GARIS TAQWA DAN FATWA

Assalamualaikum warahmatullah..

Bismillahirohmanirohim..

Akhirnya dengan sangat terpaksa saya membuka account di FB ( facebook ) itupun karena paksaan senior di kantor, entah mengapa sejak dulu saya kurang tertarik dengan yang namanya FB maupun FS, lain halnya dengan webblog, walau tentunya masing-masing kita memiliki alasan sendiri-sendiri  mengenai hal tersebut. Dan kali ini saya tidak ingin menulis dan berlama-lama berbicara tentang alasan-alasan tersebut, saya hanya ingin menggaris bawahi percakapan saya , istri saya dan Sha adik saya, ketika  lebaran kemarin saat saya memperlihatkan beberapa alamat teman-teman pekerja dakwah di facebook saya.

“Ini foto karkun??? ( baca : pekerja dakwah  )”, Tanya Sha keheranan ketika melihat poto seorang teman dan istrinya di salah satu FB,

Apa mereka ga malu istrinya di-pertonton-kan ke orang lain???, Apa mereka ga ngerti bahwa wanita itu aurat??? Tanya Sha  dan diamini oleh istri saya.

“orang bercadar pada FB-an juga?? “, Tanya Sha lagi. Saya hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari dua wanita yang saya sayangi itu. Dalam hati ada perasaan senang bahwa ternyata Sha dan istri saya cukup paham tentang garis taqwa ( mencontoh langsung kehidupan istri-istri nabi dan para sahabiyah ) yang memang harus mereka jalani sebagai seorang masturah seperti yang diinginkan orangtua kita dalam dakwah,  bahwa wanita harus mengambil garis taqwa sedangkan kaum pria masih boleh dengan garis fatwa.

Mungkin pertanyaan yang Sha dan istri saya ajukan pernah juga terlintas di hati saya, dan kembali saya harus menerangkan kepada Sha dan istri saya bahwa para pekerja dakwah adalah manusia yang sedang belajar untuk menyempurnakan agama pada diri mereka, mereka bukan orang yang sempurna melainkan orang yang sedang belajar untuk sempurna, dan dalam memandang para pekerja dakwah ini kita layaknya seperti lebah bukan seperti lalat, dimana lebah apabila ingin mencari manisan, dia akan pergi ke setiap bunga baik bunga itu wangi atau berbau busuk, lebah tetap akan mengambil manisan dari bunga tersebut dan akhirnya manisan dapat terkumpul dalam sarang dan jadilah MADU, yang dapat digunakan sebagai syifak (obat).dan jangan kita mejadi seperti lalat, karena lalat hanya pergi ketempat yang kotor untuk mengumpulkan kuman dan kotoran yang pada akhirnya kotoran tersebut melekat pada dirinya SENDIRI”.

Begitulah seharusnya kita hanya melihat kebaikan pada diri setiap orang dan muliakan mereka karena mereka UMMAT Nabi. Maka ..insyaALLAH, ALLAH akan pelihara hati-hati kita dan satukan kita di atas jalan nubuwwah (kerja kenabian yang ditinggalkan oleh Khatamu Nabi-Muhammad s.a.w). dan jangan kita contoh lalat…lihat keburukan orang lain sehingga hati kotor dan tidak merasakan nikmat dan lezatnya beribadah kepada pada ALLAH.

Mengenai garis taqwa dan fatwa pada masturah saya pernah ‘bermudzakarah” dengan salah seorang teman, kurang lebih teman saya tersebut menanyakan , mengapa dalam usaha dakwah ini seakan-akan ingin sekali mengembalikan wanita kepada “kemunduran” berbeda dengan gerakan dakwah yang lain dimana menempatkan wanita digaris terdepan, dimana wanita dilibatkan dalam aksi-aksi jalanan terlebih lagi dalam usaha dakwah ini seakan mengharuskan wanita memakai cadar.

Pada awalnya saya kurang begitu mengerti apa yang dimaksud oleh teman saya dengan “kemunduran”, tetapi setelah di jelaskan oleh dirinya saya sedikit paham, lantas saya mengajukan pertanyaan yang sifatnya standar kepada dirinya,

“pernahkah dirinya keluar atau hadir taklim masturah???, pernahkah dirinya duduk setiap malam selasa di markaz kebon jeruk untuk mendengarkan mudzakarah masturah yang akan keluar dan baru kembali 3 hari ???“

. Dan ajibnya teman saya tersebut menjawab semua pertanyaan saya dengan satu kata yang sama “BELUM PERNAH”, lantas saya hanya berkata bahwa saya tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang beliau ajukan dikarenakan pertanyaan tersebut keluar hanya berdasarkan prasangka-prasangka bukan atas dasar pengalaman dirinya yang telah bergelut didunia dakwah. Karena usul dari usaha dakwah ini adalah pengorbanan , kita korban harta, diri dan perasaan untuk agama Allah swt baru Allah swt akan beri paham tentang perkara tersebut, usaha dakwah ini adalah GERAK KAKI bukan GERAK PENA, sejauh mana kita mau buat korban sejauh itu kepahaman yang Allah swt beri. Sebagus apapun bayan-bayan di markaz kalau diri kita tidak kita ceburkan dalam usaha dakwah dan tingkatkan pengorbanan semaksimal mungkin maka bayan-bayan dan targib-targib masyech sekalipun tidak akan menimbulkan kesan yang mendalam di hati kita, layaknya angin lalu, masuk dari telinga kanan keluar melalui telinga kiri. Akhirnya saya hanya bertanya satu hal kepada dirinya,

“menurut antum mana yang lebih mendekati para sahabiyah, apa yang dilakukan para masturah yang antum sebut terbelakang atau “wanita-wanita di garis depan” yang antum sebut modern?? Dan teman saya hanya terdiam.

…ILMU datang selepas IMAN…ILMU hanya untuk menyempurnakan AMAL…bukan untuk penerimaan AMAL…supaya AMAL diterima ALLAH,maka IMAN harus SEMPURNA… untuk sempurnakan IMAN usaha dakwah (kerja nubuwwah) perlu dilaksanakan… insya Allah semua niat untuk korban lebih lama lagi dan sungguh-sungguh membina rumah tangga sesuai apa yang digariskan agama.

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’

Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…

Iklan

6 Responses to GARIS TAQWA DAN FATWA

  1. Abdurrahman berkata:

    Yaa Allah jadikanlah mata kananku untuk melihat kebaikan saudaraku agar akau dapar mencontohnya dan jadikanlah mata kiriku untuk melihat keburukanku agar aku dapat memperbaikinya. Amiin

  2. abdulsomad berkata:

    Selamat Kembali Fitrah

  3. Abrar Blog berkata:

    DAKWAH KERJA INTI

    Dakwah tabligh kerja inTI
    Amalan ini usaha haTI
    Karena itu luruskan haTI

    Gunakan bahasa haTI
    Agar mudah menyentuh haTI
    Dan tidak pecah haTI

    Alloh dan Rosul-Nya wajib ditaaTI
    Tertib dakwah harus diikuTI
    Agar pengorbanan membawa arTI

    Kematian suatu yang pasTI
    Niat istiqomah sampai maTI
    Sebagai bekal dunia dan akhirat nanTI

    Ulama menasehaTI
    Kalau ingin iman masuk di haTI
    Empat bulan baru didapaTI

    DAFTAR NAMA CASH, SEDIA INSYA ALLOH…!

    Link ke http://www.dakwahinti.blogspot.com

  4. fajar harguna berkata:

    Ya Allah benar apa yang telah disampaikan saudaraku Landy…

  5. namaku ina berkata:

    assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    pak landy..numpang tanya..

    maksudnya perempuan harus mengambil garis taqwa dan laki2 masih boleh dengan garis fatwa, artinya apa pak?

    jazakallah khairan katsira

    waalaikumsalam wr,wb, untuk perkara ini di perlukan pembahasan yang lebih jauh dan mendalam yang tentunya saya tidak dalam kapasitas untuk itu, tetapi sebagai contoh kecil kita bisa lihat untuk tertib khuruj dalam usaha dakwah ini , dimana untuk jamah rizal ( laki-laki ) boleh di berangkatkan walau orang tersebut dalam keadaan jail dan tidak paham atas usaha ini sedangkan untuk jamaah masturah tidak berlaku hal tersebut karena pemberangkatan jamaah masturah memiliki beberapa syarat khusus yang tentunya kita semua sudah sama-sama mengetahuinya, andai ada salah satu jamaah yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut maka jamaah tersebut tidak layak untuk di berangkatkan, untuk lebih jelasnya mengenai perkara ini mari sama-sama kita niat untuk korban semaksimal mungkin sehingga dapat menjadikan dakwah ini sebagai maksud hidup, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.
    Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’
    Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…

  6. atikah berkata:

    Waalaikumsalam wr.wb

    Salam kenal Ina. Kalau Ina berkenan sila email saya untuk berbagi cerita di atikah7@gmail.com.

    Masturoh Riau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: