Berkhitmad

Oktober 28, 2009

PA230313-vert

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Tgl 21 sampai 23 Oktober 09 adalah tanggal dimana saya dan beberapa rekan di kantor mengikuti training selama 3 hari di Cipanas , selama tiga hari pula kami disibukan oleh serangkaian materi training dari pagi hingga malam hari, dan syukurnya training kali ini dibuat sebegitu menariknya, banyak hal positif yang kami semua dapati, inti dari training kali ini bagaimana kita semua dapat menjadi orang yang suka berkhitmad ( memberikan pelayanan ) bukan menjadi orang yang gemar dilayani. Karena tanpa kita sadari sejak kita baru lahir sampai detik ini kita cenderung lebih suka apabila orang lain melayani kita bukan sebaliknya.

PA230319-vertAda yang menarik dari training selama tiga hari ini , tepatnya di hari ke-3 dimana kita hanya di beri waktu 1,5 jam untuk memikirkan startegi apa yang akan kita gunakan untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk para customer, dan customer kami kali ini adalah 33 anak yatim piatu, terang saja kami semua aga kebingungan. Terlebih lagi karena kurangnya persiapan. Satu persatu dari kami mengeluarkan ide di kepala kami demi mendapat 50 point pada tantangan kali ini. ( standar kelulusan mendapatkan 250 point ).

DSC01532-vertKami bernyanyi , menari sampai-sampai seorang teman rela menjadi badut dadakan demi membuat customer ( anak-anak yatim piatu ) tersebut gembira. Lega rasanya ketika melihat adik-adik kami tersenyum , berlari, menari dll, rasanya 50 point tiada artinya dibanding kebahagian yang kami dapati. Panasnya sinar matahari tak menghentikan kami dalam kegembiraan kali ini. Rasanya saya tak akan mau menukar kebagian ini dengan apapun.

DSC01523-vertMemang ketika kita memberi pelayanan dengan sepenuh hati maka yang pertama kali merasakan dampaknya adalah diri kita sendiri,. Sebenarnya materi yang saya dapati dari training kali ini maupun training yang sebelumnya sering juga saya dapati ketika saya khuruj setiap bulannya, dimana ketika kita khuruj baik itu 3 hari mauapun lebih dari itu kita secara tidak langsung diajarkan bagaimana menjadi orang yang banyak berkhitmad untuk orang lain bukan sebaliknya.

DSC01525-vertBerkhitmad bukan perkara mudah karena setiap orang lebih suka dilayani ketimbang melayani, mari mulai hari ini kita belajar untuk lebih banyak melayani ketimbang dilayani , baik itu dengan Istri kita maupun dengan orang lain.

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…


Nisab 3 Hari

Oktober 20, 2009

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

89967532Selalu ada suasana dan perasaan yang baru ketika kembali dari nisab 3 hari setiap bulannya , perasaan yang mendorong saya untuk selalu menjadi lebih baik disetiap harinya, perasaan yang pastinya berbeda pada setiap orang yang mengalami. Ada kenikmatan dan semangat yang tidak bisa ditulis dan dilukiskan, hanya bisa dirasakan, sama halnya ketika kita meminum secangkir teh manis, dimana setiap orang akan berkata teh tersebut manis tanpa bisa mendeskripsikan lebih jauh. Sejauh apa manisnya, karena pastinya setiap orang berbeda dalam melukiskan hal tersebut .


Begitu pun dengan saya , banyak orang berkata apa yang bisa didapat dari khuruj dimana program yang di kerjakan hanya itu-itu saja, taklim , jaulah, 2,5 jam dsb, terlebih lagi buku yang dibaca dari dulu sama tidak berubah Fadilah A’mal + Sedekah dan sekarang ditambah dengan Muntakhab Hadist !!!!


Mungkin bagi sebagian masyarakat umum secara kasat mata tak akan menemukan sesuatu yang berarti, hanya sekelompok orang yang melakukan kegiatan kumpul-kumpul, tidur serta makan di masjid, tapi jauh dibalik itu ada ratusan bahkan jutaan hikmah dan pelajaran yang bisa di dapat.


Khuruj adalah media dimana seluruh pesertanya berinteraksi secara langsung dengan umat, sama sebagaimana yang dulu pernah di kerjakan oleh Rasulullah saw dan para sahabat-nya, dengan berinteraksi secara langsung kita akan temui jutaan manusia yang memiliki beragam karakter yang berbeda satu dengan lainnya ,berbeda suku, latar belakang, dan pendidikan, hidup berbaur satu sama lain. dan disitulah kenikmatannya. Secara tidak sadar kita akan dilatih tentang makna sabar dalam artian yang sebenarnya, ketika berhadapan dengan orang-orang yang bukan hanya tidak suka tetapi juga menentang secara nyata. Disinilah pratek tentang kesabaran tersebut berlaku , bukan hanya sekedar dibaca dan dihafal melainkan diterapkan dalam kehidupan nyata, karena kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan.


Tapi bukannya orang-orang yang suka khuruj bodoh-bodoh???, ehmm…, usaha dakwah ini begitu terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan madzab, latar belakang dsb. Siapa saja bisa bergabung disini, dari orang terhormat sampai pembunuh, disini orang bebas masuk sebagai mana orang tersebut bebas keluar, tidak ada keanggotaan, tidak ada atasan dan bawahan, kadang kala kita lihat seseorang memberikan bayan ( penerangan , ceramah ) dikali yang lain kita lihat orang tersebut duduk mendengarkan taklim dan seterusnya, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk perkara tersebut.


Sampai detik ini saya tidak mengerti deskrispsi bodoh yang orang-orang umum sebut, setahu saya orang berilmu adalah orang yang tahu apa perintah yang Allah swt inginkan terhadap dirinya dalam setiap saat dan keadaan , bukan orang yang hafal ratusan bahkan ribuan hadist, banyak mengoleksi kitab-kitab di lacinya , atau fasih berbicara dalam bahasa arab. Sebagai contoh untuk mengukur sejauh mana orang itu pintar atau tidak maka kita bisa melihat ketika adzan berkumandang, orang yang disebut pintar adalah orang yang menyambut seruan adzan untuk menunaikan sholat berjamaah di masjid, bergitu juga dengan ibadah-ibadah yang lainnya, bukan hanya sekedar membidah-bidahkan. Kalau memang dalam jamaah khuruj ini banyak ditemui orang-orang yang masih awam dalam beragama bukan berarti kita bebas untuk menghina terlebih lagi mengkafirkan melainkan kita bahu membahu bekerja sama kearah perbaikan, karena bisa jadi ketidak tahuan mereka sebagai cerminan kehidupan beragama masyarakat kita pada umumnya.


Baca entri selengkapnya »


Masturah

Oktober 10, 2009

88526528

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Sudah merupakan sunahtullah Allah swt menciptakan makhluknya berpasang-pasangan bukan dalam hal penikahan saja bahkan dalam hal agama pun demikian adanya, salah satu tanda keadilan Allah swt adalah dengan mengikut sertakan wanita dalam hal mendakwahkan agama. Laki-laki dan wanita memiliki tanggung jawab yang sama untuk perkara ini.


Rasanya kita-kita yang berada di Indonesia harus bangga dan bersyukur karena usaha  dakwah di kalangan wanita berkembang begitu pesatnya , sampai-sampai Masyech memutuskan bahwa dikeluarkannya wanita untuk usaha dakwah ( keluar masturah )  baik 3 hari, 15 hari,  40 hari maupun 2 bulan IP ( India, Pakistan ) bukan lagi keluar apabila di perlukan seperti beberapa tahun yang lalu melainkan sudah sangat-sangat dianjurkan bahwa wanita dikeluarkan 3 hari minimal setiap 3 bulan sekali dan 15 hari setiap tahunnya.


Oleh karena itu sudah saatnya bagi para “Rizal” mengambil perhatian untuk perkara ini, karena sudah semestinya kita semua berfikir untuk juga melibatkan ahli keluarga kita yang wanita dalam usaha ini. Merupakan suatu keanehan kalau ada pekerja dakwah yang terus aktif baik di muallah maupun di markaz , baik maqomi dan intiqoli tapi sama sekali tidak melibatkan para wanita ahli keluarganya dalam usaha dakwah ini.


Ada ucapan menarik dari Ustadz Lutfhi ketika memberikan mudzakarah masturah di markaz beberapa tahun yang lalu saat saya dan adik saya akan keluar masturah ( Alhamdulillah saya dan adik saya sebelum kami sama-sama menikah telah keluar 3 hari  masturah sebanyak 9 kali, saya tulis disini bukan untuk membanggakan diri melainkan untuk memberi gambaran bahwa bagi para “Rizal” yang belum menikah bisa juga aktif dalam usaha masturah dengan melibatkan ahli keluarganya yang wanita  ), Ustadz Lutfhi waktu itu berkata pentinganya bagi para ahli dakwah untuk melibatkan para wanita dalam usaha agama ini, kalau para ahli dakwah hanya keluar sendiri tanpa melibatkan wanita maka sama halnya seperti Nabi Musa as yang sibuk bermunajat dengan Tuhannya tetapi melupakan kaumnya, maka apa yang terjadi… Sekembalinya Nabi musa as kepada kaumnya, Samiri telah membuatkan patung anak sapi yang terbuat dari emas untuk di sembah . Begitu juga kita, dimana kita asik keluar 4 bulan setiap tahunnya tapi lupa melibatkan anak istri kita maka jangan heran sekembalinya kita kerumah maka anak istri kita akan tertaskil oleh “Samiri-Samiri”.


Oleh karenanya lagi dan lagi pentingnya perkara-perkara seperti ini di mudzakarahkan agar timbul kerisauan di hati kita yang pada akhirnya hal tersebut dapat terwujud dalam bentuk amal. Sebagai langkah awal untuk mengikut sertakan wanita khuruj baik 3 hari dan seterusnya maka perlunya para wanita kita mengetahui tentang 14 mudzakarah masturah diantaranya : 1. Enam Sifat, 2. Ushul Dakwah, 3. Kepentingan Masturah / Pesanan., 4. Target Masturah, 5. Dakwah  Infirodi, 6. Jamaah Cash / Taskil, 7. Istiqbal., 8. Adab Rumah., 9. Mendidik anak secara Islami.,  10. Adab Makan Minum., 11. Adab Tidur., 12. Adab Tandas., 13. Adab Safar., 14. Amal Maqomi. Ini berarti para Rizal memiliki Pekerjaan Rumah untuk bisa menerangkan ke-14 mudzakarah tersebut kepada para wanita yang menjadi tanggung jawabnya.


Sebagai catatan sekarang Indonesia sudah di perbolehkan mengadakan jord masturah yang syarat dan ketentuannya bisa di tanyakan kepada penaggung jawab masturah di tempat masing-masing. Semoga Allah swt memberikan kepada kita kepahaman untuk perkara ini. Amien.


Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…


Taklim Rumah

Oktober 3, 2009

Untitled-1

171

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Ketika pertama kali saya mengenal usaha dakwah ini hal yang sangat di-tekan-kan oleh orang lama ketika itu, sekembalinya saya ke muallah adalah bagaimana menghidupkan taklim rumah. Memang kalau dilihat dari seluruh amal maqomi taklim rumah merupakan satu diantara sekian amal maqomi yang paling mudah untuk dilakukan, pertama karena buku yang kita baca adalah buku kita sendiri dan tempat yang kita gunakan juga tempat kita sendiri, jadi tidak ada alasan untuk para pekerja dakwah tidak membuat taklim rumah. Terlebih lagi taklim rumah adalah pintu masuknya agama, kalau pintu masuknya tidak pernah dibuka bagaimana agama bisa masuk ke rumah kita.

Apa manfaat dan bagaimana cara membuat taklim rumah, kita semua pastinya sudah mengetahui terlebih lagi hal tersebut sering kali di ulang-ulang saat mudzakarah dimarkaz pada laporan maqomi musyawarah 2 bulanan DKI dan 4 bulanan Indonesia dan juga pada saat bayan wabsi setiap harinya. Bahkan pernah juga saya posting ( Rumah yang memiliki Nur ) sekarang yang menjadi permasalahan, sudahkah taklim rumah kita sesuai dengan yang orangtua kita dalam dakwah ini inginkan ???

Taklim rumah yang masyech dan orangtua kita inginkan adalah taklim kitabi + mudzakarah 6 sifat yang di lakukan setiap hari tanpa kecuali, karena hanya taklim rumah yang di dalamnya ada mudzakarah 6 sifat saja lah yang dapat di catat di halaqoh untuk selanjutnya di laporkan pada saat musyawarah 2 bulanan Jakarta dan 4 bulanan Indonesia. Bukan berarti taklim rumah tanpa mudzakarah 6 sifat itu tidak boleh hanya saja taklim rumah yang seperti itu tidak bisa di catat dalam formulir laporan kerja maqomi.

Alhamdulillah sejak awal ikut usaha dakwah ini taklim  dirumah saya selalu di lakukan plus mudzakarah 6 sifat bahkan hal tersebut saya lakukan sampai saat ini setelah saya menikah.

Jadwal taklim yang saya lakukan mungkin masih jauh dari kata sempurna tapi setidaknya saya berusaha sekuat mungkin untuk menjadikan taklim di rumah saya seperti apa yang masyech dan orangtua kita inginkan. Karena kita semua mempunyai kewajiban untuk membawa seluruh ahli keluarga kita kedalam pintu surga-Nya. Dan hal itu hanya dapat terlaksana dengan cara mengajarkan agama kepada ahli keluarga kita dengan jalan menghidupkan taklim rumah secara istiqomah.

Kalau hanya diri kita saja yang paham agama, dan kita tak pernah buat taklim rumah untuk mengajarkan agama kepada keluarga kita , maka jangan harap agama akan hidup di tengah keluarga kita selepas kita meninggal dunia, bahkan bisa jadi selepas meninggalnya kita anak dan keluarga kita menjadi orang-orang yang jauh dari agama asbab semasa hidupnya kita tak pernah membuat taklim rumah secara istiqomah.

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’
Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…