Tunaikan Dulu Kewajiban Baru Menuntut Hak

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Siapa yang tidak mau memiliki istri yang taat dan selalu memberikan pelayanan terbaik ( Khadimah ) kepada suaminya serta selalu hidup sederhana (Zahidah) tidak bermewah-mewah dan menumpuk harta dunia sebagaimana yang dicontohkan para sahabiyah pada jaman Rasulullah saw, pastinya setiap suami menginginkan istri yang seperti itu, tapi sayangnya, hal tersebut hanya sebatas keinginan belaka.

Seorang istri yang menjadi Zahidah dan Khadimah adalah buah dari usaha dan kerja keras suami yang sebelumnya menjadikan istrinya  memenuhi 4 hal : 1. Daiyah ( Mengajak manusia untuk selalu ta`at kepada Allah swt dan kepada Rasulullah saw dengan menanamkan iman yakin kepada kampung akhirat, dll.), 2. Alimah (wanita yang berilmu dengan menjaga ta`lim secara istiqamah) 3. Murobiyah (Sebagai guru yang mendidik anak – anak secara Islam sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ), 4. Abidah (Ahli ibadah, menjaga shalat di awal waktu, dzikir pagi petang, semua pekerjaan rumah selalu diiringi dengan dzikir, istiqamah baca Al-Qur`an dan berusaha untuk selalu mengkhatamkannya, shalat-shalat sunat,puasa wajib dan puasa sunat serta gemar bersedeqah ) tanpa ke 4 hal tersebut maka sangat sulit seorang istri bisa menjadi Khadimah dan menjalankan hidup sebagai Zahidah, kalaupun ada istri yang bisa menjadi Khadimah tanpa terpenuhinya 4 kriteria tersebut ketaatannya tidak lain seperti ketaatan seorang budak terhadap majikannya dimana dibelakang majikannya sang budak selalu menggerutu, begitupun kalau ada istri yang bisa menjadi Zahidah tanpa memenuhi 4 hal diatas maka itu seringkali dilakukan selama sang suami masih ada disisinya, setelah suami tidak lagi ada disisinya seolah-olah dirinya merasa bebas menjalani hidup tanpa batasan.

Sayangnya jarang suami yang paham akan perkara ini, mereka menuntut ketaatan seorang istri tanpa mau berusaha agar istrinya memenuhi kriteria diatas , maka yang terjadi adalah percecokan didalam rumah tangga, Karena masing-masing kita hanya menuntut hak  tanpa mau menunaikan kewajiban masing-masing, atau dengan kata lain masing-masing baik suami dan istri salah membaca “buku” panduannya, sang suami membaca buku istri , sang istri membaca buku suami.

Lantas bagaimana agar ke-4 hal diatas tersebut dapat terpenuhi, maka sebagaimana yang orang tua kita anjurkan yaitu libatkan istri-istri kita dalam kerja masturah, Dudukkan istri kita dalam taklim rumah setiap harinya, kalau istri kita belum mau jangan pernah dipaksa, kita buat taklim sendiri dirumah, istiqomah waktu , tempat serta berusaha memenuhi adab-adabnya, kalau semua itu dilakukan dengan sebaik mungkin , pastinya akan ada perubahan yang terjadi.

Setelah istri kita mau duduk dalam taklim rumah, maka pelan-pelan kita ajak istri kita untuk ikut aktif dalam taklim muhalah atau halaqoh agar terbentuk suasana dakwah. Setelah istri kita aktif dalam 2 taklim tersebut maka pastinya dengan kesadaran sendiri istri kita minta di ajak keluar masturah, Ingat keluar masturahnya istri kita bukan karena paksaan melainkan karena kesadaran, sangat tidak dianjurkan suami memaksa istri untuk keluar masturah, karena istri yang keluar masturah karena paksaan suaminya bukan melalui kesadaran dirinya tidak akan mendatangkan hidayah untuk dirinya malahan sering kali membuat ia makin jauh dari hidayah.

Setelah istri kita mau diajak keluar 3 hari masturah, maka kita ajak dia pikir bahwa keluarnya dia 3 hari ini bukan untuk yang pertama dan terakhir melainkan berkelanjutan sampai akhir hidupnya. Mulai buat jadwal nisab 3 harinya setiap 3 bulan sekali dan keluarkan ia 15 hari setelah 3 kali 3 hari , bahkan sekarang sudah di putus boleh keluar 10 hari.

Terus istiqomah lakukan hal tersebut sambil meningkatkan pengorbanan 40 hari masturah bahkan syukur-syukur bisa 2 bln IP ( India, Pakistan ) bahkan negeri jauh, tentunya sang suami juga harus meningkatkan pengorbanannya jangan 3 hari terus setiap bulan tingkatkan menjadi 1/3 dari umur kita bahkan siap setiap saat apabila diputus musyawarah untuk sambut takazah agama.

Kalau suami-istri sudah mulai bekerja sama untuk perkara-perkara yang mendatangkan hidayah, maka pastinya Allah swt akan jadikan keluarga kita  keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. sebagaimana keluarga para sahabat Nabi saw dan pastinya akan lahir dari keturunan kita generasi-generasi  sebagaimana sahabat ra.

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tulisan diambil dari muzakarah ketika penulis keluar masturah

Iklan

One Response to Tunaikan Dulu Kewajiban Baru Menuntut Hak

  1. iimboim berkata:

    afwan, ijin paste ya pak,
    jazakallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: