“ Hakikat Iman dan Ilmu Iman “

200527498-001

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu… Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bahwasanya kebahagiaan ,  kejayaan dan nasib seluruh makhluk ada didalam genggaman Allah swt,  karena Allah swt AL-KHALIK (Yang Maha Pencipta ), Allah swt AL-MALIK ( Yang Maha Memelihara ), Allah swt AR-ROZZAQ (Yang Memberi Rezeki).

Seluruh makhluk bergantung kepada Allah swt. Seluruh makhluk di hadapan Allah swt sama ; kertas dan uang sama, emas dan batu sama, raja dan nyamuk sama, bom dan roti sama sama-sama makhluk, sama-sama tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat tanpa seijin Allah swt, raja bisa membunuh nyamuk, nyamuk pun bisa membunuh raja, laa ilaha hailallha

Allah swt adalah dzat yang Maha ada, Allah swt ada sebelum seluruh makhluk-Nya ada dan Allah akan tetap ada walaupun seluruh makhluk sudah tidak ada, Andaikan seluruh makhluk berkumpul dan mengatakan bahwa Allah swt tidak ada maka Allah swt akan tetap ada, mengapa demikian??? karena Allah ada sebelum kata-kata ada ini ada dan Allah swt akan tetap ada walaupun kata-kata ada ini sudah tidak ada, laa mawjud illa Allah ( tiada yang maha ada kecuali Allah ).

Saudaraku Iman adalah menyakini sesuatu yang tidak nampak ( Allah swt, para Nabi dan Rasul, Surga, Neraka, Malaikat, dst ) dan membohongkan apa yang hari ini nampak ( dunia dan seisinya ) karena pada hakikatnya sesuatu yang nampak di mata kita hari ini kelak ketika hari kiamat semuanya sudah menjadi tak nampak lagi. Maka untuk perkara ini kita lagi dan lagi bicarakan dan dakwahkan agar hakikat iman masuk kedalam hati kita.

Hakikat Iman bisa masuk kedalam hati apa bila kita mau berkorban harta dan diri untuk perkara-perkara bagaimana mendakwahkan agama Allah swt. Hakikat iman tidak akan bisa masuk kalau hanya kita duduk-duduk mengkaji iman tanpa mau usaha atas iman. Kalau kita hanya duduk-duduk mengkaji tentang iman maka Insya Allah Ilmu tentang Iman mungkin kita dapati tetapi untuk hakikat iman belum tentu Allah swt akan beri.

Dakwah merupakan sarana bagaimana supaya hakikat iman itu tumbuh didiri kita oleh karenanya 124 ribu Nabi dan Rasul Allah swt utus ke muka bumi ini hanya untuk perkara-perkara ini saja.

Tanpa buat dakwah hakikat iman tidak akan masuk hatta Nabi sekalipun yang mengajarkan kita. Kita bisa lihat hal ini pada kisah Nabi Musa, ketika Nabi Musa as belum buat dakwah dan hanya belajar iman berpuluh-puluh tahun dengan Nabi Syu’aib as ( mertua Nabi Musa as ) maka Hakikat iman belum masuk ke dalam dirinya. Nabi Musa hanya tahu Ilmu iman tetapi karena belum buat dakwah Nabi Musa as belum tahu apa itu hakikat iman yang sebenarnya.

Ketika Allah swt perintahkan Nabi Musa as untuk berdakwah kepada Fir’aun. Maka Nabi Musa pun berdalih, bahwa kalau dia pergi berdakwah lantas siapa yang akan menjamin rezeki istrinya. Seketika itu, Allah SWT memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke sebuah batu. Setelah berkali-kali dipukulkan dan batu pun terbelah, ternyata dalam pecahan batu tersebut terdapat seekor ulat yang sedang menikmati makanan berupa daun sambil bertasbih “Subhana man yaraani, wa yasma’u kalaami, wa ya’rifu maqaami, wa yarzuqunii, wa laa yansaanii ( maha suci Allah yang melihatku, mendengar perkataan-perkataanku, mengetahui kedudukanku, memberiku rizki dan tidak pernah melupakan aku )”. Karena Nabi Musa belum buat dakwah waktu itu maka kebesaran makhluk masih ada didirinya sehingga dirinya lupa bahwa yang memberi rezeki bukan dirinya melainkan Allah swt sedangkan makhluk tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat tanpa seijin Allah swt

Dalam kisah yang lain ketika Allah swt bertanya kepada Nabi Musa as, : “ Apa yang ada ditanganmu wahai Musa?”, Maka Musa as katakan : “ Inilah tongkatku, Aku bertelekan diatasnya dan untuk mengambil daun bagi kambingku, bagiku juga tongkat ini memiliki kemanfaatan yang banyak”.

Lagi-lagi karena Musa as belum buat dakwah hanya tahu ilmu iman belum hakikat iman maka kebesaran makhluk masih bercokol dihatinya, Musa as yakin bahwa tongkatnya akan beri manfaat kepada dirinya, ia lupa bahwa manfaat dan mudhorot datang dari Allah Swt. Akhirnya Allah Swt tarbiyat dan memerintahkan Nabi Musa as untuk melemparkan tongkatnya “Lemparkan Wahai Musa”!!

Maka ketika tongkatnya itu dilemparkan tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat. Ular itu langsung mengejar Musa as sehingga Musa as takut dan melarikan diri, bayangkan barang yang tadinya memberi manfaat berubah menjadi mudhorot atas seijin Allah Swt.

Sekarang kita bisa lihat ketika Nabi Musa sudah buat dakwah maka kebesaran makhluk hilang di hatinya sehingga ketika Nabi Musa as dan pengikutnya dikejar oleh Fir’aun sampai ke tepi laut maka Nabi Musa tidak takut lagi, Mengapa??? Karena Nabi Musa sudah buat dakwah sehingga hakikat iman sudah masuk di dalam dirinya dan dirinya yakin Allah pasti bersamanya, maka seketika itu juga Allah swt perintahkan Nabi Musa as untuk memukulkan tongkatnya kelaut dan seketika itu juga lautan menjadi daratan yang bisa di lewati oleh Nabi Musa as dan pengikutnya dan di waktu yang sama pula lautan tersebut kembali menjadi air dan menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya, Mengapa ??? karena hakikat menenggelamkan dan menyelamatkan bukan ada pada lautan melainkan ada pada genggaman Allah swt , ini lah yang di sebut dengan hakikat iman.

Saudaraku untuk perkara-perkara ini lah maka lagi dan lagi sampai tiada lagi, hari demi hari sampai tiada hari kita bicarakan perkara iman, setiap hari kita luangkan waktu untuk jumpa manusia dan kita bicarakan perkara-perkara yang bisa meningkatkan iman kita, katakan bahwa Allah swt AL-KHALIK (Yang Maha Pencipta ), Allah swt AL-MALIK ( Yang Maha Memelihara ), Allah swt AR-ROZZAQ (Yang Memberi Rezeki). Kalau kita sering membicarakan perkara-perkara tersebut insya Allah hakikat iman Allah swt akan beri kepada kita. Karena iman adalah sesuatu yang sangat berharga dan iman harus 100% kepada Allah swt andai kita hanya membawa 99.9% iman maka Allah swt akan tolak kita dan Allah swt akan rendam kita di dalam neraka-Nya. Nauzubillah summa nauzubillah

Semoga Allah swt selalu sibukkan diri kita dalam Agama, sehingga kita bisa mengorbankan waktu kita, harta kita, diri kita untuk agama, sehingga kelak Allah swt matikan kita dalam memperjuangkan agama, amien

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

abuthoriq, AbuNajiyah , abu abdurrahman, mashuri

Iklan

4 Responses to “ Hakikat Iman dan Ilmu Iman “

  1. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    keduaX…

  2. Rindu berkata:

    Berilmu dan beriman … ini moto kota bekasi yah?

    *canda dink bang*

  3. cenya95 berkata:

    Berilmu dan beriman perlu diamalkan…
    insya allah…
    akan banyak manfaatnya… baik di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: