Keluar di Masjid samping Gereja

sb10069189k-001

Sebenarnya minggu ini bukan saatnya nisob 3 hari saya, karena saya sudah “keluar” untuk islah diri pada minggu ke-2 yang lalu, tapi berhubung pada minggu ini halaqoh kami memberangkatkan 2 jamaah ( 3 hari Masturah , 3 hari Rizal ) otomatis jumlah ”personil” aga berkurang, terlebih lagi ada pelajar yang ingin keluar pada minggu ini, dan karena fikirman di halaqoh kami meminta kesediaan waktu saya untuk menemani pelajar yang baru pertama kali keluar dan juga dikarenakan tempat “keluar” jamaah 3 hari aga dekat dengan muallah saya maka saya mencoba belajar menambah “korban” saya.

Jamaah 3 hari keluar di masjid Nurul Huda tepatnya di belakang pangkalan taksi RATAX. Masjid tersebut sudah sering kali di datangi jamaah, tapi mungkin karena korban dan risau kami yang kurang maka belum ada yang ikut keluar bersama kami, hanya baru simpatisan saja yang ada. Masjid Nurul Huda memiliki kesamaan dengan hampir kebanyakan Masjid/Mushollah di Indonesia, kosong dan hanya sengelintir orang yang sholat di tempat itu, tidak lebih dari satu shaf saat waktu sholat magrib dan isya dimana pada saat-saat itu seharusnya banyak yang sholat apalagi 90% warga di tempat itu beragama Islam, dan rata-rata sudah baligh.

Yang sangat menjadi kerisauan kami, Masjid tersebut hanya berselang 2 bangunan dari gereja, bahkan kalau kita mau menengok dari jendela tempat wudhu masjid maka halaman gereja bisa terlihat jelas ( dempet dengan Masjid ). Sebenarnya dekat atau jauhnya masjid dengan tempat ibadah lain bukan masalah andai kata masyarakat sekitar memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi sangat disayangkan hal itu justru sebaliknya ini terbukti dengan kosongnya Masjid manakala sholat 5 waktu, hanya segelintir orang yang mau sholat berjamaah di masjid. Dan keadaan ini juga diperparah dengan keadaan / kawasan pemukiman masjid tersebut yang rawan banjir dan seringkali memaksa warga mengungsi ke Gereja mana kala terjadi banjir, dan juga menurut sebagian warga, gereja sering kali mangadakan acara halabihalal mengundang warga pada saat idulfitri dengan membuat acara dan biasanya di lakukan pada saat magrib, begitupun ketika natal sering di adakan acara serupa dan mengundang warga, sepertinya pihak gereja “sangat pandai” beradaptasi dengan masyarakat sekitar terbukti dengan diterimanya keberadaan mereka oleh warga, walau kita tidak dapat menutup kemungkinan ada ‘misi-misi’ dibalik kebaikan tersebut, tapi kita tak bisa menyalahkan begitu saja pihak Gereja, karena pada dasarnya yang harus di salahkan diri kita ( kaum muslimin ) yang tidak mau ambil peduli dan masih sibuk dengan memikirkan diri sendiri dan terkadang acuh tak acuh dengan keadaan agama di dirinya maupun lingkungannya.

Jaulah hari ke-3 kami mengunjungi kawasan pemulung yang letaknya berseberangan dengan gereja, kawasan yang amat rawan karena sering kali kemiskinan di jadikan alasan untuk merubah “keyakinan”.

Ada sekitar kurang lebih 40 kepala keluarga yang menghuni kawasan itu yang kesemuanya beragama Islam, tetapi amat disayangkan walaupun hanya beberapa meter jaraknya dari masjid , hampir kesemua yang menghuni kawasan pemulung tidak pernah menginjakan kakinya di Masjid, sesuatu yang seharusnya sangat patut menjadi kerisauan dan pikir kita.

Jaulah hari terakhir itu kita gunakan untuk sepenuhnya mengunjungi para penghuni di kawasan pemulung. Kotor , bau , aga lembab, timbunan sampah yang menggunung sudah menjadi pemandangan yang biasa untuk kawasan itu dan hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang menjadi persoalan bagi kami saat berkunjung, yang menjadi persoalan besar bagi kami dan juga merupakan kerisauan adalah hampir 100% penghuni kawasan tersebut tidak melaksanakan sholat walau secara jelas tertulis di KTP mereka beragama Islam. Sedih dan hancur rasanya hati kami, ini menjadi PR besar bagi kami untuk lagi dan lagi meningkatkan korban agar menjadikan dakwah maksud hidup.

Bayangkan saja hampir sebagian besar waktu mereka habiskan untuk mengejar dunia, dari pagi sampai malam yang mereka pikirkan bagaimana mendapatkan barang-barang bekas yang bisa di jual untuk menghasilkan uang guna menopang keseharian perekonomian mereka walau untuk itu mereka harus meninggalkan perintah Allah swt. Dan yang kadang membuat saya dan beberapa rekan miris , sering kali kami dapati kebanyakan dari mereka dulunya didaerah adalah santri-santri yang mondok di pesantren yang pada dasarnya mengerti perintah agama, tapi sayangnya kadang kala sesuatu yang berhubungan dengan perut dan di bawah perut seringkali lebih kuat dari norma-norma agama tersebut. Sehingga meninggalkan perintah agama bukan masalah asalkan perut terganjal tidak kelaparan. Ironis bukan !!!

Ketika jaulah di tempat tersebut kami tidak mendapati taskilan cash, dikarenakan rata-rata fisik mereka masih dalam keadaan kotor kebanyakan dari mereka baru pulang dari kerja memulung, jadi mereka butuh beberapa menit untuk membersihkan diri, dan Ajibnya hampir semua yang kita kunjungi datang ke masjid bada sholat magrib kira-kira 25 orang bergabung bersama kami. Hal ini menandakan betapa hausnya mereka terhadap agama, hanya kadang kala kita yang kebetulan Allah swt beri sedikit kepahaman tentang agama , malas atau enggan mendekati orang-orang tersebut. Pada hal, orang-orang seperti merekalah yang pada dasarnya merupakan bibit-bibit yang baik untuk usaha agama, seperti pesan orang tua kita dalam usaha dakwah ini, dimana kita sering kali di anjurkan untuk berdakwah dikalangan orang-orang yang secara ekonomi di bawah rata-rata, karena mereka adalah orang-orang yang rawan untuk masalah keimanan tapi di balik itu apa bila hidayah menghampiri mereka maka mereka dapat menjadi orang-orang yang kuat dalam memegang prinsip-prinsip dalam agama.

“Keluar” 3 hari kali ini membawa pelajaran dan hikmah tersendiri bagi diri saya dan juga bagi jagoan ( ponakan saya 10 th ), yang untuk pertama kalinya ikut keluar berjaulah apalagi mendatangi kawasan kumuh, belajar mempermalukan diri untuk mengetuk rumah saudara muslim guna mengajak dan mengingatkan mereka tentang perkara agama. Saya mempunyai harapan besar semoga Allah swt pilih saya dalam usaha dakwah ini sampai mati dan mewarisi kerja ini kepada seluruh keturunan saya dan seluruh umat manusia. Amien.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya kargozarikan untuk sama-sama berbagi fikir dan risau, tetapi mengingat prinsip dasar dari kerja ini adalah gerak bukan tulisan jadi saya sangat berharap saudara-saudara yang kebetulan membaca tulisan ini, mau sekiranya meluangkan waktu untuk sama-sama memikirkan dan bergerak di mulai dari lingkungan terkecil (keluarga) untuk selanjutanya memikirkan juga keadaan lingkungan dan seluruh alam.

Semoga Allah swt dengan kerahiman-Nya menjadikan diri kita asbab perantara hidayah untuk umat manusia agar kembali taat kepada-Nya. Amien

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

hanafi , sulthon , Soero , XNUXMINT

Iklan

10 Responses to Keluar di Masjid samping Gereja

  1. hanafi berkata:

    Amin ya Robbal ‘Alamin … ayo semangat dakwah… Ane lagi ada jamaah jakarta nih… kapan keluar ke sini bar ? 🙂 4 bulannya kapan … mumpung bentar lagi vakum dari kerjaan … iya tho ?

    Doain aja Mas, aku dah gak kerja lagi JOBLESS 🙂 rencana mau khitmad markaz 7 hari doain ya , mau ngelembutin hati 🙂

  2. hanafi berkata:

    hehe … nah gitu…ane jg mau khidmad markaz seminggu juga … smoga bisa jumpa disana ya… kapan khidmadnya ?

    Insya Allah paling lambat minggu depan

  3. XNUXMINT berkata:

    Assalammualikum saudaraku….Saat ini ada 1 rombongan (7 pasang) jemaah masturoh yang lagi silaturahmi di maqomi ana, mereka orang-orang lama dan veteran 4 bln jln kaki, mereka keluar 3 h masturat ini hri kedua, mereka karkun gabungan antara holaqoh ana sukarami dan holaqoh lain dan ada juga dari holaqoh markas palembang sendiri. Sekitar jam 11 tadi Pak Misan yang merupakan karkun awalun dimaqomi ana silaturahmi kerumah ana dengan salah satu karkun tersebut. Sip dah …baru semalam kasih koment di blog karkun minta ditargib sekarang langsung Allah SWT kirim hambanya untuk langsung mentargib ana.Mantap deh targibannya……maklum karkun 4 bln yg sejuk emang perlu ditargib habis2an….Sempat terpikir dulu sebelum kenal usaha ini dan pengen belajar agama dan selalu berdoa akhirnya Allah kirim dan kenalkan ana dengan usaha ini. Sekarang sewaktu ana lagi adem dan butuh teman yang memberikan semangat dan dorongan lagi Allah langsung kirim juga hambanya….. Ma kasih ya Allah engkau sangat mengerti dan mengetahui isi hati hambamu ini. Tadi habis sholat zuhur ikut muzakaroh tentang masturat……he..he…..mungkin untuk bekal aja dulu masalahnya klu mau dipraktekkan belum ada masturatnya. Apa ya tadi …oh iya 10 cara ikrom istri :
    1. Ikrom anak didepan isteri, 2.Puji masakan isteri, 3. Hias diri dihadapan isteri, 4.bercerita sebelum tidur, 5. ajak isteri jalan2, 6. Beri hadiah, 7.Berdoa untuk kebaikan isteri dunia n akhirat, 8. tunaikan hak2 isteri, 9. …10……. Lupa ananya…….

    Jadi mau punya isteri nih…….

    Terima kasih atas kargozarinya, dan makasih atas infonya, semoga Allah istiqomahkan kita dan semoga cepet2 dapet calonnya 🙂

  4. XNUXMINT berkata:

    Amin……saudaraku. Nih lagi buat proyek blog khusus untuk info usaha dawah di maqomi ana khususnya dan palembang umumnya . Nanti boleh ya di Link blog yang ini http://sukurpalembang.opensuse-id.org diblog antum. Oh ya blog antum ana link balik juga ya, bolehkan.

    Kirain mau taskil kunjungan maqomi 🙂 kebetulan di halaqoh ane lagi butuh personil neh 🙂 Insya Allah keluar ke jakarta, ke halaqoh ane, tar ane ajak keliling jumpa umat , biar para karkun di sini jadi semangat dengan kedatangan antum 🙂 hitung-hitung persiapan ijtima 🙂

  5. XNUXMINT berkata:

    Insya Allah,,,, Mudah2han Allah SWT kirim ana untuk memenuhi undangan antum.

    Amien semoga Allah kabul

  6. thyA berkata:

    oh iya 10 cara ikrom istri :
    1. Ikrom anak didepan isteri, 2.Puji masakan isteri, 3. Hias diri dihadapan isteri, 4.bercerita sebelum tidur, 5. ajak isteri jalan2, 6. Beri hadiah, 7.Berdoa untuk kebaikan isteri dunia n akhirat, 8. tunaikan hak2 isteri, 9. …10……. Lupa ananya…….

    waaah, subhanallah
    hebat2,..

    **maaf tapi banyak istilah yang ty gak ngerti disini, hehe jadinya komentarin komen yang ada aja deeeh, hhehe

    syukran dah berkunjung 🙂

  7. martik berkata:

    mari sungguh2 berdakwah!!! mudah2an Alloh mudahkan kita hidayah.. terutama buat kita sendiri..

  8. XNUXMINT berkata:

    @martik : Insya Allah Allah SWT kuatkan lagi hambanya seperti ana ini.Amin. Alhamdulilah di holaqoh ana terbentuk 1 jmh 4 bln, 1 jmh 40 h, 1 jmh 3 h pelajar berikut info besrta hasil kerja jmh 3 h masturot dimaqomi ana di http://sukurpalembang.opensuse-id.org/

  9. ukht ummi berkata:

    ya istiqomah buat amal maqomi insyaAlloh Tu Gereja Suatu saat akan menjadi masjid insyaAlloh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: