Melemahnya Iman

Oktober 16, 2010

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Malam jum’at yang lalu saya dan 2 rekan kantor menghadiri malam markaz di Kebon Jeruk. Salah satu dari rekan tersebut baru pertama kali menghadiri malam markaz, berkali-kali dia mengutarakan kekagumannya terhadap apa yang dia saksikan malam itu. Bahagia benar saya melihat semangat kawan saya, mungkin kita semua juga pernah mengalami hal-hal tersebut ketika kita pertama kali baru kembali selepas khuruj 3 hari, ada semangat yang besar untuk mengamalkan agama yang tumbuh di hati kita,  semangat yang muncul disertai dengan amal,. Kita yang tadinya tidak pernah sholat menjadi orang yang amat rajin sholat, bahkan 5 waktu di masjid. Kita yang tadinya bangga dengan baju-baju yang mengikuti trend sekarang bangga dengan baju gamiz sehingga kemana-mana mengenakan tutup kepala dan sorban bahkan membaca alquran 1-3 juz setiap hari terlebih sampai mengkhatamkan nya setiap bulan merupakan sesuatu yang mudah dilakukan. Tapi mengapa hal-hal tersebut menjadi sulit dan berat sekarang, bahkan sholat wajib pun seringkali dilakukan tidak lagi secara berjamaah, tepat waktu dan tempat melainkan sesempatnya di sela-sela waktu senggang.

Semua ini tidak lain karena iman kita yang semakin hari semakin merosot. Kita mulai memandang usaha dakwah ini merupakan usaha yang biasa, tidak lagi sebagai sesuatu yang menjadi prioritas utama dalam hidup, kita menjadikan usaha dakwah ini sebagai sambilan di tengah kesibukan kita mengerjar dunia. Pada hal sejak dunia diciptakan Allah swt tak pernah pandang lagi dunia, karena dunia bagi Allah swt tak lebih berharga dari selembar sayap nyamuk, tapi bukan berarti dalam usaha dakwah ini kita diharuskan meninggalkan usaha dunia , melaikan dalam usaha dakwah ini bagaimana kita dapat mentertibkan dunia sehingga kita bisa meletakan dunia di tanggan kita bukan di hati kita,

Kerja dakwah adalah usaha untuk menjadi orang kecil (‘abdi) bukan untuk menjadi orang besar. Orang yang buat kerja dakwah dengan niat untuk mengishlahkan diri sendiri maka ia akan menjadi shaleh dan orang yang shaleh akan menjadi asbab untuk orang lain menjadi shaleh juga.

Inti dari usaha dakwah ini bagaimana kita memperbaik diri dengan cara menggunakan harta, diri dan waktu kita sesuai dengan apa yang Allah swt mau bukan apa yang kita mau sehingga setiap gerak dan tingkahlaku kita mendatangkan hidayah dan keridhaan Allah swt.

Semoga Allah kekalkan dan matikan kita dalam ushaa dakwah ini, amien….amien..amien…

 

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Iklan

khidmat Markaz

Oktober 14, 2010

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Seorang teman kemarin kirim kabar bahwa dia mau khitmad markaz 1 bulan sekaligus tanya route dari bandara ke markaz. Saya seperti di tampar-tampar rasanya , secara saya tumbuh dan besar di Jakarta tetapi jarang sekali khitmad markaz, sekalinya khitmad hanya satu hari selebihnya daftari.

Suka kagum dengan semangat dan pergorbanan orang-orang daerah, jauh-jauh mereka datang ke Jakarta, mengorbankan waktu, harta dan keluarga untuk berkhitmad. Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak pahala yang kiranya Allah swt akan berikan kepada mereka.

Mungkin ini yang dimaksud para orang tua kita dimana dalam menjalani usaha dakwah ini harus dengan bashiroh (mata hati) bukan dengan bashar (pandangan mata), dimana dalam setiap beramal selalu melihat apa yang ada di sisi Allah swt bukan lagi memikirkan untung dan rugi, karena kalau di pikir-pikir apa untungnya selama sebulan jauh dari keluarga, menghabiskan uang yang tidak sedikit jumlahnya, hanya diam di masjid , bersih-bersih tandas dan lain sebagainya. Mungkin secara materi semua itu merupakan sebuah kerugian , tapi kalau dipandang dengan bashiroh sesungguhnya orang tersebut sedang berusaha untuk menyenangkan Allah swt , dan apabila Allah swt telah cinta dengan hamba-Nya, maka Dia akan umumkan kepada penduduk langit dan bumi agar mencintai hamba-Nya tersebut.

Yang pasti dengan seringnya kita berkhitmad hati akan menjadi lembut, Jadi mari kita selalu berusaha untuk menyenang kan Allah swt sehingga dengan rahim-Nya dia memberi kita hidayah agar dikekalkan dan dimatikan dalam usaha dakwah ini. Amien..amien..amien…

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

 


Melupakan Kodrat

Oktober 11, 2010

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Seperti minggu-minggu sebelumnya setiap malam selasa saya sempatkan untuk duduk dalam Musyawarah mingguan di masjid Jami kebun jeruk. Mudzakarah jamaah masturah yang ingin keluar kali ini di sampaikan oleh Pak Kyai Muhlisun, karena sangat jarang Pak Kyai berada di Masjid Jami Kebun Jeruk apalagi memberikan mudzakarah masturah, terang saja selepas musyawarah mingguan DKI saya tidak langsung pulang melainkan duduk mendengarkan mudzakarah yang di sampaikan oleh Pak Kyai walau saat itu saya tidak berkeinginan untuk keluar masturah.

Ada kata-kata yang menarik yang disampaikan Pak Kyai , yang kurang lebihnya  beliau mengatakan : “Sangat bodoh wanita yang lebih memilih meninggalkan keluarganya untuk mencari nafkah di negeri orang dengan mengasuh anak dan rumah tangga orang lain sedangkan anak dan suami-nya sendiri tidak beliau urus”.

Fenomena wanita yang lebih memilih bekerja di luar negeri ketimbang mengurus anak dan suami mereka tidak sedikit jumlahnya , bahkan mereka merupakan penghasil devisa terbesar dinegeri ini, sungguh suatu ironi, ketika laki-laki tidak lagi berfungsi sebagai kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah untuk keluarganya, sehingga membiarkan wanita keluar dari kodratnya dan lebih memilih mengurus rumah tangga orang lain ketimbang mengurus keluarganya sendiri. Maka tidak heran terjadi kekacauan disana-sini, dimana tidak sedikit para TKW yang di siksa majikannya di luar sana dan tidak sedikit pula suami yang ditinggal istrinya berkeja diluar negeri berselingkuh bahkan kawin lagi dengan menggunakan uang kiriminan sang istri mereka yang bekerja di luar sana , tentu saja hal ini tanpa sepengetahuan sang istri.

Baca entri selengkapnya »


Masjid Jami Kebon Jeruk

Oktober 8, 2010

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Selalu ada rasa ingin kembali lagi dan lagi ketempat ini, itulah alasan mengapa minimal 1 kali dalam seminggu saya selalu berada di Masjid Tua ini, Lupakan dulu tentang arsitektur masjid tersebut karena saya pastikan anda tidak akan pernah menjumpai masjid dengan kubah terbuat dari emas, langit-langit masjid yang di ukir dengan lukisan dan kaligrafi bernilai seni tinggi, atau karpet setebal 10 cm. Lupakan juga urinoir (toilet berdiri) karena saya pastikan dengan tegas tidak akan anda jumpai disini.

Bila anda dengan lapang dada dan hati bersih dari kebencian serta kesombongan melangkahkan kaki anda kemasjid ini, maka saya pastikan anda akan menemukan sejuta hikmah. Disini anda akan melihat ternyata semua amalan dalam Islam begitu mudah untuk diamalkan dan itu semua bukan hanya sekadar cerita dongeng penghantar tidur.

Ijinkan saya menceritakan pengalaman saya, ketika pertama kali saya menginjakan kaki dimasjid ini, ada perasaan haru yang sangat menyelimuti batin saya, terasa kecil diri ini., Saya seperti katak yang baru keluar dalam tempurung, atau layaknya anak bayi yang terlahir dari rahim ibunya, dan saya pun menangis saat itu. Begitu serasa dimuliakannya ketika seseorang membasuh kaki saya selepas keluar tandas dan hendak ketempat berwuduh, belum pernah saya mendapatkan perlakuan seperti ini.

Di sini tidak ada penyeragaman dalam hal pakaian, selama suci dan menutup aurat bisa anda kenakan disana. Strata sosial-pun tidak akan terlihat disini, saking tidak terlihatnya sampai-sampai anda tidak akan pernah tahu siapa yang duduk disamping anda , seorang Ustadz kah atau penjahat, Pejabat kah atau rakyat biasa, semuanya membaur disini. Karena bukankah ketika datang kedunia ini kita semua dalam keadaan yang sama???

Tempat ini seperti madrasah atau sekolah bagi saya, selalu ada ilmu baru ya saya dapat. Lupakan table manner karena disini hal tersebut tidak akan dipakai, anda akan menangis ketika melihat betapa seorang pengusaha kaya raya tidak merasa canggung makan dalam satu nampan dengan penjahat dan kalangan miskin. Hati anda pasti akan berdesir kagum , betapa hebat syariat yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Baca entri selengkapnya »