Melemahnya Iman

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Malam jum’at yang lalu saya dan 2 rekan kantor menghadiri malam markaz di Kebon Jeruk. Salah satu dari rekan tersebut baru pertama kali menghadiri malam markaz, berkali-kali dia mengutarakan kekagumannya terhadap apa yang dia saksikan malam itu. Bahagia benar saya melihat semangat kawan saya, mungkin kita semua juga pernah mengalami hal-hal tersebut ketika kita pertama kali baru kembali selepas khuruj 3 hari, ada semangat yang besar untuk mengamalkan agama yang tumbuh di hati kita,  semangat yang muncul disertai dengan amal,. Kita yang tadinya tidak pernah sholat menjadi orang yang amat rajin sholat, bahkan 5 waktu di masjid. Kita yang tadinya bangga dengan baju-baju yang mengikuti trend sekarang bangga dengan baju gamiz sehingga kemana-mana mengenakan tutup kepala dan sorban bahkan membaca alquran 1-3 juz setiap hari terlebih sampai mengkhatamkan nya setiap bulan merupakan sesuatu yang mudah dilakukan. Tapi mengapa hal-hal tersebut menjadi sulit dan berat sekarang, bahkan sholat wajib pun seringkali dilakukan tidak lagi secara berjamaah, tepat waktu dan tempat melainkan sesempatnya di sela-sela waktu senggang.

Semua ini tidak lain karena iman kita yang semakin hari semakin merosot. Kita mulai memandang usaha dakwah ini merupakan usaha yang biasa, tidak lagi sebagai sesuatu yang menjadi prioritas utama dalam hidup, kita menjadikan usaha dakwah ini sebagai sambilan di tengah kesibukan kita mengerjar dunia. Pada hal sejak dunia diciptakan Allah swt tak pernah pandang lagi dunia, karena dunia bagi Allah swt tak lebih berharga dari selembar sayap nyamuk, tapi bukan berarti dalam usaha dakwah ini kita diharuskan meninggalkan usaha dunia , melaikan dalam usaha dakwah ini bagaimana kita dapat mentertibkan dunia sehingga kita bisa meletakan dunia di tanggan kita bukan di hati kita,

Kerja dakwah adalah usaha untuk menjadi orang kecil (‘abdi) bukan untuk menjadi orang besar. Orang yang buat kerja dakwah dengan niat untuk mengishlahkan diri sendiri maka ia akan menjadi shaleh dan orang yang shaleh akan menjadi asbab untuk orang lain menjadi shaleh juga.

Inti dari usaha dakwah ini bagaimana kita memperbaik diri dengan cara menggunakan harta, diri dan waktu kita sesuai dengan apa yang Allah swt mau bukan apa yang kita mau sehingga setiap gerak dan tingkahlaku kita mendatangkan hidayah dan keridhaan Allah swt.

Semoga Allah kekalkan dan matikan kita dalam ushaa dakwah ini, amien….amien..amien…

 

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Iklan

7 Responses to Melemahnya Iman

  1. ramlannarie berkata:

    salam kenal, kunjungan balik ditunggu

  2. ahbab berkata:

    ya Allah naudzubillah min dzaalik,

  3. sulthan berkata:

    jadi inget sama temen kerja gue yg gue ajak ke masjid kebonjeruk, sampe kagum.pas besok ketemu dia bilang gini,”ternyata masih ada wali songo dizaman sekarang ya”

  4. abuyasin berkata:

    “Ya Alloh jadikan kami asbab hidayah ya Alloh bagi umat seluruh alam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: