Duduk Dalam Musyawarah

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

“Duduk!!!”, “Ya duduk saja nanti Allah yang kasih paham “ begitu yang teman saya katakan ketika diawal-awal saya ikut ambil bagian dalam usaha dakwah ini. Teman saya sangat menekankan pentingnya untuk kita selalu duduk dalam musyawarah agama, karena banyak sekali keutamaan yang akan kita dapatkan ketika kita berusaha mendudukan diri kita dalam setiap musyawarah agama ,baik di muallah , halaqoh maupun markaz. Dan hal tersebut yang sampai detik ini berusaha sekuat mungkin saya lakukan. Selalu ada kekuatan yang baru dalam mengamalkan setiap perintah Allah  ketika kita selesai menghadiri musyawarah agama karena memang tujuan utama musyawarah agama adalah bagaimana kita menyatuhkan fikir yang berbuah akan timbulnya rasa kasih sayang antara peserta musyawarah itu sendiri.

Dulu ketika diawal-awal ikut usaha dakwah saya masih bisa hadir musyawarah pagi bersama Suro dan orang tua kita dimarkaz, tapi karena lemahnya iman dan sibuk mengurus dunia, sekarang saya hanya bisa hadir musyawarah mingguan setiap hari senin badha magrib dimarkaz. Ada perasaan senang ketika duduk bersama orang-orang yang memiliki fikir yang tinggi untuk perkara agama, mengetahu pergerakan jamaah baik dalam maupun luar negeri, mengetahui takazah-takazah apa saja yang harus ditunaikan, terlebih melihat semangat orang-orang yang akan keluar untuk belajar agama. Ada perasaan yang tidak bisa dilukiskan dan dituliskan dengan kata-kata, serasa ada yang kurang kalau sekali saja tidak menghadiri musyawarah tersebut.

Saya tidak tahu apakah anda sekalian merasakan apa yang saya rasakan, tapi setidaknya sudah seharusnya kita semua berusaha untuk mendudukan diri kita dalam setiap musyawarah agama terutama musyawarah harian muallah dan mingguan di halaqoh, syukur-syukur bisa hadir setiap pagi hari dan setiap hari senin malam di markaz untuk duduk bersama orang tua kita, melihat dan menyaksikan sendiri kabar-kabar terbaru tentang usaha dakwah di belahan dunia, belajar langsung bagaimana para suro dan orang tua kita memutuskan perkara-perkara agama, belajar sabar dan iklas dalam menerima keputusan musyawarah yang pada akhirnya saya hanya berharap semoga kita semua di kekalkan dan matikan dalam usaha dakwah ini, amien..amein..amienm

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Iklan

2 Responses to Duduk Dalam Musyawarah

  1. anton berkata:

    pertamaxxx……

  2. sa'ad berkata:

    sudah sebulan lebih tak buat maqomi, sibuk dgn keperluan selama bulan puasa dan lebaran, tapi rasanya sudah jauh tertinggal dibelakang.. niat khidmad markaz kebun jeruk 1 bulan di bulan Okt ini.. moga2 ada tiket pesawat murah meriah.. 🙂 bantu doa insyaAllah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: