“Katanya Sekolah Berbasis Islam”

Entah saya tidak mengerti, apakah harus tertawa atau bersedih ketika melewati salah satu sekolah mewah di kawasan pinggiran Jakarta, tertulis dengan besarnya di depan sekolah dasar tersebut yang kurang lebih berbunyi, “SEKOLAH DUA BAHASA BERBASIS ISLAM“. Kata-kata tersebut memaksa saya untuk mengamati dengan seksama melalu kaca angkot yang saya tumpangi. Terlihat sekali sekolah itu di desain dengan terencana, dan berarti harus merogoh kantung aga dalam agar anak kita bisa bersekolah disana.

Saya aga terkagum-kagum dengan bagunan sekolah tersebut, tapi rasa kekaguman saya sirna dalam sekejap mana kala melihat beberapa siswa keluar dari mobil mewah milik orang tuanya yang di gunakan untuk mengantar mereka, dimana anak-anak wanitanya berpakaian layaknya anak sekolah dasar pada umumnya yang memakai rok pendek tanpa mengenakan jilbab begitupun dengan yang prianya mengenakan celana pendek diatas dengkul . Saya tidak habis pikir dengan selogan “SEKOLAH DUA BAHASA BERBASIS ISLAM“. Dimana letak Islaminya kalau sesuatu yang prinsip dan mendasar dalam agama yaitu aurat tidak di-indah-kan oleh pihak sekolah dan tidak ditanamkan dan di perkenalkan kepada anak sedari dini.

Dan rasanya hal-hal tersebut banyak juga terjadi pada lingkungan-lingkungan sekolah yang mengatas namakan berbasis Islam, di daerah rumah saya, ada sebuah madrasah yang memaksa saya harus geleng-geleng kepala ketika melihat siswa putrinya mengenakan seragam sekolah dengan lengan pendek dan rok pendek tetapi memakai jilbab aneh bukan, seakan secara tidak langsung pihak sekolah ingin mengajarkan dan menanamkan kepada si anak bahwa yang di namakan aurat wanita itu RAMBUT, bukan seluruh tubuhnya, makanya tidak heran ketika dewasanya banyak wanita mengenakan baju lengan pendek tetapi mengenakan jilbab keluar rumah dengan tenangnya..

Agama merupakan sesuatu yang mutlak harus di ajarkan sedari kecil, bahkan ketika si orang tua dalam “proses pembuatan” ( baca : Jima ), ada adab-adab tersendiri dalam Islam yang mengatur hal tersebut, ini di maksudkan agar si anak kelaknya menjadi anak yang sholeh, ketika sang ibu sedang mengandung pun , ada amalan-amalan yang khusus dilakukan ketika itu. Intinya pengenalan prinsip-prinsip agama sudah selayaknya di perkenalkan sedini mungkin. Agar kelaknya ketika dewasa si anak tidak lagi mengalami kesukaran dan kebingungan dalam menjalankan peraturan-peraturan yang telah di tetapkan dalam agama.

Dulu ketika kecil agama bagi saya adalah suatu keterpaksaan, karena orang tua saya mengajarkan agama secara otoriter, dan kami selaku anak tidak diperbolehkan untuk membantah.

Ketika adzan berkumandang saya harus segera pulang dan sholat di masjid dan selesai magrib saya dan Sha adik saya harus sudah berada di kamar Bunda untuk belajar membaca alqur’an yang kala itu di tangani langsung oleh bunda kami. Pukulan rotan dan gagang sapu seakan menjadi hal yang biasa saya terima. Intinya ketika itu kami tidak mengerti kenapa kami harus sholat dan mengaji, dan kenapa kami harus di pukul ketika kami tidak serius melakukan hal-hal tersebut. Walau sekarang saya dan Sha baru merasakan manfaat atas sikaf keras orang tua kami.

Tetapi biar bagaimanapun hal-hal tersebut rasanya tidak akan kami terapkan kepada anak-anak kami kelak, kami lebih memilih memberikan pengertian bukan paksaan dalam mengajarkan prinsip-prinsip dasar dalam beragama kepada anak-anak kami. Sebagai contoh pengenalan aurat kepada Azzura, Aulia dan Jagoan dirumah, sedari bayi mereka telah di biasakan mengenakan celana panjang dan tak lupa kami berpesan kepada mereka bahwa tidak ada yang boleh membuka celana mereka kecuali orang tua mereka, ini, kami lakukan untuk menghindari terjadinya kejahatan seksual yang acap kali terjadi pada masyarakat kita akhir-akhir ini.

Mereka kami beri pengertian batasan-batasan aurat bagi laki-laki dan wanita. Untuk Azzura dan Aulia sedini mungkin kami perkenalkan dengan Jilbab, kami katakan kepada mereka bahwa mereka muslim, dan mereka wanita jadi harus memakai Jilbab tentunya penyampaiannya dengan bahasa yang mudah di pahami anak-anak. Dan alhamdulillah mereka dapat mengerti bahkan Azzura dengan kesadaran sendiri meminta di belikan cadar , dan lucunya Aulia yang berusia 1,5 tahun sudah bisa mengenakan cadarnya sendiri. Begitupun dengan Jagoan seluruh celana baik celana keseharian maupun celana sekolah semuanya di bawah dengkul.

Hal-hal tersebut kami lakukan karena kami merasa agama merupakan sesuatu yang penting . lebih penting dari apa-apa yang di sinari matahari . karena apa-apa yang di sinari matahari suatu saat akan musnah , tetapi agama , sampai kapan pun tidak akan musnah bahkan berguna dan bermanfaat bagi kita di Dunia, di Kubur, di Masyar. Di Mizan sampai masuk Surganya Allah swt.

Perjalanan kehidupan seorang anak bukan hanya setahun atau dua tahun, tetapi membutuhkan rentang waktu yang panjang. Dari bayi hingga menjadi manusia dewasa yang mengenal dirinya sebagai hamba Allah dan umat Baginda Rasulullah saw.

Perjalanan untuk mencapai tujuan itu, tidak lepas dari peranan tangan-tangan mulai yang bernama orang tua. Sebuah jabatan yang bermuatan amanah yang sungguh mahal. Tanggung jawab yang tidak terbatas oleh waktu, tempat dan materi.

Tanggung jawab orang tua yang utama adalah menghantarkan putra-putri mereka ke depan pintu surga dan menyelamatkan mereka dari siksa api neraka yang begitu pedih.

Semoga Allah swt memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengemban tugas suci ini, dan mempertanggung jawabkannya kelak di akhirat.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Agus Taufiq Hidayat , sayur asem , Su’bah, sulthon, Wempi, mbak diah, fajar harguna, arifrahmanlubis, Alex, mataharicinta , ina, tren di bandung , adikhresna , arif_arif ,achoey sang khilaf

Iklan

10 Responses to “Katanya Sekolah Berbasis Islam”

  1. wyd berkata:

    yang lagi pake jilbab gaya arabian itu anaknya yah???? lucu….

    sejatinya, kita mau orang mengjormati Islam dan Muslim tapi kita sendiri malah menunjukkan betapa ga profesionalnya kita mengelola Islam dan kemusliman kita….

  2. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    mungkin di plang nya tulisannya kaya gini…. SEKOLAH BERBASIS “ISLAM?”

  3. ina berkata:

    Wah, memang kak landy baru sadar? sekarang kan banyak sekolah yang seperti itu kak! mencap sekolahnya berbasis islam tapi..menyedihkan dan menakutkan..

    Wah (lagi), dulu saya dirumah jg sempat diajari dengan perilaku hampir sama dengan Bunda-nya kak landy! kami (anak2) diwajibkan membaca Al-Qur’an di depan Ayah kami. Dan Ayah selalu mengecek sudah sejauh mana bacaan kami. Jika kami ketahuan berbohong, tak segan2 Ayah menceramahi kami panjang lebar..

    dan akhirnya sekarang saya jadi merindukan masa2 itu ^^

  4. masbadar berkata:

    pemahaman pengelola sekolah itu mungkin belum nyampe jauh ttg islam.. 🙂

  5. indra1082 berkata:

    MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    mohon Maaf Lahir dan Batin

  6. Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu berkata:

    itulah yg anda belum ketahui dari sekolah berbasis islam. bahwa ia benar benarlah islam tulen. itu baru islam.

  7. Deddy berkata:

    Wah sudah lama ngga mampir ke sini. Tetap semangat ya, mas 😉

  8. Assallamu’alaikum Wr.Wb.
    Terimakasih informasinya.
    Saat ini banyak orang yang menjual “Islam” dengan harga murah. Orang-orang ini menyebut Islam atau Muslim untuk mendapatkan uang, bukan untuk menggapai ridha Allah SWT. Lihatlah Ustadz Selebritis kita yang lebih banyak muncul di infotainment daripada di infodakwah. Lihatlah fenomana “ketik REG spasi …” untuk mendapat nasehat dari Ustadz Pecinta Dunia.
    Oleh karena itu, buat kita-kita, mari kita jauhi orang-orang yang menjual “Islam”, mari dekati dan bergabung dengan mereka yang sibuk menggapai ridha Allah SWT.
    Wassallamu’alaikum Wr.Wb.
    Untuk berbagi informasi silahkan klik “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com

  9. rhainy berkata:

    assalamu’alaikum mas Landy!!
    maaf lahir bathin ya….

  10. Rozy berkata:

    Sesungguhnya tugas kaum muslim dalam strata apapun sungguh berat…mengemban citra islam kemanapun dia melangkahkan kakinya 🙄

    Semoga Allah senantiasa menolong untuk memperbaiki dan membimbing setiap muslimin sehingga jadi asbab hidayah bagi siapapun…amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: