“Allah the Omniscience”

Juli 23, 2008

Sekali lagi Allah swt membuat “guyonan” terhadap hidup saya, sampai-sampai saya tidak tahu harus bersedih atau tersenyum, di waktu yang bersamaan Allah swt angkat angan saya melambung tanpa batas, Dia biarkan saya bermain dengan tingginya harapan merangkai mimpi saya. Tapi diwaktu yang sama pula Dia hempaskan mimpi itu , seakan Dia ingin berkata : “ Silakan lakukan apa saja, silakan bermimpi apa saja, tetapi kehendak-Ku diatas segalanya.”

Saya tidak tahu harus berbuat apa, seharian saya hanya merenung berpikir lagi dan lagi. Ada kala nya kita mengiginkan sesuatu bahkan sampai melakukan paksaan dalam doa kita, berusaha mati-matian untuk mencapainya, tapi pada kenyataannya Allah Ta’ala selalu mempunyai rencana yang lain, dimana sering kali hati kita belum siap untuk menerima itu semua.

Apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut-Nya, tapi apa yang terbaik menurut-Nya sudah pasti terbaik untuk kita , sayangnya karena banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan membuat kita tidak menyadari akan hal itu, seperti seorang dokter yang menyuntik seorang bayi , mungkin di mata orang yang tidak tahu , betapa jahatnya dokter tersebut, membuat seorang anak yang tak berdaya menangis dengan memaksa memasukan sebuah jarum, pada hal apa yang dokter tersebut lakukan adalah yang terbaik agar anak tersebut sembuh dari penyakitnya.

Begitu pun yang sedang Allah lakukan terhadap hidup saya, pasti dan pasti ada sesuatu yang terbaik di depan sana yang Allah Ta’ala akan berikan untuk saya, rasanya sekarang saya harus menumbuhkan kembali rasa optimis yang telah terkikis dalam hidup saya.

Saya jadi kangen dengan The Buya, biasanya nasehatnya seringkali membuat saya menangis. “Berarti ente lagi bermasalah tuh ma Allah, sehingga Allah buat banyak masalah di hidup ente” , salah satu petikan nasehat yang sering The Buya ucapkan, di kali yang lain Buya juga berkata. “ Bukan berhasil atau gagal Lan yang harus ente pikirin , tapi apakah ketika berhasil dan gagal ente inget ma Allah atau enggak”. Sederhana tapi begitu mengena nasehat-nasehat The Buya, saya kangen banget pada sosoknya, pada sms-sms yang dikirim untuk membangunkan sholat tahajud, pada suaranya, sapaannya di YM dan masih banyak yang lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

” Kematian Itu Begitu Dekat “

Juli 20, 2008

Setiap kita pasti punya sebuah keinginan, dan Allah pun punya keinginan, sekuat apa pun keinginan yang kita miliki pasti dan pasti hanya keinginan Allah swt saja lah yang akan terlaksana.

Seorang teman kemarin malam meninggalkan pesan di YM saya seperti ini :

Diantara cinta dan ambisi, ada ajal yg menanti. Diantara syahwat yang berujung maksiat, ada jasad yang kan sekarat. Diantara anggunnya pakaian tubuh, ada kafan yg lusuh. Diantara canda yang menggembirakan, ada tangis dan penyesalan. Dan, diantara indah kemilau dunia, ada surga yg maha mempesona. Sungguh, kematian itu begitu dekat

Kata-kata yang mengigatkan saya kepada kejadian beberapa hari lalu di kantor, dimana rekan di kantor saya secara “mendadak” meninggal dunia. Ketika kabar itu saya dengar pagi harinya, ada rasa keterkejutan, padahal kemarin tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya akan “pulang” bergitu cepatnya.

Kemarin pagi dirinya masih terlihat sehat, masih sibuk mempersiapkan rencana pernikahannya yang tinggal hitungan hari, bahkan sore harinya sepulang kerja, dirinya bersama sang kekasih pergi mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta-Barat membeli beberapa perlengkapan untuk acara pernikahan mereka.

Tapi sekali lagi, Jodoh, Maut , Rezeki ada di tangan Allah swt, siapa sangka tepat jam 2 dini hari teman kantor saya meninggal dunia. Saya hanya bisa terdiam, sambil merenung, betapa hebatnya Allah swt, dimana segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya bukan atas kehendak kita, dan mana kala Allah Ta’ala sudah berkehendak pasti dan pasti akan terjadi.

“Lan jodoh itu di tentukan saat “Ijab” bukan satu hari bahkan satu jam sebelum Ijab Qobul” begitu kurang lebih percakapan saya dengan bunda alifba kamis kemarin, yang memaksa saya mengeluarkan 7 buah cadar yang kiranya akan saya berikan kepada “Zainab” ketika acara akad nanti. Dengan bantuan kakak saya , cadar-cadar itu di bungkus kertas kado dan saya berikan pagi tadi ( 20 Juli ‘ 08 ) lewat perantara pamannya. Saya menjadi begitu takut, jangan-jangan saya tidak pernah bertemu hari akad itu, karena saya tidak akan tahu berapa lama lagi jatah saya untuk hidup di dunia ini.

Baca entri selengkapnya »


“ Mereka Yang Enggan “

Juli 17, 2008

Setiap kita pasti mengiginkan di akhirat kelak akan mendiami surga-Nya, karena surga merupakan sebaik-baiknya tempat diakhirat, tapi anehnya banyak orang yang enggan memasuki surga, seperti yang Rasulullah saw sabdakan kepada para sahabatnya

“ Rasulullah saw bersabda: “ Seluruh umatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang enggan ya Rasulullah saw?” Jawab Beliau, “Siapa yang mentaatiku akan masuk surga, dan siapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dialah yang enggan.”

Sungguh suatu hal yang mengherankan jika seorang mengaku dirinya muslim tetapi dia tidak taat kepada Allah swt dan meninggalkan sunah-sunah Rasul-Nya.

Sekarang masing-masing kita coba jawab dengan jujur, sudah berapa banyakkah sunah-sunah Rasulullah saw yang hidup di diri kita???

Padahal Allah swt menghendaki dalam diri setiap muslim harus hidup sunah-sunah Rasulullah selama 24 jam tanpa kecuali. Dari bangun tidur sampai tidur kembali, karena orang-orang yang dalam dirinya hidup sunah Rasulullah saw maka akan mendatangkan kecintaan Allah swt, semakin banyak sunah Nabi saw yang hidup di diri kita maka semakin cinta Allah swt kepada kita. Salah satu bukti kita cinta kepada Allah swt maka kita harus juga mencintai Rasulullah saw, karena Allah swt telah nyatakan dengan firman-Nya:

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah swt akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Amalan sekecil apapun, kalau mengikuti cara Rasulullah saw akan menghasilkan amalan Nurani dan Rohani. Contohnya: Istinja, adalah amalan kecil. Kalau hal ini di laksanakan dengan mengikuti cara Rasulullah saw, maka amalan tersebut akan menghasilkan amalan Nurani dan Rohani.

Apabila kita berusaha untuk merubah cara hidup kita dan mencontoh / meniru seperti cara hidup Rasulullah saw, maka kelak Allah swt akan membangkitkan kita bersama orang-orang yang di cintai-Nya. Man tasyabbaha bi kaumin fa huwa minhu ( barang siapa yg menyerupai satu kaum, maka dia termasuk dari kaum itu)

Begitu sempurnanya Islam sehinga segala tata cara kehidupan baik di dunia maupun di akhirat telah di atur. Untuk mengubah suatu keadaan yang satu dengan keadaan yang lain, apabila tidak mengikuti cara yang di ajarkan oleh Rasulullah saw maka itu sama saja mengikuti cara-cara yang dilakukan oleh Fir’aun dan orang-orang yang di laknat Allah swt.

Dalam keadaan sakit, kemudian lari kepada manusia tanpa meminta pertolongan dari Allah swt adalah cara yang di buat oleh Fir’aun. Demikian pula dalam keadaan menderita kemiskinan, kemudian berusahan merubahnya dengan cara mengejar-ngejar harta kekayaan, ini adalah cara-cara yang di lakukan Fir’aun. Berarti kita tidak yakin dengan kebesaran Allah swt.

Tanda orang beriman, apabila menghadapi suatu masalah atau kesulitan, maka ia akan tawajuh kepada amal sholeh. Sedangkan mereka yang tak beriman atau imannya lemah, dalam menghadapi suatu kesukaran akan lari kepada asbab. Begitu lari kepada asbab, maka akan muncul asbab-asbab lainnya yang justru akan menambah kesulitan hidupnya.

Baca entri selengkapnya »


“Bekal”

Juli 9, 2008

Apa yang para TKI ( Tenaga Kerja Indonesia ) lakukan ketika mereka menerima gaji mereka di Negara mereka bekerja??? Hampir semua dari para TKI akan mengirim sebagian bahkan ada yang seluruh gajinya untuk keluarga di kampung asalnya, mengapa??? Karena para TKI paham bahwa mereka tinggal di Negara tempat mereka bekerja hanya untuk sementara sampai masa kontrak mereka selesai bukan untuk waktu yang panjang apalagi sampai selama-lamanya.

Sangat bodoh kalau mereka menghabiskan seluruh uang mereka di tempat mereka bekerja tanpa mengirim ke daerah asal mereka, suatu kesia-siaan , karena pasti dan pasti kesengsaraan dan kerugian yang akan mereka dapati mana kala kontrak habis dan mereka harus kembali ke Negara asalnya.

Begitupun halnya dengan keadaan kita hari ini yang sibuk dengan perkara dunia sampai-sampai melupakan perkara akhirat yang akan kita diamin selama-lamanya. Orang yang pintar menurut Allah dan Rasul-Nya bukan orang yang menyandangkan gelar kesarjanaan di samping namanya, melainkan orang yang pintar dalam pandangan Allah swt dan Rasul-Nya adalah orang yang hari–harinya di sibukan untuk perkara-perkara akhirat, dimana negeri akhirat adalah tempat pulang kita, tempat di mana kita akan hidup selama-lamanya, yang hanya ada 2 pilihan di dalamnya , sengsara selama-lamanya atau bahagia yang selama-lamanya.

Allah swt menciptakan bumi, langit dan isinya, semata-mata untuk kepentingan umat manusia. Sementara itu, manusia di ciptakan oleh Allah swt untuk beribadah dan takhluk kepada Allah swt sesuai dengan ajaran yang di sampaikan oleh Rasulullah saw. Apabila kita takluk kepada Allah swt dan taat kepada ajaran Rasulullah saw, maka akan dengan mudah kita melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya.

Mengapa umat manusia saat ini sulit untuk taat kepada Allah swt dan melaksanakan ajaran-Nya? Hal ini, disebabkan semata-mata karena kebesaran Allah swt tidak ada pada mereka. Sedangkan kebesaran makhluk telah mendominasi hatinya.

Baca entri selengkapnya »


Untuk Para Pria

Juli 7, 2008

Dari Abu Hurairah r.a , ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaqnya. Dan sebaik-baik orang di antara kalian ialah yang paling baik kepada istrinya.” ( H.r. Ahmad ).

Subhanallah, begitu indahnya Islam yang menempatkan keindahan akhlaq menjadi penyempurna iman dan berbuat baik kepada istri merupakan bagian dari kesempurnaan itu. Sayangnya hari ini para suami hanya mengetahui tugasnya mencari nafkah untuk memenuhi keperluan anak istrinya saja, mereka lupa ada tugas-tugas yang lain selain hanya memberi nafkah lahir, ulama bagi tahu ada 4 nafkah yang harus di berikan suami kepada istrinya.

1. Nafkah Iman.

Bagaimana seorang suami harus mendidik istri dan anak-anaknya hanya berhajad kepada Allah swt saja. setiap ada masalah maka kita arahkan anak dan istri kita untuk berlari kepada Allah swt, jangan berlari kepada makhluk hatta itu suaminya sendiri. Arahkan anak dan istri kita pada amalan agama, setiap anak kita meminta apapun katakan: “Mintalah kepada Allah!!” niscaya Allah bukan hanya memberikannya di dunia tetapi juga nanti di akhirat. Sahabat Nabi saw menangis di masjid hanya untuk meminta garam kepada Allah swt. Mintalah segala sesuatu kepada Allah swt, Nabi Sulaiman as minta kerajaan langsung kepada Allah swt sehingga tak kesan kepada makhluk ketika menjadi Raja.

Semua benda dahulu tidak ada tetapi Allah ta’ala ada kan dan Allah yang kelak meniadakan, yakini bahwa semua makhluk akan binasa kecuali dzat Allah swt. Segala sesuatu Allah swt yang ciptakan, walau seluruh nabi dan rasul berkumpul untuk menggerakan sebuah pohon maka tak akan mampu tanpa ijin Allah swt.

Orang tak beriman ketika melihat matahari terbit di pagi hari mereka langsung fikir kepada pekerjaan. Petani fikir ke sawah, pedagang fikir ke toko, pegawai fikir ke kantor. Tak ada yang melihat Qudratullah saat melihat matahari terbit, padahal setiap hari matahari pergi bersujud kepada Allah swt tetapi manusia tidak mengetahui.

Hari ini setiap kita memiliki 5 perkara yang di cintai dan 5 perkara yang dilupakan,

1. Kita memiliki kecintaan kepada “Dunia” dan melupakan “Akhirat”.

2. Kita memiliki kecintaan kepada “Mal” ( Harta ) dan melupakan “Amal”.

3. Kita memiliki kecintaan kepada “Kehidupan” dan melupakan “Maut” ( kematian ).

4. Kita memiliki kecintaan kepada “Rumah-Rumah Besar” dan melupakan “Kubur”.

5. Kita memiliki kecintaan kepada “Khalq” ( ciptaan ) dan kita melupakan “Khaliq” ( Pencipta )”.

Hal-hal seperti ini yang seharusnya kita lagi dan lagi sampaikan kepada anak istri kita agar mereka dapat merubah yakin mereka hanya kepada Allah swt, dapat merubah jasbah dengan jasbah Rasulullah saw

Baca entri selengkapnya »


Army of Roses

Juli 4, 2008

Mungkin karena perasaan ingin tahu yang sama dengan si pengarang membuat saya membeli buku tentang para pelaku bom bunuh diri yang di lakukan oleh wanita (Army of Roses ) beberapa bulan yang lalu, tidak sampai sehari buku setebal 404 halaman ini saya lahap. Victory si pengarang mengawali bukunya dengan pertanyaan, bagaimana mungkin kaum perempuan , yang merupakan pembawa kehidupan, bisa berubah menjadi mesin pembunuh, dan dunia yang membentuk mereka , dunia yang tak pernah terbayangkan oleh orang kebanyakan.

Ya, alasan di balik tindakan masing-masing perempuan ini memang bersifat sosial, dan reliqius , juga politis. Andai novel versi inggrisnya mudah di temukan pastinya novel ini sudah saya bedah untuk tugas akhir saya. Ketimbang saya harus berkutat dengan novel Burned Alive yang sama sekali tidak saya suka.

Saya tidak ingin membahas apakah boleh tidaknya melakukan bom bunuh diri , karena bukan kapasitas saya untuk membahas hal tersebut, rasa penasaranlah yang mengantarkan saya untuk lebih mengetahui alasan di balik aksi itu semua, terlebih lagi yang melakukannya seorang perempuan.

Buku jujur yang mencoba melihat dari beragam sisi, walau pada akhirnya sang penulis masih kesulitan untuk menarik kesimpulan dari aksi itu semua. Bagaimana bisa seorang mengorbankan dirinya demi sesuatu yang tidak masuk diakal” (Demi mendapatkan surga di akhirat kelak). Saya berkali-kali harus tersenyum karena sang penulis kesulitan mencerna konsep surga itu sendiri. “Teramat bodoh menyakini sesuatu yang tidak tampak, yang belum pasti benar atau tidaknya” begitu kurang lebih konsep yang ada di benak si penulis.

Mungkin karena sang penulis melihat dari sudut pandang yang berbeda, dikarena kan perbedaan keyakinan sehingga si penulis seakan menemui jalan buntu. Terlepas dari itu semua ada hal-hal yang menarik yang menjadi perhatian saya ketika membaca buku ini. saya pun tak mengerti , andai saya ada di posisi mereka ( wanita para pelaku bom bunuh diri ) apakah saya akan melakukan hal yang sama seperti mereka atau tetap bertahan hidup dengan melihat ketidak adilan yang terjadi di depan mata sendiri.

Baca entri selengkapnya »


” Pasangan Dunia Akhirat “

Juli 2, 2008

Setiap pasangan pasti mendambahkan hidup bersama baik di dunia maupun di akhirat, baik senang maupun sedih , berusaha untuk saling bahu membahu dan saling menghibur, setia sampai ajal memisahkan. Kalau pasangan kita sakit, kita berusaha sekuat mungkin untuk meringankan penderitaannya, kalau pasangan kita bersedih , kita berusaha untuk menghiburnya, Bahkan kalau pasangan kita menginginkan sesuatu yang kiranya tidak masuk diakal, kita berusaha untuk mengwujudkannya, seperti kisah Legenda Loro Jonggrang dimana dirinya mengajukan syarat ia akan mau menerima pinangan Bandung Bondowoso asalkan Bandung Bondowoso membuat 1.000 candi dalam satu malam.

Demi bersama orang yang di cintai manusia hari ini rela melakukan apa saja, sayangnya apa yang mereka lakukan sekarang ini adalah cinta semu, cinta yang palsu, cinta yang dilandasi dengan suatu kebodohan. cinta yang bertujuan untuk sesuatu yang sementara ( dunia fana ).

Kalau hari ini ada orang yang bilang “saya cinta padamu” , “saya rela melakukan apa saja demi dirimu”. Tetapi mana kala salah satu pasangannya tidak melaksanakan sholat dan dia diam saja itu bohong namanya , itu cinta palsu, cinta yang akan mendatangkan kemarahan Allah swt. Berapa banyak hari ini orang yang rela mengorbankan nyawanya demi pasanganya tapi mereka berdiam diri mana kala pasangannya tidak mengindahkan perintah Allah swt.!!!

Suami / istri tidak sholat , puasa dsb Dia diam saja, Anak dan istri tidak menutup aurat Dia pun diam saja. Anggota keluarga tidak bisa membaca alqur’an Dia tetep diam tak bergeming tanpa mau berpikir untuk mengajarkannya atau setidaknya mencarikan orang untuk mengajarkan keluarganya. Cinta macam apa itu???.

Hari ini kalau anak-istri kita sakit, kita mati-matian mencari dokter yang dapat mengobatinya, kita rela menjual harta kita demi kesembuhannya, bahkan kita rela berhutang yang penting anak dan keluarga kita selamat. Tapi kita lupa dengan membiarkan keluarga kita dan orang-orang yang kita kasihi tidak sholat dan menjalankan agamanya., itu sama saja menghantarkan keluarga dan orang-orang yang kita kasihi masuk ke neraka-Nya.

Baca entri selengkapnya »