” Kaum yang di-Ridhai “

200421848-001

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu… Bismillaahirrohmaanirrohiim

“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Hasyr: 9)

Mereka hidup sejaman dengan Rasulullah saw, mereka yang memberikan naungan ketika tidak ada satu pun manusia yang rela memberikan naungan kepada Rasulullah saw, Mereka orang-orang yang datang dan mendengarkan apa yang Rasulullah saw sampaikan ketika tak satu orang pun kabila yang mau mendengar, Mereka adalah orang-orang yang membenarkan dakwah Rasulullah saw ketika yang lain mendustakan, mereka ada ketika begitu besar penghinaan dan siksaan yang dilancarkan kaum kafir quraisy terhadap Rasulullah saw dan para pengikutnya.

Bahkan mereka ada pada saat perang Hunain dimana para munafikun lari meninggalkan Rasulullah saw seorang diri. Mereka rela memberikan apa yang terbaik yang mereka punya untuk Rasulullah saw dan para pengikutnya, mereka rela memberikan harta-harta mereka bahkan nyawa mereka sekalipun demi tegaknya Agama. Mereka rela menanggung kelaparan dan penderitaan dalam agama, mereka adalah yang terdepan dalam membawa agama, Iman mereka teruji di berbagai keadaan, saat lapar, saat kenyang, saat panas, saat dingin, saat susah, saat sendiri mereka selalu ada di samping Rasulullah saw, mereka menjadi penghibur bagi Rasulullah saw, mereka kaum Anshar, kaum yang Rasulullah saw sabdakan akan memasukin surga terlebih dahulu sebelum kaum-kaum yang lain memasukinya. Kaum yang Rasulullah saw berdoa keselamatan untuk mereka , keturunan mereka bahkan tetangga-tetangga mereka. Kaum yang apabila melewati suatu lembah maka pasti Rasulullah akan mengikutinya, kaum yang Allah dan Rasul-Nya Ridha atas harta-harta dan diri mereka.

Ketaatan dan kecintaan mereka terhadap Rasulullah saw tak harus di pertanyakan lagi, banyak kisah tentang hal tersebut yang semakin kita baca kisah tentang mereka , semakin tidak ada apa-apanya kita di hadapan Allah swt, masih banyak kekurangan kita dibandingkan kaum Anshar dalam memperjuangkan agama. Mereka tidak memperdulikan lagi jiwa dan diri mereka bahkan mereka tidak mengharapkan harta benda dunia.

Wahai manusia lupakah kalian tentang perang hunain dimana semua orang lari tunggang langgang dan membiarkan Rasulullah saw terkepung seorang diri. Sehingga beliau saw menyeruh pada dua arah yang berbeda ; “Wahai kaum Anshar!” maka kaum Anshar menjawab “Labbaik ya Rasulullah, bergembiralah kami bersama-mu”.

Dan ketika perang selesai dan harta rampasan di bagikan, tak ada satu orang pun dari kalangan Anshor yang menerima harta rampasan perang tersebut. Sehingga sisi manusia dari mereka timbul. Ada rasa kekecewaan dihati mereka seolah-olah Rasulullah saw menomor dua kan mereka, Pada hal setiap ada Takazah agama ( seruan untuk membela agama ) pasti kaum Anshar yang paling terdepan dalam menyambut seruan itu. Sehingga sebagian dari mereka berkata ; “ Ketika datang kesusahan, maka kami yang di panggil dan ketika pembagian harta rampasan maka di bagikan kepada orang yang lain “. Untuk perkara ini maka Rasulullah saw mengumpulkan kaum Anshar dalam satu tenda dan berkutbah sambil berdiri yang diantara sabdanya antara lain ; Wahai kaum Anshar! Demi Allah!, Seandainya kamu mengatakan kepadaku, Bukankah kamu ( Rasulullah saw ) dahulu datang sebagai orang yang terusir, kemudian kami merawatmu. Bukankah kamu dahulu orang yang miskin, kemudian kami yang menolongmu. Bukankah kamu dahulu orang yang ketakutan, kemudian kami melindungimu. Bukankah kamu dahulu orang yang hina, kemudian kami membelamu? Demi Allah! Jika kamu berkata demikian pasti aku katakan benar apa yang kamu sebutkan itu.” Lalu beliau saw bersabda lagi,”Wahai kaum Anshar apakah kamu merasa iri hati dengan kekayaan duniawi yang sedikit yang telah kami berikan kepada orang yang baru masuk Islam untuk menarik hati mereka? Wahai kaum Anshar tidakkah kamu merasa senang apabila semua orang pulang kerumah dengan membawa binatang ternak, sedangkan kalian pulang kerumah dengan membawa Nabimu?” Beliau saw bersabda lagi, “Wahai kaum Anshar! Demi Allah! Apabila orang-orang berjalan di suatu lembah sedangkan kalian berjalan di lembah yang lain, maka aku pasti akan berjalan bersama kalian.. Demi Allah kalau bukan karena hijrah maka aku termasuk salah seorang dari kaum Anshar”. Setelah itu Rasulullah saw berdoa, “ Ya Allah rahmatilah kaum Anshar berserta anak cucu mereka”.

Setelah mereka mendengar kutbah Rasulullah saw maka mereka semua menangis sampai janggut-janggut mereka basah, dan Rasulullah saw pun menangis.

Kaum Muhajirin pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Wahai Rasulullah, kami belum pernah mendatangi kaum yang sedermawan dan begitu setia kawan melebihi kaum Anshar. Mereka telah mencukupi kebutuhan hidup kami dan mengikut sertakan kami dalam setiap kegembiraan mereka. Karena itu, kami khawatir semua pahala Allah akan jatuh kepada mereka.” Rasulullah saw. bersabda, “Tidak. Niscaya kalian akan memperoleh pahala dari Allah, yaitu selama kalian tetap memuji kebaikan mereka dan mendoakan mereka kepada Allah.”

Wahai kaum Anshar, begitu beruntungnya hidup kalian, begitu indahnya hubungan antara diri kalian dengan Rasulullah saw, begitu mulianya cara kalian menghormati kaum Muhajirin, wahai kaum Anshar sangat sulit bagi kami menyamai kalian, semoga Allah swt pertemukan kita kelak di surga-Nya.

“Ya Allah! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami, dan janganlah Engkau biarkan didalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang beriman, wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Ya Allah! , pertemukan kami kelak dengan Saudara-saudara kami kaum Muhajirin dan Anshar. Ya Allah Mudahkan langkah-langkah kami untuk mengikuti jejak mereka , amien.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Rozy , rkn2003

6 Balasan ke ” Kaum yang di-Ridhai “

  1. Agus Taufiq Hidayat mengatakan:

    Aamiin…

  2. hmcahyo mengatakan:

    wah pertama🙂 salam aja mas🙂

  3. Fajar Harguna mengatakan:

    Ya Allah, semoga kita bisa ikut jejak langkah dan meniru kaum Anshor dan Muhajirin…… sehingga bisa jumpa para Sahabat Radiallahuanhum kelak di surga-Nya… Mantasabbaha biqoumin fahuwa minhum…siapa yang meniru2 suatu kaum maka akan digolongkan seperti kaum tersebut.

  4. Rozy mengatakan:

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad, wa alihi wa shohbihi wasallim…

    rindunya kami padamu ya Rosul… 😥

  5. Rindu mengatakan:

    Semoga saya termasuk perempuan pilihan ALLAH untuk dirhidoi …

  6. omiyan mengatakan:

    dan semoga kita termasuk umat yang selalu dirindukan oleh Rasul…Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: