusaha keras menjadikan rumah-rumah mereka seperti masjid-masjid, dimana banyak amal-amal masjid yang mereka terapkan dirumah, mereka saling mendakwah sesama anggota keluarga, saling kuat menguatkan untuk perkara iman, mereka juga saling belajar dan mengajar diantara mereka.

Dahulu pada jaman Rasulullah saw tidak ada sekolah dan pesantren seperti sekarang, tetapi ajibnya lahir dari rumah-rumah para sahabat nabi para alim , hafizh dan para mujahid, itu semua bisa terjadi karena para sahabat paham betul tentang pentingnya ilmu untuk di sebarkan dan diamalkan , para lelaki yang setiap harinya mendapat pelajaran dari rasulullah saw ketika pulang kerumah mereka kumpulkan anggota keluarganya dan mereka sampaikan apa yang mereka dapat dari rasulullah saw, begitu seterusnya hari demi hari.

Para sahabat nabi hari demi hari berpikir keras bagaimana agama masuk kedalam rumah mereka , hari ini pun kita berpikir keras sama seperti sahabat nabi tapi bukan berpikir keras agar agama masuk kesetiap sudut rumah kita melainkan berpikir bagaimana setiap sudut rumah kita terisi benda-benda dunia. Astaghfirullah

Orang yang banyak datangkan barang dirumahnya maka akan disibukan dengan mengurusi barang-barang tersebut, ia akan disibukan untuk membersihkan barang-barang koleksi pribadinya, koleksi guci antik, tanaman-tanaman hias, lukisan-lukisan ratusan juta dan barang-barang lainnya sehingga pelayanan mereka terhadap Agama semakin berkurang, ibadah akan terasa berat karena kelelahan mengurusi barang-barang tersebut.

Orang yang hanya jadikan rumah/tempat tinggalnya untuk perkara-perkara dunia maka mereka tidak ada bedanya dengan hewan yang menjadikan kandang mereka hanya untuk berkumpul dengan keluarga mereka, makan dan bercengrama sekaligus melakukan aktifitas seks disana.

Dulu waktu di jaman Rasulullah saw belum ada penerangan, kalau malam maka sangat lah gelap keadaanya, tapi para sahabat nabi hapal bahwa ini rumah si fulan dan itu rumah si fulan hanya dari suara bacaan alqur’an yang mereka dengar dari dalam rumah para sahabat Nabi, hari ini pun kita bisa mengetahui rumah tetangga kita tapi sayangnya bukan dari suara bacaan alqur’annya melainkan dari suara musik yang di putar begitu kerasnya, ini lagu dangdut berarti rumah si fulan , oh ini lagu rock berarti rumah si fulan atau yang parahnya ada yang bilang ini pasti rumah si bapak anu, dengar saja suara istrinya sedang teriak-teriak memarahi anaknya, hiks sedih sekali bukan melihat keadaan kita hari ini.

Pada hal rumah yang di dalamnya di bacakan alqur’an, maka rumahnya akan nampak bercahaya di lihat oleh ahli-ahli langit sebagai mana bintang-bintang dilihat oleh ahli-ahli bumi. Dan apabila di suatu rumah selalu istiqomah mengadakan pengajaran agama ( taklim rumah ) maka akan menghilangkan majelis-majelis lalai sehingga ahli keluarga kita akan lebih suka untuk duduk berlama-lama menelaah kitab-kitab agama ketimbang duduk di depan TV menyaksikan acara-acaran yang mendatangkan kemurkaan Allah swt.

Rumah yang di dalamnya diadakan pengajaran agama ( taklim rumah ) maka malaikat akan berkerumun di rumahnya ikut mendengarkan apa yang di lakukan ahli rumah tersebut, dan Allah swt akan turunkan sakinah di dalam keluarga tersebut, Betapa indah bila malaikat betah berlama-lama di rumah kita, bayangkan kalau di rumah kita hanya di isi dengan aktifitas keduniaan bukannya malaikat yang nantinya berkunjung ke rumah kita melainkan setan dan bala tentaranya yang akan betah berlama-lama di rumah kita sehingga suasana rumah menjadi panas, sering terjadi konflik diantara keluarga , anak tidak betah di rumah dan lain sebagainya. Dan parahnya malaikat akan kebingungan sebagaimana kita kebingungan hari ini untuk mencirikan apakah rumah ini rumah orang Islam atau orang kafir , karena begitu tidak ada bedanya keadaan rumah orang Islam dan orang kafir hari ini.

Mari mulai detik ini kita kembali menjadikan rumah-rumah kita bercahaya sebagaimana para sahabat nabi menjadikan rumah-rumah mereka sehingga akan lahir dari rumah-rumah kita para kekasih Allah, yang mencintai Allah swt dan rasul-Nya diatas segalanya. Sehingga rumah kita menjadi surga dimana hadir sakina di dalamnya , Insya Allah kita semua niat amal untuk menjadikan rumah kita penuh dengan amalan masjid. Sisi kan waktu beberapa menit setiap harinya, kita kumpulkan semua anggota keluarga tanpa kecuali untuk membuat Taklim rumah ,sehingga terjadi saling belajar dan mengajar diantara anggota keluarga.

Ya Allah yang memiliki segala kelembutan , lembutkanlah hati-hati kami untuk menerima setiap kebenaran dari-Mu. Amien.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

nurussadad , zoel chaniago , hanggadamai , Rindu, Wempi , kumoiku , martik , gempur , achoey sang khilaf , nenyok , Agus Taufiq Hidayat , mashuri , Aistironi, panji

Iklan

16 Responses to “ Usaha Agama Di Dalam Rumah “

  1. hanggadamai berkata:

    jadi inget..
    diriku kok bagusin rumah di maya ya..
    bukannya di akhirat.. 😥

  2. Wempi berkata:

    wempi lebih suka ngurusin rumah maya dari pada rumah nyata, hiks…

  3. Okta Sihotang berkata:

    huh…tersadar akan kesalahanku selama ini 😦

  4. zoel chaniago berkata:

    hiks hiks,, salah besar diriku selama ini….

  5. realylife berkata:

    amin , ya rabbal alamin
    mohon doanya demi kelancaran acara kopdar blogger Medan besok
    amin

  6. meity berkata:

    Tempat yang paling Allah swt cintai di muka bumi ini adalah masjid …

    Ketika aku berada dititik nadir, masjid adalah tempat terdamai yang pernah aku temui. Subhanallah, tenaaang rasanya! Sekarang, ketika aku mulai bisa berdiri lagi, aku selalu rindu untuk ada di masjid (minimal mushalla), damaaai banget rasanya.

  7. sufimuda berkata:

    Sungguh Mesjid adalah sumber karunia Allah SWT, mari kita makmurkan mesjid…
    ini tulisan yang amat bagus, menyadarkan kita betapa sudah amat jauh suasana rumah kita dizaman sekarang dibandingkan Rasulullah dan sahabat2nya

  8. Salik berkata:

    Betapa sedihnya melihat MALL2 lebih besar dan lebih ramai ketimbang Masjid dan cinta sebagian umat terhadap perkara agama semakin hari semakin luntur 😥

  9. penghulu berkata:

    semoga Allah istioomahkan kita dalam kerja agama

  10. okebebeh berkata:

    kalo akuh kan memasukkan istri dan anak ke dalam rumah..gimana tuh mas/??

  11. aaqq berkata:

    sekali lagi.. mampir kesini selalu bikin sejuk hati..
    thanks ndy 🙂

  12. Alex berkata:

    pasar dijadikan Masjid bisa kah ??
    Masjid dalam Pasar banyak kita jumpai………tapi Pasar dijadikan Masjid…mungkin tidak seberapa ya.

    MOga saja kita bisa berdakwah di Pasar-pasar hingga PAsar bisa kita jadikan Masjid. amin ya Allah

  13. gempur berkata:

    berharap bisa dengan konsisten meng-usaha-kan agama di rumah.. doakan ya mas! Amin

  14. nurussadad berkata:

    gambar di atas dah ganti,…. baru nyadar

  15. Sekarang baru aku sedar akan dosa-dosak ku selama ini……

  16. ISLAMIC berkata:

    Rupanya dosa-dosa ku selama ini sungguh besar……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: