Satu Hati

1_609062389l

Kita sering dengar orang-orang tua kita dalam usaha dakwah ini bagi targib bahwa antara para pekerja dakwah sangat penting untuk menjaga kesatuan hati, karena pertolongan Allah swt bersama kesatuan hati para pekerja dakwah itu sendiri, kalau tiap-tiap pekerja dakwah berjalan pada tertib yang telah di gariskan para orang tua kita di markaz pastinya perpecahan dan perselisihan sesama pekerja dakwah bisa diatasi.

Kesalahan yang sering terjadi pada para pekerja dakwah adalah ketidak sungguhan dalam dakwah itu sendiri, kita masih belum menjadikan dakwah sebagai maksud hidup melainkan hanya pekerjaan dikala waktu senggang kita, sehingga permasalahan-permasalahan Allah swt timbulkan diantara pekerja dakwah itu sendiri, satu sama lain saling lempar kewajiban dan tanggung jawab serta saling melihat kekurangan orang lain dan yang terparah setiap diri merasa sudah berbuat banyak untuk dakwah astagfirullah.

Saudaraku…. jangan pernah kotori dakwah dengan pikiran-pikiran semacam itu, usaha dakwah ini terlalu mulia untuk di kotori oleh hal-hal seperti itu. Pebedaan pendapat dikalangan pekerja dakwah merupakan perkara biasa, dikalangan orang politik dan orang lain pun biasa. Karena kita hanya manusia memiliki fikiran dan pendirian yang berbeda-beda, Tapi akan menjadi tidak biasa mana kala setiap perbedaan dan permasalahan tersebut tidak di letakan dalam musyawarah.

Kita pastinya sering dengar arahan orang-orang tua kita agar setiap pekerja dakwah harus merasa bahwa dakwah ini kerja saya sedangkan orang lain hanya membantu saja. Jadi berapapun waktu, tenaga dan fikiran yang orang lain beri dalam kerja dakwah ini sudah selayaknya kita terima , karena namanya juga membantu maka kewajiban dakwah ini ada pada orang yang di bantu yaitu diri kita sendiri, oleh karena itu pentingnya lagi dan lagi kita luruskan niat dalam kerja dakwah ini, jangan campuri kerja dakwah ini dengan niat untuk mendapatkan dunia melainkan kita niat untuk islah diri, agar diri kita menjadi baik dan umat di seluruh alam juga menjadi baik, dan agar Allah swt kekalkan hidayah pada diri kita dan seluruh alam.

Usaha dakwah ini dibangun diatas tertib yang sangat halus. Tertib tersebut sangat mudah dilaksanakan bagi orang yang ingin memperbaiki diri sendiri, namun akan sulit bagi orang-orang yang hanya ingin memperbaiki orang lain saja. Dalam salah satu suratnya Maulana Said Akhmad Khan Shaheb menulis :

Hendaknya selalu beranggapan bahwa usaha dan pengorbanan yang telah anda lakukan baru sedikit. Jangan sekali-kali beranggapan bahwa anda telah melakukan usaha dan pengorbanan yang besar. Bahkan jangan sekali-kali terlintas dalam pikiran anda bahwa anda telah menghabiskan sebagian dari kekayaan dan hidup anda dalam usaha ini,

Jangan merendahkan siapa saja meskipun orang tersebut buta huruf atau miskin. Jangan mengutamakan orang kaya atas orang miskin. Bahkan hendaknya lebih bergairah dan bergembira ketika menghadapi orang miskin,

Hendaknya menyebarluaskan kerja dakwah ini kepada orang-orang Islam dari berbagai kalangan dan kepada penganut berbagai mahzab. Jangan terperangkap kedalam pikiran bahwa tidak apa-apa apabila hanya satu orang saja yang menentang kita. Bahkan meskipun hanya menghadapi seorang penentang, ia harus diprioritaskan. Ingatlah bahwa sebatang korek api dapat menyebabkan dunia terang benderang. Demikian pula, satu orang telah cukup menjadi penyebab fitnah.

Orang yang paling baik adalah orang yang mampu menjaga kesatuan hati dengan cara menunjukan akhlak yg mulia dan bijaksana demi untuk tercapainya tujuan.

Usaha kita adalah usaha yang luwes. Sehingga kita berada dalam posisi untuk menyatukan setiap orang. Syaitan senantiasa berusaha untuk menanamkan benih-benih permusuhan, terutama diantara “orang-orang lama“. Demi untuk mencapai tujuannya, ia berdalih memegang tertib. Dengan kata lain mereka bertentangan atas tertib dakwah. Padahal tertib yang paling utama ialah satu hati, apabila tidak ada kesatuan hati maka tertib lainnya tidak dapat diwujudkan. Melanggar tertib yang paling parah adalah perpecahan.

Orang yang paling mulia adalah orang yang berbuat baik kepada semua orang, baik mereka yang mendukung atau yang menentang. baik mereka teman atau lawan, baik mereka kaya atau miskin.

Orang yang pandai adalah orang yang mampu menyesuaikan dengan tuntutan keadaan. Dengan kata lain ia adalah orang yang dapat memanfaatkan keadaaan dan memiliki kemampuan untuk membaca keadaan orang lain. Juga ia memiliki Ke Ikhlasan dan hanya mencari Ridha Allah

Kita semua adalah orang baru (dalam usaha ini). Orang lama adalah orang yang tetap istiqomah dalam menjalankan usaha sampai mati, baik orang-orang menghormatinya atau tidak. baik orang-orang menganggap dirinya atau tidak, baik orang-orang menganggap dirinya baik atau jelek. Sekalipun para penanggung jawab atas usaha ini berpikiran buruk kepada mereka, namun ia tidak membalasnya dengan berpikiran buruk terhadap mereka. Sekalipun setiap orang meninggalkan dirinya, ia tidak mau membalasnya, tetapi ia berkata, “Saya tidak mau meninggalkan anda meskipun anda meninggalkan saya”.

Dakwah ini merupakan sifat para Nabi as. Untuk itu janganlah menjalankan dakwah hanya karena orang tua yang menjalankannya, karena mereka meminta anda untuk melakukannya, tapi lakukanlah karena kerja dakwah ini dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. dan karena kerja ini merupakan perintah dari Rasulullah SAW.

Hendaklah selalu merenungkan ayat-ayat dan kisah-kisah dalam al Qur’an dan Hadist, dan camkanlah bahwa usaha dakwah ini sangat penting juga merupakan kewajiban bagi setiap orang (Fardhu ain)

Berdoalah kepada Allah SWT. agar Dia menampakan hakikat Usaha ini. Orang yang telah mengenal hakikat usaha ini, maka ia dianggap orang lama dalam usaha ini, baik ia fasih dalam menyampaikan bayan atau tidak, baik ia buta huruf ataupun berpendidikan.

Saudaraku…rasanya apa yang disampaikan Maulana Said Akhmad Khan Shaheb diatas sudah mencukupi bagi kita untuk lagi dan lagi meningkatkan perngorbanan dan selalu berjalan pada usul dan tertib dakwah.

Usaha agama adalah usaha pilihan dimana orang yang buat usaha atas agama adalah orang pilihan, jadi kalau kita sungguh-sungguh buat usaha agama kita adalah orang pilihan Allah dan insya Allah , kita akan di kekalkan dalam usaha dakwah dan kelak akan di matikan dalam dakwah, dakwah menjadi maksud hidup, hidup untuk dakwah, dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.

Saudaraku… Ijtima juli sudah didepan mata banyak target yang mesti kita penuhi, tekan ego kita demi agama, jangan terbawa nafsu agar di sebut orang lama dalam usaha ini, karena dalam usaha dakwah ini Allah swt hanya punya 2 tertib saja, Allah swt kekalkan kita, atau Allah swt lemparkan kita. Dan semoga Allah swt tetap istiqomahkan kita dan terima semua pengorbanan kita.

Note: Tulisan ini dibuat selepas musyawarah halaqoh ( 06/01/09 ) , dengan pikiran dan hati tak menentu melihat keadaan rekan-rekan di halaqoh kami hiks…hiks…hiks…, semoga Allah swt satukan kembali hati-hati kami dan semoga kami bisa lagi dan lagi meningkatkan pengorbanan dan dapat menekan ego-ego kami, dan Allah gunakan kami dalam usaha dakwah ini , amien..


Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

abdurrahman , Fajar Harguna , Mas Koko


Iklan

9 Responses to Satu Hati

  1. mamas86 berkata:

    Sucikan Hati
    Jangan Kau Nodai…..

    Ikut Syair aa Gym

  2. abdurrahman berkata:

    Masya Allah
    untuk satukan hati doakan orang yang kita benci atau benci kita supaya Allah beri hidayah, dan satukan hati kita semua

    Hati ini milik Allah, Hati ini digenggam oleh Allah, Hati ini dibolak-balikkan oleh Allah

    Wahai Dzat pemilik hati, yang membolak-balikkan hati

    Arahkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu dan mencintai Rasul-Mu, serta Umat-mu dan Makhluk-Mu

    Amiin

  3. achield berkata:

    assalamu ‘alaikum sy uda lama banget ngg keluar klo liat temen2x yg pd keluar rindu banget g tau knapa saya bisa selemah ini n sy harap temen2x doakan sy supaya bisa istiqamah kembali didalam dakwah plizzz

  4. sulthon berkata:

    🙂

  5. XNUXMINT berkata:

    Dulu waktu saya keluar 4 bln dan dibayan hidayah dibilang bahwa kesuksesan kita keluar bukan hanya pada banyaknya taskilan sedangkan jemaahnya sendiri pecah dan tidak satu hati. Jumlah pergi sama dengan jumlah pulang….he..he..ada tuh jemaah yang pecah hati terus minggat pulang. Alhamdulilah waktu saya 4 bln 4x ganti rombongan jemaah dan 4 x ganti amir krna habis waktu mereka tidak sampai terjadi pecah hati walaupun diujung2 sempat hampir terjadi di semua karkun jemaah saya waktu itu. Tapi Amirnya bijak dan mengerti dgn kondisi akhirnya dimalam hari dilakukan muhasabah semua lampu dimatikan . Semua karkun disuruh mengeluarkan semua yang mereka tidak suka dari karkun laen. Dan akhirnya masalah menjadi jelas dan masing2 karkun menyadari kesalahan dan sikap masing2 yang dapt membuat karkun laen gak suka. Termasuk saya tuh gara2 becanda dengan Amir syaf ternyata dia juga kesal sama saya rupanya. Padahal saya tidak bermaskud pa2…..memori yang takkan pernah terlupakan.

  6. hanafi berkata:

    Bar …besok ane insya Allah khidmad markaz..

  7. amalia berkata:

    Insya Allah mengikuti jejak2 dalam satukan hati dalam setiap Syiar..
    barakallah…

  8. Abdurohman berkata:

    Diam lbih baik, dari pada bicara melukai hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: