“ Melupakan Dakwah “

83154237

Ketika agama hanya sampai di mulut, maka sudah pasti hanya akan menjadi bahan perdebatan tanpa amal, setiap orang merasa dirinya paling benar, saling menghujat dan merasa diri atau kelompoknya ahli surga dan orang-orang di luar kelompoknya menjadi ahli neraka, begitupun ketika agama hanya di letakan di otak, maka kita cenderung untuk mengotak-atik agama seakan merasa diri lebih hebat dari Tuhan, seolah-olah ingin berkata bahwa Tuhan tidak mengerti perkembangan zaman, NAUZUBILAH MINZALIK semoga Allah swt memberikan hidayah-Nya, kalau pun sampai tidak mendapatkan hidayah semoga Allah swt hancurkan orang-orang tersebut seperti Allah swt hancurkan umat-umat terdahulu.

Lantas dimanakah seharusnya kita meletakan Agama? tidak lain dan tidak bukan kita seharusnya meletakan agama di hati kita. Agar kita menjalankan agama dengan penuh kehati-hatian sebagaimana Rasulullah saw dan para sahabatnya menjalankan agama.

Sesungguhnya tidak ada yang paling penting baik di dunia yang sementara maupun kelak di akhirat yang selama-lamanya selain perkara Agama. Sesuatu akan ada nilainya jika di sandarkan kepada agama. Sebuah karpet seberapapun mahal dan indahnya kalau tidak di sandarkan kepada agama , maka tak ubahnya seperti hamparan yang siapa saja boleh menginjaknya, hatta di letakan di hotel mewah sekalipun, tapi mana kala karpet tersebut di sandarkan kepada agama, maka tak sembarang orang boleh menginjaknya selain orang-orang yang suci dari najis seperti karpet-karpet musholah / masjid, begitupun dengan kertas, manakala kertas di sandarkan kepada Agama , maka kertas tersebut akan memiliki nilai tinggi contohnya kertas yang ditulis ayat-ayat alqur’an, maka kertas tersebut akan di letakan di tempat yang tinggi , membacanya pun dengan menggunakan adab coba bandingkan dengan kertas Koran , sehari di baca besoknya sudah jadi pembungkus.

Begitu juga dengan manusia, manakala ada agama di dirinya maka kemuliaan yang akan dirinya terima baik di dunia yang sementara maupun di akhirat yang selama-lamanya.

Suadaraku , ketika suatu benda sudah tak terpakai lagi maka hanya ada 2 hal yang akan terjadi, yang pertama benda itu akan hancur oleh waktu atau benda tersebut akan di daur ulang menjadi benda yang lain. Manusia pun tak ubahnya seperti benda. Ketika manusia tak digunakan lagi untuk agama maka hanya ada dua pilihan, Allah swt hancurkan atau Allah swt abaikan dirinya dalam kubangan maksiat dan kelak diakhirat baru Allah swt masukan dirinya kedalam neraka.

Saudaraku , agama tak hanya cukup di perdebatkan dan di seminarkan tapi perlu di dakwahkan, di bicarakan sehari-hari, jumpa manusia sampaikan kemaha Kuasaan Allah, ke Hebatan Allah, bahwa Allah yang Menghidupkan, yang Mematikan, yang Memberi Rizki, yang memberi Manfaat dan Mudarat, semua makhluk berhajad kepada Allah swt sedangkan Allah swt tidak berhajad kepada makhluk. Lagi dan lagi sampai tiada lagi, hari demi hari sampai tiada hari kecuali kita membicarakan tentang kebesaran Allah , kita bicarakan berita-berita akhirat , sesuatu yang pasti dan akan terjadi, sesuatu yang ada di atas langit dan di bawa bumi sesuatu yang pasti suatu saat kita akan lewati, hanya dengan membicara perkara-perkara akhirat iman kita akan meningkat, hanya dengan mendakwahkan agama hidayah akan tersebar.

Islam tidak akan hidup hanya dengan pemerintahan , Islam hanya akan hidup dengan dakwah, dan hidayah akan tersebar sejauh mana kita mendakwahkan agama. Setiap orang Islam tanpa kecuali harus buat dakwah, karena hal itu pula yang dahulu Rasulullah saw dan para sahabatnya buat. Tidak seluruh sahabat Nabi Alim ( ahli Ilmu ), Tidak seluruh sahabat Nabi Hafiz ( hafal alqur’an) TAPI seluruh sahabat nabi Da’i. sejak mereka memeluk Islam, maka sejak itu juga mereka sadar, ada tugas besar yang harus mereka emban, bagaimana menghantar umat selamat dari azab Allah dan masuk ke surga-Nya.

Hari ini banyak sekali ahli-ahli dalam banyak bidang tapi sangat di sayangkan, hari ini sangat sulit dicari orang-orang yang ahli masjid, dimana hati dan pikirannya selalu terpaut kepada masjid, berpikir bagaimana setiap masjid di muka bumi hidup amalan sebagai mana masjid pada jaman Rasulullah saw.

Hari ini sebagian besar manusia sedang menuju kepada neraka-Nya, mereka sudah teramat jauh dari agama, masjid kehilangan peminatnya, tapi sayangnya kita masih diam duduk menyaksikan kehancuran umat tanpa mau berpikir dan ambil peduli. Umat sudah kehilangan kehebatannya, dahulu siapa yang tidak mengenal, Abu Bakr ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Alī bin Abī ThÄ lib tapi sekarang kemana kehebatan yang dulu ada pada diri umat, hilang berganti dengan menggunungnya kemaksiatan yang mereka lakukan. Apakah kita tidak kasihan beribu-ribu orang mati setiap harinya tanpa membawa iman dan itu berarti azab Allah swt telah menunggu mereka.

Wahai saudaraku mari bangun dari tidur panjang, bangun dari kemaksiatan yang tak berkesudahan, mari sama-sama bangkit, jadikan dakwah menjadi kerja utama kita, mulai detik ini niatkan dalam hati untuk memberikan seluruh hidup kita untuk mendakwahkan agama, kapanpun di manapun kita bawa dan dakwahkan agama, jadikan kerja agama sebagai kerja kita, jadikan maksud hidup kita hanya untuk agama.

Ya Allah maafkan hamba-Mu, telah lama hamba melalaikan tugas besar ini, Ya Allah , ampuni kami , Pergunakanlah semua orang islam untuk kerja agama-Mu. Ya Allah maksiat telah mengepung kami dan kami tak sanggup melewati ini semua tanpa bantuan-Mu. Ya Allah kokohkan kaki jamaah yang sedang bergerak di jalan-Mu satukan hati dan pikir mereka, lindungi anak dan istri mereka cukupkan keperluan mereka, jadikan Engkau tempat kami bergantung.

Ya Allah jadikan dakwah maksud hidup kami, hidup untuk dakwah, dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah. Ya Allah matikan kami ketika sedang menyeru umat kepada-Mu, matikan kami dalam medan dakwah, berangkatkan kami ke ujung-ujung pulau terpencil untuk jumpa umat, untuk menyampaikan agama-Mu. Ya Allah antar kami ke seluruh alam, berangkatkan kami dengan atau tanpa perantara asbab

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Agus Taufiq Hidayat , hmcahyo, Fajar Harguna , Rozy, Rindu , omiyan

Iklan

8 Responses to “ Melupakan Dakwah “

  1. Kardus Coklat berkata:

    Banyak orang paham meninggalkan shalat itu berdosa…
    Tapi siapa yang paham meninggalkan dakwah itu berdosa?

  2. medi berkata:

    Ya..allah jadikan dakwah maksud hidup kami..amin

  3. Reza berkata:

    Kenapa jg kita masih ragu untuk tambah pengorbanan. untuk keluar lebih lama di Jalan Allah. Agar Allah SWT lebih banyak turunkan hidayah.

  4. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Juli siap-siap ambil takaza….

  5. sufimuda berkata:

    Motto pendakwah, “Sampaikanlah kebenaran walau pahit sekalipun”

  6. Liliek berkata:

    insyaaLLah Juli 2009 siap takaza 4 bulan ….

  7. XNUXMINT berkata:

    Lupa Dawah…..Sperti gua kali…Targib gua dong!

  8. rizal rachman berkata:

    Tak ada kata terlambat utk dakwahkan agama Allah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: