“Bekal”

Apa yang para TKI ( Tenaga Kerja Indonesia ) lakukan ketika mereka menerima gaji mereka di Negara mereka bekerja??? Hampir semua dari para TKI akan mengirim sebagian bahkan ada yang seluruh gajinya untuk keluarga di kampung asalnya, mengapa??? Karena para TKI paham bahwa mereka tinggal di Negara tempat mereka bekerja hanya untuk sementara sampai masa kontrak mereka selesai bukan untuk waktu yang panjang apalagi sampai selama-lamanya.

Sangat bodoh kalau mereka menghabiskan seluruh uang mereka di tempat mereka bekerja tanpa mengirim ke daerah asal mereka, suatu kesia-siaan , karena pasti dan pasti kesengsaraan dan kerugian yang akan mereka dapati mana kala kontrak habis dan mereka harus kembali ke Negara asalnya.

Begitupun halnya dengan keadaan kita hari ini yang sibuk dengan perkara dunia sampai-sampai melupakan perkara akhirat yang akan kita diamin selama-lamanya. Orang yang pintar menurut Allah dan Rasul-Nya bukan orang yang menyandangkan gelar kesarjanaan di samping namanya, melainkan orang yang pintar dalam pandangan Allah swt dan Rasul-Nya adalah orang yang hari–harinya di sibukan untuk perkara-perkara akhirat, dimana negeri akhirat adalah tempat pulang kita, tempat di mana kita akan hidup selama-lamanya, yang hanya ada 2 pilihan di dalamnya , sengsara selama-lamanya atau bahagia yang selama-lamanya.

Allah swt menciptakan bumi, langit dan isinya, semata-mata untuk kepentingan umat manusia. Sementara itu, manusia di ciptakan oleh Allah swt untuk beribadah dan takhluk kepada Allah swt sesuai dengan ajaran yang di sampaikan oleh Rasulullah saw. Apabila kita takluk kepada Allah swt dan taat kepada ajaran Rasulullah saw, maka akan dengan mudah kita melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya.

Mengapa umat manusia saat ini sulit untuk taat kepada Allah swt dan melaksanakan ajaran-Nya? Hal ini, disebabkan semata-mata karena kebesaran Allah swt tidak ada pada mereka. Sedangkan kebesaran makhluk telah mendominasi hatinya.

Pada saat ini, kebanyakan manusia sibuk mengejar-ngejar dunia. Oleh karena itu, posisinya semakin jauh dari pandangan Allah swt. Sementara , dunia yang dikejarnya tidak pernah kunjung habis, dan adapun yang di dapatnya tentang keduniaan, tidak pernah memuaskan dirinya, sehingga dia berusaha terus dengan harapan dapat memperoleh kepuasan hati. Tetapi kenyataannya kepuasan itu tidak pernah di milikinya. Karena kepuasan, kedamain, ketentraman dan kejayaan hanya terletak pada sejauh mana kita ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dengan kenyataan tersebut, maka pada dasarnya keadaan manusia saat sekarang ini sedang hidup dalam kegelapan. Ada kalimat sahadat “La illaha illallah” tetapi kalimat tersebut sudah terbalik. Seharusnya dengan kalimat tersebut, kebesaran Allah swt berada di dalam hati manusia, tetapi dalam kenyataannya justru kebesaran dunia yang mendominasi hati manusia. Karena, kalimat syahadat yang di bacanya, tidak di resapi artinya, tidak di pahami maknanya, tidak di mengerti maksud dan tujuannya serta tidak dilaksanakan secara konsekwen, sehingga tidak tercermin dalam kehidupannya sehari-hari.

Manusia di ciptakan Allah swt dalam derajat yang mulia sehingga di berikan akal untuk berfikir menyelesaikan segala permasalahan yang berkaitan dengan kebutuhan dirinya seperti: untuk pembangunan, pertanian, dan lain sebagainya. Tapi sayangnya manusia hari ini hanya yakin bahwa segala sesuatu berubah atas usahanya, seakan mencoba menafikan kemaha kuasaan Allah swt. Mereka berbondong-bondong lari dari sunah Rasulullah saw dan menuju ke usaha kebendaan.

Hari ini seluruh manusia paham akan kekuatan senjata api, bom, nuklir, dan lain sebagainya. Tapi sayangnya hari ini manusia tidak paham dan tak mau paham , bahwa kekuatan-kekuatan yang ada saat ini teramat kecil apabila di bandingkan dengan kekuatan yang ada di sisi Allah swt. Allah swt itu Maha Hebat, tidak ada satupun mahluk yang bisa menyamai-NYA, bagi Allah seorang raja dan seekor nyamuk sama saja tidak ada bedanya, Bila Allah swt kehendak raja bisa membunuh nyamuk, dan jika Allah kehendaki nyamuk bisa membunuh raja ( baca kisah raja Nambrut ). Alloh berkendak dengan qudrat-Nya tidak memerlukan campurtangan satu mahlukpun di dalam-Nya.

Manusia hari ini yakin atas asbab , kalau tidak bekerja maka tidak dapat uang , kalau tidak dapat uang mereka tidak bisa makan kalau tidak bisa makan maka mereka akan sakit , kalau mereka sakit mereka akan mati, keyakinan manusia hari ini hanya sebatas itu , mereka lupa ada masalah yang lebih berat dari hanya sekedar makan , minum , bernafas dan lain sebagainya yaitu masalah agama, masalah iman dan amal , masalah surga dan neraka, masalah kehidupan yang selama-lamanya yang tidak ada batas akhirnya, apakah kita akan senang selama-lamanya di surga-Nya atau sengsara selama-lamanya di neraka-Nya.

Kalau kita tidak makan paling kita hanya sakit dan kalau sakitnya bertambah parah paling kita akan mati, setelah mati maka makan , minum dan bernafas tidak lagi ada kegunaan. Sedangkan masalah agama , akan terus berdampak dan di perkarakan di akhirat-Nya.

Keyakinan atas asbab ini terjadi karena hari demi hari manusia membicarakan atas perkara asbab, di televisi , radio. Surat kabar pembicaraan kita sehari-hari hanya seputar tentang urusan perut dan di bawah perut. Sehingga kebesaran asbab masuk kedalam hati kita dan kebesaran Allah swt keluar dari hati kita. Asbab yang selalu kita bicarakan dan geluti setiap hari meyebabkan kita malu membicarakan kebesaran dan keagungan Allah swt di hadapan manusia, takut di bilang sok alim lah , sok fanatiklah , kuno lah dan lain sebagainya , tapi kalau untuk perkara masiat kita tidak segan-segan membicarakannya. Nauzubillah

Mari saudara-saudara kita rubah pola fikir kita dari yang bertujuan dunia kepada akhirat, kita belajar hari demi hari membicara kan ke maha kuasaan Allah swt, minimal sehari kita jumpa 25 orang dan kata kan kepada mereka, bahwa Allah swt itu Maha Hebat, Allah swt Maha Besar, bahwa kita hidup di dunia hanya 60-70 tahun, dan selanjutnya kita akan hidup di negeri akhirat yang selama-lamanya, seperti halnya hidup di dunia kita perlu bekal maka di untuk hidup di negeri akhirat kita lebih perlu lagi bekal, bekal untuk hidup di negeri akhirat bukan seperti ketika kita hidup di dunia , melainkan bekalnya adalah Iman dan amal shaleh sebagaimana yang di contohkan baginda Rasulullah saw. Sekecil-kecilnya iman yang kita miliki Allah swt akan ganti surga yang luasnya 10 kali dunia. Mari saudara-saudara kita bersama-sama mempersiapkan bekal untuk di negeri akhirat, sehingga akan memudahkan kita nanti di kubur, masyar, mizan , shirat dan kelak di surgannya Allah swt untuk bertemu dengan Rasulullah dan para sahabat-Nya.

Ya Allah tiada kebahagian di akhirat kelak bagi hamba selain di akui sebagai umat Nabi saw dan puncat kebahagian hamba mana kala Engkau sibak tabir diantara hamba dan Engkau, sehingga Engkau perkenankan menampakan wajahmu yang Mulia dia hadapan hambay yang hina. Ya Allah kabulkanlah. Amien..amein..amien..

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Wempi , QanaahSholihah, achoey sang khilaf , realylife, zoel chaniago , Agus Taufiq , adikhresna

19 Balasan ke “Bekal”

  1. mersapi mengatakan:

    Ucapkan dan terapkan “Laa ilaha illallah” , pasti menang.

  2. Wempi mengatakan:

    dunia dan akhirat mesti sejalan

  3. Anang mengatakan:

    dunia hanya sementara dan akhirat adalah tujuan hidup..

  4. Agus Taufiq Hidayat mengatakan:

    amin

  5. arifrahmanlubis mengatakan:

    visi kita harus akhirat🙂

    jazakallah bang

    btw, acara tengah agustusnya kumaha? jadi?

  6. Rozy mengatakan:

    Amiin Allahumma amiin..

  7. realylife mengatakan:

    Ya Allah , semoga bekalku cukup
    amin

  8. mr.cappuccino mengatakan:

    akhirnya nyampe jg ke wordpress nya mas landy. maaf mas br mampir. br tau sih alamat WP nya…🙂

  9. Mufti AM mengatakan:

    Dunia dan akhirat mestinya seimbang sesuai tuntunan dalam Islam, makanya kita sering berdoa memohon kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

  10. Andik Taufiq mengatakan:

    bismillah…

    Halo om… salah ga, kalo semisal kita menganggap dunia ini sebagai bagian dari akhirat, begitu pula sebaliknya?? Soalnya kalo dipisah2 gitu, dunia ini makin lama makin ancur dong, krn ga ada yg peduli ama kondisi dunia ini, semua pada ngejar akhirat. Trus, jika kita mengejar akhirat, apakah yakin kita bisa masuk surga?? Dan jika ternyata Allah tidak memasukkan kita ke surgaNya, gimana?? Apakah tujuan kita untuk beribadah semata-mata hanya untuk masuk ke surgaNya?? Sudah begitu menyesakkannya kah dunia ini sehingga kita terburu-buru ingin masuk ke surgaNya?? Apakah dengan membiarkan dan meninggalkan begitu saja “sampah” berserakan di dunia ini trus lantas kita bisa yakin masuk surga??😀

  11. anton ashardi mengatakan:

    cari bekal yang cukup buat di dunia dan di akhirat nih…
    semangat!

  12. martik mengatakan:

    wah… Alhamdulillah akhirnya commentnya jelas lagih.. buat comment yang sok tau mengenai dunia dan akhirat.. jangan sok tau dulu lah.. coba belajar lagi.. jangan sok2 kritis.. jangan kayak orang2 yang sok kepinteran eh malah jadi keblinger.. ati2 loh, soalnya ini masalah agama.. bisa2 anda kualat nanti.. (sory bar,, gw gemes sama komen yang satu itu.. kalo elo ngga berkenan bisa di apus kok!!!) thx ya bar

  13. RoSa mengatakan:

    …dakwah, itqan, maisyah…

  14. Alex mengatakan:

    Dunia akhirat harus sejalan…..mesti dua-duanya…..karena dunia diciptakan utk manusia agar bisa memakmurkannya dan menjadi Khalifah ardh’ serta mengabidi pada-NYA. Kemudian Akhirat pun utk manusia.

    Maka Dunia harus kita genggam di tangan…..bukan di hati.
    dan hati senantiasa pada Akhirat.

  15. halaqahpky mengatakan:

    setuju tik, gw paling gemes orang orang gak amal agama dg contoh rosul bicara mengenai dunia dan akerat, pasti dia cenderung lebih kpd dunia,

    quran surat huud ayat 15-16 :
    15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan
    16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

    quran surat At taubah ayat 38 :
    38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

    dan banyak ayat lagi yg lebih mengutamakan akhetar dari dunia,
    juga bayak hadist serta riwayat tentang kehidupan dunia

    makanya bro, yuk kita sama2 belajar, supaya pemahaman kita sesuai dengan quran wa sunnah, bukan sesuai dengan nafsu kita

    kita saat ni memang perlu dunia, karena hanya di dunialah tempat kita untuk, sempurnakan iman, dirikan sholat, puasa, zakat, haji, serta amal sholeh lainnya bukan yg lain, yg lain2 itu cuma sampingan, yg lain2 itu bukan tujuan

    cobalah bro, belajar riwayat para sahabat yg sudah Allah ridhoi
    pasti gak sesuai dengan kehidupan elo dan panutan lo saat ini.
    MasyaALlah, bukti pemahaman umat yg tertipu dunia,
    makanya tik bayak gerak lo..

  16. halaqahpky mengatakan:

    eh, dik landy sorry ya,,, makanya dik landy ajak2 temennya untuk outbond, wisata rohani, supaya temen2nya ada semangat buat belajar agama, sya juga ajak dik landy, karena saya juga perlu belajar banyak dari dik landy

  17. masbadar mengatakan:

    aslmkm, pakabar? smoga sehat slalu..

  18. achoey sang khilaf mengatakan:

    Ya Allah
    biarkan Landy menjadisahabat yang mengingatkanku selalu

    biarlah

  19. realylife mengatakan:

    bersiap2 mengumpulkan bekal
    terima kasih selalu mnegingatkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: