Menuju Ke Selain Allah swt

81726341

Kalau kita mau merenung sejenak, maka kita akan menyadari bahwa saat ini banyak dari manusia termasuk kita sedang berjalan ke arah yang salah, berjalan menuju ke selain Allah swt, hari ini kita semua berlomba-lomba untuk sebanyak mungkin mencari dan mengambil manfaat dari matahari, tanah, bahan tambang , udara dsb, Hari ini kita teramat yakin kalau dengan mendapatkan semua hal tersebut maka hidup kita akan bahagia, pada hal kebahagian dan ketidak bahagian hanya ada dalam genggaman Allah swt dan Allah swt telah letakan semua itu dalam agama yang sempurna. Tapi sayangnya tak satu pun dari kita yang bersungguh-sungguh untuk mencoba mengambil manfaat dari kazanah-Nya.

Demi untuk memperoleh manfaat dari benda-banda tersebut kita sampai-sampai melupakan tujuan utama kita di dunia. Kita lupa bahwa kita berasal dari tempat yang suci ( surga ) dan kelak harus kembali ke tempat yang suci pula ( surga ), sayangnya dunia telah menipu sebagian besar dari kita. Yang seharusnya Allah swt hantar kita ke dunia untuk bekal menuju surga-Nya kini malah terbalik kita merasa dunia adalah tujuan kita.

Kalau kita mau belajar dari sejarah, sesungguhnya Allah swt pun telah hantar ribuan manusia sebelum kita , dan hanya ada dua golongan saja , golongan yang pertama orang-orang yang sungguh-sungguh berusaha memperoleh manfaat dari kazanah Allah swt ( Nabi dan para pengikutnya ) dan yang kedua adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh berusaha memperolah manfaat dari selain Allah swt ( Fir’aun, Hamman , Qorun dll ). Dan hasilnya pun sudah jelas, orang-orang yang bersungguh-sungguh mengambil manfaat dari Allah swt maka surga tempat kembalinya, begitupun sebaliknya orang-orang yang mencoba mengambil manfaat dari selain-Nya maka neraka tempat kembalinya.

Sesungguhnya tempat untuk menyempurnakan jasad manusia itu adanya di alam rahim bukan di alam dunia sedangkan dunia adalah tempat untuk menyempurnakan amal dan akhirat kelak tempat untuk balasan dari semua amal. Tapi sayangnya kita hari-hari disibukan bagaimana menyempurnakan keperluan jasad kita sehingga lupa untuk menyempurnakan keperluan akhirat kita , orang-orang berlomba-lomba mengadakan pembangunan disana-sini demi memudahkan mereka hidup di alam dunia, tapi mereka lupa untuk bersungguh-sungguh membangun amal agama agar mudah kehidupan akhirat mereka.

Hari ini orang rela meninggalan anak istrinya demi mendapatkan dunia, tapi orang menjadi begitu resah mana kala di tinggal untuk keperluan agama mereka. Di tambah lagi para “ahli fatwa” dengan mudahnya mengeluarkan fatwa HARAM kalau ada suami yang meninggalkan anak istrinya demi “belajar berdakwah” , tapi menjadi diam manakalah ada suami yang bertahun-tahun meninggalkan istrinya demi mengejar materi di negeri orang. Sungguh ironis memang tapi begitulah kenyataannya.

Agama dan amal agama sudah amat jauh tertinggal , ilmu dan amal sudah sangat langka di temui yang ada hanyalah orang yang baru tahu sedikit tentang ilmu agama sudah berkoar-koar tentang perkara halal dan haram, semua perkara di bilang bid’ah, sesat, bahkan dari mulut mereka dengan mudahnya memvonis kafir kepada sesama pekerja agama, tapi anehnya mana kala mereka melihat saudara muslim mereka tidak sholat, tidak tutup aurat, tidak puasa di bulan ramdhan mereka sepertinya tutup mata, sedangkan ketika ada orang yang mencoba peduli dengan hal-hal tersebut maka mereka mulai bergeliat dan mulai dari mulut-mulut mereka mengeluarkan fatwa-fatwanya. Sungguh sangat-sangat menyedihkan, semoga saja Allah swt ampuni kita semua sebelum kita mati.

Membangun kesadaran beragama di tengah masyarakat bukan merupakan perkara yang mudah, perlu kesungguhan dan usaha yang tidak sebentar, karena kemerosotan terjadi hampir di seluruh sendi kehidupan, dan ini semua terjadi karena telah lama di tinggalkannya usaha dakwah, usaha untuk bagaimana mengajak manusia mengenal siapa yang menciptakan manusia. Usaha dimana merubah yakin terkadap dunia menjadi yakin terhadap akhirat sebagaimana yang dulu pernah di lakukan baginda Rasulullah saw dan para Sahabatnya.

Kemuliaan orang-orang terdahulu ada dalam usaha dakwah. Ribuan Nabi dan Rasul Allah swt utus hanya untuk maksud ini. Bagaimana mengingatkan manusia dari kelalaian agar selalu ingat kepada Allah swt..

Agama sampai kepada kita bukan di bawa oleh angin melainkan ada orang-orang yang mau berkorban tinggalkan anak dan istri mereka demi tersebarnya agama, bayangkan kalau dulu para sahabat nabi tidak korban tinggalkan anak dan istrinya mungkin Rabb kita sekarang bukan Allah swt , mungkin kita akan jadi kan batu sebagai rabb kita, emas dan perak menjadi rabb kita , kayu-kayuan sebagai rabb kita, tapi asbab ada orang yang mau usaha atas iman , mau bergerak keseluruh alam membawa agama maka agama sampai juga sekarang di diri kita.

Dan sekarangpun tetap sama, agama akan tetap ada dan diamalkan di muka bumi ini manakala ada orang-orang yang mau korban harta dan diri, tinggalkan anak dan istri untuk sementara waktu dalam rangka berdakwah, membawa dan memperkenalkan agama ke lorong-lorong, rumah-rumah , kampung-kampung , negara-negara jumpa manusia untuk sampaikan bahwa Allah swt AL-KHALIK (Yang Maha Pencipta ), Allah swt AL-MALIK ( Yang Maha Memelihara ), Allah swt AR-ROZZAQ (Yang Memberi Rezeki).

Mari saudaraku kita bangkit, kerahkan semua potensi yang kita miliki untuk mendakwahkan agama, kita korbankan yang kita cintai ( harta dan diri ) untuk sesuatu yang lebih kita cintai ( Agama dan dakwah ), Tingkatkan perngorbanan lagi dan lagi sampai tak ada lagi, hari demi hari sampai tak ada hari, gerak dan terus bergerak jumpa umat kabarkan berita-berita akhirat, kabarkan tentang surga, kabarkan tentang indahnya pertemuan dengan-Nya. Kabarkan kepada umat betapa Allah swt akan berikan derajat tertinggi untuk para da’i yang mengantarkan umat kembali kedepan pintu-Nya dan betapa Rasulullah saw begitu rindu kepada umatnya yang meneruskan kerjanya, Semoga Allah swt pilih kita untuk menjadi da’i-da’i –Nya, dan meneruskan usaha agama sampai ke anak cucu kita, amien.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

· anton , sulthon , Samsul , arifrahmanlubis

Iklan

One Response to Menuju Ke Selain Allah swt

  1. Furqan berkata:

    insya allah saudaraku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: