Sebab Kemenangan Umat Islam

Desember 31, 2008

51393522

“Allah berjanji bagi orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih dan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan sebagai penguasa (pemimpin) di muka bumi sebagaimana orang-orang terdahulu telah berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menggantikan kondisi mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa, Mereka tetap beribadah kepadaKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun denganKu, Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” An Nur : 55

Pertolongan Allah swt berbanding lurus dengan ketaatan hambanya, selama hamba-Nya taat maka Allah swt akan bersamanya dan Allah swt akan menangkan umat Islam diatas musuh-musuh-nya, tapi mana kala sedikit saja kemaksiatan yang di lakukan oleh ini umat, maka Allah swt berlepas diri darinya, dan Allah akan membiarkan umat Islam menjadi bahan olok-olokan umat-umat yang lain, dan apabila Allah sudah berlepas diri dari hamba-Nya, kemana lagi gerangan hamba tersebut memperoleh perlindungan sebaik perlindungan-Nya.

Demi Allah selama umat ini tidak berhenti dari melakukan kemaksiatan, maka kehinaan dan kehancuran akan tetap terjadi setiap hari, jutaan umat muslim akan terus di bantai dan umat muslim akan terus berada di bawah kaki orang-orang kafir.

Kemenangan orang-orang kafir bukan di tentukan dari seberapa canggih senjata yang mereka miliki atau seberapa besar jumlah dan pintar pasukan mereka , melainkan Allah swt menangkan orang-orang kafir atas orang-orang muslim di akibatkan kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang muslim, begitupun sebaliknya kemenangan orang-orang muslim atas orang-orang kafir sejauh mana ketaatan orang-orang muslim kepada Allah swt.

Ketika Umar ra. telah melantik Atbah bin Ghazwan sebagai panglima perang pasukan Muslimin di dalam peperangan melawan Parsi. Pada ketika itu beliau telah memberikan perintah.

“Senantiasalah menjaga ketaqwaan sedapat-dapatnya. Berhati-hatilah menjalankan keadilan apabila memberi keputusan. Kerjakan sholat pada waktu yang ditentukan dan berzikirlah memuji Allah sebanyak-banyaknya “.

Satu ketika terdapat seorang tawanan Romawi di dalam penjagaan orang-orang Islam. Terjadi satu keadaan dimana dia telah dapat meloloskan diri dan lari. Raja Heraklius bertanya kepadanya mengenai keadaan orang-orang Islam dengan mendalamnya supaya seluruh kehidupan mereka nampak jelas dihadapannya. tawanan ini juga melaporkan perkara yang sama dan menerangkan bahwa orang-orang itu adalah ahli ibadah diwaktu malam dan kesatria (da’i) disiang harinya. Orang-orang Islam itu juga tidak mengambil sesuatu walaupun daripada Dhimmi (orang-orang kafir yang dibawah lindungan mereka) tanpa membayar harganya dan apabila mereka berjumpa, mereka memberi dan menjawab salam. Heraklius menjawab dengan cepat dan tajam bahwasanya jikalau laporan itu benar dan tepat, maka mereka akan menjadi raja-raja bagi kerajaan Heraklius.

Heraklius mempunyai jumlah tentera yang sangat banyak sedangkan jumlah orang-orang Islam sangat terbatas. Amr bin al-‘As ra. memberitahu Abu Bakar Siddiq ra. mengenai keadaan tersebut. Sebagai jawabannya Abu Bakar ra. menulis:

“Kamu orang-orang Islam tidak akan dapat dikalahkan karena jumlah yang kecil. Kamu pasti dapat dikalahkan walaupun mempunyai jumlah yang banyak melebihi jumlah musuh jikalau kamu terlibat didalam dosa-dosa”.

Al-Baihaqy mentakhrijkan dari jalan Al-Waqidy, dari Abu-Hurairah ra., dia berkata, “Aku ikut dalam perang Mu’tah. Ketika jarak antara kami dan orang-orang musyrik semakin dekat, kami bisa melihat jumlah pasukan yang amat banyak, membawa persenjataan lengkap, tameng, mengenakan pakaian sutra dan perhiasan emas. Tsabit bin Arqam ra. berkata saat melihatku membelalakkan mata, “Wahai Abu Hurairah, sepertinya engkau sedang melihat pasukan yang besar.” “Benar”, jawabku. Dia berkata, “Engkau tidak bergabung bersama kami di Badr. Kami menang saat itu bukan karena jumlah kami yang banyak”. (Al-Bidayah 4:244, Al-Ishabah 1:190)

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Wahai Anakku!! Keluarlah Di Jalan Allah swt.

Desember 31, 2008

71255976

Wahai anakku…, Aku dan Ibumu adalah hamba yang bodoh dan pendosa, yang menjadi penyebab kelahiranmu di dunia ini, Kau lahir ditengah gelombang maksiat sebagaimana Kan’an berada di zaman banjir badai yang menggenangi seluruh dunia. Ayahmu bukan Nuh as yang mampu berteriak di tengah badai besar dengan kecepatan tinggi “Wahai anakku naiklah bersama kami …Janganlah engkau menjadi orang yang kafir “ sehingga teriakannya di abadikan dalam alqur’an.

Ayahmu lemah, jika murka Allah datang, aku tak akan sanggup selamatkan diriku apalagi… selamatkan kau dan ibumu. Aku hanyalah seorang muslim biasa yang menjadi umat baginda saw, bahteraku berbeda dengan bahtera Nuh as, Bahtera yang di warisi oleh Sayyidul Ambiya Muhammad saw untuk selamatkan umatnya. Yakni kerja dakwah ala minhajin Nubuwwah. Dengan ini aku berusaha selamatkanmu juga manusia di seluruh alam. Walau tubuhku telah berlumuran dosa dan aku berada dalam kejahiliyyaan sebelumnya tapi aku meyakini jika aku jadikan dakwah maksud hidupku Allah swt akan hapus dosaku dan perbaiki amalanku.

Wahai anakku di pilihnya seseorang dalam kerja dakwah bukan karena nasab dan kepandaian, Tetapi Allah swt pilih hamba-Nya dalam kerja dakwah ini karena kerisauan yang ada di hatinya untuk umat. Nikmat terbesar umat akhir jaman ketika dia berada dalam bahtera warisan Rasulullah saw yakni terpilih dalam kerja dakwah, tetapi dunia telah menarik hati kaum muslimin sehingga terhijab dari nikmat ini , tak ada tangisan dari mata mereka ketika tak pergi taskil, tak ada kegembiraan di hati manusia ketika jaulah mendatangi manusia untuk ajak mereka kepada Allah swt.

Banyak orang meninggalkan sholat merasa dosa dan bertobat, tetapi adakah manusia yang merasa berdosa ketika tak keluar di jalan Allah untuk berdakwah??? Padahal perintah dakwah dan kisah-kisah tentang dakwah jauh lebih banyak tertera dalam alqur’an ketimbang tentang sholat. ADAKAH MUSLIM MEMIKIRKANNYA???. Sehingga wahai anakku tanggung jawabmu adalah mengingatkan manusia akan tanggung jawab mereka mengerjakan dakwah. Teriaklah wahai anakku kepada kaum muslimin “BANGKITLAH WAHAI MUSLIMIN KALIAN ADALAH NAIB RASULULLAH SAW”

Anakku… aku melihat dunia seolah di atas kepala orang-orang yang ditipunya dan membicarakan keberhasilannya, bagi dunia kau ibarat anak kecil yang tak ada harganya pukullah ia dengan tanganmu dan katakan “ KEMULIAANKU JUSTRU KETIKA KAU MENJAUH DARIKU”.

Hari ini jika umat diberitahu kerja ini, kalian akan mulia! Mereka akan cibir kamu dan tertawa terbahak-bahak.

Ulama akan berfatwa : “Kalian butuh ilmu untuk kerja ini”

Orang kaya akan berkata: “Kalian butuh duit yang banyak untuk sebarkan agama”

Orang Politik akan berkata : “Kalian butuh kursi untuk jayakan agama sehingga dapat tegakan hukum islam.

Anakku syech Yusuf rah.a bagi tahu ; Seandainya semua orang Islam sibuk keluar di jalan Allah…. Maka WALLOHI semua yang ada pada orang kafir akan di datangkan Allah swt seluruhnya kepada orang Islam, orang kafir akan menjadi khadim bagi orang Islam.”

Allahu akbar… 35 tahun yang lalu di Thailand ketika ahli dakwah lewat dengan kompor dandang yang hitam, badan kotor berdebu , sandal jepit dsb, maka para cendikiawan katakan : “Bagaimana mungkin kalian akan jayakan Islam dengan penampilan seperti ini justru kalian telah hancurkan kehormatan agama Islam.” Tapi ahli dakwah terus buat dakwah dengan istiqomah dan Allah swt tampakan hasilnya di sana, kini dakwah dikerjakan oleh Ulama-ulama, Pegawai-pegawai kerajaan, orang-orang kaya…

Baca entri selengkapnya »


Keluar di Masjid samping Gereja

Desember 29, 2008

sb10069189k-001

Sebenarnya minggu ini bukan saatnya nisob 3 hari saya, karena saya sudah “keluar” untuk islah diri pada minggu ke-2 yang lalu, tapi berhubung pada minggu ini halaqoh kami memberangkatkan 2 jamaah ( 3 hari Masturah , 3 hari Rizal ) otomatis jumlah ”personil” aga berkurang, terlebih lagi ada pelajar yang ingin keluar pada minggu ini, dan karena fikirman di halaqoh kami meminta kesediaan waktu saya untuk menemani pelajar yang baru pertama kali keluar dan juga dikarenakan tempat “keluar” jamaah 3 hari aga dekat dengan muallah saya maka saya mencoba belajar menambah “korban” saya.

Jamaah 3 hari keluar di masjid Nurul Huda tepatnya di belakang pangkalan taksi RATAX. Masjid tersebut sudah sering kali di datangi jamaah, tapi mungkin karena korban dan risau kami yang kurang maka belum ada yang ikut keluar bersama kami, hanya baru simpatisan saja yang ada. Masjid Nurul Huda memiliki kesamaan dengan hampir kebanyakan Masjid/Mushollah di Indonesia, kosong dan hanya sengelintir orang yang sholat di tempat itu, tidak lebih dari satu shaf saat waktu sholat magrib dan isya dimana pada saat-saat itu seharusnya banyak yang sholat apalagi 90% warga di tempat itu beragama Islam, dan rata-rata sudah baligh.

Yang sangat menjadi kerisauan kami, Masjid tersebut hanya berselang 2 bangunan dari gereja, bahkan kalau kita mau menengok dari jendela tempat wudhu masjid maka halaman gereja bisa terlihat jelas ( dempet dengan Masjid ). Sebenarnya dekat atau jauhnya masjid dengan tempat ibadah lain bukan masalah andai kata masyarakat sekitar memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi sangat disayangkan hal itu justru sebaliknya ini terbukti dengan kosongnya Masjid manakala sholat 5 waktu, hanya segelintir orang yang mau sholat berjamaah di masjid. Dan keadaan ini juga diperparah dengan keadaan / kawasan pemukiman masjid tersebut yang rawan banjir dan seringkali memaksa warga mengungsi ke Gereja mana kala terjadi banjir, dan juga menurut sebagian warga, gereja sering kali mangadakan acara halabihalal mengundang warga pada saat idulfitri dengan membuat acara dan biasanya di lakukan pada saat magrib, begitupun ketika natal sering di adakan acara serupa dan mengundang warga, sepertinya pihak gereja “sangat pandai” beradaptasi dengan masyarakat sekitar terbukti dengan diterimanya keberadaan mereka oleh warga, walau kita tidak dapat menutup kemungkinan ada ‘misi-misi’ dibalik kebaikan tersebut, tapi kita tak bisa menyalahkan begitu saja pihak Gereja, karena pada dasarnya yang harus di salahkan diri kita ( kaum muslimin ) yang tidak mau ambil peduli dan masih sibuk dengan memikirkan diri sendiri dan terkadang acuh tak acuh dengan keadaan agama di dirinya maupun lingkungannya.

Jaulah hari ke-3 kami mengunjungi kawasan pemulung yang letaknya berseberangan dengan gereja, kawasan yang amat rawan karena sering kali kemiskinan di jadikan alasan untuk merubah “keyakinan”.

Ada sekitar kurang lebih 40 kepala keluarga yang menghuni kawasan itu yang kesemuanya beragama Islam, tetapi amat disayangkan walaupun hanya beberapa meter jaraknya dari masjid , hampir kesemua yang menghuni kawasan pemulung tidak pernah menginjakan kakinya di Masjid, sesuatu yang seharusnya sangat patut menjadi kerisauan dan pikir kita.

Jaulah hari terakhir itu kita gunakan untuk sepenuhnya mengunjungi para penghuni di kawasan pemulung. Kotor , bau , aga lembab, timbunan sampah yang menggunung sudah menjadi pemandangan yang biasa untuk kawasan itu dan hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang menjadi persoalan bagi kami saat berkunjung, yang menjadi persoalan besar bagi kami dan juga merupakan kerisauan adalah hampir 100% penghuni kawasan tersebut tidak melaksanakan sholat walau secara jelas tertulis di KTP mereka beragama Islam. Sedih dan hancur rasanya hati kami, ini menjadi PR besar bagi kami untuk lagi dan lagi meningkatkan korban agar menjadikan dakwah maksud hidup.

Bayangkan saja hampir sebagian besar waktu mereka habiskan untuk mengejar dunia, dari pagi sampai malam yang mereka pikirkan bagaimana mendapatkan barang-barang bekas yang bisa di jual untuk menghasilkan uang guna menopang keseharian perekonomian mereka walau untuk itu mereka harus meninggalkan perintah Allah swt. Dan yang kadang membuat saya dan beberapa rekan miris , sering kali kami dapati kebanyakan dari mereka dulunya didaerah adalah santri-santri yang mondok di pesantren yang pada dasarnya mengerti perintah agama, tapi sayangnya kadang kala sesuatu yang berhubungan dengan perut dan di bawah perut seringkali lebih kuat dari norma-norma agama tersebut. Sehingga meninggalkan perintah agama bukan masalah asalkan perut terganjal tidak kelaparan. Ironis bukan !!!

Baca entri selengkapnya »


Takazah Jakarta Untuk Periode Januari – April 2009

Desember 25, 2008

77163307

Kamis 25 Desember ‘ 08 saya dan 2 orang dari halaqoh kami ( Pesanggrahan ) berkesempatan hadir pada musyawarah 2 bulanan Jakarta di Masjid Jami Kebun Jeruk Jakarta Pusat ,

Agenda Musyawarah terdiri dari , targib ( Ustadz Najib ), Pembentangan Takazah ( Tim Taskil Markaz ), Mudzakarah kerja untuk suksesnya Ijtima Juli ‘ 09 ( Pak Jajang ), Pesan-pesan dan penutup ( Pak Cecep Firdaus )

Banyak hal yang di bahas di sana, terutama keputusan-keputusan yang berhubungan dengan bagaimana agar ijtima juli’09 dapat sukses terlaksana, tanda suksesnya ijtima bukan pada banyaknya yang hadir, melainkan target yang telah ditetapkan yakni 13.280 jamaah 4 bulan dan 40 hari dapat terlaksana dan bagaimana semua umat Islam khususnya yang berada di DKI Jakarta dapat hadir pada saat Ijtima nanti, dan itu berarti kerja besar ada di pundak-pundak kita, Masyech katakan “Hendaknya ada sebagian orang yang sejak di putus diadakan ijtima juli’09 sampai saat ijtima berlangsung hanya mempunyai satu pikir saja yakni berpikir bagaimana ijtima dapat terlaksana dengan baik, setiap detik yang di pikirkan hanya perkara ijtima, bagaimana target mengeluarkan jamaah bisa terlaksana dan bagaimana menghadirkan sebanyak mungkin orang pada saat ijtima , Insya Allah kalau ada orang-orang yang mempunyai pikir seperti ini maka Allah swt akan penuhi semua hajad baik yang menjadi “MAKSUD” maupun “KEPERLUAN” ijtima juli ’09. “

Rasanya kita harus lagi dan lagi beristighfar dan sholat tobat karena belum menjadikan dakwah menjadi maksud hidup, ini terbukti dengan tidak terpenuhinya beberapa takazah untuk DKI Jakarta yang sudah di tetapkan untuk periode 4 bulan yang lalu ( Agustus – Desember ‘ 08 )

Berhubung alat perekam saya sedang ada masalah , jadi saya menulisnya dengan manual, oleh karena keterbatasan ingatan dan pendengaran saya serta banyaknya dosa dan ketidak sungguhan dan ketawajuan saya pada saat musyawarah, maka saya mohon di bukakan pintu maaf mana kala saya salah menulis beberapa takazah yang tidak terpenuhi oleh DKI Jakarta, saya tuliskan postingan ini agar menjadi bahan renungan dan pikir saya sekeluarga serta saudara-saudara sekalian yang kiranya masih ada rasa kepedulian terhadap umat. Dan semoaga Allah swt maaf kan ketidak sungguhan kita dan menjadi kan kita asbab hidayah untuk umat seluruh alam dan matikan kita dalam dakwah amien.

Beberapa takazah yang terpenuhi dan tidak terpenuhi tersebut diantaranya:

Target Agustus – Desember ‘08

Masa Keluar = Target = Terealisasi

1 Tahun Ulama = 10 orang = 1 orang

4 Bln IPB = 10 Jamaah = 9 Jamaah

Negeri Jauh = 3 Jamaah = 1 Jamaah

4 Bln Dlm Negeri = 159 Jamaah = 175 Jamaah

4 Bln Jalan Kaki = 40 Jamaah = 8 Jamaah

40 Hari = 104 Jamaah = 102 Jamaah

Masturah IP = 1 Pasang = 1 Pasang

Masturah 40 Hari = 1 Pasang = 3 Pasang

Masturah 15 Hari = 20 Jamaah = 24 Jamaah

Masturah 3 Hari = 131 Jamaah = 175 Jamaah

Takazah antar daerah yang belum terpenuhi DKI Jakarta untuk priode Agustus – Desember ’08 ( Aceh, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung ).

Insya Allah mengenai Mudzakarah pelaksanaan bagaimana pencapaian target pengeluaran Jamaah untuk ijtima ’09 serta tertib kerja dapat di tanyakan kepada halaqoh-halaqoh masing-masing, dan untuk lebih jelasnya, saudara-saudara bisa datang setiap senin malam hadir musyawarah Jakarta mingguan supaya dengar secara langsung arahan dari orang tua kita di markaz , karena Allah swt tidak akan memberi kepahaman atas usaha ini mana kala hanya dari tulisan-tulisan tanpa mau bergerak menyisikan waktu dan tenaga untuk jumpa para orang tua kita di markaz , karena usaha dakwah ini bukan apa yang anda dengar dan lihat melainkan apa yang sudah di putusan dan di arahkan para orang tua kita di markaz. Agama akan wujud HANYA dengan korban lagi dan lagi di jalan Allah swt bukan melalui tulisan-tulisan dan dengar bayan-bayan yang hebat-hebat.

Demi suksesnya ijtima maka kita libatkan seluruh anggota keluarga kita untuk meningkatkan amalan, Banyak gerak untuk jumpa umat , doa , menangis kepada Allah swt , perbanyak sholat malam, perbanyak sholat tobat, perbanyak sedekah, perbanyak baca Alqur’an, perbanyak puasa-puasa sunah, serta kita beritahu istri-istri dan anak-anak wanita kita untuk puasa pada 3 hari saat ijtima.

Insya Allah semoga Allah memberikan kita kepahaman terhadap usaha dakwah ini , dan semoga Allah swt catat nama-nama kita dalam 13.280 rombongan tersebut dan matikan kita dalam kerja dakwah.

Note : Dibawah ini adalah  takazah DKI Jakarta untuk periode 4 bulan ke depan ( Januari – April ‘ 09 ) dan halaqoh kami mengambil takazah Bali dan Sumbar, doa kan semoga hal tersebut bisa terpenuhi

scan


Menuju Ke Selain Allah swt

Desember 24, 2008

81726341

Kalau kita mau merenung sejenak, maka kita akan menyadari bahwa saat ini banyak dari manusia termasuk kita sedang berjalan ke arah yang salah, berjalan menuju ke selain Allah swt, hari ini kita semua berlomba-lomba untuk sebanyak mungkin mencari dan mengambil manfaat dari matahari, tanah, bahan tambang , udara dsb, Hari ini kita teramat yakin kalau dengan mendapatkan semua hal tersebut maka hidup kita akan bahagia, pada hal kebahagian dan ketidak bahagian hanya ada dalam genggaman Allah swt dan Allah swt telah letakan semua itu dalam agama yang sempurna. Tapi sayangnya tak satu pun dari kita yang bersungguh-sungguh untuk mencoba mengambil manfaat dari kazanah-Nya.

Demi untuk memperoleh manfaat dari benda-banda tersebut kita sampai-sampai melupakan tujuan utama kita di dunia. Kita lupa bahwa kita berasal dari tempat yang suci ( surga ) dan kelak harus kembali ke tempat yang suci pula ( surga ), sayangnya dunia telah menipu sebagian besar dari kita. Yang seharusnya Allah swt hantar kita ke dunia untuk bekal menuju surga-Nya kini malah terbalik kita merasa dunia adalah tujuan kita.

Kalau kita mau belajar dari sejarah, sesungguhnya Allah swt pun telah hantar ribuan manusia sebelum kita , dan hanya ada dua golongan saja , golongan yang pertama orang-orang yang sungguh-sungguh berusaha memperoleh manfaat dari kazanah Allah swt ( Nabi dan para pengikutnya ) dan yang kedua adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh berusaha memperolah manfaat dari selain Allah swt ( Fir’aun, Hamman , Qorun dll ). Dan hasilnya pun sudah jelas, orang-orang yang bersungguh-sungguh mengambil manfaat dari Allah swt maka surga tempat kembalinya, begitupun sebaliknya orang-orang yang mencoba mengambil manfaat dari selain-Nya maka neraka tempat kembalinya.

Sesungguhnya tempat untuk menyempurnakan jasad manusia itu adanya di alam rahim bukan di alam dunia sedangkan dunia adalah tempat untuk menyempurnakan amal dan akhirat kelak tempat untuk balasan dari semua amal. Tapi sayangnya kita hari-hari disibukan bagaimana menyempurnakan keperluan jasad kita sehingga lupa untuk menyempurnakan keperluan akhirat kita , orang-orang berlomba-lomba mengadakan pembangunan disana-sini demi memudahkan mereka hidup di alam dunia, tapi mereka lupa untuk bersungguh-sungguh membangun amal agama agar mudah kehidupan akhirat mereka.

Hari ini orang rela meninggalan anak istrinya demi mendapatkan dunia, tapi orang menjadi begitu resah mana kala di tinggal untuk keperluan agama mereka. Di tambah lagi para “ahli fatwa” dengan mudahnya mengeluarkan fatwa HARAM kalau ada suami yang meninggalkan anak istrinya demi “belajar berdakwah” , tapi menjadi diam manakalah ada suami yang bertahun-tahun meninggalkan istrinya demi mengejar materi di negeri orang. Sungguh ironis memang tapi begitulah kenyataannya.

Agama dan amal agama sudah amat jauh tertinggal , ilmu dan amal sudah sangat langka di temui yang ada hanyalah orang yang baru tahu sedikit tentang ilmu agama sudah berkoar-koar tentang perkara halal dan haram, semua perkara di bilang bid’ah, sesat, bahkan dari mulut mereka dengan mudahnya memvonis kafir kepada sesama pekerja agama, tapi anehnya mana kala mereka melihat saudara muslim mereka tidak sholat, tidak tutup aurat, tidak puasa di bulan ramdhan mereka sepertinya tutup mata, sedangkan ketika ada orang yang mencoba peduli dengan hal-hal tersebut maka mereka mulai bergeliat dan mulai dari mulut-mulut mereka mengeluarkan fatwa-fatwanya. Sungguh sangat-sangat menyedihkan, semoga saja Allah swt ampuni kita semua sebelum kita mati.

Baca entri selengkapnya »


Korban Lagi dan Lagi Sampai Tiada Lagi

Desember 22, 2008

200421850-001

Sesungguhnya Allah swt mengiginkan kita untuk mengamalkan dan berkorban dalam agama sampai batas yang kita MAMPU bukan sampai batas yang kita MAU maksudnya, Allah swt mengiginkan kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk agama. Sebagai mana yang Nabi saw dan para sahabatnya buat.

Tentu kita masih ingat tentang kisah salah satu sahabat Nabi yang demi menjamu tamunya rela anak dan istrinya kelaparan semalaman, sampai-sampai Allah swt puji sifat mereka dalam alqur’an. Kenapa sahabat Nabi rela melakukan hal seperti itu? Tidak lain dan bukan karena diri dan keluarganya paham bahwa yang Allah swt inginkan dari mereka adalah mengamalkan agama sampai titik KEMAMPUAN dan mereka merasa bahwa mereka masih mampu untuk menahan lapar sampai keesokan harinya sehingga seluruh makanan yang ada mereka berikan semuanya demi memuliakan tamunya, sama halnya dengan kisah Ali ra dan Fatimah r.ha yang di ceritakan pada kisah ke-43 dalam kitab Fadilah Sedekah karya Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandalawai rah.a dimana disana di ceritakan ketika Hasan dan Husein ra jatuh sakit maka Ali dan Fatimah r.a bernadzar bahwa setelah putera-putera mereka sembuh mereka akan berpuasa selama 3 hari sebagai tanda bersyukur. Singkat cerita Hasan dan Husein sembuh maka Ali ra. dan Fatimah r.ha mulai berpuasa ketika itu tidak ada makanan dirumah mereka juga tidak ada uang untuk berbuka dan sahur maka Ali ra menemui seorang Yahudi yang bernama Sham’un, Ali ra pulang kerumah dengan membawa bulu domba untuk dipintal menjadi benang sebagai imbalannya orang Yahudi tersebut berjanji akan memberikan 3 sha gandum.

Pada hari pertama puasa Fatimah r.ha dapat memintal sepertiga karung bulu domba dan orang Yahudi tersebut memberi imbalan 1 sha gandum. Fatimah menggiling gandum tersebut dan membuatnya menjadi 5 buah roti yang akan di makan untuk berbuka ( Ali ra, Fatimah r.ha, Hasan ra, Husein ra dan Fizzah pelayan mereka ) . Ketika mereka hendak berbuka puasa setelah seharian lelah berkerja maka tiba-tiba terdengar suara seorang pengemis di luar dan berkata, “ Wahai keluarga Rasulullah saw, saya adalah pengemis miskin, berikanlah saya sesuatu untuk dimakan. Semoga Alah swt memberikanmu makanan yang lezat di surga-Nya.” Maka Ali r.a tidak jadi memakan roti tersebut dan kemudian berunding dengan Fatimah yang akhirnya kelima roti tersebut di berikan kepada pengemis. Begitu seterusnya sampai hari ketiga, setiap mereka akan memasukan roti kemulut maka selalu ada orang yang mengetuk pintu mereka untuk meminta sedekah. Dan selama 3 hari Ali dan keluarganya tidak memakan sesuatu apapun selain hanya minum saja dan pada hari ke-4 nya mereka menjumpai Rasulullah saw karena mereka sudah tidak dapat lagi menahan lapar. Dari kisah ini dapat tarik kesimpulan bahwa Ali ra memberikan Roti sampai 3 hari kepada orang yang meminta di luar sana walau tak ada makanan sama sekali untuk dimakan karena mereka merasa bahwa mereka harus mengamalkan agama sebatas yang mereka MAMPU dan mereka merasa mampu menahan lapar dari hari pertama sampai ke tiga untuk berkorban demi agama.

Baca entri selengkapnya »


Berbagi Risau dan Fikir

Desember 18, 2008

200450318-002

Rasulullah saw bersabda: “Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan Islam; dan apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu; dan apabila umatku saling mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.”

Sungguh menyedihkan mana kala melihat fenomena yang terjadi dikalangan umat Islam itu sendiri, dimana kelompok yang satu dengan kelompok yang lain saling menghujat, saling merasa menang sendiri bahkan yang terparah saling mengkafirkan, seolah-olah merasa diri dan kelompoknyalah yang paling benar sedangkan kelompok yang lain salah. Dan imbas dari perselisihan tersebut adalah semakin jauhnya masyarakat dengan agama, semakin berjaraknya masyarakat awam dengan para aktifis keagamaan, seakan ada fobia di kalangan masyarakat umum dengan para aktifis keagamaan, yang mengakibatkan masyarakat sudah tidak lagi ambil peduli dengan kwalitas keberagamaan mereka..

Andai saja kita semua mau merenung dan meluangkan waktu barang sedikit untuk melihat kondisi umat di sekitar lingkungan tempat tinggal kita dari dekat, maka pasti-nya kita akan tercengang bahkan nyaris mati berdiri melihat umat betul-betul telah jauh dari agama.

Banyak sekali dari mereka yang sudah bertahun-tahun tidak melaksanakan sholat bahkan pada saat ramadhanpun mereka tidak menjalankan ibadah puasa, perzinahan yang merajalela dan sudah dianggap hal yang biasa, bahkan hamil di luar nikahpun dianggap suatu yang biasa-biasa pula, semua ini terjadi bukan hanya di lingkungan kita, mungkin barangkali terjadi juga di keluarga kita dan menimpa orang-orang terdekat kita.

Hal-hal ini terjadi tidak lain karena telah melencengnya misi dan visi para aktifis agama, dimana yang seharusnya berorentasi akhirat sudah berubah kepada hal-hal yang berbau dunia, dakwah sudah di kotori dengan ambisi pribadi dan golongan. Masyarakat yang seharusnya di jadikan objek dakwah kini tak ubahnya hanya di jadikan objek untuk memuluskan langkah untuk mendapatkan kekuasaan, sehingga mengakibatkan pengajaran dan pembinaan agama umat menjadi terlantar.

Sering kali kita terlalu sibuk berdebab hal yang tidak begitu penting di forum-forum diskusi baik di dunia maya maupun dunia nyata padahal berjuta-juta manusia mati dalam keadaan tidak membawa iman setiap harinya, kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi kalau seseorang mati tidak membawa iman, azab Allah swt telah menunggu mereka di Kubur, Masyar, Mizan, Syirat bahkan yang terparah Allah swt akan masukan orang tersebut kedalam Neraka-Nya entah untuk berapa lama hanya Allah swt sendiri yang tahu.

Baca entri selengkapnya »