” Kemaksiatan yang tidak Disadari “

56614726

Dahulu ketika masih segelintir orang yang memeluk Islam, Rasulullah saw biasa menyampaikan khutbahnya dengan bersandar di sebatang pohon Kurma. Tapi manakala semakin banyaknya orang yang masuk Islam maka kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi saw untuk membuatkan mimbar. Nabi saw menyetujuinya dan sebuah mimbar yang terdiri dari 3 anak tangga dibangun. Ketika Nabi saw duduk di atas mimbar ini untuk berkhutbah, tiba-tiba para Sahabat mendengar batang pohon kurma yang biasa Nabi pergunakan menangis seperti anak kecil, lalu Nabi saw mendekati pohon yang sedang menangis itu dan bertanya mengapa pohon kurma itu menangis, lantas pohon tersebut menjawab; “Bagaimana aku tidak menangis ya Rasulullah, dahulu engkau gunakan aku ketika Engkau menyampaikan risalahmu, tapi sejak mimbar itu berdiri Engkau tidak menggunakan aku lagi”. Maka Rasulullah saw menenangkan pohon kurma tersebut dan berkata, “Apakah engkau tidak menginginkan menjadi pohon di surga yang akar-akarnya sampai ke sungai-sungai surga?”. Lalu seketika itu pohon kurma tersebut menjadi tenang. Nabi kemudian berkata; “Demi jiwaku ditangan-Nya, jika aku tidak memperdulikannya, maka dia akan menangis sampai hari kiamat .”

Subhanallah, saudaraku sekarang kita bisa merenung dan berpikir, Pohon Kurma yang tidak ada artinya apa-apa, yang kelak tidak di hisab oleh Allah swt begitu sedih dan risaunya manakala tidak lagi di gunakan untuk agama, tapi kita yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan di mintai pertanggung jawaban atas setiap perbuatan kita di dunia, pernahkan terpikir berapa banyak Allah swt telah gunakan kita untuk agama-Nya????. Pernahkah satu hari saja dalam hidup kita bertanya kepada diri sendiri, sejauh apa hidup kita ini telah memberi maanfaat untuk agama-Nya???.

Saudaraku , hari ini mana kala umat Islam menghadapi bencana, kita dengan begitu semangatnya membuat posko-posko untuk membantu mereka. Sadarkah kita bahwa yang selama ini kita lakukan baru sekedar menolong UMAT ISLAM, belum menolong ISLAM sebagai agama. Membantu korban bencana, mendirikan yayasan-yayasan sosial, tempat ibadah dan lain sebagainya memang tidak di pungkiri akan mendapatkan pahala tersendiri di sisi Allah swt, tapi sesungguhnya tidak cukup sampai di situ yang Allah swt inginkan, Allah swt inginkan agar kita menolong Agama-Nya bukan hanya dengan menolong Umat-Nya.

Hari ini umat tak ubahnya seperti seorang yang melukai tangannya dengan pisau kemudian berteriak meminta pertolongan, lantas kita datang menolong , membersihkan luka dan mengobati, tapi tak lama kemudian orang tersebut melukai dirinya di tempat yang lainnya, lantas kembali kita datang menolong , membersihkan luka dan mengobati setelah itu kembali lagi hal yang sama terulang dan kita kembali lagi melakukan hal yang sama, sesungguhnya apa yang kita lakukan adalah kesia-siaan belakan, seharusnya yang kita lakukan bagaimana kita menghentikan orang tersebut melukai dirinya baru masalah selesai. Hari ini keadaan umat sama halnya dengan orang tersebut, setiap ada bencana kita bersimpati membantu, tapi kita lupa akar permasalah dari bencana tersebut tidak kita hilangkan , yaitu kemaksiatan terhadap Allah swt. Selama manusia bermaksiat kepada Allah swt maka bencana akan terus ada dan tidak akan pernah kunjung selesai.

Hari ini sejauh mata kita memandang yang terlihat hanyalah lautan maksiat, pergaulan pria dan wanita yang begitu bebasnya sehingga perzinahan menjadi hal yang lumrah, orang tidak sholat lebih banyak dari yang sholat, para lelaki lebih suka sholat di rumah ketimbang berjamaah di masjid, wanita tidak menutup aurat, perselingkuhan terjadi dimana-mana bahkan menjadi hal yang biasa, Alqur’an di baca hanya pada saat acara kematian dan masih banyak kemaksiatan yang lainnya, lantas pantaskah kita masih bertanya kenapa Allah swt datangkan azab-Nya?

Dimana peran kita sebagai penerus kerja ke-Nabi-an yang berfungsi menjaga amal agama agar tetap ada di muka bumi? Hari ini orang berlomba membangun masjid, tapi mereka lupa untuk mengisinya dan mengajak orang untuk mengisinya, hari ini tidak ada lagi kerisauan di benak para pria mana kala ada anggota keluarga wanitanya tidak tutup aurat dengan sempurna, hari ini seorang bapak menganggap biasa mana kala putrinya pergi dengan pria yang bukan mukrimnya padahal hal tersebut sangat-sangat di larang oleh Agama, NAUZUBILLAH, ( Ya Allah lindungilah kami dan keturunan kami dari hal-hal seperti ini ). Kita  masih tenang-tenang saja melihat itu semua, seakan merasa itu bagian dari perubahan zaman, pada hal secara tidak sadar hari demi hari apa yang kita lakukan sekarang ini, sesungguhnya kita sedang menarik murka-Nya.

Hari ini kita begitu risaunya apabila dunia berkurang dalam kehidupan kita tetapi kita tenang-tenang dengan kondisi akhirat kita yang sudah tak berbentuk. Berapa banyak hari ini orang tidak sholat??? Padahal kalau ada satu orang saja di kampung kita melakukan kemaksiatan maka dosanya akan menimpa seluruh kampung, sekarang Tanya diri kita masing-masing berapa banyak rumah-rumah orang muslim yang tanpa maksiat??? Masih pantaskan kita bertanya mengapa Allah swt turunkan azab-Nya???? Mungkin kalau kita bukan umat Rasulullah saw pasti Allah swt sudah hancurkan kita jauh-jauh hari sama sebagaimana Allah swt hancurkan umat-umat sebelum kita.

Lantas dengan kondisi seperti ini masih pantaskah kita mengaku sebagai umat Rasulullah saw??? Masih pantaskan kita berharap dengan surga-Nya???

Saudaraku, ada tugas besar di pundak setiap orang Islam, yaitu bagaimana mereka berfikir agar amal agama tetap terpelihara di muka bumi , bagaimana agar setiap manusia yang mati membawa keyakinan yang benar terhadap Allah swt tanpa cacat sedikitpun, karena Allah swt telah lantik kita menjadi umat yang terbaik dan akan tetap menjadi umat yang terbaik dengan syarat, kita harus berdakwah, mengajak diri kita dan orang lain untuk taat kepada Allah swt.

Perbedaan umat Nabi saw dengan umat – umat sebelumnya terletak pada tugas ini, kalau kita hanya mengandalkan ibadah saja , jelas umat nabi-nabi terdahulu lebih hebat ibadahnya dari kita bahkan ada yang sujud sampai 350 tahun sehingga batu tempat dia bersujud menjadi berlubang. Jadi hanya dengan kerja dakwa umat ini akan di muliakan oleh Allah swt bukan kerja-kerja yang lain.

Ajak diri kita untuk taat kepada Allah swt, dan ajak pula keluarga kita , tetangga-tetangga kita untuk juga taat kepada Allah, berusaha semaksimal mungkin meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepada Allah swt, mulai memperbaiki keyakinan kita terhadap Allah swt, bahwa Allah swt yang Menghidupkan, yang Mematikan, yang Memberi Rezki, dan juga berusaha semaksimal mungkin merubah cara hidup kita mengikuti apa yang di contohkan oleh baginda Rasulullah saw, mulai memperbaiki kwalitas sholat kita, melaksanakan sholat sebagaimana yang di contohkan oleh Rasulullah saw, di awal waktu, dengan cara berjamaah ditempat adzan di kumandangkan ( di masjid / musholah ), kita juga datang kepada para Ulama untuk belajar ilmu-ilmu agama dan kita ajarkan keluarga kita ilmu agama yang kita dapat dari para ulama dengan cara mengadakan taklim harian di rumah, kita kumpulkan seluruh anggota keluarga kita agar selalu ingat kepada Allah swt, serta kita harus juga memuliakan saudara-saudara muslim, saling bantu membantu dalam kebaikan, tentunya semua ini diniatkan semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah swt oleh karenanya penting lagi dan lagi kita untuk selalu memperbaiki niat kita di awal kita beramal , di pertengahan kita beramal dan di akhir kita beramal. Dan yang terpenting dari semua itu kita dakwahkan dan kita wujudkan semua dalam kehidupan sehari-hari disetiap aktifitas kita agar Allah swt senantiasa membimbing kita dalam hidayah-Nya dan pada puncaknya Allah swt memberikan keridhaan-Nya kepada kita.

Ya Allah hidupkan kami sebagai orang-orang beriman, matikan kami sebagai orang yang beriman, dan masukan kami ke golongan orang-orang yang beriman. Amien,

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

rionorman , lintasmarketing , Pakde , Hasrat , erander , Agus Taufiq Hidayat , Alex , angeles roses , achoey , hanggadamai , agunk agriza , teh muti , sultan

Iklan

21 Responses to ” Kemaksiatan yang tidak Disadari “

  1. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Kapan kita mo nyadar ya…..

  2. Nimah berkata:

    kita telah diberi petunjuk Allah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar (kemaksiatan) yaitu dengan Sholat.

    Tetapi banyak yang meremehkan sholat, sehingga maksiat banyak.
    Banyak yang meremehkan orang yang mengajak untuk sholat.
    Banyak yang tidak perduli dengan saudara-daudaranya yang tidak mau sholat.

    Ibarat pasien yang diberi resep oleh dokter untuk sembuh, maka banyak pasien saat ini yang tidak mau menurut apa-apa yang dianjurkan dokter bahkan menentang. Sehingga sakitnya tidak berkurang-kurang bahkan tambah parah.

    Sayangilah orang-orang yang suka ngajak sholat, pada dasarnya ketika mereka mengajak kita sholat , sebenarnya mereka sedang menyayangi kita.

  3. rike berkata:

    Assalamualaikum,artikel ini benar2 “menohok” saya. sampai detik ini saya merasa belum ada yang saya lakukan buat Islam, sibuk dengan urusan pribadi. Bahkan islam telah banyak memberi buat saya, tapi saya belum ada mempersembahkan apapun buat Islam. Naas memang..Doakan saya supaya bisa berjuang untuk Islam, sekuat para Shahabiyah…

  4. Aini berkata:

    Ya Allah berilah rejeki i harta ,iman dan amal kepada para da’i, semoga taufik-Mu selalu menyertai mereka. Keluarkanlah mereka di jalan Mu Ya Allah Ya Ghani. Ya Allah sembuhkan lah orang-orang yang sakit imannya.

  5. abdurrahman berkata:

    Masya Allah. Allah telah berikan kita banyak nikmat, tapi kita sering melupakannya, Rasulullah berjuang habis-habisan kita malah menganggap usaha yang dilakukannya ketinggalan jaman Ampunilah dosa hamba ini Ya Allah

  6. Jauhari berkata:

    Tamparan Tercerdas yang saya terima 😦

  7. Hadirin yang dimulialan Allah, Alhamdulillah di bumi ini , masih ada orang iman. Karena asbab orang iman .Allah swt masih jaga ini ummat. Persiapkan diri kita untuk IJTIMA’ 2009 !!!!!!!!!!!!!

  8. bywahab berkata:

    aq nga bs mayak comentar 4 bln aj casss

  9. anasmubarok berkata:

    3 per hidup untuk agama 6 bln bs 4bln

  10. Mbak diah berkata:

    Assalamualaykum ya akhi

    Memang banyak mesjid yg besar nan indah, tp sepi. Dan tidak terjadi hanya di negeri kita saja, jg di negeri yg lain. mesjid lebih meriah untuk dijadikan akad dan resepsi pernikahan, dimana orang berbondong merayakan nikahnya di mesjid yg terkenal.

    Terima kasih dakwahnya ya akhi, doakan mbak bisa jg mempersembahkan sesuatu untuk islam sekalipun itu kecil.

    wassalam,
    mbak diah

  11. imam rifai berkata:

    amin.. amin.. ya rabbal alamiin..
    mohon doanya juga saudara2ku, saya merasa belum bisa memberikan apa2 kapada agama saya..
    InsyaAlloh dengan bantuan doa dari saudara2ku saya akan berusaha lebih giat lagi.. amin.

    (betapa beruntung saya mengenal saudara2..)
    wassalamualaikum..

  12. fajar harguna berkata:

    Insya Allah, saya sekeluarga niat belajar berkorban untuk Agama Islam seperti para sahabat/ sahabiah ….doakan saya ya pak…

  13. abu faura al-barzakhy berkata:

    Yaa Allah,…
    Selama ini kami sibuuuk dengan perkara yang tidak ada hubungannya dengan usaha utk agama-Mu…Ampuni kami Yaa Allah,… Pilih kami istiqomah untuk berjuang demi agama-Mu,… 4 Bulan cash ijtima’09 Yaa Allah,…

  14. ummu fathimah berkata:

    alhamdulillah…ijtima terlaksana…y Allah hantarkan swami hamba da’wah keseluruh alam….ayo abi…kluar 4bln cash…

  15. atikah berkata:

    Masya Allah ummu fathimah sebegitu josh nya he…. gimana jord kan udah siap[ nih si abi jadi nggak keluar 4 bln??

    salam ukhuwah dari masturoh riau

    atikah

  16. atikah berkata:

    Masya Allah ummu fathimah sebegitu josh nya he…. gimana jord kan udah siap nih si abi jadi nggak keluar 4 bln??

    salam ukhuwah dari masturoh riau

    atikah

  17. Abu Imam berkata:

    AllAAHUAKBAR ……

  18. ummu aura berkata:

    Teriring do’a utk -mu wahai pejuang2 Agama Alloh…
    Agar Alloh istiqomahkan engkau… mati-kan engkau dalam dakwah…

    kami rela hidup dalam kesempitan bila itu bisa membuat RosuluLLoh SAW tersenyum…

    Mudah2an Alloh pandang pengorbanan-mu… Alloh jaga kami, yg engkau tinggalkan, semata2 demi agama-NYA…

    Teruslah berjuang, berkorban dari yang ada, sampai tiada lagi…

    Alloohu Akbar

  19. Ariefhuda berkata:

    Mohon kita di beri info maroji Nya

  20. manusia bodoh berkata:

    Aslm saudara ku ariefhuda…maksudnya maroji kisah di atas?

    Akhi orang Tabligh itu geblegh…jadi baiknya antum sendiri cari itu hadist. Cobalah i’tiba dengan ulama antum Syaikh Albani beliau orang yang rajin kaji kitab2 shohih ulama terdahulu terus beliau kritisi dengan ilmunya beliau yang tanpa guru yang jelas.

    Kalo antum tertarik belajar sama hadits kebetulan ana kenal sama ustadz yang lagi ngambil S3 bidang hadits di pakistan dan sanad guru beliau sampai ke imam Bukhari dan parahnya ustadz itu aktif di Tabigh juga..geblegh kan? hehehe…dasar orang Tabligh bodoh – bodoh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: