Rumah yang memiliki Nur

Februari 24, 2009

 

84056054

 

Pada musyawarah mingguan Jakarta ( 23/02/09 ) pak Cecep Firdaus kembali menyampaikan pentingnya perkara ijtima dan harapan para masyeikh dengan diadakannya ijtima tersebut. Ijtima adalah pertemuan 2 kerja, yaitu kerja sebelum ijtima dan kerja sesudah ijtima. Harapan / target diadakannya ijtima tersebut diantaranya :

1.                    Bagaimana setiap masjid hidup amalan agama ( dakwah illallah , taklim wa taklum, dzikir ibadah , khitmad )

2.                    Bagaimana setiap rumah-rumah umat islam hidup suasana agama.

3.                    Bagaimana setiap individu-individu umat islam mengamalkan agama secara sempurna.

Untuk poin 1 dan 3 insya Allah dapat dicapai dengan cara di keluarkannya rombongan-rombongan untuk mendakwahkan agama baik jamaah Rizal ( laki-laki ) maupun masturah ( laki-laki bersama wanita ). Sedangkan untuk poin 2  dapat di capai dengan cara menghidupkan taklim rumah.

Menghidupkan taklim rumah secara istiqomah merupakan perkaran yang harus dilakukan oleh seluruh umat islam tanpa kecuali baik bagi yang  sudah mengenal usaha agama maupun belum , karena barang siapa yang menghidupkan taklim rumah maka berarti orang tersebut siap untuk didatangi agama, karena talim rumah adalah pintu masuknya agama ke dalam rumah, kalau pintunya tidak pernah dibuka bagaimana keluarga kita mau paham agama.

Taklim rumah merupakan perkara penting karena taklim rumah merupakan pertemuan dua kerja maqomi baik maqomi rizal maupun masturah. untuk perkara apa saja maqomi rizal dan masturah saya rasa kita semua sudah teramat mengerti poin-poinnya walau terkadang belum sempurna mengamalkannya. 

Orang tua kita dalam dakwah sangat menekankan perkara dihidupkannya taklim rumah. Walaupun suaminya hafiz alqur’an, alim, selalu sambut takazah, pintar dalam bayan dan memberikan mudzakarah tapi taklim dirumahnya tidak hidup maka pada hakekatnya dia sedang menggiring anak dan istrinya ke pintu neraka.

Karena setiap kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk bagaimana membawa seluruh ahli keluarga kita kedepan pintu surga-Nya, dan hal itu bisa didapat dengan cara kita mengajarkan keluarga kita tentang agama, dengan jalan menghidupkan taklim rumah secara istiqomah.

Kalau hanya diri kita saja yang paham agama, dan kita tak pernah buat taklim rumah untuk mengajarkan agama kepada keluarga kita , maka jangan harap agama akan hidup di tengah keluarga kita selepas kita meninggal dunia, bahkan  bisa jadi selepas meninggalnya kita anak dan keluarga kita menjadi orang-orang yang jauh dari agama asbab semasa hidupnya kita tak pernah membuat taklim rumah secara istiqomah.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tempat dan Tanggal Ijtima 2009

Februari 16, 2009

83696030

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu ……

Nahmaduhu wa nushalli ‘ala Rasulihil kariim. ‘Amma ba’du…

Alhamdulillah akhirnya tempat dan tanggal ijtima juli 2009 sudah di putus, malam ini ( 16 / 02 / 09 ) saat musyawarah mingguan Jakarta , Pak Cecep Firdaus mengumumkan tempat dan tanggal pelaksanaan ijtima dan apa saja yang harus di lakukan semua karkun ( pekerja dakwah ) demi menyambut ijtima 2009. Ijtima juli 2009 akan di laksanakan di tempat yang sama sebagaimana ijtima 2008 yaitu di BSD . ijtima di adakan pada tanggal 17,18,19,20 Juli dan 21,22 juli 2009 diadakan Musyawarah dengan para Masyeikh. Berarti waktu yang tersisa untuk sukses ijtima tinggal kurang lebih 5 bulan dari sekarang. Dalam musyawarah Jakarta malam ini pak Cecep mengulang pesan yang disampaikan para Masyeikh ketika ijtima Tongi di Bangladesh, pesan-pesan tersebut diantarnya ;

1.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan  dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal takbiratul ula ( takbir pertama bersama imam dalam sholat berjamaah ).

2.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan  dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal baca alqur’an minimal 1 juzz setiap harinya.

3.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal sholat tahajud.

4. Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang melakukan kemaksiatan sekecil apapun kepada Allah swt.

Baca entri selengkapnya »


Kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri

Februari 10, 2009

1_176256603m

 

Assalamualikum wr.wb

Bismillahirohmanirohim..

 

Satu dari 4 tanggung jawab kerja kita di muallah  ( 1.Maqomi ( 5 amal ) , 2. Kerja atas ulama, 3. Kerja atas masturah, 4. Kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri  ) adalah kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri. Kerja maqomi ( Musyawarah harian, Taklim masjid, Jaulah 1 dan 2, 2,5 jam silaturahmi kepada tetangga sekitar masjid ) saja tidak cukup untuk menghidupkan muallah tanpa di barengi dengan kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri..

Jumlah pemuda jika dibanding dengan orang tua kurang lebih 1 : 2 artinya jumlah pemuda lebih banyak jika dibanding dengan orang tua, oleh karenanya musuh-musuh islam paham untuk menghancurkan islam maka mereka merusak para pemuda. Ini terbukti dengan orang-orang islam generasi sekarang yang malu memberi nama anak-anak mereka dengan nama-nama islam. Bahkan tidak sedikit para pemuda islam yang benci dengan agamanya sendiri.

Ulama bagi tahu kalau ingin melihat kemajuan agama maka kita bisa melihat lebih suka berada dimana para pemuda saat ini di mall atau di masjid, Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas pemuda??? Ya kita semua. Kalau kita tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap usaha atas Pemuda, Pelajar dan Santri maka mereka akan digarap “orang lain” yang tidak ingin islam menjadi jaya dan maju.

Media merupakan sarana utama yang digunakan sebagai alat untuk menghancurkan ahlaq para pemuda salah satunya adalah media elektronik. Dengan melalui media elektronik para ahli batil berlomba-lomba untuk memunculkan kebatilan. Lewat media tersebut kebatilan di balas dengan kebatilan.

Media berlomba-lomba memunculkan kemerosotan ahlaq umat islam saat ini, sedangkan berita mengenai orang islam yang taat jarang sekali di munculkan di media sebaliknya kalau ada orang islam yang tidak taat dan melakukan kemaksiatan melanggar syariat maka media menulis secara besar-besaran, oleh karenanya kita harus berhati-hati dengan media.

“Orang tua”  kita dalam dakwah berpesan pentingnya kita lagi dan lagi betulkan niat kita dalam berdakwah dan hendaknya kita harus memberikan perhatian yang lebih kepada para Pemuda, Pelajar dan Santri, mereka adalah masa dengan agama, kalau mereka tidak diajak kepada agama maka akan ada usaha lain yang mengajar mereka ingkar kepada agama.

Allah swt memberikan kelebihan-kelebihan yang banyak kepada pemuda, mereka memiliki energi yang banyak , mereka memiliki semangat yang tinggi sehingga manakala mereka memiliki keyakinan atas suatu hal maka mereka memiliki semangat yang tinggi untuk memegang prinsip tersebut bahkan mereka tak takut mati demi membela prinsip tersebut, dapat dibayangkan kalau para pemuda tersebut di ajak untuk menentang agama!!!

Oleh karenanya dimana muallah / halaqoh yang memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri maka ke 3 aspek yang lain ( 1.Maqomi ( 5 amal ) , 2. Kerja atas ulama, 3. Kerja atas masturah ) akan menjadi kuat .

Kita hari ini lupa bahwa dalam diri pemuda ada berlian-belian yang belum tergarap dan manakala berlian tersebut digarap dengan benar maka akan memunculkan dan lahir para pemuda yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya diatas segala-galanya.

Kita semua jangan sampai melupakan kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri. Jangan sampai pemuda digarap oleh orang-orang di luar islam, karena untuk menghancurkan suatu negara dan agama, maka mereka cukup merusak 1 generasi saja dan hasilnya maka akan nampak sekarang ini contoh berapa banyak hari ini orang-orang muda malu menyandang nama-nama islam, ini baru nama, belum amalan apalagi pakaian yang islami.

Munculnya pemuda-pemuda yang menjadi berlian-berlian dalam usaha dakwah tidak bisa terjadi dengan sendirinya , harus di pikirkan jauh-jauh hari. Pemuda, Pelajar dan Santri harus dilibatkan sedini mungkin dalam usaha dakwah ini. Oleh karenanya dibutuhkan pengorbanan yang lebih dari kita-kita yang lebih dulu mengenal usaha dakwah ini untuk lebih pokus memberikan perhatian atas kerja Pemuda, Pelajar dan Santri.

Baca entri selengkapnya »


Orang Lama, dan Kerja Maqomi

Februari 7, 2009

sb10062947ed-001

 

Assalamualikum wr.wb

Salah satu dari 14 butir musyawarah Indonesia di Nizamudin pada tahun 2006 adalah Kerja atas orang-orang lama, yang dimaksud orang-orang lama disini bukan seperti pengertian yang sebenarnya ( orang yang  sempurna amalan dakwahnya, orang yang selalu siap sambut takazah dan lain sebagainya ) melainkan yang dimaksud orang lama disini adalah orang yang awal ikut kerja dakwah baik di muallah ataupun halaqoh sekitar kita tetapi sudah mulai “dingin” sehingga tak nampak lagi aktif dalam amalan dakwah tersebut.

Kerja atas orang-orang lama seperti ini sangatlah dianjurkan dan ditekankan. Karena bisa jadi  mereka-mereka yang tak nampak hari ini adalah orang yang dahulunya menaskil kita sehingga kita bisa ikut ambil bagian dalam kerja dakwah ini atau bisa jadi mereka adalah orang yang pernah menangis memohon hidayah untuk kita dalam setiap sholat malam mereka.

Jangan pernah memandang buruk kepada karkun-karkun ( pekerja dakwah ) yang tidak aktif, bisa jadi mereka tidak aktif karena kesalahan kita, maka ini semua adalah pekerjaan rumah kita yang belum selesai. Kita harus ambil peduli atas pekara ini bahkan hal tersebut harus didahulukan atas perkara-perkara yang lain. Jangan sampai orang-orang lama hanya dimarahi terus oleh karkun-karkun baru karena sudah tak aktif lagi.

Kalau ada orang-orang lama dikampung kita yang sudah tidak aktif lagi siapapun dia pada hakekatnya dia telah lebih dahulu dari kita keluar di jalan Allah , mungkin asbab doa dan tangis dia, asbab taskil dia kita bisa ikut keluar dijalan Allah , maka oleh sebab itu jangan lupa doa malam hari untuk orang-orang lama, datangi mereka, ketika mendatangi mereka kita di anjurkan tak usaha taskil, datang jumpa mereka bawa hadiah, kargozari tetang perkembangan dakwah saat ini, tentang perkara ijtima 2009.

Kedudukan orang lama dalam usaha dakwah ini seperti kedudukan jantung pada badan, orang hidup kalau karena suatu keadaan menyebabkan tangganya putus maka hal tersebut tak menyebabkan orang tersebut mati tapi kalau jantungnya yang putus maka hal itu akan meyebabkan orang tersebut  mati , begitupun dalam kerja dawah ini kalau orang-orang lama sudah tak bergerak ini indikasi bahwa lampu merah dalam dakwah, maka hendaknya kita betul-betul berkhitmad dengan mereka dengan penuh perhatian dan kasih sayang sehingga ada kesatuan hati diantara kita.

Mari kita saling targib karena kita punya tangung jawab yang sangat besar, 18 ribu pulau di Indonesia masih banyak yang belum di datangi jamaah, umur kita sangat pendek jangan main-main dalam umur, kita akan tahu pahalanya kerja ini ketika malaikat maut ( Izrail ) datang baru kita akan tahu pentingnya usaha ini.

Kerja dakwah adalah kerja besar dan ini kerja pilihan , agar kita tetap dalam kerja ini maka perkara niat ini sangat penting oleh karenanya kita harus tetap memperhatikan niat. Dan selalu menjalankan kerja dakwah ini dengan  tertib yg betul.

Para masyech berpesan bahwa setiap kita mempunyai tangung jawab yang besar terhadap muallah ( masjid / musholah ) tempat kita tinggal,  setiap pekerja dakwah harus tahu dan paham apa itu tanggung jawab muallah dan atas kerja muallah. Sepulang kita keluar dijalan Allah maka tanggung jawab kita adalah bagaimana masyarakat makin sayang kepada kita, kalau ada pekerja dakwah yang pulang keluar dijalan Allah, masyarakat sekitar rumahnya malah jadi takut dengan dia maka ada yang salah dengan karkun ( pekerja dakwah ) tertebut.

Kerja dakwah ini dengan kasih sayang bukan dengan keras dan azas kerja dakwah ini di muallah bukan di markaz karena muallah yang kuat akan menguatkan halaqoh , halaqoh yang kuat akan menguatkan markaz dan pembentuan sifat karkun ini ada pada kerja di muallah mereka,

Pembentukan sifat terjadi ketika karkun tersebut menjalankan kerja dimaqomi mereka, bagaimana dia  buat musyawarah harian , taklim , jaulah 1 dan 2, 2,5 jam bersilaturahmi terhadap masyarakat sekita masjid, kalau tertib-tertib ini dilakukan dengan benar maka sifat  karkun akan berubah menjadi baik.

Kita keluar dijalan Allah swt  ada maksud dan tujuan. Maksud Keluar dijalan Allah swt kita semua paham yaitu islah diri ( memperbaiki diri ) dan bagaimana kita bisa menghidupkan maqomi di tempat kita keluar, dan kita dapat mengeluarkan dan bentuk jamaah cash dari masjid tempat kita keluar. Tapi sayangnya tujuan kita keluar dijalan Allah swt yang kadang-kadang kita lupa, ada maksud dan tujuan kita keluar dijalan Allah swt, dan ini yang benar-benar harus kita pahami, islah diri ( memperbaiki diri ) adalah maksud , hidupkan makomi ini maksud , keluarkan jamaah cash ini juga maksud , lantas apa tujuan kita keluar dijalan Allah swt ??????, tujuan kita keluar adalah Menyempurnakan Iman, Ibadah , Muamalat, Muasyarat , Akhlaq, andaikata semua ini belum betul dalam diri kita maka kita harus keluar lagi, masih belum betul juga maka keluar lagi, masih belum betul juga keluar lagi, terus keluar dan keluar, sehingga semakin karkun keluar maka Iman, Ibadah , Muamalat, Muasyarat , Akhlaq semakin baik.

Baca entri selengkapnya »


Musyawarah

Februari 6, 2009

 

83986665

 

 

 

Dibawah ini adalah targhib musyawarah Indonesia di Temboro yang di sampaikan oleh Habib Husein tentang  “Tertib Musyawarah dan pentingnya Ijtima 2009 di Serpong BSD“ tidak saya tulis semua karena akan teramat panjang , Insya Allah saya akan bagi menjadi beberapa bagian dan terpisah dalam beberapa postingan ( Usaha maqomi, Usaha pelajar  )

 

Bismillahirohmanirohim..   

Marilah kita bersyukur kepada Allah swt karena Allah telah beri kesempatan kepada kita untuk kerja atas agama, salah satu tanda cinta Allah kepada hamba-Nya apabila hamba tersebut masih digunakan untuk kerja agama, perlu betul-betul kita pahami dalam diri kita bahwa kita duduk di sini untuk musyawarah yang besar yaitu musyawarah atas agama, asas agama ini adalah musyawarah , kalau musyawarahnya betul maka kerja-kerja agamanya akan betul, begitu sebaliknya kalau musyawarahnya tak ikut tertib maka kerja-kerjanya juga tak akan betul.

Tanda-tanda kemajuan kerja agama adalah dengan semakin sesuainya kerja kita dengan arahan-arahan para orang tua kita di markaz. Pada hakekatnya kita ini dihantar keatas muka bumi ini untuk susah payah agar agama yang sempurna wujud didiri kita dan seluruh alam bukan untuk bersenang-senang. Dunia adalah tempat ujian sedangkan akhirat tempat pembalasan. Orang beriman paham atas maksud keberadaan mereka di muka bumi ini.

Sejak kita mengenal usaha dakwah maka kita akan semakin disibukan dengan kerja tersebut, dan semua ini akan selesai ketika kita meninggalkan dunia. Ketika kita pulang 3 hari maka kita di taskil 40 hari, pulang 40 hari di taskil 4 bulan  baik dalam negeri maupun IPB dan tidak itu saja kita bahkan juga di haruskan untuk menghidupkan amalan  di tempat tinggal kita ( buat maqomi dengan benar ).

Agama ini adalah suatu yang penting tapi usaha atas agama jauh lebih penting , agama boleh ada tapi kalau usaha atas agama tidak dibuat maka pelan-pelan agama akan hilang dari muka bumi contohnya saat ini agama Islam masih tetap ada tapi karena kerja atas agama ( dakwah yang sesuai dengan apa yang di contohkan Rasulullah saw ) sudah mulai di tinggalkan maka bisa kita lihat hari demi hari orang yang mengamalkan agama secara sempurna sudah semakin jarang terlihat, begitu juga apabila agama tidak ada tapi usaha agama di buat maka pelan–pelan tapi pasti agama akan tumbuh di muka bumi contohnya ketika rasulullah saw memulai dakwahnya , dia hanya seorang diri tapi karena  Rasulullah terus buat dakwah secara istiqomah maka islam tersebar di permukaan alam.

Maka saudara-saudara sekalian kita duduk dan berkumpul di sini untuk maksud itu, untuk perkara yang besar yaitu bagaimana memikirkan agama Allah swt. Kita datang disini bukan untuk bersenang-senang , kita kumpul disini untuk menyambut takazah-takazah dan kerja-kerja agama, sehingga agama tersebar di seluruh alam.

Para orang tua kita dalam dakwah punya harapan yang besar pada diri-diri kita untuk bagaimana kita lagi dan lagi bergerak untuk sebarkan agama. Kita duduk di sini juga untuk menyiapkan generasi-generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam kerja agama, untuk keluar lebih lama dari kita, untuk lebih tertib dari pada kita untuk lebih mengikuti arahan-arahan para orang tua kita.

Akan datang suatu saat nanti seluruh masjid di indonesia akan jadi muallah, akan mengirimkan jamaah-jamaah 4 bulan sempurna ke seluruh alam, entah ketika saat itu kita masih ada atau tidak tapi yang pasti keadaan itu akan datang masanya, oleh karenanya kita duduk disini untuk perkara itu, bukan untuk perkara-perkara yang lain.

Kita duduk di majelis musyawarah betul-betul kita siapkan diri kita untuk musyawarah. Maka tertib-tertib musyawarah kita gunakan, bagaimana dalam musyawarah itu kita dahulukan sikaf mahabah ( kasih sayang )

Ulama bagi tahu ada 4 tahapan yang kalau kita kerjakan maka Allah akan turunkan hidayah ke atas muka bumi:

Baca entri selengkapnya »


Keluar lagi dan lagi

Februari 2, 2009

1_452776839l

Segala permasalahan baik yang besar maupun yang kecil, baik di dunia yang sementara maupun di akhirat yang selama-lamanya yang mampu menyelesaikan adalah Allah swt, maka untuk mendapatkan yakin inilah kita keluar dijalan Allah swt, maksud kita keluar dijalan Allah adalah untuk bagaimana kita dapat meningkatkan iman dan memperbaiki diri kita sendiri. Selama yakin terhadap makluk belum keluar dari hati kita maka jangan harap keyakinan terhadap Khalik ada di hati kita.

Andai saja setiap orang yang keluar dijalan Allah swt memiliki perasaan bahwa diri mereka berhajad pada perbaikian diri mereka sendiri bukan untuk memperbaiki orang lain maka Allah swt akan beri kekuatan untuk meninggalkan hal-hal yg dilarang Allah swt, maka untuk perkara itulah setiap saat kita melihat hati kita masing-masing, karena setan tidak menyerang amal kita tetapi setan akan merusak niat-niat kita dalam beramal sehingga amal kita tidak diterima Allah swt.

 Iblis tidak takut dengan orang-orang lama dalam dakwah , para wali, ulama dll tetapi Iblis dan bala tentaranya hanya takut kepada para Ambiya as. Saking tidak takutnya kepada Makluk yang bernama manusia Iblis dan sekutunya mengalir di dalam tubuh manusia seumpama aliran darah., maka oleh karena itu setiap saat kita berhati-hati dari tipu daya Iblis dan bala tentaranya

Iblis dan bala tentaranya hanya takut pada para Ambiya karena Ambiya selalu buat dakwah, sama seperti ketika adzan maka setan takut, maka ketika keluar dijalan Allah kita perbanyak dakwah, bahkan 24 jam kita letakan diri kita sebagai dai, dakwah untuk diri kita dan untuk seluruh alam.

Ada 2 ( dua )  tanggung jawab para pekerja dakwah :

 1. Mengwujudkan agama sempurna dalam diri sendiri

2. Menyebarkan agama yang sempurna diseluruh dunia,

Oleh karenanya maka ketika keluar dijalan Allah kita niat untuk islah diri agar wujud agama didiri kita dan kita berniat agar hidayah tersebut juga wujud diseluruh alam.

Sebelum kita melaksanakan setiap amalan dalam agama , baik dalam rangka keluar dijalan Allah swt maupun ketika tidak keluar di jalan Allah swt kita niatkan untuk memperbaiki diri kita, dan kita selalu kontrol hati kita., ingatkan diri bahwa kita beramal untuk mencari ridha Allah swt bukan untuk mencari pujian dan lain sebagainya, “Ya Allah,  saya mengerjakan ini semua karena Engkau bukan karena yang lainnya , kalau hal ini ada didiri kita maka Allah swt akan terima amal kita.

Bahkan sebelum kita tidur, kita tanyakan diri kita untuk apa kita tidur, karena fitrah manusia memang memerlukan tidur, kalau niat kita tidur karena lelah dan setelah bangun dari tidur kita sibuk untuk cari dunia maka tidur kita tak ada nilainya disisi Allah, tapi kalau kita niat tidur untuk istirahat agar nanti kuat buat dakwah maka tidur seperti ini akan dihitung pahala oleh Allah swt.

Kalau Allah cinta kepada orang kafir, maka orang tersebut akan dimudahkan untuk memeluk islam , kalau Allah cinta kepada umat islam maka orang itu akan di mudahkan keluar di jalan Allah. Kalau kita paham pahala keluar maka kita tak akan habiskan umur kita selain keluar di jalan Allah.

Maulana Ilyas kata kalau pahala orang keluar di jalan Allah di perlihatkan sedikit saja di dunia ini, maka akan pecah jantungnya karena terkejut melihat begitu besar pahalanya.

Karena besarnya amalan Keluar di jalan Allah maka ada syarat-syaratnya:

1.Keluar dijalan Allah dengan harta dan diri sendiri,

Nabi saw mencontohkan ketika beliau hijrah besama Abu Bakar , maka Abu Bakar sudah paham jauh-jauh hari dan menyiapkan dua ekor unta, satu unta untuk Abu Bakar , satu unta yang lainnya diberikan kepada Rasulullah saw. Ketika menerima unta tersebut maka Nabi saw kata saya terima unta ini dengan hutang”. Dari kisah ini Nabi mencontohkan bahwa keluar di jalan Allah harus dengan harta dan diri sendiri.

2. Keluar dijalan Allah niat islah diri / Keluar itu niat memperbaiki diri,

Yang namanya memperbaiki diri itu adalah memperbaiki amal, dan yang namanya orang baik itu orang yang baik amal dan yakinnya kepada Allah swt, bukan baik jasadnya. Kita harus yakin dengan janji-janji Allah. Janji Allah adalah apabila kita taat kepada Allah maka Allah akan hadirkan kebaikan-kebaikan pada diri kita, sebaliknya kalau kita tak taat maka akan datang masalah-masalah baik di dunia maupun di akhirat.

Saudaraku siapa saja yg bantu agama Allah PASTI PASTI PASTI dan PASTI Allah bantu dia. Dan segala sesuatu di dunia ini sudah ada takdirnya, kita ini sedang berjalan menuju takdir kita masing-masing. Hari ini kita susah karena kita telah menyandarkan asbab dunia kita pada dunia,  Artinya kita yakin kalo dengan kerja datangkan uang,  datangkan rezeki, padahal kerja itu asbab dan asbab yg paling baik untuk datangkan rezeki adalah dakwah, tapi lemahnya kita hari ini,  kita tidak yakin kalau dengan jaulah datangkan rezeki, musyawarah datangkan rezeki, keluar nisab 3 hari datangkan rezeki.  Padahal Masyeikh telah beritahu kita dari dulu-dulu kalau kita keluar nisab 3 hari setiap bulan dengan tertib yang benar ( 72 jam ) maka akan menyelesaikan masalah dunia dan akhirat kita. Sayangnya kita tidak yakin tentang perkara tersebut. Selama ini kita buat dakwah tapi tidak yakin dengan dakwah, padahal dakwah itu kerja juga kerja dengan Allah swt dan sesuatu yang mustahil bila kita kerja dengan Sang Pemberi Rezeki malah tidak diberi rezeki.

Tapi untuk mendatangkan hal seperti ini kita harus lagi dan lagi buat korban serta doa malam hari menangis di hadapan Allah, agar Allah swt beri kita hidayah , beri kita keyakinan yang benar, beri kita sifat tawaduh, dan yang terpenting agar Allah swt selalu pandang kita, awasi kita dan selalu jaga kita sehingga Allah akan gunakan waktu kita, pikir kita, risau kita , harta dan diri kita untuk menyebarkan agama-Nya. Dan semoga Allah catat nama-nama kita semua untuk keluar sebelum ijtima juli 2009. Insya Allah kita semua niat amal.

 

Subhanallahi wabihamdika ashadu ala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’..

wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaik warahmatullah