Melupakan Kodrat

Oktober 11, 2010

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Seperti minggu-minggu sebelumnya setiap malam selasa saya sempatkan untuk duduk dalam Musyawarah mingguan di masjid Jami kebun jeruk. Mudzakarah jamaah masturah yang ingin keluar kali ini di sampaikan oleh Pak Kyai Muhlisun, karena sangat jarang Pak Kyai berada di Masjid Jami Kebun Jeruk apalagi memberikan mudzakarah masturah, terang saja selepas musyawarah mingguan DKI saya tidak langsung pulang melainkan duduk mendengarkan mudzakarah yang di sampaikan oleh Pak Kyai walau saat itu saya tidak berkeinginan untuk keluar masturah.

Ada kata-kata yang menarik yang disampaikan Pak Kyai , yang kurang lebihnya  beliau mengatakan : “Sangat bodoh wanita yang lebih memilih meninggalkan keluarganya untuk mencari nafkah di negeri orang dengan mengasuh anak dan rumah tangga orang lain sedangkan anak dan suami-nya sendiri tidak beliau urus”.

Fenomena wanita yang lebih memilih bekerja di luar negeri ketimbang mengurus anak dan suami mereka tidak sedikit jumlahnya , bahkan mereka merupakan penghasil devisa terbesar dinegeri ini, sungguh suatu ironi, ketika laki-laki tidak lagi berfungsi sebagai kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah untuk keluarganya, sehingga membiarkan wanita keluar dari kodratnya dan lebih memilih mengurus rumah tangga orang lain ketimbang mengurus keluarganya sendiri. Maka tidak heran terjadi kekacauan disana-sini, dimana tidak sedikit para TKW yang di siksa majikannya di luar sana dan tidak sedikit pula suami yang ditinggal istrinya berkeja diluar negeri berselingkuh bahkan kawin lagi dengan menggunakan uang kiriminan sang istri mereka yang bekerja di luar sana , tentu saja hal ini tanpa sepengetahuan sang istri.

Baca entri selengkapnya »

Iklan