Perkembangan Zaman

Assalamualaikum warahmatullah..
Bismillahirohmanirohim..

DSCN0322

Entah karena perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat atau karena cara berfikir saya yang terlewat kuno, kemarin ( 25 september 09 ) ketika hari pertama berkerja sang Manager di kantor membawa putrinya yang berusia 9 tahun yang saat ini duduk di kelas 4 SD ternama dan sering tampil di televisi walau hanya sebatas figuran sinetron ( he..he..he….. maaf pak ) ke gedung kantor kami, suasana kantor bergitu sepi karena baru sebagian orang yang masuk berkerja diantaranya saya dan beberapa teman, tanpa rasa malu dan canggung anak bos saya meminta ijin untuk memakai computer di samping saya yang ditinggal penghuninya cuti kekampung halamanya di solo.

DSCN0319

Dengan lincah dan gesitnya bocah berusia 9 tahun tersebut memainkan jari jemarinya di atas papan keyboard. Awalnya saya tidak tertarik untuk memperhatikan apa yang dilakukan bocah wanita berusia 9 tahun itu , dalam pikiran saya paling-paling bocah umur segitu sedang bermain game, tapi dugaan saya keliru, ternyata dirinya bukan asik bermain game melainkan asik berchating ria dengan beberapa temannya di FB ( Facebook ). Dan yang lebih mencengangkan lagi hampir 90 persen list di FB-nya adalah teman-teman sekolah dan teman les-nya yang rata-rata berusia dibawah 12 tahun bahkan ada yang berumur 7 tahun. Saya sempat bertanya berapa lama biasa waktu yang di habiskan untuk online?, dengan santainya dirinya menjawab 3-4 jam, dan ketika saya Tanya lagi biasa online dimana??? , “ Kalau di rumah pake laptop atau computer ( pc ), tapi kalau di jalan pake HP”,jawabnya. “Lantas kapan waktu belajarnya??”, tanya saya, dengan enteng dirinya menjawab “Kan ada guru yang datang kerumah , dari guru bahasa inggris, mandarin, piano dan guru-guru mata pelajaran lainnya”. Saya kembali bertanya, apa mama dan papa nya gak ikut mengajarkan pelajaran untuk dirinya, dengan ringan bocah tersebut menjawab, “Papa kan dah bayar guru untuk mengajar aku”

DSCN0323

Miris betul saya melihat apa yang terjadi dengan anak manager saya, dan mungkin hal tersebut juga terjadi di kebanyakan keluarga saat ini, dimana anak di besarkan dan dimanjakan dengan benda-benda yang pada dasarnya sang anak belum mengerti apakah dirinya betul-betul butuh terhadap benda tersebut atau tidak , dan lebih parahnya saya tidak melihat peranan dan fungsi orang tua disini selain hanya sebagai “pohon uang”.

Betapa indahnya Islam memberikan kemuliaan kepada seorang anak bahkan kemulian itu didapat jauh sebelum mereka berada dalam kandungan , sejak sang ayah mencarikan calon ibu untuk anaknya, tata cara walimah, berzima, mengandung , melahirkan , mendidik dan membesarkan serta mencarikan jodoh untuk anak-anak mereka diatur sangat baik di dalam Islam.

DSCN0320

Dan ajibnya dalam usaha dakwah ini perkara mendidik anak secara islami berulang kali di bahas dan dimudzakarahkan bahkan sesuatu yang wajib diketahui baik oleh para Rizal maupun Masturah dengan harapan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mendidik anak secara islami merupakan bagian dari 14 mudzakarah yang wajib di ketahui oleh kita semua. Jadi kalau hari ini ada masturah yang belum mengerti tata cara mendidik anak secara islami dan 14 adab mudzakarah lainnya tolong hal tersebut di tanyakan kepada suami masing-masing dan kalau suami-suami anda belum mengetahuinya juga suruh mereka duduk untuk mendengarkan mudzakarah masturah dan kargozari masturah yang biasanya diadakan pada setiap malam selasa di markaz kebon jeruk lepas sholat isya atau sering juga di ulang pada setiap musyawarah 2 bulanan DKI atau 4 bulanan Indonesia.

DSCN0325

Beribu-ribu hak anak berada di pundak-pundak orang tua, dituntut untuk ditunaikan. Dan orang tua yang bijak adalah yang menunaikan hak-hak anaknya sebelum menuntut hak dirinya sebagai orang tua, Islam memberikan perhatian khusus dalam masalah bayi dan anak, bukan dimulai sejak kemunculannya di alam dunia ini, tetapi jauh-jauh hari sebelum kemunculan yaitu sejak dipilihnya calon orangtua bagi dirinya. Orangtua yang akan mengandungnya, , melahirkannya, menyusuinya, merawatnya, mengasuhnya, dan mendidiknya hingga dewasa. Perjalanan hidupnya diukir untuk menjadi manusia yang mengenal dirinya sebagai hamba Allah, sebagai umat Nabi saw dan sebagai pengemban amanah khilafah di muka bumi ini. Untuk mencapai tujuan itu, sangat besar peranan tangan-tangan mulia yang bernama orangtua. Sebuah jabatan yang bermuatan amanah yang sungguh sangat mahal. Pangkat yang memiliki tanggung jawab serta tugas yang luar biasa besar. Tanggung jawabnya tidak terbatas oleh waktu, oleh tempat, dan oleh materi. Sangat luas dan dalam. ( hak-hak bayi anda, Abdurahman Ahmad As-Sirbung ).

Ya Allah jadikanlah kami sebagai orangtua yang dapat mengemban amanah besar ini dan mempertanggung jawabkannya kelak, serta dapat menghantarkan diri, dan keturunan kami kedepan gerbang surga-MU . Amien…amien…amien..

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’
Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…

Iklan

5 Responses to Perkembangan Zaman

  1. atikah berkata:

    Assalamualaikum wr.wb

    Risau dan tambah korban. Semoga Allah jadikan diri kita dan keluarga asbab hidayah untuk orang -orang dan sekitar kita dan umat seluruh alam.

    Karkuzari sedikit,Alhamdulilah kami di Duri-Riau kemarin buat istima’ masturoh buat yang pertama kali.Semoga menjadi awal kebangkitan usaha dakwah buat muslimah khususnya dikota Duri.

    Amin.

    amien. karkuzari apa hasil dari ijtima tersebut?

  2. abdulsomad berkata:

    kapan keluar 4 Bulan?

  3. […] jumpa lagi : Mas Agor, toBiL, Landy, bu dokTer, Ismail […]

  4. MuhammadM berkata:

    Akh Landy

    Apa saja 14 muzakarah itu ? apakah boleh dishare atau harus hadir malam selasa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: