“Sebuah Amanah “

“Sesungguhnya kalian adalah pemimpin , dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Raja adalah pemimpin bagi rakyatnya. Ia akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya. Laki-laki adalah pemimpin bagi ahli rumahnya, Ia akan ditanya tentang keluarga yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya. Ia akan ditanya tentang rumah tangganya. Dan hamba sahaya adalah penanggung jawab atas harta majikannya. Ia akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Singkatnya, kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya .” ( Bukhari, Muslim ).

Sesungguhnya kematian itu suatu yang haq, yang pasti akan terjadi pada setiap yang bernyawa tanpa kecuali, dan perjumpaan dengan Allah Swt merupakan suatu yang mesti kita yakini sebagai orang yang beriman.

Sesungguhnya hidup yang telah Allah Swt beri merupakan amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak, setiap orang mempunyai kewajiban untuk mepertanggung jawabkan segala sesuatu yang pernah Allah Swt beri walaupun itu berupa air yang kita gunakan untuk berwudhu.

Setiap orang akan dimintai pertanggung jawabannya atas hal-hal yang besar maupun yang kecil, bahkan setiap garis dan titik akan dimintai pertanggung jawabannya. Anak adalah amanah yang Allah Swt titipkan kepada kita, kelak kita akan dimintai pertanggung jawabannya pula,

Dalam buku berjudul “ Hak-Hak Bayi Anda “ karya Ustadz Abdurahman Ahmad As-Sirbuny dijelaskan bahwa hak-hak bayi mulai dituntut dari ayah dan ibunya , bukan dimulai ketika bayi itu sudah dilahirkan oleh ibunya dan hidup di tengah keluarganya, namun hak-hak bayi telah bermula saat calon ayah sudah merencanakan pernikahannya dan ingin mengawini seorang wanita. Oleh karena itu setiap muslim agar memilih calon istri yang baik agamanya, budi bahasanya, berakhlak mulia dan baik keturunannya .

Seorang anak bertanya kepada Khalifah Umar ra, “Wahai Amirul Mukminin, Apakah anak itu mempunyai hak yang harus dilakukan oleh ayahnya?”. Umar ra menjawab, “Ya”. Haknya yaitu ayahnya hendaknya memilihkan ibu yang terhormat ( tidak menikahi wanita yang hina, sehingga anaknya tidak merasa tercela karena ibunya ), hendaknya ayahnya memilihkan nama yang bagus, dan hendaknya mengajarkan Alqur’an.”

Keimanan yang lemah akan membawa kerugian. Termasuk melalaikan agama dalam mengasuh anak-anaknya. Dan akibatnya bukan hanya hak-hak anak dalam rumah tangga seperti itu akan teraniaya, namun juga ketenangan jiwa tidak akan didapatkan oleh seluruh ahli keluarga.

Dan diantara salah satu kenyataan yang terjadi di kalangan kaum muslimin adalah, banyak kaum laki-laki yang menikahi wanita hanya karena kecantikannya, dan banyak kaum wanita yang menikah dengan laki-laki karena hartanya, sehingga factor agama sama sekali tidak dipedulikan, Sesungguhnya banyak yang tidak menyadari bahwa kehancuran rumah tangga banyak disebabkan oleh kecantikan dan kekayaan.

Anak – anak kita sangat bergantung pada tangan-tangan emas orangtua yang mendidiknya. Orang tua yang memahami bahwa anak merupakah amanah Allah kepadanya, niscaya ia akan merasakan tanggung – jawab untuk membina mereka ke jalan yang lebih sempurna. Sebaliknya jika mereka lalai dengan amanah Allah ini, maka kerugian dan tuntutan di akherat akan sangat menyiksa.

Jika orangtua tidak mempersiapkan jiwa anak kearah jiwa yang Islami sejak kecil, mereka akan mudah terhempas goncangan dalam hidup mereka, Berjiwa rendah, mudah terpengaruh, mudah putus asa, menyepelekan agama. Menyepelekan dosa dsb.

Ketika pendidikan agama diabaikan, maka anak-anak akan melewati bertahun-tahun masa kecil mereka begitu saja tanpa sesuatu yang berarti untuk dunia dan akhirat mereka. bahkan orangtua pun tidak mendapatkan faedah apapun kelak ketika sang anak beranjak dewasa.

Pada saat itu, ketika orangtua menyalahkan anak karena telah berbuat durhaka kepada orangtua maka sianak akan berkilah seolah-olah berkata, “Hai orangtua, sesungguhnya kalian berbuat durhaka kepadaku ketika aku masih kecil, dan sekarang ketika aku dewasa, aku akan berbuat durhaka kepadamu, dahulu ketika kecil, kalian telah mengabaikanku, maka sekarang ketika kalian sudah tua, aku akan mengabaikanmu.”

Kadang saya terheran-heran ketika melihat orang tua yang membiarkan anak wanita dengan busana yg serba minim pergi berduaan dengan lelaki yang bukan mukrimnya dan di kemudian hari orang tua tersebut terkejut ketika mengetahui sang anak sudah berbadan 2 ( hamil ). Suatu tindakan TOLOL DAN BODOH jika orang tua tersebut terkejut dengan akibat yang terjadi dengan anaknya , apalagi sampai menyalahi anak akibat hal tersebut.

Dengan membiarkan anak gadisnya pergi berduaan dengan seorang pria yang bukan mukrimnya itu sudah merupakan perbuatan DOSA karena orang tua tersebut membuka cela untuk sianak melakukan ZINA, dan tidak ada yang pantas untuk membayar dosa ZINA selain nyawa. “hukumannya bagi penzina yang belum nikah didera 100 kali dan diasingkan setahun. Bagi penzina yang telah menikah hukumannya didera 100 kali dan dirajam dengan batu”

Sa’id bin Musayyab berkata “Puteriku adalah amanat dileherku, maka kupilihkan apa yang sesuai untuk kebaikannya dan keselamat dirinya “

Tanggung jawab orangtua yang utama adalah membawa anak-anak mereka menujuh surga Allah dan menyelamatkan mereka dari api neraka jahanam. Itulah yang Allah firmankan kepada setiap orang tua dengan ayatnya “ Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Beribu-ribu hak anak berada di pundak orangtua. Dituntut untuk ditunaikan . dan orang tua yang bijak adalah yang menunaikan hal-hak anaknya.

Wallahu ‘alam.

Bahan Bacaan: Hak- hak bayi anda karya Abdurahman Ahmad As-Sirbuny.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Rozy , okebebeh , nurussadad , herdianto , Wempi, Iko , realylife , zoel chaniago , FaNZ, qanaahsholihah , hanggadamai , Eucalyptus , Cah Angon , diana , RoSa, Frida, Toni, Susana, achoey sang khilaf, hanafi, The Buya, rhainy , wanoja, Alex, sluman slumun slamet, Jauhari

19 Balasan ke “Sebuah Amanah “

  1. zoel chaniago mengatakan:

    tapi anehnya saya masi melihat banyak orang tua yang menyia²kan amanah yang telah diberikan padanya….

  2. tuansufi mengatakan:

    dan anak pun ternyata banyak memberikan pemahaman
    tentang kehidupan

  3. Mufti AM mengatakan:

    Kalau kita lihat di jaman modern ini, kaum ibu lebih mementingkan karir dibanding mengasuh anak sendiri. Tak jarang beberapa waktu setelah bayi lahir pengasuhannya langsung diserahkan pada baby sister atau ke tempat penitipan sehingga hak bayi untuk menyusu ASI selama 2 tahun tidak terpenuhi.

  4. diana mengatakan:

    hwaaaaaaa…beratnya tanggung jawab sebagai ortu… TFS ya bro…. (hehehe, gak sabar pengen punya anak ya??😀 )

  5. Wempi mengatakan:

    tu anak kecil banget, pengin gw telen:mrgreen:

  6. Jauhari mengatakan:

    Semoga selalu amanah mas

  7. achoey sang khilaf mengatakan:

    semoga kita segera menjadi ayah yang kelak kan diamanahkan beberapa anak yang cerdas dan soleh pada kita🙂

  8. qanaahsholihah mengatakan:

    anak. kalo sholeh/sholehah ortu juga yang dapat bahagia, yang bisa mengangkat derajat orang tuanya. tapi, kalo mereka tidak sholeh/ah, ortu juga bisa ditarik ke neraka. na’udzubillah (jadi mikir…apakah udah siap jika kelak dihadapkan demikian?)
    Tapi…tetap mengharap segera diberi! Do’akan ya!!:)
    makasih ..makasih..

  9. qanaahsholihah mengatakan:

    do’akan jg moga ibu ini *ibuguru red:)hehe* – bisa amanah ama anak2 muridnya,
    amin, :)thankz.

  10. qanaahsholihah mengatakan:

    btw, itu gambar ilustrasinya bnerean apa bo’ongan ?

  11. realylife mengatakan:

    semoga amanah itu bisa saya laksanakan dengan benar
    amin

  12. arifrahmanlubis mengatakan:

    insyaAllah akan memilihkan ibu yang terhormat dan shalehah, memilihkan nama yang baik dan mengajarkan Al Quran.

    saling mendoakan akhi

  13. Alex mengatakan:

    ayoooooooooo……bagi nyang blom punya istri dan anak …………. agar hati-hati milih calon istri….

  14. Alex mengatakan:

    udah wisuda lan ???
    moga cepet kelar…..

  15. Cah Angon mengatakan:

    Hidup Anak Sholeh!!!!!!

  16. QanaahSholihah mengatakan:

    Koq lum ad tulisan, sy td br0wsing2 blog org ad yg ngelink sbuah blog eh trdmpar lg k blog nie. tp postingn yg lalu, tntg al quran. Nulis lagi yah! walo sebait kata, bisa jadi seribu makna!

  17. sofie_Ncop mengatakan:

    calon istri yang baik agamanya, budi bahasanya, berakhlak mulia dan baik keturunannya .
    Bang…. ini dia kata2 yg paling sofi suka…..
    berat amat sich.. kata2nya dapet nyontek dari mane sich….
    pinter nich nyortir kata2nya…ckckckckck…
    cuma sofi mao tanya: apa masih ada cln istri di jaman skrg yg sprt itu khususnya di jakarta–> sungguh2 menyentil hati……….

  18. […] menggurui, tetapi hanya sekedar berbagi untuk sesama Muslim. Simak saja artikel-artikelnya seperti Sebuah Amanah dan yang terakhir Allah the Omniscience pemaparan yang ringan dengan opini dari sudut pandang sang […]

  19. iimboim mengatakan:

    mhn ijin copy ya pak…
    Jazakallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: