Musyawarah Indonesia ( 3,4,5 Desember 09 )

Musyawarah Indonesia ( 3,4,5 Desember 09 ) telah usai, takazah-takazah baik antar daerah maupun negeri jauh telah dibentangkan itu berarti  tidak ada kata istirahat bagi kita selain memenuhi takazah-takazah tersebut. Setiap pekerja dakwah sudah selayaknya harus kembali mengambil perhatian yang besar untuk membuat kerja di muallah masing-masing , karena keberhasilan kerja dakwah bermula dari muallah, muallah yang kuat akan membuat kuat juga halaqoh dan halaqoh yang kuat akan menguatkan markaz dan markaz yang kuat akan menguatkan markaz dunia, begitu pun sebaliknya kemunduran kerja ini bermula dari muallah, jadi tidak ada kata lain selain kita bersungguh-sungguh buat kerja atas muallah ( Kerja atas 5 amal maqomi , Kerja atas Ulama, Kerja atas Masturah, Kerja atas Orang Lama yang sudah tidak aktif, Kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri , Kerja atas orang Miskin, Kerja atas Orang Awam)

Setiap kita harus berusaha menghidupkan maqomi dengan sungguh-sungguh, karena kerja dakwah ini bukan kerja atas bayan ( ceramah-ceramah ) bukan pula kerja atas mudzakarah dan kajian-kajian melainkan kerja atas usaha bagaimana amal agama hidup dalam diri umat diseluruh alam dan hal tersebut harus di mulai dari diri kita. Hal yang sungguh mencengangkan adalah masih banyak pekerja dakwah yang belum menghidupkan taklim rumah, ini merupakan suatu musibah besar dan teramat besar karena sebagaimana kita sama-sama tahu taklim rumah adalah pintu masuknya agama ke dalam rumah kita, bagaimana anak dan istri kita mau paham terhadap agama kalau pintu masuknya tidak pernah kita buka, bagaimana mereka mau amal agama kalau kita selaku kepala keluarga tidak pernah mau duduk dalam taklim rumah. Yang harus dicamkan bahwa keberhasilan kerja atas masturah bukan dilihat dari banyaknya jumlah wanita yang pernah keluar masturah atau pun yang mengenakan purdah, melainkan banyaknya jumlah taklim rumah yang hidup dikawasan tersebut. Jadi untuk perkara taklim rumah kita harus ambil fikir dan risau atas perkara ini.

Orang tua kita dalam dakwah telah merumuskan usul-usul dakwah ini bukan berdasarkan pikir yang tinggi-tinggi, melainkan berdasarkan pengalaman mereka dalam berdakwah, oleh karenanya apa yang pernah mereka buat pastinya bisa juga kita buat. Beberapa hal yang juga ditekankan dalam musyawarah tersebut adalah bagaimana kita membuat kerja atas orang-orang miskin, karena orang-orang yang secara ekonomi kurang mudah sekali untuk dibentuk dan sebagian besar dari mereka memiliki sifat taat yang tinggi, bahkan ketika Maulana Yusuf rah.a membuka Eropa dan Asia maka dirinya mengirim jamaah-jamaah yang secara ekonomi tergolong miskin karena orang-orang tersebut memiliki asbab keduniaan yang sedikit tetapi ketergantungan terhadap Allah swt tinggi,bahkan sebagian besar orang yang pernah khuruj keliling dunia berlatar belakang dari orang-orang yang dari segi asbabnya tidak nampak. Dan yang harus menjadi catatan penting mengapa alim ulama baik di Pakistan , India dan Bangladesh banyak yang ambil bagian dalam usaha ini tidak bukan karena para pekerja dakwah disana bersungguh-sungguh menggarap orang-orang miskin, karena sebagaimana nasehat orangtua kita kalau ada 40 orang miskin yang ikut ambil bagian dalam usaha dakwah ini dan mereka buat kerja dengan sungguh-sungguh maka Allah swt akan hadirkan 1 orang ulama untuk ambil bagian dalam usaha dakwah ini.

Dalam musyawarah Indonesia kemarin banyak sekali khargozari pergerakan usaha dakwah ini di negara-negara Eropa dan juga dimudzakarahkan mengenai tertib kerja yang harus kita lakukan 4 bulan ke depan dan rasanya sangat rugi untuk orang-orang yang tidak hadir dan duduk disana,  karena tidak mendengar secara langsung dan bertatap muka dengan orang-orang yang telah banyak buat korban dalam usaha dakwah ini, banyak arahan-arahan kerja yang diberikan guna sebagai panduan kerja kita dimuallah sehingga kemorosotan amalan dakwah yang terjadi sekarang ini bisa diperbaiki guna meningkatkan kwalitas kerja dakwah kita.

Ingat saudara-saudaraku sekalian bahwa Allah swt telah menerima usaha dakwah karena Allah swt sendiri berdakwah dan Allah swt mengutus seluruh Nabi dan Rasul-Nya untuk melakukan hal tersebut, sekarang yang harus menjadi fikir dan risau kita sudahkah Allah swt menerima kita dalam amalan dakwah ini, sudahkah amalan-amalan dakwah yang kita kerjakan sesuai dengan apa yang Allah swt dan Rasul-Nya  inginkan??? jangan-jangan selama ini kita baru merasa berdakwah padahal apa yang kita lakukan masih teramat jauh dari apa yang Allah swt dan Rasul-Nya harapkan, oleh karena pentingnya perkara tersebut maka lagi dan lagi kita hubungkan diri kita dengan muallah, halaqoh dan markaz ditempat kita, agar kita mengerti arahan kerja yang harus kita lakukan, jangan ada satu pekerja dakwahpun yang tidak mengerti apa yang menjadi target-target kita dalam 4 bulan kedepan, maka menjadi suatu hal yang penting untuk menghadirkan diri kita dalam musyawarah-musyawarah baik di muallah , halaqoh dan markaz sehingga apa yang kita lakukan bukan berdasarkan nafsu melainkan berdasarkan apa yang telah di putuskan dalam musyawarah, bagi para pekerja dakwah khususnya yang berada di Jakarta mari hadirkan diri kita untuk mendengar tertib-tertib kerja maqomi setiap hari senin dan kamis jam 04.00 sore.

Ya Allah jadikan dakwah maksud hidup kami, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah. Ya Allah berangkatkan kami dengan asbab atau tanpa asbab, dan matikan kami ketika kami sedang di jalan-Mu, amien ya Allah.

Iklan

8 Responses to Musyawarah Indonesia ( 3,4,5 Desember 09 )

  1. medi berkata:

    Ya Allah jadikan dakwah maksud hidup kami, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah. Ya Allah berangkatkan kami dengan asbab atau tanpa asbab, dan matikan kami ketika kami sedang di jalan-Mu, amien ya Allah.

    amin…

  2. namaku_ina berkata:

    assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    Pak Landy, saya mau bertanya..
    mengapa perkara taklim dirumah itu sering jadi hambatan ya? bagaimana cara menarghib yang baik untuk keluarga Pak? apa ada tips yg bisa disharing.. biar kami2 yang lemah ini ga putus asa untuk menghidupkan taklim di rumah kami?

    jazakallah khairan katsira

  3. Tsalis berkata:

    Ass, pak.. Minta keikhlasannya utk diinformasikan point-point musy ind yg dibacakan, sebelum do’a kyai mukhlisun, ana hadir musy, sayangnya ahad paginya ada takaza lain, jazakallah

  4. Buya berkata:

    Ada rekamannya gak landy hehehe….buat taskyl bali

  5. hikam berkata:

    Apabila Dia membukakan untukmu satu perspektif daripada pengenalan (yakni al-ma’rifah), janganlah engkau menghiraukan fakta yang amalmu masih sedikit, kerana tiadalah Dia membukakannya untukmu melainkan kerana Dia ingin memperkenalkan diriNya kepadamu.

    Apakah tiada engkau mengetahui bahawa pengenalan itu adalah pemberianNya kepadamu, sedang segala amalmu itu adalah hadiahmu kepadaNya? Dimanakah (nilai) hadiahmu kepadaNya jika dibandingkan dengan pemberianNya kepadamu?

  6. martik berkata:

    hehhe.. nt kayak ane aja syeh buya… maunya gretongan… =)

  7. iim berkata:

    Assalamualaykum, Sdrku, mohon ijin copy ya buat keperluat kerja Maqami dan jga di catatan FB

    Syukron, smoga Allah Yang Maha Luas Kasih SayangNya Merahmati anda dan Umat seluruh alam, aamiiin.

  8. iwan kustanto berkata:

    kita ingatakan dgn penting adanya taklim rumah bu,dimana akan mendatangkan suasana malaikat di rumah kita,shgada kemudahan bg angota klrg utk taat kps Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: