” Teroris, Kematian dan Bekal “

ami-imam1

“ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan ( kematian ) seseorang apabila datang waktu kematiannya.” ( Qs, Al-Munafiqun : 11 )

Ketika seseorang di vonis mati oleh pengadilan maka sudah pasti kehidupan dan cara pandang dirinya terhadap dunia menjadi berubah, dia menjadi orang yang berusaha untuk mendekat kepada Allah swt sehingga dunia menjadi sesuatu yang hina dimata mereka. Padahal yang melakukan dan membuat vonis mati itu hanyalah manusia, dan pastinya orang yang mendapatkan hukuman mati masih bisa melakukan beberapa upayah hukum demi merubah keputusan tersebut.

Seminggu ini pikiran kita semua tertuju pada eksekusi kasus bom bali 1, sebagian besar kita membicarakan mereka , banyak tulisan di buat mengenai mereka , sampai-sampai seorang teman di kampus meminta saya menulis tentang hal yang sama dan jelas saja hal tersebut saya tolak.

Saya hanya merasakan keanehan terhadap apa yang terjadi dengan kebanyakan kita, kita tak ubahnya seperti hewan qurban, yang tetap santai dan tenang ketika melihat hewan yang nomornya lebih awal di sembeli, masih santai, makan dan minum seakan lupa bahwa beberapa saat kemudian giliran dirinya yang akan di sembeli.

Kita seakan lupa atau entah sengaja melupakan bahwa kita semua sesungguhnya sudah di vonis mati. Dan tidak tanggung-tangung yang memvonis mati kita bukan lagi manusia yang perkataannya terkadang bisa berubah, melainkan yang menciptakan manusia ( baca: Allah swt ) , dimana setiap keputusan-Nya adalah pasti terjadi. Kullu nafsin zaaiqotul maut, setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kematian merupakan perkara yang pasti. Kita tidak bisa menghindari kematian. Setiap yang hidup pasti akan mendapatkan giliran untuk kembali kepada Allah. Semuanya hanya persoalan waktu. Sekarang kita yang di tinggalkan, nanti kitalah yang meninggalkan. Tapi anehnya kita hari-hari terlalu disibukan mengurusi bekal” orang lain, sampai lupa mempersiapkan bekal kita sendiri.

Saudaraku, perjalanan di dunia ini hanya sebentar paling hanya 60-70 tahun setelah itu masih jauh perjalanan yang mesti kita lalui, di depan sana masih ada Kubur, Masyar, Mizan, Sirat, dan pada puncaknya hanya satu dari dua tempat yang akan kita tempati, surga atau neraka. Dan tidak sedikit orang yang gagal sehingga neraka menjadi bayarannya.

Tidak akan pernah ada yang menjamin kelak kita akan memasuki Surga atau Neraka, akankah Rahmat atau Murka-Nya yang akan kita terima, akankah Pengampunan atau Siksaan yang akan menunggu kita. Tak ada satu orang pun yang bisa menjamin hal tersebut.

Ketika kita berhadapan dengan hakim dunia, masih banyak cara yang bisa kita lakukan agar terbebas dari jeratan hukum, tapi kelak , ketika kita berdiri di pengadilan-Nya, ketika mulut di kunci , dan ketika Allah datangkan saksi dari seluruh anggota tubuh kita, tangan kita , kaki kita , mata kita maka kebohongan apakah yang kiranya dapat kita sembunyikan dari hadapan-Nya.

Saudaraku Surga berada diatasmu sedang di hias, Neraka berada dibawahmu sedang dinyalahkan, Kubur sedang digali disisimu. Mungkin kain kafan mu pun sedang ditenun, sampai kapan ke alpaan ini akan terus berlangsung?

Wahai saudaraku! Wahai orang-orang yang memiliki waktu bersama Allah, kemudian dia pergi! Wahai orang yang memiliki hati, kemudian dia berpaling! Sampai kapan pelarian ini? Tidakkah engkau takut akan mendapati kehancuran?. Wahai saudaraku demi Allah, rumah-rumah telah sepi. Orang-orang shaleh telah pergi. Ahli ibadah malam telah berangkat, malam telah menurunkan tirainya, bintang-bintang telah menyelimutinya alangkah jauhnya perjalanan dan sedikitnya bekal yang kita miliki akan kah sampai kita kepada-Nya?

Bangunlah wahai saudaraku, barangsiapa yang takut pada Allah Jala Jalalu perbanyaklah air mata dalam kesendirian semoga setelah merenung dan menangis, air mata akan diganti dengan kebaikan , dan dosa-dosa akan diringankan pada hari kebangkitan.

Kematian itu tidak jauh dari diri kita. Jaraknya hanya sejengkal. Malam terus merayap mengurangi detik-detik usia kita. Persinggahan ini hanya sebentar, sementara waktu keberangatan sudah kian dekat. Kematian pasti akan datang walaupun kita tidak akan tahu kapan waktu kedatangannya.

Saudaraku lembaran amal orang-orang sholeh di tulis dengan airmata pertaubatan mereka. Maka datanglah kepada-Nya menangis dihadapan-Nya, sesali semua dosa-dosa yang pernah kita lakukan persempit jarak dengan-Nya, raih cinta-Nya dan jangan pernah lari dari rahmat-Nya.

Wahai dunia, apakah engkau sedang berhias untuk menggodaku??? Jauh..jauh..jauh.. Tipulah selain aku…! Tipulah selain aku …! Tipulah selain aku…! Aku telah menceraikanmu dengan talak tiga, umurmu pendek, kedudukanmu rendah, pertemuanmu hina.

Ya Allah, alangkah sedikit bekal yang kami bawa untuk menempuh perjalanan pajang , sanggupkah bekal ini membawa kami kepada-Mu, kepada kecintaan-Mu, kepada keridhaan-Mu!!!

Bahan bacaan : Menghadapi Musibah Kematian karya Muhammad Al-Manjibi Al-Hanbali, Bersujud dalam Keheningan karya Abu Al-Hamidy.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Agus Taufiq Hidayat, Pakde

Iklan

4 Responses to ” Teroris, Kematian dan Bekal “

  1. Iko berkata:

    Inalillahi wa inaillahi roijiun….

    Semoga Allah mematikan kita dalam keadaan baik, husnul khotimah…. dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid. Amin.

    Perbanyak bekal yukk… om.

  2. kweklina berkata:

    salam kenal…

    Setidaknya kita mulai dari diri sendiri…untuk mencari bekal menuju jalan Ilahi…karena apapun nanti…kita yangakan mendapati dan menjalaninya.

    Perbanyak doa dan berbuat baik…perbuatan orang yang jahat…kita lihat..kalu bisa kita nesehat…tugas kita hanya begitu…melaksanakan nasehat kita atau tidak, itu adalah hak orang itu.

    Salam hangat persahabatn dariku!

  3. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    baru nyadar ane… kalo ane udah di Vonis Mati!
    Jazakumullah Khoir atas nasehatnya…

  4. wargacimahi berkata:

    kita tinggal menunggu kematian saja

    http://www.bancakan.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: