KHITMAD ISTRI

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Ada perbedaan yang mencolok dengan suasana lebaran kali ini salah satunya karena lebaran kali ini saya tidak sendiri, sudah ada istri di samping saya , yang tentunya memaksa saya untuk bisa membagi jadwal waktu kunjungan untuk bersilaturahmi, yang biasanya saya sibuk di lebaran hari ke-1 ( kumpul dikeluarga besar bunda saya ) dan hari ke-2 ( ziarah kubur ) kini harus ditambah dengan kunjungan ke rumah mertua di Bogor mulai hari ke-3 sampai hari ke-4, dan karena istri saya sudah lama tidak berkumpul dengan orang tuanya di Bogor terpaksa ia harus tinggal disana selama seminggu dan saya kembali ke Jakarta untuk menjaga rumah sekaligus persiapan untuk masuk kantor pada tanggal 25 nanti , dan itu berarti kerja keras dimulai.

Pada dasarnya saya telah terbiasa mandiri, melakukan segala sesuatu sendiri dan tidak begitu rewel dengan menu makanan, tapi ada satu pekerjaan rumah tangga mungkin tiga pekerjaan tepatnya yang saya aga kesulitan untuk melakukanya, yaitu mencuci, mengosok pakaian, dan melipat pakaian, saya kurang ahli dan cenderung tidak suka dengan pekerjaan tersebut, mungkin ini disebabkan karena sejak kecil saya sangat jarang melakukan ketiga hal tersebut, dari kecil hingga saya dewasa tugas pokok saya hanyalah mencuci piring, dan kadang-kadang menyampu plus mengepel lantai.

Dalam keluarga besar kami telah terbiasa dengan pembagian-pembagian tugas rumah tangga tanpa memandang apakah itu laki-laki atau wanita, semua sama, bahkan bapak saya pun sering juga mencuci piring. Melakukan hal-hal tersebut diatas pada dasarnya bukan masalah besar bagi kami dan menurut pandangan Islam sendiri tugas-tugas rumah tangga bukan 100% mutlak menjadi tugas seorang istri melainkan tugas pokok seorang suami, dan suami mempunyai kewajiban untuk menyediakan orang yang bertugas mengerjakan tugas-tugas tersebut kalau pada zaman dulu disebut budak, tetapi apabila seorang istri dengan suka rela dan tanpa paksaan bersedia melakukan tugas-tugas tersebut dengan penuh keikhlasan tentunya pahala besar menanti dirinya sebagaimana hal tersebut juga di lakukan para sahabiya pada umumnya. Bahkan Rasulullah saw pun sering berebut mengerjakan tugas-tugas rumah tangga dengan istri-istri beliau.

Oleh karenanya sangat aneh dan janggal manakala hari ini ada pekerja dakwah yang masih membebankan seluruh pekerjaan rumah tangga kepada istrinya tanpa mau sedikitpun membantu meringankan tugas istrinya.

Ada kargozari menarik dari mantan calon mertua, saya sebut mantan karena satu dan lain hal saya tidak jadi meminang anak gadisnya , mungkin karena tidak di takdirkan berjodoh barang kali. MCM ( mantan calon mertua ) ini selalu memberikan wejangan yang sangat menarik bagi kami-kami rizal pekerja dakwah tentang bagaimana kita bersikaf dan berkhitmad kepada istri-istri kita, salah satunya MCM mempunyai kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap akan tidur. Sebelum tidur dirinya selalu terlebih dulu mencium tangan istrinya dan meminta maaf karena tidak bisa berkhitmad dengan baik untuk istrinya hari ini, beliau juga sering kali mengingatkan bahwa istri-istri kita telah banyak melakukan tugas-tugas rumah tangga yang menurut syariat bukan menjadi tugas mereka, tetapi mereka dengan tulus dan ikhlas melakukan tugas-tugas tersebut tanpa mengeluh sedikitpun kepada kita, oleh karenanya sudah selayaknya mereka di beri”upah” terhadap apa yang telah mereka lakukan untuk kita,“upah” tersebut bukan berarti kita memberikannya dalam bentuk rupiah , melainkan melalui sikaf dan perhatian kepada istri kita, terlebih lagi dan ini merupakan hal terberat menurut saya he..he..he.., dirinya berpesan bahwa untuk menyempurnakan per-khitmad-an kepada istri, jangan pernah kita melayang pandangan syahwat kepada wanita yang bukan menjadi hak kita, berat bukan…tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya karena menjaga pandangan juga merupakan bagian dari perintah Allah swt.

Insya Allah kita semua pasang niat untuk dapat berkhitmad membahagiakan istri kita dan melibatkan dirinya dan keluarga kita dalam usaha dakwah ini, insya Allah kita semua niat amal.

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’
Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…

Iklan

One Response to KHITMAD ISTRI

  1. munir berkata:

    saya pun masih blm bisa, InsyaAllah saya amalkan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: