KHUSUS KARKUN DKI JAKARTA

Agustus 28, 2009

Assalamualaikum warahmatullah..

Bismillahirohmanirohim..

Betapa baiknya Allah swt yang telah memperkenalkan kita dengan usaha dakwah, usaha yang telah dilakukan sendiri oleh Allah swt , seluruh para nabi dan rasul serta para sahabat nabi saw, dan kini Allah swt memberikan kemuliaan itu kepada kita selaku umat Rasulullah saw.

Dan sepertinya Allah swt ingin lagi dan lagi memuliakan para pekerja dakwah khususnya yang berada di DKI Jakarta, setelah Juli lalu perhelatan besar Ijtima yang menghadirkan para masyech sukses di gelar, kini Allah swt ingin menambah lagi kemulian-Nya tersebut dengan memberikan kesempatan khusus kepada seluruh karkun yang ada di DKI Jakarta untuk berkhitmad selama 7 hari dimarkaz dakwah Indonesia yang terletak di mesjid jami Kebun Jeruk jalan Hayam Wuruk Jakarta Pusat yang insya Allah waktu pelaksanaannya telah dijadwalkan dan dibagikan dihalaqoh masing-masing.

Pembagian tugas berkhitmad selama 7 hari ini tidak lagi dibagi berdasarkan halqoh lama ( ada 30-33 halaqoh lama di DKI ) melainkan berdasarkan halaqoh-halaqoh terdekat hasil musyawarah para orang tua kita di markaz.

Dalam satu hari diperlukan kurang lebih 70 orang untuk berkhitmad di Kebun Jeruk dan itu berarti kita tidak bisa mengandalkan orang-orang daerah, karena metode seperti ini terbukti selama ini tidak bisa berjalan dengan baik  Per-khitmad-an  di markaz itu sendiri terbagi menjadi 2 sub besar  ( Maksud dan Keperluan ), untuk perkara Maksud ( Bayan Magrib, Hidayah, Tangguh , Taklim dll ) insya Allah Markaz tidak kehabisan personil, yang sangat dibutuhkan oleh markaz setiap harinya adalah orang-orang yang berkerja untuk Keperluan ( Kebersihan , Dapur , Keamanan, Istiqbal dll ) oleh karenanya setiap halaqoh di haruskan mengirim orang-orangnya demi kelancaran program-program di markaz Indonesia

Sesungguhnya berkhitmad dimarkaz Kebun Jeruk merupakan kemuliaan karena disana setiap harinya diberangkatkan jamaah-jamaah gerak keseluruh alam maupun yang baru kembali dari perjalanan dakwah mereka. Disana kita bisa bertemu dan mendengar kargozari dari mereka-mereka yang baru pulang khuruj, kita juga bisa mendapatkan mudzakarah-mudzakarah dari orang-orang yang telah banyak buat korban untuk usaha dakwah ini. Oleh karenanya merupakan kerugian besar mana kala kita tidak ambil bagian dalam per-khitmad-an tersebut.

Apalah susahnya mewakafkan 7 hari dari 360 hari yang kita punya dalam setahun, terlebih lagi hal tersebut di lakukan demi lancarnya program-program di markaz. Ini kesempatan besar tuan jangan disia-siakan, menjamu tamu adalah wajib hukumnya apalagi tamu-tamu yang pulang dan pergi untuk berdakwah. Kebaikan tentunya akan Allah swt berikan kepada diri kita, dan Insya Allah dengan berkhitmad Allah swt akan lembutkan hati kita.

Mari catatkan nama-nama kita di halaqoh masing-masing untuk sama-sama berkhitmad, semoga Asbab pengorbanan kita yang sedikit ini Allah swt akan turunkan hidayah untuk diri kita , keluarga kita dan seluruh alam , dan dibulan yang mulia ini pula saya yang hina mohon di doakan untuk bisa berkhitmad pada tanggal 6 – 13 September’09 nanti. Semoga Allah swt mengabulkan doa-doa kita dan matikan kita dalam dakwah. Amien..amine..amien..

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’

Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…


Kami Bukan Teroris

Agustus 25, 2009

Assalamualaikum warahmatullah..

Bismillahirohmanirohim..

Sebuah senyuman  menjadi reaksi sepontan diri saya ketika ketua RT di tempat tinggal saya menyampaikan bahwa beberapa warga datang menemui dirinya untuk mempertanyakan keberadaan saya dan istri saya yang sudah 3 bulan bermukim di kawasan tersebut, mereka kawatir saya dan istri adalah salah satu dari jaringan teroris, hanya karena saya sering memakai gamis dan celana di atas mata kaki , berpeci dan memelihara jenggot serta ditambah istri saya yang mengenakan cadar dan keluar rumah kalau hanya ada keperluan.

Protes warga tersebut tidak membuat saya takut, gentar dan gugup apalagi sampai menitikan air mata, mungkin karena dulu saya teramat sering mengalami hal yang lebih parah dari sekedar diprotes warga sekitar, seakan air mata saya sudah kering ketika saya membawa serta memperkenalkan agama dan usaha agama dihadapan bapak dan keluarga besar saya, rasa takut sayapun sudah hilang bertahun-tahun yang lalu ketika sebuah golok warga menyambut kami berjaulah di sebuah desa di Jawa Tengah , bahkan rasa gugup saya telah hilang seiring hinaan, cacian dan makian rekan-rekan kita yang selalu meneriakan bid’ah ketika saya keluar nisab di salah satu masjid di bilangan kalibata Jakarta-Selatan.

Tuan.. kenikmatan dalam usaha dakwah hanya bisa dirasakan ketika tantangan , cobaan serta hinaan datang seperti bajir di musim hujan.

Anda akan merasakan nikmatnya agama ketika anda bangun di tengah malam mengambil air wudu, sholat dan berdoa memohon hidayah sambil berlinangan air mata untuk orang-orang yang anda hantar agama dihadapan mereka, tapi malah hinaan, makian bahkan siksaan fisik yang anda rasakan.

Tuan… kenikmatan iman hanya bisa dirasa oleh orang-orang yang selalu mendahulukan takazah agama diatas takazah dunia, sehingga mereka tertidur dalam keletihan karena siang mereka habiskan untuk mendatangi umat tampa letih dan malam mereka habiskan untuk bermunajad kepada Allah swt memohon hidayah untuk umat.

Tuan… kenikmatan iman tidak bisa didapat dengan hanya duduk-duduk santai di samping istri dan anak anda sambil mengkaji agama, kenikmatan iman bisa didapat ketika terik matahari menyengat, hujan badai menghujam dan anda tetap mengetuk pintu saudara muslim untuk menyampaikan agama.

Kenikmatan agama hanya bisa di dapat ketika berpuluh kilo anda berjalan kaki untuk berdakwah dan saat menjumpai sebuah kampung, anda malah di usir pergi seperti seorang pencuri.

Tuan… sekarang saatnya buat keputusan untuk menghabiskan waktu dan harta kita untuk agama-Nya. Masih banyak target-target yang belum terpenuhi saat jord yang lalu, masih banyak daerah-daerah yang belum terjamah oleh jamaah, disinilah tugas kita, disinilah ladang kita, cepat tuan buat keputusan untuk menyambut takazah serta menunaikan nisab apabila belum tertunaikan pada tahun ini.

Orang tua kita dalam dakwah memberi permisalan usaha dakwah ini seperti kapal nabi Nuh as, apabila kita mau selamat tidak ada jalan lain selain menaikinya. Seberapa besar perselisihan yang terjadi diantara pekerja dakwah jangan sampai membuat kita meninggalkan usaha dakwah ini.

Allah swt tidak akan memasukan kita kedalam neraka mana kala kita tidak bisa memberika rumah, pakaian dan pendidikan  yang bagus untuk anak istri kita, melainkan Allah swt akan masukan kita kedalam neraka mana kala kita tidak sampaikan agama kepada keluarga dan umat di seluruh alam.

Allah swt akan marah mana kala agama berkurang tetapi kita tetap diam tanpa mau berbuat sesuatu. Mari tuan , saya mengajak kepada diri saya yang hina ini dan kepada tuan-tuan semua untuk lagi dan lagi meningkatkan pengorbanan kita, sampai kelak Allah swt sendiri yang membuat keputusan sebagaimana Allah swt memberi keridhaan kepada para sahabat nabi Saw.

Ya Allah, Tuhan yang membalas kebaikan sebesar atom dengan kebaikan dan membalas keburukan sebesar atom dengan keburukan, terimalah kami semua dalam usaha dakwah ini , matikan kami dalam usaha dakwah ini, terimalah sekecil apapun usaha kami dalam dakwah ini. Berilah hidayah kepada diri kami , keluarga kami, orang tua kami dan seluruh umat. Ya Allah jangan ambil nyawa ayah saya sebelum beliau keluar di jalan-Mu, amien… amien… amien.

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’

Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…


Tantangan dalam Dakwah

Agustus 21, 2009

Assalamualaikum warahmatullah..

Bismillahirohmanirohim..

Bom yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton beberapa bulan yang lalu ternyata tidak hanya memberi dampak kepada masyarakat umum tapi juga memberi dampak buruk bagi para pekerja dakwah, beberapa rekan sempat mengalami penangkapan dari pihak berwajib walau pada akhirnya mereka dibebaskan karena memang tidak terbukti ada hubungannya dengan jaringan teroris.

Keresahan dan kekawatiran berlebihan yang ditunjukan sebagian besar masyarakat serta didukung dengan pemberitaan media sering kali melahirkan tindakan diluar batas kewajaran, asal berjanggut, bercadar, memakai pakaian full sunah sudah barang tentu di cap ‘teroris’ dan yang sangat disesalkan ucapan tersebut keluar dari mulut orang Islam itu sendiri.

Pada dasarnya hal-hal tersebut bukanlah masalah baru dalam dakwah  karena sudah merupakan sunahtullah bahkan Rasulullah saw sendiri telah jauh-jauh hari memberi tahukan bahwa  menghidupkan sunah seperti menggenggam bara api, sulit tetapi harus tetap digenggam karena ini merupakan perkara yang haq yaitu agama.

Kekawatiran terhadap penangkapan juga sempat dipertanyakan oleh istri dan keluarga saya, terlebih lagi berita di media akhir-akhir ini yang memperlihatkan razia terhadap para wanita yang mengenakan cadar. “ Jangan buka cadar walau harus ditembak polisi kecuali oleh polisi wanita “ ucap saya ketika istri mempertanyakan apa tindakan yang harus diambil kalau suatu saat dirinya mendapat razia ketika keluar rumah dan dipaksa membuka cadar..

Pada dasarnya orang tua kita dalam dakwah sudah memberi arahan yang jelas andai kita mau mencerna, yaitu tetap buat dakwah dengan istiqomah dan mengikuti tertib yang sudah digariskan para masyech serta tetap tawajuh kepada Allah swt maka masalah-masalah tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Segala tantangan yang terjadi dalam dakwah merupakan kenikmatan tersendiri bagi pekerja dakwah , karena dengan adanya tantangan, kita akan merasakan lezatnya iman.

Andai kita tetap buat dakwah dengan istiqomah dan dengan kesungguhan maka Allah swt akan tunjukan kudrat-Nya. sebagaimana yang terjadi pada Rasulullah swt, ketika Rasulullah swt hanya mengandalkan ibadahnya nusrahtullah belum turun maka saat Rasulullah sedang sujud didepan kabah dan ditaruh kotoran unta dipunggung beliau oleh orang kafir quraisy yang membersihkan kotoran tersebut adalah salah satu putrinya. Tapi mana kalah Rasulullah swt telah buat dakwah dengan sungguh-sungguh hingga ke Thaif dan mendapatkan tantangan dari penduduk Thaif, saat itulah Allah swt mulai tunjukan nusrah-Nya, dengan mengijinkan  para malaikat-Nya untuk menolong Rasulullah saw.

Jadi solusi untuk menyelesaikan masalah dunia dan akhirat tidak lain dan bukan adalah tetap buat dakwah sesuai usul dan tertib yang telah digariskan para orang tua kita. Jaga nisab dan hidupkan 5 amal maqomi dengan sungguh-sungguh. Selalu letakkan diri kita dalam musyawarah, baik dimuallah ,halaqoh maupun markaz serta azamkan dalam diri kita bahwah kita ini adalah dai, umat rasulullah saw yang mempunyai kewajiban mendakwahkan agama dimanapun kita berada dan siap dihantar kemana saja dengan biaya berapa saja dan dengan siapa saja.

Jangan terkesan dengan apa-apa yang terjadi hari ini di dunia, tetapi selalu berusaha untuk kesan dengan janji-janji Allah swt dan berusaha menjadikan dakwah ini maksud hidup, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah..

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’

Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…