Korban Lagi dan Lagi Sampai Tiada Lagi

200421850-001

Sesungguhnya Allah swt mengiginkan kita untuk mengamalkan dan berkorban dalam agama sampai batas yang kita MAMPU bukan sampai batas yang kita MAU maksudnya, Allah swt mengiginkan kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk agama. Sebagai mana yang Nabi saw dan para sahabatnya buat.

Tentu kita masih ingat tentang kisah salah satu sahabat Nabi yang demi menjamu tamunya rela anak dan istrinya kelaparan semalaman, sampai-sampai Allah swt puji sifat mereka dalam alqur’an. Kenapa sahabat Nabi rela melakukan hal seperti itu? Tidak lain dan bukan karena diri dan keluarganya paham bahwa yang Allah swt inginkan dari mereka adalah mengamalkan agama sampai titik KEMAMPUAN dan mereka merasa bahwa mereka masih mampu untuk menahan lapar sampai keesokan harinya sehingga seluruh makanan yang ada mereka berikan semuanya demi memuliakan tamunya, sama halnya dengan kisah Ali ra dan Fatimah r.ha yang di ceritakan pada kisah ke-43 dalam kitab Fadilah Sedekah karya Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandalawai rah.a dimana disana di ceritakan ketika Hasan dan Husein ra jatuh sakit maka Ali dan Fatimah r.a bernadzar bahwa setelah putera-putera mereka sembuh mereka akan berpuasa selama 3 hari sebagai tanda bersyukur. Singkat cerita Hasan dan Husein sembuh maka Ali ra. dan Fatimah r.ha mulai berpuasa ketika itu tidak ada makanan dirumah mereka juga tidak ada uang untuk berbuka dan sahur maka Ali ra menemui seorang Yahudi yang bernama Sham’un, Ali ra pulang kerumah dengan membawa bulu domba untuk dipintal menjadi benang sebagai imbalannya orang Yahudi tersebut berjanji akan memberikan 3 sha gandum.

Pada hari pertama puasa Fatimah r.ha dapat memintal sepertiga karung bulu domba dan orang Yahudi tersebut memberi imbalan 1 sha gandum. Fatimah menggiling gandum tersebut dan membuatnya menjadi 5 buah roti yang akan di makan untuk berbuka ( Ali ra, Fatimah r.ha, Hasan ra, Husein ra dan Fizzah pelayan mereka ) . Ketika mereka hendak berbuka puasa setelah seharian lelah berkerja maka tiba-tiba terdengar suara seorang pengemis di luar dan berkata, “ Wahai keluarga Rasulullah saw, saya adalah pengemis miskin, berikanlah saya sesuatu untuk dimakan. Semoga Alah swt memberikanmu makanan yang lezat di surga-Nya.” Maka Ali r.a tidak jadi memakan roti tersebut dan kemudian berunding dengan Fatimah yang akhirnya kelima roti tersebut di berikan kepada pengemis. Begitu seterusnya sampai hari ketiga, setiap mereka akan memasukan roti kemulut maka selalu ada orang yang mengetuk pintu mereka untuk meminta sedekah. Dan selama 3 hari Ali dan keluarganya tidak memakan sesuatu apapun selain hanya minum saja dan pada hari ke-4 nya mereka menjumpai Rasulullah saw karena mereka sudah tidak dapat lagi menahan lapar. Dari kisah ini dapat tarik kesimpulan bahwa Ali ra memberikan Roti sampai 3 hari kepada orang yang meminta di luar sana walau tak ada makanan sama sekali untuk dimakan karena mereka merasa bahwa mereka harus mengamalkan agama sebatas yang mereka MAMPU dan mereka merasa mampu menahan lapar dari hari pertama sampai ke tiga untuk berkorban demi agama.

Masih banyak kisah-kisah sahabat lainnya yang mengamalkan dan berkorban dalam agama sampai batas yang mereka MAMPU bukan sampai batas yang mereka MAU kisah Abu Bakar r.a lebih dasyat lagi dimana dalam peperangan Tabuk, Abu Bakar menyedekahkan SELURUH hartanya dan tidak meninggalkan seperserpun untuk keluarganya sampai-sampai dalam salah satu hadistnya Rasulullah saw memuji pengorbanan Abu Bakar. “Tidak ada harta seseorang yang berfaedah bagiku melebihi harta Abu Bakar, sehingga hanya Allah swt sendirilah yang akan membalasnya pada hari Masyar .” ( Tharikul Khulafa )

Seperti ini lah yang di contohkan Rasulullah saw dan para sahabat-nya dalam mengamalkan agama, dan hanya dengan cara seperti inilah agama dan hidayah bisa tersebar dimana setiap orang berusaha mengamalkan dan berkorban dalam agama sampai batas yang mereka MAMPU bukan sampai batas yang mereka MAU.

Ulama memberikan permisalan dan contoh batasan dalam berkorban untuk agama bagi kita umat akhir zaman yang sudah jauh dari zaman keNabian, di contohkan semisal kita mempunyai motor seharga 13 juta maka mana kala takazah agama datang maka motor yang 13 juta itu kita jual dan kita beli motor yang seharga 3-4 juta dan yang sisanya 9-10 juta kita gunakan untuk takazah agama, permisalan yang lainnya seumpama kita memiliki rumah seharga 100 juta dan tiba-tiba takazah agama datang , maka rumah yang 100 juta itu kita jual, kita beli rumah yang sederhana asal memenuhi syarat untuk di gunakan keluar masturah, dan sisa dari uang tersebut kita gunakan untuk takazah agama, maka hal seperti inilah yang di sebut orang yang berusaha mengamalkan dan berkorban dalam agama sampai batas yang mereka MAMPU bukan sampai batas yang mereka MAU. Barangkali kita masih teramat jauh dari apa yang agama inginkan, tapi setidaknya kita mempunyai gambaran yang jelas tentang bagaimana orang-orang terdahulu mengamalkan agama mereka, bagaimana mereka mati-mati menggunakan seluruh potensi terbaik yang mereka miliki agar agama dan hidayah tersebar keseluruh alam dan semoga Allah swt memberikan kepahaman kepada kita sebagaimana Allah swt memberikan kepahaman kepada para sahabat Nabi saw. Karena ulama bagi tahu orang yang ikut dalam usaha da’wah, tapi ketika dihadapkan 2 kepentingan ( takazah dunia atau takazah agama ) maka dia masih mendahulukan takazah dunia, maka sesungguhnya dia dalam kerugian dan orang yang aktif dalam usaha da’wah dan apabila dihadapkan 2 kepentingan ( takazah dunia atau takazah agama ) maka dia mendahulukn takazah agama, maka Allah akan meningkatkan derajatnya. Semoga Allah swt golongkan kita termasuk ke dalam orang-orang yang selalu mendahulukan takazah agama kapanpun dan dimanupun baik ketika ada asbab maupun tanpa asbab.

Oleh karenanya berhubung bulan Juli’09 akan di adakan pertemuan umat islam yang rencananya akan diadakan di serpong BSD dan akan di hadiri oleh ulama dari banyak Negara di dunia maka sebagai bukti pengorbanan untuk agama kita kerahkan seluruh potensi terbaik yang ada dalam diri kita dan keluarga kita untuk terus bergerak jumpa umat, bangun malam hari menangis dan doa kepada Allah swt, perbanyak sedekah , perbanyak puasa-puasa sunah, baca Alqur’an agar ijtima Juli 2009 dapat terlaksana dan target 13.280 rombongan 4 bulan dan 40 hari dapat tercapai dan semoga Allah swt pilih kita termasuk dalam rombongan tersebut untuk siap di kirim kemana saja untuk jumpa manusia dari lorong kelorong , kampung ke kampung menyeru manusia kepada Allah swt dan semoga Allah swt matikan kita dan anak keturunan kita dalam usaha atas agama. Amien.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

sulthon , ghifar , Fajar Harguna , atenk , hanafi , Again

Iklan

4 Responses to Korban Lagi dan Lagi Sampai Tiada Lagi

  1. anton berkata:

    pertamax 😀

    nice posting brow…

    semoga Allah pilih aku, masuk yg ada di dalam target jemaah, Aamiin.

  2. sulthon berkata:

    amiin,

  3. Samsul berkata:

    Kira2 berapa jumlah turang yang akan datang? Kumpul jamaah di BSD lagi? Ada undangan yang resmi ataukah tidak?

  4. arifrahmanlubis berkata:

    assalamualaikum wr wb

    cerah sekali nasehat antum akhi..

    semoga diridhai Allah amal antum ini.

    benar akh, yg dinilai Allah adalah seberapa kuat kita membawa diri kita untuk MAU beramal sejauh mungkin yg kita MAMPU.

    jazakumullah khair

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: