” Pandangan Akhirat “

Agama adalah sebuah kesadaran seseorang untuk menjadi hamba dimata Tuhannya, oleh karena itu sudah selayaknya agama tumbuh dari sebuah kesadaran bukan atas suatu paksaan, sehingga akan melahirkan suatu perasaan, kita yang butuh atas agama , bukan agama yang butuh kita.

Lakukan semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan dalam agama dan banyak – banyak beristighfar untuk segala sesuatu yang belum bisa kita lakukan.

Kesadaran dalam beragama merupakan sesuatu yang penting yang harus di miliki setiap orang, kesadaran seperti inilah yang dahulu para sahabat Nabi miliki, sehingga di mata mereka tak ada beda emas dan tanah, kaya dan miskin , selama disana ada keridhaan Allah swt maka apapun akan mereka lakukan, karena mereka telah menjual harta dan diri mereka dengan keridhaan Allah swt.

Para Sahabat Nabi memandang dunia dengan pandangan akhirat, mereka 100% dengan ke relaan dan kesadaran bersedia hidup mereka di atur sepenuhnya oleh agama, kapan pun agama memerlukan mereka, maka mereka akan siap setiap saat mengorbankan harta dan diri mereka untuk agama.

Surga dan Neraka tampak jelas dalam kehidupan mereka , sehingga , diam dan bergeraknya mereka semata-mata hanya mengikuti perintah Allah swt dan Rasulnya, andai Rasulullah mengatakan kabah berwarna merah, maka mereka akan 100% ikut apa yang Rasulullah saw katakan tanpa berpikir apakah masuk akal mereka atau tidak. Karena pada hakekatnya hanya Rasulullah saw saja yang melihat dunia dan akhirat, sedangan kita semua adalah orang-orang yang buta, jadi kita semua akan selamat, selama kita berpegang dan mengikuti orang yang melihat. Orang buta tak akan pernah sampai kepada tujuannya mana kala yang membimbing mereka orang yang buta pula. Tapi sebaliknya mana kala orang yang membimbing adalah orang yang dapat melihat maka akan mudah bagi si buta untuk sampai ketempat tujuannya dengan selamat.

Hari ini kita disibukan dengan melihat kesalahan dan aib orang lain sampai lupa dengan keadaan diri sendiri. Orang apa bila melihat suatu kemungkaran maka yang terpikir adalah kesalahan orang lain maka secara rohani dia tidak akan naik derajatnya disisi Allah swt, tapi mana kala kita melihat suatu kemungkaran, lantas kita melihat kelemahan dan kekurangan yang ada di diri kita, sehingga timbul perasaan betapa lemahnya diri kita sehingga kemungkaran masih terjadi disekeliling kita dan kita bergerak untuk berdakwah dengan hikmah maka derajat orang seperti ini akan tinggi disisi Allah swt, kita bisa melihat apa yang terjadi dengan Rasulullah swt di Thaif, dimana Rasulullah mengalami cobaan yang begitu berat dalam berdakwah , karena bukan satu dua orang yang menentang melainkan seluruh penduduk Thaif menentang bahkan menyiksa Rasulullah saw dengan cara melempari batu kearah beliau, sampai-sampai penduduk langit bergemuruh, malaikat gunung meminta ijin kepada Allah swt untuk menghancurkan penduduk Thaif seakan tak rela melihat kekasihnya, Rasulullah saw di perlakukan seperti itu. Tapi apa yang Rasulullah saw buat atas mereka yang menentangnya. Rasulullah saw mengakat tangan berdoa, mengembalikan semua permasalah hidupnya kepada Allah swt, dengan doa yang menyayat hati, sepenuh jiwa dan raga, tanpa dendam, tanpa rasa benci, kejahatan di balas dengan sejuta kebaikan.

Hari ini agama sudah sangat jauh dari kehidupan kita, seakan agama suatu yang bersifat khayalan, yang sangat sulit untuk di jangkau apalagi untuk sekedar di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, semakin hari semakin berkurang kadar agama yang ada di diri kita, semakin mejauh dan berjarak sehingga sulit sekali hari ini melihat amalan agama hidup  dan wujud dalam kehidupan, pada hal mengwujudkan agama dalam kehidupan merupakan suatu keharusan dan merupakan hal terpenting yang harus di pikirkan setiap harinya. Kekurangan satu amal agama saja akan menyebabkan kesengsaraan yang berdampaktidak hanya didunia yang sementara melainkan akan membawa dampak kelak di kubur, masyar, mizan, sirat.

Mari, dengan bertepatan bulan suci ramadhan kita kembali memperbaiki kwalitas agama yang ada diri kita, dari hal terkecil bermula dari kembali menghapal doa-doa sehari-hari,kembali menyentuh dan membaca alquran, memperbaiki kwalitas sholat kita dan lain sebaginya, sehingga kapanpun ajal akan menjemput, kita selalu siap untuk menyambutnya.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

realylife , BigBaNG, Aristiono Nugroho , Mufti AM , achoey sang khilaf, Agus Taufiq Hidayat , irman , cenya95 , hanggadamai, Mbak Diah , Alex Abdillah , dsusetyo , sulthon, Abah Hasan , nurussadad , rhainy , dew , Frida, roe ,Muhammad Momon , arifrahmanlubis , Darkpuccino , martik

Iklan

9 Responses to ” Pandangan Akhirat “

  1. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Ya Allah, inilah hati kami di hadapan-Mu, amalan kami tidak pernah
    tersembunyi dari-Mu, maka tetapkanlah -ya Allah- hati kami di atas
    jalan-Mu yang lurus.

  2. mari sobat
    dan mohon doanya agar aku mampu tuk lebih baik lagi 🙂

  3. tren di bandung berkata:

    asswrwb. semoga hidayah ALLAH terus menaungi kita. dijejak langkah yang berganti dari satu dosa ke dosa yang lain, mohon diampunkan saja ya ALLAH. untuk menebusnya kami tak kan pernah sanggup, untuk menerima siksanya kamu tak pernah kuat. sekali lagi ampuni saja ya ALLAH.

    salam kenal, dinanti mampirannya ke

    dari 24 ke 16 ke 8, ada hikmah yang bisa dijadikan semangat

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/12/berani-beramadhan/

  4. adikhresna berkata:

    Assalamu’alaikum. Lama tak bertamu nih khi. Semoga antum sehat sentiasa dan dalam ridho-Nya. Amin

  5. nurussadad berkata:

    Mumpung masih puasa ayyooo

  6. realylife berkata:

    semoga aku bisa meraih kebaikan kampung akhirat
    amin

  7. Wempi berkata:

    semoga en semoga

  8. rhainy berkata:

    semoga kita semua termasuk orang2 yang selamat dunia akhirat ya!!! amin…amin…amin…
    apa kabar mas!!??

  9. Umat Rasul berkata:

    Assalamu’alakum Wr.wb
    Gimana Landy punya kabar…..
    Smoga di bulan puasa nie tambah semakin meningkat iman dan amal-amalnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: