“ Saya, Seorang Teman dan Keyakinan “

“Islam ini cuma satu , hanya banyak penafsiran, dan karena itu kita perlu diskusi, untuk mencari titik temu, untuk menjadikan Islam itu rahmatan bagi semua umat”

“Tapi ini sudah bukan diskusi lagi, ini sudah perdebatan tanpa ujung , dan elo mencoba menarik gw kepada keyakinan elo, bukan lagi mencari kebenaran melainkan mencari pembenaran”

“Berarti elo orang yang gak mau menerima kebenaran donk!!! Kalau Islam di amalkan dengan cara elo, kapan Islam bisa maju, selamanya Islam akan menjadi agama kampungan”

“Dalam beragama gw sih simple aja, gw berusaha sekuat mungkin melakukan apa yang Rasulullah dan para sahabat lakukan, dan gw beristighfar untuk apa yang Rasulullah saw dan para sahabatnya lakukan tetapi gw belum bisa lakukan , jadi gw menjalankan agama atas dasar keyakinan itu, bukan menurut otak dan nafsu gw, jadi percuma aja elo giring gw ke arah filsafat dan peng-angung-an otak, karena gw orang bego dan gak bakal sampai kesana”

Diatas merupakan percakapan singkat saya dengan seorang teman beberapa hari yang lalu, percakapan yang mungkin menjadi pembicaraan terakhir dengannya , karena sejak saat itu dirinya tidak lagi menghubungin saya, dan terkesan mencoba menghindari saya, walau mungkin masih suka mampir keblog ini.

Sejak awal berkenalan, dia begitu gencar mencoba menggiring saya ke arah logika dalam beragama, bahkan cenderung aga nyeleneh menurut saya, tapi saya tidak heran melihat gelagatnya, dia bukan orang pertama yang membawa paham itu ke hadapan saya, bahkan saya sudah cukup lelah menghadapi 3 dari 5 dosen agama di kampus yang cenderung berpikiran sama seperti teman saya tersebut, tidak heran memang , apalagi mereka semua merupakan lulusan universitas yang sama, jadi hal tersebut bukan barang baru untuk saya.

Saya hanya aga menyayangkan saja, teman saya ini secara kemampuan agamanya tergolong hebat, baca alqur’annya bagus bahkan dalam satu bulan bisa 6-8 kali khatam Alqur’an. Tapi sayang Jakarta dan pergaulan dengan orang-orang di “kampus itu” telah merubah pola pikirnya.

Kemarin di tengah “diskusi” saya dengannya, adzan ashar berkumandang, lantas saya ajak dirinya untuk sholat, tapi dirinya menolak dan berkata, “gw biasa sholat ashar jam 16.30”, dengan terkejut saya berkata, “Lantas kalau 5 menit lagi elo mati, berarti elo gak sholat donk”, dan dia menjawab,”Jangan suka mendramasitir, hakikat sholat itu kan mengigat Allah , bukan pada gerakannya”. Dengan keheranan saya berkata ”Kalau gitu berarti gak sholat juga gak papa donk yang penting kan kita ingat ma Allah” dan teman saya ini hanya tersenyum

Menyeramkan sekali pemahaman seperti itu , dimana kita menjalankan agama berdasarkan otak kita bukan lagi berdasarkan bagaimana dulu Rasulullah saw dan para sahabatnya mengamalkan agama. Pada hal sesungguhnya Allah swt menciptakan otak kita bukan untuk meng-otak-atik agama sehingga menjalankan agama sesuai nafsu kita, tetapi Allah swt memberi kita otak untuk berpikir, mana yang perintah Allah dan Rasul-Nya mana yang bukan perintah Allah dan Rasul-Nya. Setelah tahu maka kita berusaha menjalankan agama sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya kehendaki . bukan lagi berpikir apakah perintah itu sesuai dengan nafsu kita atau tidak. Apalagi memilih-milih dan berpikir apakah perintah Allah swt dan Rasul-Nya masih sesuai atau tidak dengan jaman sekarang, seakan-akan ingin berkata bahwa Allah swt dan Rasul-Nya tidak mengerti jaman. Nauzubillah semoga saya dan keturunan saya tidak pernah berpikir seperti itu.

Saya masih ingat ketika dosen agama saya menunjukan jarinya kearah saya, karena saya mati-matian menentang paham yang coba dia ajarkan bahwa semua agama itu sama padahal dia Dosen agama Islam,kalau semua agama sama kenapa di KTPnya agamanya islam dan dia sholat, kenapa dia tidak tulis saja agama apa gitu, berarti secara tidak langsung dia mengakui ada perbedaan dari setiap agama. Dosen saya sambil marah berkata“ Darimana kamu tahu Islam itu agama yang benar??” maka saya berkata, “Dari Allah swt melalui Rasulullah saw” , lantas dosen saya dengan wajah yang masih marah berkata, “Itu kan kata Rasulullah, kamu sendiri sudah membuktikannya belum bahwa Islam itu agama yang benar!!!” , Saya langsung terdiam, bukan karena tidak mau berdebat lebih jauh, melainkan saya sadar bahwa perdebatan ini memang tidak ada gunanya, karena kalau Rasulullah saw yang selama hidupnya baik sebelum dan sesudah diangkat menjadi Rasul tidak pernah sekalipun berbohong dan ucapannya masih di ragukan oleh dosen saya yang S2 dan S3 itu , apalagi saya yang tidak ada seujung kuku bahkan seatomnya dari Rasulullah saw, pasti dan pasti mereka akan lebih tidak percaya lagi.

Ehmm, saya tidak tahu lagi harus berkata apa menghadapi fenomena ini, setidaknya tolong hargai keyakinan saya, jangan pernah giring saya kepada paham anda, dan untuk teman saya tersebut, yang selalu mampir ke blog ini, saya minta maaf kalau kemarin ada kata-kata saya yang menyinggung anda, perbedaan pendapat adalah wajar dalam kehidupan tapi menjadi tidak wajar kalau karena perbedaan itu kita menjadi saling berjarak dan memutuskan tali silaturahmi, bukankah sesama muslim tidak boleh mendiamkan lebih dari tiga hari, apalagi ini bulan Ramadhan dimana ampunan Allah swt di bukakan begitu luasnya, oleh karenanya melalui postingan ini , saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, akhir kata semoga Allah swt memberikan hidayahnya untuk saya dan anda dan semua umat manusia, dan menampakan suatu kebenaran sebagai kebenaran dan melembutkan hati kita untuk mengikuti kebenaran itu. Amien… amien… amien.

Piss Bro

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

herr, sayur asem , achoey sang khilaf, sulthon, nurussadad, afwan auliyar , Agus Taufiq Hidayat, Iko , afin , Azlina

16 Balasan ke “ Saya, Seorang Teman dan Keyakinan “

  1. Agus Taufiq Hidayat mengatakan:

    Semua Agama itu baik dan benar, menurut penganutnya masing-masing…..
    Kalo seorang muslim berarti Agama Islam yang paling baik dan benar….

    Tujuh hari aja dakwah dihentikan (setelah Rasulullah meninggal) muncul Nabi Palsu…. apalagi sampe berabad-abad….. ga aneh kalo muncul yang lebih aneh lagi……..

  2. sayur asem mengatakan:

    betul ustad, yang model kaya gitu akan selalu ada dan bahkan berkembang lebih pesat karna cenderung lebih rasional (a.k.a keduniawian), so keep posititive thkg aja, anggap itu sebagai media yang Dia berikan pada kita untuk test case semangat, keteguhan tekad, dan konsistensi kita atas keyakinan ini. Semoga Gusti selalu kasih yang terbaik buat kita, Amin.

  3. Su'bah mengatakan:

    Sabar mas landy, ditanggapi dengan da’wah saja mas. Da’wahkan kebesaran Allah dan jangan terkesan suasana. Kalau ngeyel dan maksa terus katakan “Semoga Allah memberi hidayah kepada kita pak”, kemudian doa semoga mendapat hidayah.

  4. sulthon mengatakan:

    emang zaman sekarang dah pada aneh2,

  5. Wempi mengatakan:

    wempi gak tau om
    bisa saja wempi sama seperti teman om itu,
    semoga kita se iman dijalan yang sama.

  6. mbak diah mengatakan:

    Assalamualaykum wr.wb

    Mengerikan memang jika orang menjalankan agama harus sesuai dengan akal fikiran, padahal akal fikiran manusia itu sangat terbatas.

    Lebih baik tidak usah diskusi dengan mereka yg berpikir spt itu, nantinya hanya akan debat kusir, krn bagaimana pun akhi mencoba menyadarkan mereka bahwa yg menjadi pedoman kita adalah Al-Quran dan Hadist yg diwarisi Rasulullah SAW, baik yg bisa dipikirkan oleh pikiran maupun yg di luar jangkauan manusia ( spt masalah syurga dan neraka adalah hal yg kita tidak mampu untuk memikirkannya sekarang tp harus kita yakini dan imani ).

    Kita doakan saja akhi, agar Allah SWT memberikan hidayah kepada mereka yg berpikiran spt itu.

    PS : Mbak sekeluarga mengucapkan :
    Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1429 H
    Mohon maaf lahir dan bathin

    wassalam,
    mbak diah

  7. fajar harguna mengatakan:

    Sekarang adalah zaman fitnah hingga nanti yang terbesar manakala dajjal tiba. Satu-satunya jalan untuk selamat ketika itu bukanlah dengan kekuatan partai politik, ekonomi dan teknologi, tetapi kekuatan iman dan amal soleh…. bahkan makanan orang2 beriman pun adalah dengan dzikir tasbihat. Untuk memperoleh iman yakin yang sempurna dan amal agama yang sempurna maka kita haruslah mulai sedari sekarang membuat usaha/ kerja agama, dengan menghidupkan Dakwah Illallah, Ta’lim wa Ta’lum, Dzikir Ibadah dan Khidmat. Jalankan usaha Maqomi dan Intiqoli. Insya Allah kita akan selamat. Kita fikir dan risau sejak saat ini bagaimana nasib anak2 cucu dan keturunan kita kelak apakah mereka semua akan menjadi generasi yang memiliki iman-yakin dan amal agama yang sempurna?

  8. arifrahmanlubis mengatakan:

    akhi, mohon maah lahir batin

    semoga amal ibadah kita disempurnakan Allah SWT

    semoga Allah selalu menjaga kita.

  9. Alex mengatakan:

    Sabar dan Perbaiki diri…..serta berdoalah buat kebaikan teman antum akhi

    Sungguh cantik kain pelekat, Dipakai orang pergi ke pekan, Hari raya semakin dekat, Silap dan salah mohon dimaafkan.. Berharap padi dalam lesung, Yang ada cuma rumpun jerami, Harapan hati bertatap langsung, hanya melihat blog ini.. Sebelum cahaya syurga padam, Sebelum hidup berakhir, Sebelum pintu taubat tertutup, Mohon maaf zahir dan batin…. Mata kadang salah melihat.. Mulut kadang salah berucap.. Hati kadang salah menduga.. Maafkan segala kesilapan yang pasti ada.. Selamat Menyambut Hari Raya Aidilfitri Maaf Lahir & Batin…

  10. mataharicinta mengatakan:

    ah, rasanya familiar sekali dengan pernyataan ini.
    bahwa sholat itu tidak lah esensial, eling padaNya lah yang menjadi substansi.
    rasanya pun saya kenal dengan tempat dimana paham ini mulai bergulir diantara anak mudanya.
    sayang…sayang…sayang….,
    oh ya, mohon maaf lahir dan batin.
    minal aidin walfaidzin.
    btw, blogna boleh tak link ya.

  11. ina mengatakan:

    paling seram menghadapi orang2 yang berpikiran seperti itu. bukankah mereka termasuk orang2 munafik? sedangkan tempat untuk orang2 munafik adalah keraknya neraka.
    hindari perdebatan yang sesungguhnya pencetusnya adalah syetan..
    Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kita..

    oh iya lupa, mohon maaf lahir dan bathin ya Kak,
    keep istiqamah ^__^

  12. tren di bandung mengatakan:

    kalau sudah begitu, saya hanya mencoba mencari suatu sudut untuk sendiri. kemudian menangisi keterbatasan ilmu dan wawasan. sambil berharap ketika berjuang dan menelusuri jalan pencarian tidak disesatkan.

    mari kita saling doakan agar hidayah selalu menaungi kita. keluasan atas kebenaran hakiki selalu melepaskan kita dari kekerdilan dan kepicikan nafsu manusiawi.

  13. adikhresna mengatakan:

    Allah, alangkah indahnya jika permasalahan dalam dakwah itu tetap mengacu pada Al Qur-an dan As Sunnah.

    Tidak sedikit memang onak dan duri dalam berdakwah, akhi. Semoga Antum bersabar dan tetap istiqomah dalam dakwah. Doakan Beliau akhi, semoga kembali ke jalan-Nya yang lurus.

  14. arif_arif mengatakan:

    “Jangan suka mendramasitir, hakikat sholat itu kan mengigat Allah , bukan pada gerakannya”.

    wah seru juga. orang cenderung membagi ada islam substansi, islam islam simbolis, normatif. kalo gitu, kafir quraisy masuk surga ya?? substansinya kan mereka menyembah allah, cm bedanya pake patung.

  15. achoey sang khilaf mengatakan:

    Assalamualaikum Sahabat
    Kini aku datang lagi
    Semoga kita kembali fitri

  16. diana mengatakan:

    hm…berdebat…..ya Landy, aku juga sering terseret perdebatan konyol seperti ini…dan karena aku capek..akhirnya aku sudahi sajah…bukan karena kalah..tapi mengalah karena takut menimbulkan mudharat….

    TFS ya bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: