” Detik Terakhir “

Oktober 30, 2008

Tiada kebahagiaan tertinggi bagi seorang hamba manakala diakhir hanyatnya hanya nama-Nya yang terakhir terucap,  ketika kesadaran sudah tak berbatas, ketika iblis dan bala tentaranya dengan jutaan rayuan ingin memalingkan rasa cinta itu tetapi hati dan pikiran tak bergeming, dan hanya satu nama yang selalu ada di hati dan pikiran, Allah swt, Tuhan pengenggam setiap jiwa, Raja di raja, dimana setiap kekuasaan hanya ada di tangan-Nya.

Sakaratul maut adalah puncak sekaligus ujian terakhir untuk membuktikan siapa sesungguhnya yang di cintai, Allah swt atau makhluk-Nya. Saat sakaratul maut adalah saat perang  terakhir dimana Iblis mengerahkan ribuan jin untuk menggoyahkan keimanan. Dan tak sedikit orang yang gagal pada saat itu, hanya orang-orang yang di kasihi-Nya lah dengan mudah mengucapkan nama-Nya. Rasa menyatu dengan-Nya yang menggerakkan bibir dan hati seorang hamba melebur menjadi satu kesatuan dengan keagungan-Nya, sehingga pada puncaknya, saat Ruh keluar dari jasad hanya nama-Nya lah yang  terucap, ALLAH….

Tahun ini adalah tahun ke 4 almarhumah nenek saya kembali kepada-Nya. Banyak hal hebat yang almarhumah tinggalkan untuk kami keturunannya. Bukan harta benda yang beliau tinggalkan , melainkan “pertunjukan” terakhir yang sangat mengesan kan , yang takan bosan di ceritakan dari masa kemasa untuk sekedar di jadikan pelajaran bagi kami yang pastinya juga akan mengikuti “jejaknya”. Kembali kepada Sang Pencipta, Allah swt.

Setelah lebih dari seminggu di rawat di salah satu rumah sakit di daerah Jakarta Selatan, akhirnya pihak rumah sakit mengangkat tangan tanda menyerah dan tak sanggup untuk mengobati kedua ginjal nenek saya yang sudah tidak berfungsi baik, dan cuci darah menjadi alternative terakhir, walau kami sadar hal tersebut tidak bisa mendatang kesembuhan padanya tapi setidaknya meringankan kondisinya.

“U’wo ( nenek ) mau pulang aja, mau dirumah aja, gak mau pake selang lagi pintanya berkali-kali, saya tak pernah berani melihat kondisinya di rumah sakit, karena seluruh tubuhnya sudah berselang, alat kemaluanya, tangannya, hidungnya, bahkan untuk makan saja bukan lagi dari mulut melainkan dari hidung yang sudah di taruh selang.

Hanya 3 hari almarhumah dapat bertahan untuk tetap bersama kami di rumah sekembalinya dari rumah sakit dan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan panjang  bertemu Sang Kekasih, Allah swt. Almarhumah pergi dengan sangat tenang, setelah sebelumnya dengan di bantu paman dan bunda saya  mengucapkan istiqhfar, dan di lanjutkan dengan mengucap Allah…..yang begitu lirih.

Baca entri selengkapnya »


“Ridha Terhadapa Segala Ketentuan-Nya”

Oktober 16, 2008

Tidak pernah ada suatu yang kebetulan yang terjadi di dunia ini baik ketika kita bertemu dengan seseorang sampai hebusan angin yang meniup sebuah ranting pohon. Kalau kita mau berfikir dan mencoba merenungi, pastinya ada pesan yang hendak Allah swt sampaikan kepada kita melalui hal-hal tersebut, tapi karena banyaknya dosa dan maksiat yang kita lakukan, terkadang “pesan-pesan“ itu tidak sampai atau tidak bisa kita cerna dengan baik.

Ketika Allah swt datangkan musibah / cobaan kepada kita maka sebagain besar dari kita akan berfikir , “Mengapa Allah swt datangkan masalah itu ke dalam hidup kita” Sebagian besar dari kita masih berfikir manakala hidup berjalan sesuai yang kita inginkan berarti Allah swt sayang kepada kita, tapi manakala tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan berarti Allah swt tidak sayang lagi kepada kita.

Padahal permasalah datang atau tidak bukanlah sebagai tanda sayang atau tidaknya Allah swt kepada kita, justru melalui masalah tersebut Allah swt ingin kita sebagai hamba-Nya makin bergantung kepada diri-Nya. Lari dari pintu-pintu makhluk hanya menuju pintu-Nya. Karena barangsiapa yang merasa hina dihadapan-Nya, maka Dia akan memuliakannya. Barang siapa yang tawadhu’ di hadapan-Nya, maka Dia akan mengangkatnya. Dialah Dzat yang memuliakan dan menghinakan. Dialah Dzat yang meninggikan dan menurunkan derajat, yang menetapkan dan memudahkan urusan. Tanpa Dia kita tidak akan mengenal-Nya.

Sering kali kita berpikir mengapa orang-orang yang menentang Allah kelihatannya malah di mudahkan segala urusannya, di beri kesehatan dan lain sebagainya, tetapi kita yang taat malahan selalu susah kehidupannya, selesai satu masalah datang masalah yang lain, seakan – akan masalah tidak kunjung selesai, dari mulai masalah anak sampai masalah pekerjaan dan kesehatan

Baca entri selengkapnya »


“ Apa yang Agama Inginkan dari Wanita “

Oktober 13, 2008

Tidak di pungkiri lagi wanita memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan didunia ini, karena dari rahim-nya-lah, seorang Penjahat maupun Wali Allah berasal. Kalau kita mau merunut sejarah maka dapat kita temui begitu besar peranan wanita dalam agama. 2 orang khalifah masuk Islam dengan asbab wanita, yaitu : Umar r.a asbabnya adalah adiknya Fathimah binti Khattab r.ha dan Usman r.a asbabnya adalah bibinya Saudah r.ha., bahkan banyak lagi sahabiyah-sahabiyah yang memiliki peranan penting dalam perkembangan Islam itu sendiri.

Sejarah juga mencatat apabila ketidak adaan agama pada diri wanita maka kehancuran yang akan terjadi di muka bumi ini , Dalam buku “Gadis Kota Kufah”, Roman Sejarah Islam karya Georgie Zaidan dimana dalam buku itu di ceritakan betapa hebatnya pesona wanita cantik bernama Gutham membuat makar yang mengakibatkan Khalifah Ali bin Abi Thalif terbunuh.

Wanita tak ubahnya seperti sebuah pisau, tergantung di tangan siapa ia berada, apabila di tangan pembunuh maka kehancuran yang akan tercipta , tapi apabila ada di tangan dokter ahli bedah, maka kebaikan yang akan terwujud, Karena itu Agama menginginkan bagaimana dalam diri setiap wanita hari-harinya mempunyai fikir tentang agama sebagaimana hal tersebut juga Allah swt inginkan dari para pria.

Rumah yang ibunya mempunyai fikir agama, maka akan lahir anak-anak yang shaleh dan shalehah. Dari kisah-kisah para nabi, dapat dilihat istri nabi yang tidak punya fikir agama seperti nabi Nuh as. Beliau berda`wah selama 950 tahun hanya mendapat pengikut 83 orang. Anaknya menjadi kafir, kaumnya dimusnahkan oleh Allah swt. Nabi Luth as., istrinya menentang da`wah, anaknya menjadi kafir, kaumnya juga dimusnahkan oleh Allah swt. Sebaliknya Nabi Ibrahim as., istri-istrinya adalah wanita yang punya fikir agama, sehingga beliau mendapat banyak pengikut dan dari keturunannya lahir Nabi Ishaq as., Nabi Yusuf as., Nabi Daud as., Nabi Sulaiman as., Nabi Isa as., dan dari Siti Hajar lahir Nabi Ismail as., yang dari keturunannya lahir Nabi Muhammad saw.

Demikian pula istri-istri Rasulullah saw mampunyai fikir agama, terutama Khadijah r.ha yang telah mengorbankan seluruh harta bendanya untuk penyebaran agama Allah swt, dan beliaulah yang selalu menghibur, mendorong suaminya untuk si`arnya Islam, sehingga kurang lebih 23 tahun Nabi berda`wah, seluruh jazirah Arab masuk Islam.

Lantas hal-hal apa saja yang Allah swt harapkan dari para wanita, ulama bagi tahu sedikitnya ada 6 hal yang Allah swt harapan ada pada diri wanita.

Pertama , Allah swt mengharapkan dari wanita adalah bagaimana setiap wanita di tuntut untuk menjadi `Alimah (wanita yang berilmu).

Pemimpin keluarga adalah suami tetapi pemimpin rumah tangga adalah istri. Ibu adalah madrasahnya anak-anak. Ibu adalah universitas terbesar bagi anak-anaknya, sikap dan cara berfikir ibu sangat besar pengaruhnya bagi anak dan penghuni rumahnya, keluarganya dan lingkungan tetangganya..

Lantas bagaimana cara wanita memiliki ilmu??? Tidak ada cara lain dengan membuat Ta’lim harian dirumah, dimana setiap anggota keluarga menyisikan waktunya setiap hari secara istiqomah tanpa kecuali berkumpul untuk melakukan ta’lim harian di rumah. Dimana setiap harinya di bacakan firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw serta kisah-kisah para sahabat Nabi saw. Dan tak lupa sekali atau dua kali dalam seminggu diadakan taklim adab-adab dan masail ( fiqh).

Suami sebagai pemimpin keluarga memberikan pengajaran tentang agama kepada keluarganya sekaligus pengontrol pembinaan keagaman di rumah, karena Ta`lim adalah perintah Allah swt dan salah satu sunnah Rasulullah saw. Ta`lim adalah roh agama. Ta`lim adalah salah satu pintu gerbang masuknya agama ke dalam rumah.

Lantas bagaimana kalau suami tidak mengerti tentang hukum-hukum dalam agama, maka disinilah tugas seorang istri untuk mendorong suaminya agar mendatangi para Ulama untuk bertanya perkara-perkara yang dianggap penting, kesalahan kita hari ini, apabila wanita tidak mengerti agama , maka wanita sendirilah yang bertanya langsung ke ustadz, pada hal yang benar adalah wanita terlebih dulu bertanya kepada suami atau mahramnya kalau suami atau mahramnya tidak mengerti maka dorong mereka untuk bertemu dan bertanya kepada para ulama. Sehingga kedudukan suami sebagai kepala keluarga tetap berwibawa, bukan malah seperti sekarang para istri sibuk mengadakan pengajian di masjid para suami berkumpul bersama rekan-rekannya melakukan hal-hal yang di larang oleh agama.

Yang kedua yang Allah swt harapan dari para wanita adalah Zahidah : hidup sederhana. Hidup sedehana adalah salah satu sunnah cara hidup Rasulullah saw. Dengan hidup sederhana hisab akan mudah dan ringan. Sederhana pakaian, makanan, perumahan, perabotan, penampilan dll. Apabila di rumah, ibu selalu disibukkan dengan urusan rumah tangga seperti mengurus anak, membersihkan rumah, memasak dll sehingga sulit untuk belajar agama dengan benar.

Yang Ketiga wanita diharapkan menjadi `Abidah : Ahli ibadah, menjaga shalat di awal waktu, dzikir pagi petang, semua pekerjaan rumah selalu diiringi dengan dzikir, istiqamah baca Al-Qur`an dan berusaha untuk selalu mengkhatamkannya, shalat-shalat sunat,puasa wajib dan puasa sunat serta gemar bersedeqah.

Yang Ke empat : Murabbiyah : Sebagai guru yang mendidik anak – anak secara Islam. sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ; Karena anak adalah amanah dari Allah swt maka pentingnya bagi seorang wanita untuk selalu memperhatikan:

Tarbiyatul adab : jaga ada-adabnya.

Tarbiyatul jasad : badan, pakaian dan makanan.

Tarbiyatul wiladhah : setelah melahirkan.

Tarbiyatul Diin : Agama,

kenalkan agama sejak anak-anak masih kecil, latih untuk selalu takut hanya kepada Allah swt, tanamkan pada anak Cinta Allah dan RasulNya, cinta saudara dll.

Kelima sebagai Khaddimah : Selalu berkhidmat untuk suami dan anak – anak dalam setiap menunaikan keperluan dan kebutuhan suami dan anak-anak serta setiap tamu yang datang ke rumah dengan ikhlas karena Allah swt.

Yang ke enam, bagaimana setiap wanita menjadi. Da`iyah : Mengajak manusia untuk selalu ta`at kepada Allah swt dan kepada Rasulullah saw dengan menanamkan iman yakin kepada kampung akhirat, dll.

Karena itu sangat penting bagi wanita untuk mempunyai pengetahuan dan fikir agama. Kita tahu bahwa kita punya tanggung jawab untuk menanamkan fikir agama kepada anak-anak kita, pembantu-pembantu kita, keluarga kita, orang-orang di sekitar kita dan siapapun yang bertemu dengan kita. Di akhirat kelak kita akan di ditanya tentang : shalat kita, puasa kita, zakat kita dan amal perbuatan lainnya.

Sebagai muslim, baik laki-laki maupun wanita mempunyai tanggung jawab da`wah, maka wanita pun akan diminta pertanggung jawabannya mengenai da`wah. Setelah nabi wafat perjuangan da`wah dilanjutkan oleh para sahabatnya dengan pengertian dan dorongan para istrinya sehingga tidak beberapa lama 2/3 belaha bumi menjadi Islam.

Demikianlah semua ini berkat pengaruh dan fikir kaum wanita. Seorang wanita sholehah lebih baik dari 70 aulia, sedangkan wanita yang akhlaknya buruk lebih jahat dari 1000 laki-laki yang jahat dan dia akan menyeret 4 laki-laki keneraka jahannam yaitu :1. suaminya, 2. Bapaknya, 3. Saudara laki-lakinya, 4. Anak laki-lakinya.

Jadi sangat perlu sekali wanita ikut ambil bagian dalam usaha da`wah ini. Agama akan sangat lambat sekali perkembangannya apabila para wanitanya tidak ikut usaha da`wah. Ibarat pedati yang mempunyai roda sebelah, maka jalannya pun akan lama atau seperti seekor burung yang sayapnya patah sebelah.

Oleh karena untuk kedepannya semoga makin banyak wanita yang sadar akan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah swt dan pengikut Rasulullah saw. Dan semoga Allah swt dengan kasih sayang-Nya memudahkan para wanita untuk melakukan hal tersebut. Amien

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

wyd Agus Taufiq Hidayat , ina, masbadar indra1082 , Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu , Deddy Aristiono Nugroho , rhainy


“Katanya Sekolah Berbasis Islam”

Oktober 9, 2008

Entah saya tidak mengerti, apakah harus tertawa atau bersedih ketika melewati salah satu sekolah mewah di kawasan pinggiran Jakarta, tertulis dengan besarnya di depan sekolah dasar tersebut yang kurang lebih berbunyi, “SEKOLAH DUA BAHASA BERBASIS ISLAM“. Kata-kata tersebut memaksa saya untuk mengamati dengan seksama melalu kaca angkot yang saya tumpangi. Terlihat sekali sekolah itu di desain dengan terencana, dan berarti harus merogoh kantung aga dalam agar anak kita bisa bersekolah disana.

Saya aga terkagum-kagum dengan bagunan sekolah tersebut, tapi rasa kekaguman saya sirna dalam sekejap mana kala melihat beberapa siswa keluar dari mobil mewah milik orang tuanya yang di gunakan untuk mengantar mereka, dimana anak-anak wanitanya berpakaian layaknya anak sekolah dasar pada umumnya yang memakai rok pendek tanpa mengenakan jilbab begitupun dengan yang prianya mengenakan celana pendek diatas dengkul . Saya tidak habis pikir dengan selogan “SEKOLAH DUA BAHASA BERBASIS ISLAM“. Dimana letak Islaminya kalau sesuatu yang prinsip dan mendasar dalam agama yaitu aurat tidak di-indah-kan oleh pihak sekolah dan tidak ditanamkan dan di perkenalkan kepada anak sedari dini.

Baca entri selengkapnya »