“ Persiapan Sebelum Keluar Masturah.”

200218711-001

Sesunguhnya Agama akan hidup hanya dengan dakwah, dan dakwah akan terus berjalan dengan mengwujudkan kerja dakwah, kerja dakwah akan wujud dengan digerakannya jamaah-jamaah ( harian, mingguan, bulan, tahunan ). Baik laki-laki dan wanita mempunyai kewajiban yang sama dalam agama oleh karenanya di bentuk dan di berangkatkan jamaah-jamaah masturah ( Jamaah suami berserta istri)

Karena perkara dakwah ini merupakan perkara yang besar sudah seharusnya, banyak hal yang harus kita persiapkan ketika memutuskan untuk keluar masturah ( belajar agama bersama istri kita ) sehingga keluarnya kita dapat membawa manfaat yang besar, karena kalau kita keluar tanpa membawa persiapan yang matang tidak akan membawa perbaikan kepada diri kita dan kita tidak dapat menarik hidayah Allah swt.

Hal-hal yang harus kita persiapkan diantaranya:

1.Bagaimana istri kita bisa mudzakarah pada saat keluar.

Saat keluar adalah saat dimana istri kita mempraktekan semua materi mudzakarah yang suami mereka ajarkan dirumah, bukan malah keluarnya istri kita untuk belajar mudzakarah, jadi tidak ada alasan ketika keluar istri kita tidak mengerti materi mudzakarah, karena seharusnya mudzakarah dilakukan setiap hari sebelum kita keluar. Kalau sampai pada saat keluar istri kita tidak bisa membawakan materi mudzakarah maka yang patut di salahkan adalah suami-suami mereka. Karena seharusnya sebelum kita memutuskan keluar masturah maka hari-hari di rumah kita buat mudzakarah sebanyak 14 materi mudzakarah ( Safar, makan , tidur, pesanan wanita, mendidik anak secara Islami, bagaimana istiqbal, fikir alam , 6 sifat dll ).

Pada saat mudzakarah di rumah kita harus mendengar sendiri secara langsung bagaimana istri kita membuat mudzakarah , kalau suami tidak bisa memberikan materi mudzakarah maka sudah seharusnya suami bertanya kepada orang yang bisa setelah itu buat mudzakarah dengan istri di rumah.

Kita keluar masturah mau belajar dakwah yang betul, bukan mau belajar mudzakarah, kalau kita mempraktekan ini maka akan ada kesan yang berbeda di banding kita berangkat keluar masturah tanpa persiapan terlebih dulu.

2. Selesaikan semua yang berhubungan dengan pekerjaan ( cuti, dll ) dan masalah anak ( titip anak )

Selesaikan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan anak jauh-jauh hari sebelum keluar masturah, jangan pas mendekati keluar baru sibuk ijin cuti dan titip anak, sehingga kita benar-benar bisa berkonsentrasi untuk keluar.

3. Keluar dengan hijab sempurna ( bukan cadar tapi purdah , kaos kaki , sarung tangan warna gelap )

Hijab sempurna hukumnya wajib ketika keluar masturah. selama tidak mau mengenakan hijab sempurna maka tidak di benarkan untuk keluar.

4. Keluar jangan membawa bermacam-macam buku diktat,

Markaz Jakarta tidak pernah mengeluarkan diktat-diktat , buku yang harus di bawa hanyalah Fadilah Amal + Sedekah , Alqur’an , Muntakhab Ahadits. Diluar dari itu tidak diperkenankan di bawa saat keluar apalagi dibaca saat mudzakarah.

5. Gunakan tertib yang berlaku di Indonesia, buka yang berlaku di Pakistan , Bangladesh , India dll.

Kerja dakwah bukan apa yang kita lihat , bukan apa yang kita dengar melainkan apa yang sudah di putuskan markaz Jakarta karena setiap negara mempunyai tertib masing-masing tergantung kondisi negara tersebut.

6. Bawa alat khidmat sendiri,

Jangan mengharap kepada orang tempatan karena itu sama saja mengharap kepada makhluk dan kalau hal itu sampai kita lakukan berarti kita telah menyalahi salah satu dari tertib dakwah, sebagai contoh kita bisa lihat kalau jamaah Pakistan datang ke Indonesia maka mereka membawa alat khitmad sendiri, tidak pernah mengharap alat khitmad dari Indonesia, seharusnya kita juga begitu apalagi kita hanya keluar antar daerah / halaqoh.

Hal-hal lain yang perlu kita sampaikan dan tekankan kepada istri kita sebelum berangkat keluar masturah.

  1. Waktu keluar jangan membawa barang dagangan, karena waktu keluar kita ingin menekan dunia bukan malah memasukan atau menambah dunia, sangat tidak di benarkan terjadi transaksi jual beli saat keluar.
  2. Jangan tanya ke masturah yang lain tentang ; pekerjaan suami mereka, gajinya dan jangan tanya sudah punya anak berapa karena kalau ada masturah yang mandul akan merasa tersinggung. Kita keluar bukan untuk membicarakan hal-hal tersebut kita keluar hanya untuk membicarakan perkara agama.
  3. Kalau mendengar berita yang tak baik maka sampaikan kepada istri kita agar membohongkan itu berita , karena kita keluar sedang melatih untuk mendengar dan membicaraan hal-hal yang baik-baik saja. Katakan pada istri kita “Ketika keluar kamu hanya punya hak untuk melihat kebaikan orang dan kamu tidak punya hak melihat keburukan orang.” kalau hal ini di lakukan maka akan tumbuh kasih sayang
  4. Ketika keluar maka kita targib istri kita jangan bawa pakaian banyak-banyak, baik ketika keluar 3 hari, 15 hari , 40 hari dst
  5. Jangan membawa perhiasan berharga , semua di lepas , karena ketika kita keluar ingin menampilkan penampilan yang semua orang bisa ikut dalam dakwa bukan menampilkan tampilan yang mewah , karena semua orang bisa hidup sederhana tapi tak bisa hidup mewah
  6. Untuk jamaah 3 hari di anjurkan untuk hari pertama membawa makanan sendiri sampai makan malam , sehingga tuan rumah tidak susah dengan kita.

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang lain yang intinya sama seperti point-point diatas untuk lebih jelasnya maka setiap malam selasa kita niat hadir di markaz untuk mendengarkan secara langsung mudzakarah masturah yang di sampaikan badha sholat isya.

Ya Allah pilihlah kami , anak dan istri serta keturunan kami untuk meneruskan kerja dakwah, Dakwah sebagai maksud hidup, hidup untuk dakwah, dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.

Note : Mudzakarah di sampaikan oleh Pak Razilu pada tanggal 15/12/08

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

anton , Agus Taufiq Hidayat , Rindu

Iklan

30 Responses to “ Persiapan Sebelum Keluar Masturah.”

  1. anton berkata:

    nais inpoh gan 😀 hehehehehe

  2. rionorman berkata:

    Mantap… Ana baru paham… doa untuk ana supaya segera bisa keluar Masturah…

  3. fatimah berkata:

    doain ana bisa keluar masturah.. slnya dah ada yang nawarin rijal ni..

  4. fatimah berkata:

    mudah2n qt sama2 keluar masturah..

  5. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    tau aja kalo ane mo masturah…

  6. DIAN berkata:

    Kenapa jamaah tabligh lebih senang membahas buku fadilah amal daripada belajar qur’an ataupun hadits. Seolah-olah buku tersebut diatas quran kedudukannya.

    🙂 Mbak / Mas / Pak / Bu Dian dah pernah “keluar” atau katanya ???

    • tini berkata:

      hehehe mba/mas dian ni lucu…
      fadilah amal itu isiny y quran ma hadits..gmn to sampean ini…
      jd y yg dpelajari y qur’an ma hadits jg….
      (please…jgn suka suudzon)

  7. atenk berkata:

    jadi pengen cepet2 keluar masturah

  8. abdulfatah berkata:

    saudari Dian..anda pernah melihat buku fadhoil amal belum?? pernah megang atau bacanya?? kalo belum, coba anda baca, karena disana ada FADHILAH ALQURAN….

    Saudariku, anda harus bisa bedakan apa itu membaca dan membahas..anda paham tidak perbedaanya??

    bolehkan saya balik tanya ke anda, sudah sampai manakah anda belajar alquran dan belajar haditsnya??

  9. The Buya berkata:

    ana gak paham paham
    kenapa sih dgn jamaah tabligh….
    ADA APA DGN JT

    Buya 🙂

  10. The Buya berkata:

    APA SIH TABLIGH ITU

    😉

  11. awam berkata:

    keep posting gan, si dian sotoy bgt, sok tahu lo ahhh

  12. masae berkata:

    Mari berdakwah

    Dan dakwah yang benar adalah seperti yang dicontohkan oleh Rasululloh sholallohu’alaihiwasallam

    Dengerin http://fajrifm.com guna menambah ilmu keislaman, guna bekal di jalan dakwah

  13. mahasiswa IPB smstr.1 berkata:

    duh jd pengen masturoh

  14. ummi khadijah berkata:

    alhamdulillah, MASUKAN YANG BAGUS, sebagai istri karkun hal seperti ini harus didengar/dibaca.
    terima kasih buat penulis….suatu yang sangat bermanfaat.

  15. Kikie halakha Cileduk berkata:

    gutt

  16. slamet berkata:

    Slamet

    Halaqah Citayam
    Pemekaran Bojonggede

    Alhamdulilllah kita memang harus meningkatkan korban

  17. endang lestari berkata:

    alhamdulillah, aku baru tau soal masturah, alhamdulillah juga kemarin aku baru saja pulang masturah bersama suamiku….

    mohon tuliskan lagi ya hal2 mengenai masturah

  18. Insya Allah sholeha berkata:

    para masturah,, mampir2 ke srengseng sawah jagakarsa,, temanmu banyak yg menanti di sana,, termasuk aku :)buat jadwal bersama suami untuk silahturahmi ke kampungku ya 🙂 salam kenal

  19. sri berkata:

    Alhamdulillah, setelah penolakan yang sekian lama yg saya lakukan dengan berbagai alasan..sehingga membuat suami lemah iman (sedih rasanya)..akhirnya dipilih jg..malah saya yg semangat mau keluar..doain ya agar tetap istiqomah dan tidak lemah iman.

  20. prayitno berkata:

    saya pengin banget masturah tpi istri masih belum mau…sy sudah berdoa sm allah agar istri diberikan hidayah tpi sampe saat ini blum jg kesampaian,,,
    salah apa dan dosa apa yaaa….padahal ta’lim rumah sudah berjalan sekitar 2 bln…
    mohon masukan / nasehat2nya
    terima kasih
    wassalmu’alaikum

  21. sri berkata:

    Assalammualaikum
    Pak prayitno mungkin ini bisa jadi masukkan dikit..coba musyawarah sama istri…apa yang menjadi alasannya tidak mau ikut keluar masturah..Kalau sudah tau..InsyaAllah dicari jalan keluarnya..Kerja dakwa harus suami dan istri saling dukung..(saya juga dulu sempat menolak dan tidak izin kalau suami ikut keluar..Saya suka melihat orang yang kerja dakwa..tapi pada waktu itu saya merasa kami belum siap…InsyaAllah sekarang saya sudah bisa memahami…dan sekarang lagi proses…dan InsyaAllah bisa istiqomah.
    Wassalam

  22. sri berkata:

    Rasanya ingin sekali bertukar pikiran dengan istri-istri karkun dimanapun berada..tapi gimana caranya ya…?

  23. isa ansori berkata:

    YA ALLAH, AKU NGGAK BISA ISTIQOMAH, AMPUNI AKU. ASTAGHFIRULLAH

  24. toko-fadhilah berkata:

    assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    Tuan, boleh kami numpang promosi?

    Insya Allah toko kami menjual stelan gamis (gamis+jilbab+cadar tali) dengan harga murah.. mungkin ada yg berminat untuk persiapan masturohnya 😀

    kunjungi toko online kami ya 🙂

    wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    • ummu saudah berkata:

      wa’alaikum salam warahmatullahi wabarkaatuh.Alhamdulillah ana dpt informasi ini.klu boleh tahu, apa nama website toko bapak?,soalnya ana perlu untuk masturah,sedangkan yg lama sdh ada yg robek2.jazakallahu khairan katsiran

  25. ramli(soni) berkata:

    ass..wr wb.
    teman2 jamaah doakan ana yah agar tetap eksis dalam da’wah. selama ini ana sibuk dunia jadi ga bisa keluar lagi karna iman saya lemah juga . juga semua masturah sebentar lagi ana mau walimah ana dah targhib supaya calon masturah ana mau pake cadar dan alhamdulillah dia mau.dont forget for all masturah to pray me. oke “satu wanita shalehah lebih baik dari 40 wali lelaki”

  26. Hikmah berkata:

    Assalamu alaikum… Sy mau tanya?? Anak kan adalah kewajiban kita sebagai ibunya unk menjaga serta merawatnya… Dan jika kita keluar masturoh trus meninggalkn ank2 kita di rumah atau menitipkn anak2 kita sm keluarga??? Apakah itu pantas?? Tolong jawabanx… Soalnya ada keluarga sy yg seperti itu.. Anknya masih kecil2 trus ditinggal 3 hari.. Mana lagi bapaknya jg lg ukhruj.. Nah, dimana kewajibannya sebagai org tua?? Mohon penejelasanx.. Terimakasih wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: