“Ridha Terhadapa Segala Ketentuan-Nya”

Tidak pernah ada suatu yang kebetulan yang terjadi di dunia ini baik ketika kita bertemu dengan seseorang sampai hebusan angin yang meniup sebuah ranting pohon. Kalau kita mau berfikir dan mencoba merenungi, pastinya ada pesan yang hendak Allah swt sampaikan kepada kita melalui hal-hal tersebut, tapi karena banyaknya dosa dan maksiat yang kita lakukan, terkadang “pesan-pesan“ itu tidak sampai atau tidak bisa kita cerna dengan baik.

Ketika Allah swt datangkan musibah / cobaan kepada kita maka sebagain besar dari kita akan berfikir , “Mengapa Allah swt datangkan masalah itu ke dalam hidup kita” Sebagian besar dari kita masih berfikir manakala hidup berjalan sesuai yang kita inginkan berarti Allah swt sayang kepada kita, tapi manakala tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan berarti Allah swt tidak sayang lagi kepada kita.

Padahal permasalah datang atau tidak bukanlah sebagai tanda sayang atau tidaknya Allah swt kepada kita, justru melalui masalah tersebut Allah swt ingin kita sebagai hamba-Nya makin bergantung kepada diri-Nya. Lari dari pintu-pintu makhluk hanya menuju pintu-Nya. Karena barangsiapa yang merasa hina dihadapan-Nya, maka Dia akan memuliakannya. Barang siapa yang tawadhu’ di hadapan-Nya, maka Dia akan mengangkatnya. Dialah Dzat yang memuliakan dan menghinakan. Dialah Dzat yang meninggikan dan menurunkan derajat, yang menetapkan dan memudahkan urusan. Tanpa Dia kita tidak akan mengenal-Nya.

Sering kali kita berpikir mengapa orang-orang yang menentang Allah kelihatannya malah di mudahkan segala urusannya, di beri kesehatan dan lain sebagainya, tetapi kita yang taat malahan selalu susah kehidupannya, selesai satu masalah datang masalah yang lain, seakan – akan masalah tidak kunjung selesai, dari mulai masalah anak sampai masalah pekerjaan dan kesehatan

Sering kali bahkan teramat sering kita melakukan “Protes” kepada Allah tentang segala yang terjadi kepada kita, mungkin sangat manusiawi walau hal tersebut tidak seharusnya kita lakukan terhadap-Nya. Kita tak ubahnya sebagai tokoh dalam sebuah cerita novel yang memprotes pengarangnya.

Kita seakan sering lupa dan sengaja melupakan apa yang sudah dimiliki dan justru selalu ingat tentang apa yang belum di miliki. Kita jarang memikirkan apa yang telah di peroleh, tetapi selalu memikirkan apa yang belum di peroleh.

Ketika dokter memvonis bahwa ada kista di indung telur Sha sebesar 12,5 cm dengan berat kurang lebih 5 kg, kami merasa betapa tidak adilnya Allah kepada kami, kenapa harus Sha, yang notabene tidak pernah melakukan penyimpangan dalam hidupnya.

Dunia seakan di taruh di pundak kami, apalagi ketika melihat biaya yang begitu besar untuk ukuran kami Rp. 11.500.000 juta hanya untuk operasi dan rawat inap 3 hari. Dari mana kami dapat uang sebanyak itu dalam waktu singkat!!!

Beratnya permasalahan tersebut membuat kami lupa bahwa setiap masalah datang dari-Nya dan hanya Dia yang sanggup menyelesaikan setiap permasalahan tersebut. Dalam kelemahan dan ketidak berdayaan kami berusaha membawa masalah ini pada-Nya, menangis lagi dan lagi , merengek agar Dia berkenan memandang kami, mengangkat setiap permasalahan yang kami hadapi. Kami belajar hanya bergantung pada-Nya,  bukan berarti kami menolak uluran tangan beberapa teman blogger waktu itu, melainkan kami hanya ingin menata hati kami terlebih dahulu agar tidak ada pengharapan  selain pada-Nya, kami hanya ingin belajar yakin bahwa Allah pasti akan selesaikan setiap permasalahan yang kami hadapi. Kami sekeluarga mencoba saling menguatkan, mencoba mencari hikmah di setiap keputusan dan takdir-Nya. Mencoba memahami dan menerima apapun hasilnya

Dan hasilnya, Allah swt dengan kelembutan-Nya memberikan jawaban atas segala permasalahan kami. memberikan jalan keluar yang tidak pernah sempat kami fikirkan sebelumnya. Kuncinya adalah bagaimana kita memperbaiki hubungan kita dengan-Nya, dengan begitu Allah swt akan memperbaiki hubungan kita dengan hamba-hamba-Nya dan tak lupa untuk selalu ber-Husnudzon kepada Allah swt.

Dan rasanya hal tersebut yang sekarang kembali sedang berusaha saya lakukan. Dalam beberapa bulan ini saya semakin terperosok kepada satu titik yang menyeret saya terlempar jauh dari peluang mendapatkan hidayah-Nya.

“Bukan Allah yang meninggalkan kamu , melainkan kamu yang meninggalkan-Nya” ucap seorang teman seakan memberikan petuah. Memang kalau di fikir, telah jauh saya berjalan meninggalkan-Nya. Banyak hal-hal rutin yang dulu saya lakukan sekarang teramat jarang di lakukan lagi. Sholat malam yang sudah jarang, sholat wajib yang kehilangan kekhusuannya, puasa sunah Senin-Kamis yang sudah lama tidak saya lakukan. Doa-doa sehari-hari yang kadang terlewat, amalan silaturahmi yang sudah lama saya tinggalkan dan masih banyak lagi bentuk “pembangkangan” saya pada-Nya. Sehingga pantas saja masalah dalam hidup saya tidak kunjung selesai bahkan cenderung bertambah.

Rasanya saya harus kembali fokus kepada perbaikan diri sebagai bekal di hari esok. Bayak target di tahun ini yang melenceng jauh dari harapan dan itu berarti harus lebih keras lagi saya berusaha. Saya yakin Allah swt tidak akan pernah meninggalkan saya sendiri, dan saya yakin Allah swt teramat sayang pada saya dan pastinya Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang besar untuk saya di balik semua permasalahan hidup yang sekarang saya hadapi. Semoga saja kedepannya hubungan saya dengan-Nya menjadi lebih baik, karena saya rindu memiliki semangat seperti di awal tahun 2000, dimana perubahan besar dalam hal spiritual terjadi di dalam diri saya. Semoga semangat itu akan tetap ada di diri saya. amien

Esok ataukah nanti
Ampuni semua salahku
Lindungi aku dari segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
Hamba-Mu yang slalu bertakwa
Ampuniku Ya Allah
Yang sering melupakan-Mu
Saat Kau limpahkan karunia-Mu
Dalam sunyi aku bersujud

( Afghan, Pada Mu ku bersujud )

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Iko , hanggadamai , Agus Taufiq Hidayat, diana , nurussadad

Iklan

11 Responses to “Ridha Terhadapa Segala Ketentuan-Nya”

  1. sultan berkata:

    🙂

    kenapa loe deh cuma senyum, ceilah yang mau jadi calon bapak 😉 mudah-mudahan aja wajah anak elo gak sama kaya elo bisa tersiksa de he..he..he.., doin gw ya dek biar bisa nyusul elo segera , amiennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  2. nurussadad berkata:

    Wah, kayaknya ini jadi jawaban dari komen saya yang kemarin di tulisan sebelumnya

  3. tren di bandung berkata:

    manusia tercipta dalam proses penciptaan yang dinamis. bermula dari sangat minimalis kemudian tumbuh menjadi spesialis dan maksimalis. jadi wajar kalau ada salah dalam diri manusia sebagai katalis. sehingga ia ada di posisi yang terus melakukan upgrading sampai pada tahap perfeksionis. Tuhan sendiri bagaimana prasangka hambanya persis. kalau kita berpikir baik akan diberikan yang baik dengan sedikit dramatis.
    kalau di sekeliling kita sekarang memang berasa krisis. itu hanya ujian untuk membuat kita tetap idealis. sampai saya buat artikel untuk sekedar menulis. tapi sekarang terlanjur dipablis. ya sudah kunjungi dan kasih komen plis…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/16/this-is-the-american-crisis-untuk-indonesia-menangis/

  4. Mufti AM berkata:

    Segalanya memang sudah diatur menurut qudrat dan iradatNya. Kita tak bisa berbuat apa2 kecuali hanya berdoa, berikhtiar dan mengupayakan agar keadaan menjadi lebih baik. Sedangkan manusia pasti tidak akan pernah lepas dari suatu permasalahan dalam hidupnya. Pasti ada hikmah yang ingin disampaikan Allah kepada kita atas segala sesuatu yang telah menimpa diri kita baik senang ataupun susah.

  5. Alex berkata:

    cobaan, rintangan, derita,sengsara dan bahagia adalah sebuah hidup itu sendiri.
    Apapun yg terjadi….kita harus slalu berharap pada-NYA.

    pa khabar mas Landy ??

  6. abdullah berkata:

    Ketika masalah menghampiri, seringkali kita berkata, “Ya Allah…aku mempunyai masalah yg besar” sehingga kita larut dalam masalahnya dan terlupa mencari solusi penyelesaiannya. dan kita mungkin terlupa untuk semestinya berkata, “Wahai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar”.

    Ya…Allahu Akbar !

    Dari-Nya lah diminta pertolongan dan dari-Nya lah kita menyerahkan urusan walau sekecil apapun..

    Ya Allah…

    Robb yang mengutus Sayyidina Muhammad,
    Permudah dan lapangkanlah kesulitan yg dihadapi saudara-saudaraku yg muslim dimanapun mereka berada, sehingga dengan kasih sayang-Mu Engkau berikan mereka jalan keluar terbaik menurut-Mu…amin ya Robb !

  7. tren di bandung berkata:

    islam dihadirkan ke dunia agar peradaban ini tertuntun. dimana kita berjalan atas segala sesuatu yang telah Allah susun. di lauhul mahfudz dan kemudian turun secara beruntun. membuat kehidupan ini indah seindah pagi yang masih berembun.
    tapi masalah umat ini memang bejibun. kualitas hidup kian hari kian menurun. ngga ada perbaikan walau Ramadhan datang tiap tahun. mengajak ummat untuk beragama lebih tekun. dan menjadi makhluk yang lebih santun.
    kita sebagai blogger mencoba memberikan penyadaran kepada masyarakat agar segera tertegun. bahwa Tuhan adalah tempat kembali yang harus kita ke sana segera berduyun-duyun. kita bisa menggugah dan membuat masyarakat bangun. tersadar dan segera berlari membakar semangat untuk sebergelora api unggun. hidup memang bisa menaik juga bisa menurun. tapi dendang bahagia harus tetap mengalun. ditengah kicau burung pagi dan setetes embun. atau segemuruh air terjun. atau serindang pohon rambutan di kebun.
    kalau begitu coba dinilai blog saya yang baru tiga bulan mengalun. apakah sudah baik sebagai sebuah akun?

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

  8. Cabe Rawit berkata:

    Assalaamu ‘alaikum warahmatullah.
    Bagaimana kabarnya tuan? Semoga tetaf berada dalam perlindung Allah SWT. Amin… 😀

  9. adikhresna berkata:

    Dalem banget nasehatnya. Makasih Bro

  10. atikah berkata:

    Allahu Akbar.
    Sukron atas tulisannya sangat menyentuh!!!
    Emang betul saya sendiri kadang hati masih suka spontan protes ama Allah “Ya Allah aku hambaMu yang buat dakwah kok dikasih masalah!!”

    Terlebih-lebih sewaktu suami sedang khuruj sepertinya masalah makin datang silih berganti…

    Ampuni Hamba Ya Allah. Bantu hamba agar bisa selalu ridho akan semua keputusanMu.

  11. nirma berkata:

    Bagus banget tulisannya, very touch, thanks ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: