“Perjalanan Ke Medan Ijtima Serpong”

Tiada kebahagiaan yang paling utama dalam hidup ini selain Allah swt hadirkan di tengah-tengah kita teman-teman yang selalu lagi dan lagi mengigatkan kita untuk dekat kepada Allah swt.

Iman kita ini masih iman suasana, dimana suasana dan keadaan masih sangat dominan untuk membuat iman kita naik dan turun, oleh karenanya penting sekali dalam hidup ini kita selalu mengkondisikan keimanan kita agar tetap stabil dengan cara mencari teman-teman yang mempunyai visi dan misi kearah perbaikan.Dan alhamdulillah Allah swt memberikan kepada saya teman-teman yang mempunyai misi ke arah itu.

Gema Ijtima serpong dalam rangkaian ijtima dunia sudah saya dengar jauh-jauh hari, persiapanpun sudah dilakukan semenjak beberapa bulan yang lalu, karena kesibukan saya yang besar terhadap DUNIA meyebabkan Allah tidak libatkan saya dalam rangkaian proses suksesnya ijtima, pada hal saya berkeinginan kuat untuk jadi petugas tandas 1 & 2 ( orang yang membersihkan toilet ) karena saya ingin sekali Allah swt lembutkan hati saya.

Seminggu sebelum berlangsungnya ijtima kondisi saya sangat-sangat tidak baik, tapi saya sudah bertekat kuat untuk hadir dalam ijtima apapun yang terjadi terlebih lagi dari hari kamis 7 Agustus Ustadz Irul yang kebetulan berada di Jakarta karena libur mengajar di pesantren Temboro, sudah menghubungi saya dan menanyakan keberadaan dan kapan saya akan hadir Ijtima, begitupun dengan mas hanaffi yang sejak kamis malam sudah tiba di Jakarta, Jum’at paginya Mas “galak” Antonseno menghubungi saya dan menanyakan pertanyaan yang sama. Sabtu pagi Abror menghubungi saya dan terkejut karena saya belum juga berada di medan ijtima. Saya sempat berpikir, apa Allah sudah tak sayang lagi dengan saya sehingga ketika orang-orang sibuk di medan ijtima dalam rangka perbaikan diri, saya masih di sibukan dengan dunia.

Tepat jam 1 siang ketika jam kerja berakhir saya segera mungkin meluncur ke medan ijtima dan yang bodohnya saya lupa mencatat alamat Ijtima, yang saya ingat sebagai patokan bahwa medan ijtima berada tepat di belakang rumah sakit Islam Asshobirin, di hati saya hanya ada prasanga baik kepada Allah. Tidak mungkin Allah swt akan menghalangi hamba-Nya yang berniat memperbaiki diri. Dan pastinya akan banyak orang yang menuju tempat ijtima apalagi Istiqbal ( orang yang bertugas memberi tahu tempat ijtima ) di sebar hampir di seluruh terminal, stasiun, bahkan Bandar Udara di Jakarta. Dan benar saja ternyata tidak begitu sulit untuk mencapai tempat ijtima, karena hampir di seluruh ruas jalan serpong dapat dengan mudah di temui orang-orang yang memakai pakaian full sunah, sehingga memudahkan saya untuk mencapai medan ijtima.

Rencana awal saya akan menaiki Truck yang di sediakan panitia, tapi berhubung saya bertemu dengan rombongan dari bandung yang mengendarai bus jadi saya putuskan untuk batal menumpang truck dan menumpang bus mereka.

Saya sampai di gerbang ijtima bertepatan dengan berkumandangnya adzan ashar, walau sudah sering mendengar adzan tapi adzan kali ini terasa berbeda , mungkin suasana dan rasa takjub menyaksikan ribuan orang berkumpul yang membuat rasa ini berbeda.

Saya langsung mencari tenda Jakarta, tidak begitu sulit untuk mencari tenda Jakarta, karena seperti tahun kemarin Tenda Jakarta berada paling pinggir, disana saya langsung bertemu Abror , Mas Kunto dan sulton,. Selepas Ashar Diadakan bayan ( penerangan ) tentang pentingnya iman dan usaha atas iman.

Dasar iman saya lemah, di tengah-tengah bayan perut saya lapar karena semenjak pagi belum diisi makanan, dengan sangat terpaksa, saya, Sulton dan Abror meluncur ke pasar yang jaraknya sengaja di buat jauh dengan medan ijtima karena di harapkan para jamaah tawajuh dengan ijtima.

Pengamanan di pasar kali ini tidak seketat ijtima tahun lalu sehingga kita bisa keluar masuk pasar dengan mudah walaupun saat amalan ijtimai berlangsung. Ada beberapa barang yang saya beli disana, 4 buah cadar, 1 buah jubah untuk acara akad nikah , 3 buah peci.

Bada magrib acara masih diisi dengan bayan, kali ini dalam bahasa urdu dan penterjemahnya adalah Mufti Lutfi, saya langsung mengkontek Sha adik saya via hp, untuk memperdengaran bayan tersebut secara live melalui hp selama kurang lebih 2 – 3 jam.

Selepas bayan saya membeli makan di dapur yang di sediakan pihak penyelenggara seharga Rp. 10.000 rupiah satu nampan, harga yang sangat murah karena satu nampan bisa dimakan oleh 4-5 orang, antriannya begitu panjang tetapi sangat-sangat tertib, anda mungkin akan di buat kagum dengan cara pengaturannya dari mulai penerangan, petugas-petugas yang berjaga di setiap pos, pembuatan tenda-tenda yang tentu menghabiskan biaya yang tidak sedikit, belum lagi ratusan toilet yang di buat sedemikian rupa yang tetap mengikuti sunah. Yang hebatnya acara ini tidak ada sponsor atau memasang kotak amal, ini semua murni keluar dari kantong-kantor pribadi

Selepas subuhpun acara masih diisi dengan bayan, materi yang disampaikan mengenai dakwah dan cara berdawah serta janji-janji Allah untuk orang-orang yang menjadikan dakwah sebagai masud hidup mereka.

Selepas bayan subuh tinggal satu rangkaian lagi acara yaitu bayan hidayah untuk orang-orang yang menyiapkan diri dan waktunya berdakwah keseluruh alam dengan perincian yang kurang lebih Dari ijtima’ tersebut berhasil dikeluarkan sebanyak 1.043 rombongan terdiri dari ; 2 jamaah keluar 1 tahun, 3 jamaah 4 bulan ke negeri jauh, 18 jamaah 4 bulan ke India Pakistan Bangladesh (IPB), 50 jamaah 4 bulan jalan kaki, 213 jamaah 4 bulan biasa, 34 jamaah 40 hari jalan kaki dan 723 jamaah 40 hari biasa ( data ini belum resmi kerana saya ambil dari laporan pak aldjo ). Saya seperti “merasakan” suasana pada haji Wadah , dimana pada saat itu para sahabat nabi tidak lagi kembali kerumah melainkan langsung berangkat ke seluruh alam untuk menyebaran agama.

Mungkin diri saya masih di penuhi maksiat sehingga ijtima kali ini masih sama seperti ijtima sebelumnya, sampai Allah swt belum gunakan saya dalam usaha agama. Saya sangat iri ketika melihat rekan-rekan saya yang Allah beri kemudahan untuk meluangkan waktunya untuk agama.  Insya Allah tahun depan saya bukan lagi “pendengar” melainkan sebagai “pelaku”, saya akan berusaha sekuat mungkin agar Allah gunakan saya untuk usaha agama dan matikan saya dalam usaha agama ini. Saya sangat berharap Allah gunakan potensi yang ada diri saya untuk Agama-Nya sehingga kelak di telaga kautsar Rasulullah dengan tangannya yang mulia bersedia meminumkan saya dengan air telaga kautsar tersebut.

Ya Allah…. betapa jauhnya perbedaan kami dengan para kekasih-Mu, mereka berdakwa untuk mengajak manusia mengenalmu, mengenal surga-Mu yang luasnya tak pernah terbayangkan oleh akal dan pikiran, mereka berdakwa untuk mengantarkan ummat kepada keselamatan dari murka-Mu, tapi apa yang kami lakukan hari ini….!, kami berdakwa demi suatu yang hina, kalau para sahabat Nabi berdakwa dengan harta dan diri berkorban habis-habisan demi agama , tapi kami ya Allah….!, kami berdakwa untuk mendapatkan dunia yang hina ini, untuk mendapat sanjungan dan pujian, kami tidak mengantar ummat ke surga-Mu melainkan kepada kemurkaan-Mu.

Ya Allah…! perbedaan itu teramat jauh, sahabat Nabi menjual dunianya untuk mendapatkan akhiratnya, sedangkan kami menjual akhirat untuk mendapatkan dunia, Ya Allah…! masih adakah surga untuk kami..?, masih berkenankah Engkau memandang kami…?, masih berkenankah Rasulullah saw meminumkan kami dengan tangannya yang mulia di telaga kautsar…?

Ya Allah …! kami sudah letih dan teramat lelah dengan kemaksiatan yang kami buat, ya Allah…! masih adakah jalan kembali bagi kami yang berlumuran dosa dan maksiat ?, Ya Allah…! kini kami insafi semua itu,

Ya Allah…, Kami mohon kepada-Mu anugerahkan dua buah mata yang selalu menangis karena takut kepada-Mu, sebelum mata ini tidak lagi menemukan air matanya. Ya Allah… anugerahkan kepada kami tubuh yang kuat untuk beribadah kepada-Mu dan mengajak ummat untuk beribadah kepada-Mu.

Ya Allah pilih kami menjadi kekasih-Mu , Ridhailah kami sebagaimana Engkau ridha kepada orang-orang Muhajirin dan Anshar.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

imanyakin , abuafifah , Agus Taufiq Hidayat , okebebeh , ariric , Abu Syahida , arifrahmanlubis , sulthon , Abddul Jabbar, diana , Yahya , cenya95 , singgih , wahyu , martik , abu hasan , muhammad amin , Bani Surya , Rindu , saru_ngdotkhan , Ahmad Kunto , Alex, Meli , irawan romli , lathifah, lorenzo , Mufti AM, hanaffi

31 Balasan ke “Perjalanan Ke Medan Ijtima Serpong”

  1. sulthon mengatakan:

    ane waktu mau berangkat ke ijtima sepong ketemu sama orang dari riau, kata dia perjalanan 2 hari 2 malam ke ijtima serpong, masyaAllah dia bawa barang berat banget pesanan temannya, akhirnya saya ngobrol panjang lebar sama dia, dia karkun lama klo gasalah dari th 95, jadi perjalanan saya ke ijtima serpong di temani sama orang dari riau namanya ade.

  2. diana mengatakan:

    masya Alah, Lan… kisah ijtima ini benar2 menggugah..sayang aku ini perempuan..coba kalo laki,dah aku minta ikut kali sama kamu….

    Semoga doamu diijabah oleh Allah,semoga tahun depan engkau benar2 pelaku..bukan lagi pendengar…. amien…

    *jubah wat akad nikah..ehem..kapan yaaa….*

  3. okebebeh mengatakan:

    gue jadi berkaca-kaca nih mas denger cerita ente…

  4. achoey sang khilaf mengatakan:

    wah akhi
    saya sangat kagum meliha foto2 itu
    sahabat adalah bagian dari mereka?

    subhanallah

  5. mashuri mengatakan:

    sama-sama…semoga Allah swt senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan buat ente….

  6. realylife mengatakan:

    semoga niat yang baik tulus karena Allah SWT mendapat ganjaran yang terbaik
    amin

  7. nexlaip mengatakan:

    Assalammualaikum Lan, semoga Allah memudahkan kita dalam berjalan mencari keridhoannya. Ane ga sempat dateng kesana………

  8. hanggadamai mengatakan:

    makin kagum diriku sama mas Landy

  9. martik mengatakan:

    niat yang kuat aja bar.. mudah2an Alloh berangkatkan ente.. Syukur2 bisa ke IPB. jadi nanti kita berangkat ke negeri jauh bareng.. (amin)oiya, mudah2an taon depan kita bisa keluar masturoh bareng ya… gw besok lamaran(190808).. doakan aja mudah2an lancar aje.. Jazakalloh!!!

  10. afwan auliyar mengatakan:

    masya allah kang……
    nggak bisa berkata-kata neh….

  11. nurussadad mengatakan:

    gak pake sponsor
    *kagum*

  12. Abu Fadhlan mengatakan:

    Ikutilah orang2 yang tidak minta upah, merekalah orang2 yang mendapat petunjuk.

    Insya Allah

    Alhamdulillah saya hadir di Ijtima Pekan Baru dan keluar walau hanya 40 (cuti 45 Hr) hari ke perbatasan Bengkulu-Sumbar. Semoga Allah luangkan waktu kita untuk keluar lebih lama dan lebh jauh lagi. Amien…!

  13. XNUXMINT mengatakan:

    Ass.Wr.Wb………Salam Perjuangan. Beritanya Very2 good.

  14. siddiq mengatakan:

    insya allah doakan saya mas ambil bagian dalam ijtima

  15. akmal mengatakan:

    jangan lupa juli 2009 qt kumpul lg di serpong, siapkan harta & diri tuk keluar di jalan ALLAH SWT. -akmal, tangerang-

  16. Sonny bastoni mengatakan:

    Perum utara siap ambil bagian dalam ijtima Gading serpong 2009

  17. abu bram mengatakan:

    Allahuakbar, karkun sampit siap ambil bagian. doain ane ya.

  18. Nuruddin mengatakan:

    InsyaALLAH Karkun Manado, siap Ambil bagian..

  19. sunardin palu mengatakan:

    begitu dekatnya surga,sehingga menuju kesana hanya dibutuhkan dua kali melangkah,kaki kiri menginjak nafsu,selanjutnya kaki kanan pasti menginjak lantai surga… sahabat teruslah berjalan, saudara muslim kita (Rosullulah dan Sahabatnya)telah sampai di tempat, yang kita juga menuju kesana,….teruslah berjalan

  20. Ahmad Wangon mengatakan:

    Kulo kepengin saged malih islah diri kangge nderek sunah dalem Njeng Rosulillah SAW mendhet warisan dalem inggih punika da’wah ilalloh
    mugi kasembadan saha Alloh ijabahi insya Alloh

  21. Yoyok, Blimbing-Malang mengatakan:

    jangan lupa tasykil 4 bulannya ya, ane tggu merid dl trus negri jauh

  22. sa'ad mengatakan:

    baru tangguh 4bln jalan kaki, do’ain ana 4bln jalan kaki tiap taon, insyaAllah….

  23. do’ain juga ana walimah taon ini.. :-:))

  24. abd rozak kaltim mengatakan:

    Masya Allah… Masya Allah… inilah pertemuan seluruh umat islam yang datang karena Allah dan juga berpisah karena Allah. yang tidak membedakan status sosial satu dengan yang lain hanya satu yang dituju yaitu mencari Ridho-Nya Allah SWT…. mohon doanya ana mo niat jalan kaki 40h….. Jazzakallah….

  25. atahbob mengatakan:

    Subhanalloh, luar biasa.

  26. huda mengatakan:

    masya allah tidak kebayang bisa hadir dalm medan jur yang begitu dasyat,kebetulan saya hadir besama ayah waktu itu,nampak lah akan kebenaran uasaha ini, semoga saya dapt menjadikan nya maksud hidup. aminnnn
    mohon doa nya………….

  27. abu ain al-fath mengatakan:

    insya Allah,besok musda di sulteng-palu insyaAllaH BAYAN NASIHAT UST. LUTFI BANJAR MASIN…. DAN BILA SEMPAT INSYA ALLAH Ust.KHUZAIRON JAKARTA juga hadir

  28. tezar rahman mengatakan:

    Alhamdulillah saya masih di beri kekuatan untuk jadi Istiqbal di Masjid Kebun Nanas, ikut hadir dan Alhamdulilah di mudahkan Oleh Allah untuk keluar di jalan Nya…
    Ya Allah, Istiqomahkan orang2 yang telah mengetahui jalan Mu yang haq….
    Amin…..

  29. akbar kan clalu setia mengatakan:

    tgl 3\5-6-2011 ijtima’ kawasan doa kan saya
    4blan JK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: