Rumah yang Memancarkan Hidayah

200487365-001

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Ummu Salamah, hal terburuk bagi seorang Muslim dalam membelanjakan uangnya adalah untuk bangunan.”

Tempat yang terbaik di permukaan bumi adalah masjid dan tempat yang terburuk adalah pasar, karena masjid merupakan tempat untuk meproduksi hidayah, sedangkan pasar tempat dimana banyak terjadi kelalaian dalam agama. maka sudah seharusnya setiap umat Islam bercita-cita menjadikan rumah-rumah mereka layaknya Masjid-Nya. Dimana didalam rumah kita hidup amal-amal agama sebagaimana rumah Baginda saw dan Sahabat, setiap harinya anggota keluarga berkumpul untuk melaksanakan taklim harian di rumah, bacaan Alqur’an terdengar setiap harinya, para ahli rumah di biasakan selalu melaksanakan dakwah kepada anggota keluarga dan kepada siapapun tamu yang berkunjung, dzikir selalu menghiasi pagi & petang, perbanyak sholat-sholat sunah di rumah dan selalu terbiasa hidup dengan sederhana.

Rumah Rasulullah saw dan para Sahabat ketika itu jauh dari kesan mewah tapi dari rumah-rumah mereka lahir para Da’i-Da’iyah, Alim-Alimah, Hafiz-Hafizah yang siap menyebarkan agama dan membawa hidayah keseluruh alam. Bahkan rumah istri-istri Rasulullah saw hanya beratapkan pelepah-pelepah kurma. lmran bin Abi Anas berkata, “Di antara rumah-rumah istri Rasulullah saw ada empat buah rumah yang terbuat dari bata dengan kamar-kamar dari pohon kurma. Ada lima rumah dari batang pohon kurma dilapisi lumpur tanpa bata. Aku mengukur gordennya dan mendapati ukurannya tiga kali satu cubit, dan areanya itu sedemikian, lebih atau kurang.”

Sangat menyedihkan kalau melihat umat Islam hari ini dimana sebagian besar hari-harinya di sibukan untuk menyempurnakan bagunan fisik rumah mereka, seakan-akan mereka merasa akan hidup selama-lamanya di dunia sehingga mereka melupakan untuk membangun rumah di akhirat.

Hampir seluruh rumah umat Islam sudah jauh dari apa yang di inginkan Allah swt dan Rasul-Nya, rumah-rumah umat islam hari ini tak ada beda dengan rumah-rumah non muslim , sangat sulit sekali untuk membedakannya, bahkan rumah-rumah umat Islam hari ini sebagian besar sudah tak layak untuk menerima jamaah-jamaah dakwah ( jamaah masturah ) karena tidak ada amalan agama di dalamnya.

Kemarin malam ( 5/1/2009 ) ketika pembentangan takazah pada saat musyawarah mingguan markaz, maka di beritahukan bahwa ada jamaah masturah ( rombongan dakwah suami berserta Istri ) dari Banjar akan tiba di Jakarta dan memerlukan beberapa rumah, maka halaqoh kami menyambut takazah tersebut ( 8-9 januari 09 ), karena ini bentuknya takazah maka ketika memutuskan untuk menyambut belum di musyawarakan di halaqoh kami, lepas musyawarah markaz, seorang teman mendekati saya dan bertanya kira-kira rumah siapa yang siap menyambut takazah tersebut, yang sangat menyedihkan di halaqoh kami yang lahan garapannya ( medan dakwahnya ) kurang lebih dari wilayah petukangan utara-selatan, Swadarma Raya sampai Cipulir yang kalau di total ada sekitar ribuan rumah hanya baru ada 3 rumah saja yang layak di gunakan untuk menerimah jamaah masturah. Ribuan rumah-rumah yang lainnya sangat tidak layak bahkan jauh dari kata layak untuk memenuhi persyaratan tersebut. Ini yang menjadi kerisauan kami dan beberapa rekan sehingga saya mencoba menuangkan kerisauan tersebut dalam tulisan ini. Walau saya yakin memang pada dasarnya tidak semua Rumah dipilih Allah untuk dapat menerima “TAMU”nya, Karena cuma RUMAH yang Hidup AMAL AGAMA secara ISTIQOMAH biasanya yang dipilih Allah, Tapi setidaknya melalui tulisan ini kita semua mencoba mengingat kembali apa-apa yang sering kita mudzakarahkan dan kira-kira sudah sejauh mana apa-apa yang sering di mudzakarahkan tersebut kita amalkan. Di bawah ini kembali saya tuliskan rumah-rumah seperti apa yang kiranya bisa didatangi jamaah masturah dan bagaimana adab-adab menerima jamaah masturah.

ADAB – ADAB RUMAH YANG DITEMPATI MASTURAH

1. Tidak ada terpajang gambar-gambar makhluk hidup, seperti anjing dan patung-patung, karena malaikat rahmad tidak akan memasuki rumah yang ada unsur tersebut.

2. Full hijab, dari luar tidak bisa melihat ke dalam, dari dalam tidak bisa melihat keluar, termasuk pintu juga pakai hijab / tabir.

3. Pajangan ditutup atau disembunyikan

4. Ada tempat I dan II ( tandas ) yang tertutup

5. Ada tempat bayan

6. Semua anggota keluarga yang laki-laki tidak boleh masuk ke dalam rumah selama rumahnya ditempati masturah

7. Tuan rumah sudah pernah keluar, minimal 3 hari masturah ( supaya di rumah tersebut hidup suasana agama, sehingga layak ditempati masturah ).

8. Harus dibentuk hirosah ( security ) kalau jarak rumah dengan masjid agak jauh ( 1 orang anshar dan 1 orang muhajirin )

9. Ketika rombongan datang ke lokasi, maka 2 orang rijal ( laki-laki ) memeriksa ke dalam rumah, kalau belum siap perlu dibetulkan dulu, masturah tetap menunggu di dalam mobil.

Sekarang masing-masing kita dapat mengukur dan membandingan sudahkan rumah kita sesuai dengan persyaratan di atas, padahal hidayah akan turun dengan hijrah dan nusrah, nusrah yang paling tinggi nilainya, menyediakan rumah untuk ditempati masturah.

Dan itu berarti harus lagi dan lagi kita berkerja keras agar suatu saat Allah swt pilih rumah kita untuk dapat di datangi para jamaah masturah. Insya Allah niat amal.

Subhanallahi wabihamdika ashadu ala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’..

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Jauhari , XNUXMINT , taufiq , ashardi , Radito

Iklan

5 Responses to Rumah yang Memancarkan Hidayah

  1. abdurrahman berkata:

    assalammu’alaykum
    maaf saya belum siap terima jamaah masturoh,
    niat ada setelah dapat masturohnya,
    dan mohon do’a Ari Dumai, Arif Lampung, dan Rangga Abdurrahman niat berangkat IPB bulan April, smoga Allah mudahkan dan selesaikan permaslahannya terutama skripsi yang lagi dikerjakan. Amiin
    Wassalammu’alaykum

  2. abdurrahman berkata:

    assalammu’alaykum
    maaf saya belum siap terima jamaah masturoh,
    niat ada setelah dapat masturohnya,
    dan mohon do’a Arif Dumai, Arif Lampung, dan Rangga Abdurrahman niat berangkat IPB bulan April, smoga Allah mudahkan dan selesaikan permaslahannya terutama skripsi yang lagi dikerjakan. Amiin
    Wassalammu’alaykum

  3. Fajar Harguna berkata:

    Ya Allah, pilihlah rumah hamba-Mu yang sederhana ini untuk dapat menerima jamaah-jamaah masturah dari seluruh alam. Ya Allah, hamba-mu ini rasanya tak pantas menjadi tuan rumah ataupun anshar yang baik, namun kira-Nya Engkau pandang niat hamba ini dan pilih hamba sekeluarga menjadi asbab hidayah dan menjadikan rumah hamba sebagaimana rumah-rumah para sahabat anshar dan juga muhajirin yang memancarkan hidayah ke seluruh alam.

  4. Mas Koko berkata:

    Subhanallah…. hanya orang2 yang beriman dan berserah diri yang mampu melakukan seperti ini

  5. senopatiarthur berkata:

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://rumah-taman.infogue.com/rumah_yang_memancarkan_hidayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: