Keluar lagi dan lagi

Februari 2, 2009

1_452776839l

Segala permasalahan baik yang besar maupun yang kecil, baik di dunia yang sementara maupun di akhirat yang selama-lamanya yang mampu menyelesaikan adalah Allah swt, maka untuk mendapatkan yakin inilah kita keluar dijalan Allah swt, maksud kita keluar dijalan Allah adalah untuk bagaimana kita dapat meningkatkan iman dan memperbaiki diri kita sendiri. Selama yakin terhadap makluk belum keluar dari hati kita maka jangan harap keyakinan terhadap Khalik ada di hati kita.

Andai saja setiap orang yang keluar dijalan Allah swt memiliki perasaan bahwa diri mereka berhajad pada perbaikian diri mereka sendiri bukan untuk memperbaiki orang lain maka Allah swt akan beri kekuatan untuk meninggalkan hal-hal yg dilarang Allah swt, maka untuk perkara itulah setiap saat kita melihat hati kita masing-masing, karena setan tidak menyerang amal kita tetapi setan akan merusak niat-niat kita dalam beramal sehingga amal kita tidak diterima Allah swt.

 Iblis tidak takut dengan orang-orang lama dalam dakwah , para wali, ulama dll tetapi Iblis dan bala tentaranya hanya takut kepada para Ambiya as. Saking tidak takutnya kepada Makluk yang bernama manusia Iblis dan sekutunya mengalir di dalam tubuh manusia seumpama aliran darah., maka oleh karena itu setiap saat kita berhati-hati dari tipu daya Iblis dan bala tentaranya

Iblis dan bala tentaranya hanya takut pada para Ambiya karena Ambiya selalu buat dakwah, sama seperti ketika adzan maka setan takut, maka ketika keluar dijalan Allah kita perbanyak dakwah, bahkan 24 jam kita letakan diri kita sebagai dai, dakwah untuk diri kita dan untuk seluruh alam.

Ada 2 ( dua )  tanggung jawab para pekerja dakwah :

 1. Mengwujudkan agama sempurna dalam diri sendiri

2. Menyebarkan agama yang sempurna diseluruh dunia,

Oleh karenanya maka ketika keluar dijalan Allah kita niat untuk islah diri agar wujud agama didiri kita dan kita berniat agar hidayah tersebut juga wujud diseluruh alam.

Sebelum kita melaksanakan setiap amalan dalam agama , baik dalam rangka keluar dijalan Allah swt maupun ketika tidak keluar di jalan Allah swt kita niatkan untuk memperbaiki diri kita, dan kita selalu kontrol hati kita., ingatkan diri bahwa kita beramal untuk mencari ridha Allah swt bukan untuk mencari pujian dan lain sebagainya, “Ya Allah,  saya mengerjakan ini semua karena Engkau bukan karena yang lainnya , kalau hal ini ada didiri kita maka Allah swt akan terima amal kita.

Bahkan sebelum kita tidur, kita tanyakan diri kita untuk apa kita tidur, karena fitrah manusia memang memerlukan tidur, kalau niat kita tidur karena lelah dan setelah bangun dari tidur kita sibuk untuk cari dunia maka tidur kita tak ada nilainya disisi Allah, tapi kalau kita niat tidur untuk istirahat agar nanti kuat buat dakwah maka tidur seperti ini akan dihitung pahala oleh Allah swt.

Kalau Allah cinta kepada orang kafir, maka orang tersebut akan dimudahkan untuk memeluk islam , kalau Allah cinta kepada umat islam maka orang itu akan di mudahkan keluar di jalan Allah. Kalau kita paham pahala keluar maka kita tak akan habiskan umur kita selain keluar di jalan Allah.

Maulana Ilyas kata kalau pahala orang keluar di jalan Allah di perlihatkan sedikit saja di dunia ini, maka akan pecah jantungnya karena terkejut melihat begitu besar pahalanya.

Karena besarnya amalan Keluar di jalan Allah maka ada syarat-syaratnya:

1.Keluar dijalan Allah dengan harta dan diri sendiri,

Nabi saw mencontohkan ketika beliau hijrah besama Abu Bakar , maka Abu Bakar sudah paham jauh-jauh hari dan menyiapkan dua ekor unta, satu unta untuk Abu Bakar , satu unta yang lainnya diberikan kepada Rasulullah saw. Ketika menerima unta tersebut maka Nabi saw kata saya terima unta ini dengan hutang”. Dari kisah ini Nabi mencontohkan bahwa keluar di jalan Allah harus dengan harta dan diri sendiri.

2. Keluar dijalan Allah niat islah diri / Keluar itu niat memperbaiki diri,

Yang namanya memperbaiki diri itu adalah memperbaiki amal, dan yang namanya orang baik itu orang yang baik amal dan yakinnya kepada Allah swt, bukan baik jasadnya. Kita harus yakin dengan janji-janji Allah. Janji Allah adalah apabila kita taat kepada Allah maka Allah akan hadirkan kebaikan-kebaikan pada diri kita, sebaliknya kalau kita tak taat maka akan datang masalah-masalah baik di dunia maupun di akhirat.

Saudaraku siapa saja yg bantu agama Allah PASTI PASTI PASTI dan PASTI Allah bantu dia. Dan segala sesuatu di dunia ini sudah ada takdirnya, kita ini sedang berjalan menuju takdir kita masing-masing. Hari ini kita susah karena kita telah menyandarkan asbab dunia kita pada dunia,  Artinya kita yakin kalo dengan kerja datangkan uang,  datangkan rezeki, padahal kerja itu asbab dan asbab yg paling baik untuk datangkan rezeki adalah dakwah, tapi lemahnya kita hari ini,  kita tidak yakin kalau dengan jaulah datangkan rezeki, musyawarah datangkan rezeki, keluar nisab 3 hari datangkan rezeki.  Padahal Masyeikh telah beritahu kita dari dulu-dulu kalau kita keluar nisab 3 hari setiap bulan dengan tertib yang benar ( 72 jam ) maka akan menyelesaikan masalah dunia dan akhirat kita. Sayangnya kita tidak yakin tentang perkara tersebut. Selama ini kita buat dakwah tapi tidak yakin dengan dakwah, padahal dakwah itu kerja juga kerja dengan Allah swt dan sesuatu yang mustahil bila kita kerja dengan Sang Pemberi Rezeki malah tidak diberi rezeki.

Tapi untuk mendatangkan hal seperti ini kita harus lagi dan lagi buat korban serta doa malam hari menangis di hadapan Allah, agar Allah swt beri kita hidayah , beri kita keyakinan yang benar, beri kita sifat tawaduh, dan yang terpenting agar Allah swt selalu pandang kita, awasi kita dan selalu jaga kita sehingga Allah akan gunakan waktu kita, pikir kita, risau kita , harta dan diri kita untuk menyebarkan agama-Nya. Dan semoga Allah catat nama-nama kita semua untuk keluar sebelum ijtima juli 2009. Insya Allah kita semua niat amal.

 

Subhanallahi wabihamdika ashadu ala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’..

wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaik warahmatullah

 

Iklan