“Apa yang telah engkau korbankan untuk Islam! ”

lpi19616_20

Wahai saudaraku, barang siapa telah kehilangan Allah, maka apa yang akan engkau temukan? Barang siapa yang telah menemukan Allah , maka apa yang hilang? Kenapa terjadi kelalaian dalam bermunajad kepada Tuhanmu? Tidakkah engkau rindu untuk menghuni surga-surga dan taman-taman-Nya?

Saudaraku tidakkah engkau ingat tentang kisah wanita yang syahid pertama kali dalam Islam!! Tentang keluarga Yasir r.a dan pengorbanan keluarga mereka!! Apa yang Sumayah binti Khaiyyath r.ha terima ketika memilih Islam sebagai keyakinan dan juga sebagai jalan hidupnya? Lemparan tombak Abu Jahal yang menembus kemaluannya sehingga mengantarkan dirinya pada ke syahid-an sebagai bayaran atas ke Islamannya, begitu pun yang di terima Khabbab bin Al-Arat r.a, dirinya telah di seret di timbunan bara api yang menyalah sehingga lemak dan darah yang mengalir dari tubuhnya telah memadamkan api tersebut. Dan masih banyak kisah-kisah sahabat Nabi yang mengalami nasib serupa dengan mereka. Ada Hamzah r.a paman Rasulullah saw, yang terpotong-potong tubuhnya dalam medan perang Uhud sehingga membuat Rasulullah saw bersedih , Ada Jafar r.a sepupuh Rasulullah saw yang terpotong kedua tangannya demi tegaknya Islam.

Mereka adalah generasi awal , generasi yang Rasulullah saw sebut sebagai generasi terbaik.Generasi yang siap berkorban harta dan diri demi Islam, generasi yang sadar bahwa Islam hanya akan bisa tegak sejauh mana kita mau berkorban demi Islam , bukan malah mengambil keuntungan dari islam itu sendiri.

Rasulullah saw telah korbankan dirinya, keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yang di cintainya demi tegaknya agama, demi perkara hidayah. Hari-hari yang di pikirnya adalah bagaimana seluruh umat bisa selamat dari neraka dan masuk kedalam surga-Nya.

Sejak beliau di utus sebagai Nabi dan Rasul maka tiada malam baginya selain tangis dan doa memikirkan nasib umat, tidak ada waktu lagi baginya untuk sekedar memikirkan dirinya dan keluarganya, sampai-sampai beberapa bulan di rumahnya tidak ada yang dapat di makan selain air dan kurma, ini semua Beliau lakukan karena sadar ada tanggung jawab besar di pundaknya tentang masalah umat, masalah yang berdampak bukan hanya sehari atau dua hari tapi masalah yang selama-lamanya, yang apa bila umatnya itu gagal maka akan gagal selama-lamanya.

Saudaraku, Rasulullah saw siang dan malam mendidik dan mengkondisikan para sahabatnya dalam suasana iman, hari-hari mereka hanya bicara perkara bagaimana meningkatkan iman sehingga amal agama dapat wujud pada diri mereka dan kehidupan mereka. Islam tak lagi tinggal di buku-buku tebal, di toko dan di perpustakaan, Islam tak sebatas hanya hiasan dan kajian. Islam tak cuma tampil pada syair dan kesenian, dalam merk dan reklame, dalam slogan dan motto, dalam seminar dan tematik. Tapi Islam menjadi wujud nyata pada diri para penganutnya. Dalam imaniyah sempurna, dalam ubudiyah, mu’amalat, mu’asyarat, dan aklaq. Islam wujud di rumah, di pasar, di ladang, di lorong dusun dan kota. Islam bukan persamaan, tapi pembeda antara yang hak dan batil, Islam bukan pembuat masalah tapi jalan keluar dari berbagai masalah.

Saudaraku itu semua hanya bisa terlaksana kalau setiap diri umat Islam mau kembali kepada agamanya, mau berkorban harta dan dirinya untuk agama, mau kembali menjadikan dakwah sebagai maksud hidup mereka. Gerakan dakwah bukan membangun gedung dakwah atau atribut dakwah, tapi mereparasi ruhani manusia. Tak hanya membangun universitas Islam tapi mengisi ruhani Islam dalam universitas. Tak hanya membangun rumah sakit Islam, tapi menyehatkan iman umat Islam yang sakit.

Kita semua, laki-laki, wanita, tua, muda, anak-anak, kaya , miskin , raja maupun rakyat jelata adalah para penerus kerja kenabian dimana tanggung jawab besar ada di punda-pundak kita. Sejak seorang membuat keputusan bahwa tiada yang berhak di sembah selain Allah swt dan Nabi Muhammad saw adalah utusannya , maka ada 2 tugas besar di pundak-pundak mereka , yang pertama , bagaimana mengwujudkan amal agama yang sempurna di diri mereka, dan yang kedua mengajak orang untuk juga melakukan hal yang sama sebagaimana yang kita lakukan.

Setiap orang yang merasa muslim harus mempunyai fikir dan risau sebagai mana fikir dan risaunya baginda Rasulullah saw. Bagaimana disetiap diri umat Islam harus ada perasaan memiliki Islam dan berkorban demi Islam , bukan malah mengambil keuntungan dari Islam. Bagimana kita juga berfikir untuk memperkenalkan dan memberikan Islam kepada siapa saja, tak pernah berniat mengambil keuntungan dunia melalui Islam tapi bagaimana berkorban harta dan diri demi islam, tak ingin berambisi menjadi pemimpin Islam tapi bagaimana berkhidmat untuk Islam.

Saudaraku mulai sekarang kita luruskan kembali niat kita, bagaimana agar agama yang sempurna wujud di diri kita, keluarga kita dan seluruh alam, dan juga bagaimana kita berkorban harta dan diri demi tersebarnya Agama.

Ya Allah terimalah harta dan diri kamu untuk agama-Mu, dan terimalah kami untuk meneruskan kerja Rasulullah saw dan jangan karena asbab dosa dan kebodohan kami sehingga menjadikan hidayah-Mu terhambat.

Ya Allah pandang kami , sebagai mana Engkau pandang Para sahabat Nabi-Mu, Jadikan fikir dan kerisauan mereka sebagai fikir dan kerisauan kami, kehidupan mereka sebagai kehidupan kami, berilah kami ridha-Mu, pertemukan kami kelak di akhirat dengan Rasulullah saw dan para sahabat-nya.

Bahan bacaan : Fadilah A’mal karya Maulana Muhamad Zakariyya, Risau Umat Syaikh Abdul Wahab karya Ustadz Abdurahman Lubis, Bersujud dalam Keheningan karya Abu Al-Hamidy

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Kardus Coklat , medi , Reza , Agus Taufiq Hidayat , sufimuda

Iklan

17 Responses to “Apa yang telah engkau korbankan untuk Islam! ”

  1. abuthoriq berkata:

    Apa yang telah engkau dapatkan dari Islam? Ini lebih enak di jawab. Yaaa kan?

  2. AbuNajiyah berkata:

    Assalammu’alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh,
    Apakah dengan khuruj saja kita sudah merasa berkorban untuk Islam!ini pertanyaan umum saudaraku. Pengorbanan untuk Islam tidak sempit menurut yang kalian sangka,dan diluar itu bukan berarti tidak berkorban karena mereka tidak ikut khuruj. Contohnya : ketika seorang karkun menuntut Ilmu Agama dia tahu bahwa hukum dari sebuah menuntut Ilmu Agama adalah Fardhu a’in sedangkan khuruj (dakwah persi JT) adalah fardhu kipayah. jadi karkun yang benar adalah mendahulukan menuntut Ilmu, tapi fakta dilapangan emang sebagian kalangan JT alergi dengan karkun yang menuntut Ilmu. 🙂

    Maaf saya di sini tidak membahas tentang JT. Dan saya tidak mengerti apa yang anda maksud dengan “karkun”??? menurut saya yang awam, Karkun iyalah orang yang tahu berapa jumlah lelaki muslim di muallahnya dan tahu berapa yang sudah mengamalkan agama secara sempurna ( mengamalkan seluruh isi alqur’an ) dengan cara rasulullah saw dan belum, selalu menghidupakan silaturahmi harian dengan tetangga sekitar untuk membicarakan masalah agama, menghidupkan 2 kali taklim ( rumah dan masjid ), Musyawarah harian dengan para ahli masjid, menunaikan hak tetangga muslim tentang perkara agama dengan menghidupkan jaulah 1 dan 2, mengeluarkan rombongan untuk memikirkan mesjid-mesjid di sekitarnya setiap bulannya, selalu menjaga dzikir pagi petang, melaksanakan sholat-sholat sunah, selalu mendatangi ulama untuk menanyakan perkara agama dan dunia, melaksanakan sholat tepat waktu di mana azan di kumandang, dengan cara berjamaah, membaca alqur’an minimal 1 juzz setiap hari dan masih banyak amalan-amalan lainnya, dan yang terpenting dari itu semua adalah mengajak diri sendiri dan orang lain untuk selalu memperbaiki diri mengwujudkan agama yang sempurna pada dirinya dan seluruh alam. jadi kalau ada orang-orang yang mengatas namakan dirinya “KARKUN” tapi tidak melakukan hal2 yang kurang lebihnya seperti di sebutkan di atas maka dia hanya mengaku-ngaku saja seperti orang yang dalam tidurnya mengigau sampai ke bulan.

  3. abu abdurrahman berkata:

    @ mas AbuNajiyah,

    Antum ini koment nya OOT,, emang postingan bro landy ini ngomongin karkun atau JT ?
    mas AbuNajiyah,,, koment ente ini cerminan hati ente, semua orang dewasa bisa merasakan dan membaca,

    @abuthoriq,

    itu fikir untuk orang sekarang , tapi para sahabat lain dg kita, mereka berusaha memberi manfaat buat Agamanya, bukan mengambil manfaat dari agama,

  4. mashuri berkata:

    Maaf menurut saya yang awam, kalau hanya sekadar “menuntut”ilmu tanpa “amal” seperti menjatuhkan diri dalam kungkungan ritoris. Dan ini banyak dialami orang-orang saat ini. Ummat saat ini memang memerlukan tidak hanya “pencari” ilmu, tapi juga para “pengamal” ilmu.

    Mas Landy saya pikir sudah berada pada track yang benar. Khuruj adalah strategi dakwah dan bagian dari dakwah itu sendiri. Adalah misleading kalau ada yang menyatakan ummat Islam itu alergi terhadap ilmu. Bukankah begituk Pak Abu Najiyah?

  5. yudi berkata:

    Assalamu’alaykum Warahamtullahi Wabarakatuh,

    Kalau seseorang khuruj dengan tertib yang bener , Maka insya Allah tentu ada kegemaran akan mencari ilmu dan mengamalkan…ditambah maqomi dan intiqoli sudah tentu mengarah ke kesempurnaan agama……….Kalau ada yang meragukan , wajar …..yang gak wajar adalah berani komentar tentang khuruj , tetapi belum tabayyun ….

    Tabayyun sendiri dalan pemikirin ilmiah dipakai dengan istilah metode ilmiah . Da;am metode imiah perlu pengumpulan data , membuat hipotesis , membuat eksperimen , menguji kesimpulan sementara dengan eksperimen berkali ( istiqomah ) , baru ada kesimpulan akhir….

    Jadi , jika sudah berani berkomentar ttg khuruj , amal maqomi intiqoli seperti yang digalakkan oleh suatu usaha agama yang sering dinamakan JT oleh ” Para Pengamat ”
    tanpa metode ilmiah ( Tabayyun ) …..maka hanya kesimpulan kosong dan tak berarti …..

  6. abdulfatah berkata:

    sebenarnya bagi orang yang menjalankan fardhu kifayah lebih utama bagi yang tidak menjalankannya..orang yang mengikuti sholat jenazah lebih utama bagi yang tidak mengikuti mensholati jenazah, karena ia memiliki pahala yang lebih disisi Alloh SWT..bukankah begitu??? Orang yang tidak menjalankan fardhu ain, maka akan berakibat pada diri sendiri, namun apabila tidak ada seorangpun yang menjalankan fardhu kifayah, maka berdosalah semua kaum muslimin..Mungkin itu yang dimaksud oleh saudara abu najiyah

  7. yudi berkata:

    mungkin juga tidak itu yang beliau maksudkan……, Menuntut Ilmu agama adalah Fardhu A’in ….Usaha keimanan agar bisa mengamalkan ilmu tentu fardhu A’in juga …..jadi jika dalam Khuruj dengan niat ( dan biasanya berhasil ) utk ada semangat dalam mengamalkan agama , kekuatan utk mengamalkan agama termasuk semangat menimba ilmu fadhail and masail ( fiqh ) tentu hal yang penting juga……..

  8. AbuNajiyah berkata:

    Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    🙂 Terima kasih atas saran membangunnya untuk Akhi
    Landy_akbar,Abu Abdurrahman,mashuri,Yudi,dan Akhi Abdul fatah. saya berani berkomentar karena melihat faktanya begitu,malahan muallah saya sudah hidup 5 a’mal maqomi. Saya kasih kritik sesuai cermin muallah dan sahabat saya , saya tidak membahas perkara diluar JT sesuai kandungan isi di website ini. Saya komentar independent sebagai wujud seorang Karkun, blak-blakan apa adanya tanpa ada kenpentingan pribadi. karena asbab bergabung dengan JT sudah lama , jadi saya tidak pernah taglid buta kepada siapapun terkecuali Rasulullah sollah alaihi wassalam ajmain. Tolak ukur seorang karkun yang sukses dalam bergama yang sempurna bukan karena asal dengar bayan-bayan lalu di amalkan, tetapi tolak ukurnya dengan Al quran dan Sunnah shohih sesuai pemahaman para sahabat yang sholih. Karena di balik setiap orang-orang yang kasih bayan, kita tidak tahu setiap bayan itu sudah sesuaikah dengan Al quran dan Sunnah yang shohih kadang kenyataannya percampur adukan menurut basic masing-masing. Nah disinilah kita sebagai karkun wajibnya menuntut Ilmu bukan hanya fadhilah saja yang diulang-ulang, sehingga orang awaw yang baru jadi karkun mengerti tentang agamanya .Ilmu masail lebih penting didahulukan disini untuk menyaring setiap kebid’ahan, nah disinilah kita berdakwah di dalam tubuh karkun sendiri sambil kepada orang lain..

    waalikumsalam wr,wb. Tolak ukur ke berhasilan seseorang apabila di akhir hayatnya dapat mengucapkan kalimat Tyoibah dan Allamdulillah ane dah banyak jumpa dengan temen-temen yang meninggal saat keluar dan dapat mengucapkan kalimat itu bahkan meninggalnya di masjid dan itu gak jauh-jauh sahabat ane dan temen di halaqoh ane , jadi apapun yang orang kata ane gak akan goyah untuk tetep pegang teguh usaha ini dan menjadikan dakwah sebagai maksud hidup. semoga Allah terima kita semua menjadi hambanya yang taat dan matikan kita dalam dakwah.

  9. The Buya berkata:

    bla bla bla………

    insya Alloh 4 bln semua……….
    gak ada cara lain lagi……..
    4 bln tiap taon………….
    sukseskan ijtima indonesia…….
    gak papa taqlid sama masyeikh…
    drpd taqlid sama buku….

  10. abdulfatah berkata:

    Saudara abu najiyah..
    memang betul, kita harus bertaqlid kepada baginda rasulullah saw..Namun saudaraku, kitapun juga memandang suatu masalah jangan parsial atau sebagian-sebagian saja..Kita sendiri harus akui, bahwa kita bisa belajar tata cara sholat adalah dari ustad2 di kampung2 kita..kita bisa ngaji alif ba ta juga dari ustad2 kampung kita..ataupun ada juga yang belajar pada ulama-ulama..

    Kemudian yang jadi pertanyaan adalah, apakah ulama-ulama tidak bertaqlid kepada rasulullah saw???? ataukah misalkan saja kalo saya mengambil madzab imam syafii sebagai madzab saya dalam berfikih, apakah saya tidak bertaklid kepada rasulullah saw??? Jadi, kita harus paham betul alur ilmu itu saudaraku..Kita tidak bisa langsung tahu/memahami hadits baginda rasululullah tanpa ada ulama-ulama yang mengumpulkan/mengkodifikasi hadits2 baginda rasulullah saw..kemudian mereka memilah-milahnya, sehingga kita dapat mengambil manfaatnya..Dan kita tahu sendiri, kadang diantara ulama memiliki perbedaan dalam memilah-milahnya..Lalu apakah pantas kita katakan, kalo yang ulama satu yang berbeda pendapat dalam memilah suatu hadits dengan ulama yang lain kita sebut mereka tidak bertaqlid kepada baginda rasulullah saw??? Misal saja, imam turmidzi menghasankan hadits ini dan imam satunya melemahkan hadits tsb, apakah kita akan bilang kalo imam turmidzi tidak bertaklid pada baginda rasulullah saw..

    Kita juga harus paham maksud kita mengulang-ulang fadhilah dalam beramal..Kenapa harus kita ulang-ulang?? kenapa saudaraku?? apakah maksud keutamaan2 amal diulang-ulang setiap hari, dimasjid-masjid, di rumah-rumah, dll..Kita harus bedakan dalam hal ini maksud inti dari mengulang-ulang fadhilah amal-amal agama, kenapa dianjurkan setiap hari dilakukan???

    Apakah kita tidak terdorong menjadi seorang alim, ketika dibacakan keutamaan2 menjadi seorang alim..Apakah kita tidak terdorong untuk belajar ilmu masyail, ketika dibacakan berulang-ulang keutamaan ilmu2masyail?? dan masih banyak contohnya…Namun, apabila ada dari saudara2 kita atau kita sendiri masih tidak bersemngat dalam mengamalkannya, maka jangan salahkan fadhilah-fadhilahnya, tapi salahkan diri kita, kenapa kita gak sungguh-sungguh tawajuh mendengarkannya dan memahaminya?? Dan kenapa Alloh SWT masih belum memberikan kita kekuatan pada diri kita untuk mengamalkannya…

    Dalam hal penyampaian ilmu masyail, kita harus lebih memahami ini..tidak boleh sembarang orang menyampaikannya..Karena masalah masyail ini bertaburan ikhtilaf para alim ulama..Bila semua orang dengan mudah mengklaim bahwa dirinyalah yang paling shohih, paling benar, tanpa mau melihat kenyataan ikhtilaf para alim ulama didalamnya, maka yang terjadi adalah perpecahan..Seperti kenyataan yang terjadi adalah bahwa di dunia ini sudah mashyur dengan perbedaan pendapat diantara para imam madzab, sehingga ada madzab syafii, maliki, hambali, hanafi. Hal ini tidak dapat dipungkiri kenyataannya..

    InsyaAlloh itu dulu, semoga kita bisa mengambil manfaatnya..yang benar datangnya dari Alloh SWT, apabila ada kekeliruan itu murni dari saya pribadi karena kebodohan saya, saya minta maaf kepada saudara2ku dan meminta ampun kepada Alloh SWT

    Jazakumullah khoiron katsir..

  11. Ahmad Kunto berkata:

    Siapa sih AbuNajiyah itu???
    kaya orang paling soleh aja kalo ngomong…

    (jurus tinju bletak…)

  12. The Buya berkata:

    HEHEHE
    Akhirnya dateng juga…..
    tinju bletak kekekeke…..
    kayaknya si najiyah itu mantan tabligh jd salafy…
    soalnya agk2 bau bangke….
    org salafy kan seneng makan daging sodaranya…
    hehehe
    uhh bau….
    makanya harus di tinju bletak

  13. orang awam berkata:

    saya setuju dgn abdulfatah, semoga kita di beri kepahaman dalam agama, amiin

  14. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Istima…inga…inga istima…. ulama dari seluruh dunia Insya Allah hadir…

  15. anton a berkata:

    Assalamualaikum wr wb..
    Hasil dari jord kudama di temboro hadir +/- 25 ribu orang. Maseih senamg dengan keadaan dai/karku di indonesia karena jumlahnya paling banyak diseluruh dunia(India, Pakistan Bangladesh masih kalah. Tapi beliau juga bersedih karena ada 4000 dai 4 bulan yang aktif cuma 2000 saja, kemana yang 2000 saudaraku? Seandainya kita hanya mampu 3 hari, maka 3 hari yang sungguh2 72 jam, bila kita kurang maka akan terjadi kerugian buat kita, cuma ada satu jalan saja “Harus kita tingkatkan pengorbanan” titik tidak ada koma Wassalam

  16. hamba Allah berkata:

    @AbuNajiyah, nt oot apa oon? ini ga lagi ngomongi JT, JT nt yg namain ya? dari kalangan ahli dakwah dan tabligh aja tidak menamakan diri dengan JT. btw JT itu apa ya? ko ga nyambung sama postingan landy.

  17. anwar faraouq berkata:

    abu najiyah,kalao kamu tidak mengerti khuruj, jgn bicara khuruj.Khuruj yg dijalankan oleh kami adalah khuruj yg dikerjakan Rasullullah saw dan para sahabat, jadi bukan versi2an…kamu belajar dulu, keluar dakwah,baru tahu isinya.Dakwah skrg sdh diambil oleh pastur2,pendeta2, jadi orang islam byk murtad, ya itulah kerjaan memaki org khuruj fi sabilillah, spt kamu katakan dan msh byk lg yg berkomentar spt kamu, a.l. salafi.Kalu tidak sanggup khuruj, tidak usah komentar, kamu..dan salafi..atau aliran tetek bengek..itu org yg cengeng..bukan cari ilmu, tapi mrk tdk berani khuruj, korban diri,oleh karenanya, ulama salafi buat statement..katakan pd jamaah biddaaahhh…Dasar bodoh..jgn dipelihara…belajar untuk memperbaiki kebodohan/kejahiliyahan kamu….Semoga Allah memaafkan salafi yg bohoh sok pinter…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: