Lawan Mereka Dengan Ikhlas, Istiqomah dan Tingkatkan Pengorbanan

April 27, 2011

Apabila kita melakukan kerja dakwah dengan ikhlas maka ribuan fitnah yang datang akan Allah swt selesaikan dengan cara-Nya. Dan ternyata ungkapan diatas benar adanya, minggu kemarin saya keluar nisab 3 hari ( 22,23,24 April ), Yang membuat saya terkesan karena kami keluar di masjid yang beberapa waktu lalu jamaah tidak bisa masuk dan membuat program dikarenakan fitnah yang disebarkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Dulu muhalah ini hidup 5 amal dengan pekerja dakwah yang jumlahnya mencapai puluhan orang, sampai suatu ketika pengurus masjidnya haus akan ilmu dan sering mengikuti “kajian-kajian” sehingga muhala tersebut rutin dipakain untuk tempat “kajian-kajian” diluar pengajian ustad tempatan yang memang sudah ada sebelumnya.

Hal ini berimbas kami tidak diperbolehkan lagi beritikaf dimasjid tersebut. Yang kami sesali bukan boleh atau tidaknya kami membuat program dakwah melainkan fitnah-fitnah yang dilancarkan oleh “kelompok mereka” kepada jamaah ini : “Aliran sesat “, “Jamaah ahli bid’ah”, “Kumpulan orang-orang bodoh” dan masih banyak lainnya. Anehnya mereka tidak pernah berani secara langsung bicara seperti itu kepada kami atau paling tidak mengajak kami bermudzakarah, mereka hanya berani menyebarkan artikel-artikel yang menyudutkan usaha dakwah ini dan puncaknya beberapa teman ahli dakwah menjadi goyang dan meninggalkan usaha dakwah ini sehingga yang tersisa di muhalah tersebut hanya 1 orang.

Tetapi sekali lagi Allah swt tunjukan kuasaNya, walaupun seluruh makhluk berkumpul dan bermakar ingin memberikan mudharat kalau Allah swt tidak kehendaki maka hal tersebut tidak akan pernah terjadi dan ini menjadi bukti betapa Allah swt sangat menjaga dan sayang terhadap usaha dakwah ini, berkat keikhlasan dan keistiqomahan serta pengorbanan orang-orang lama dihalaqoh hanya dalam waktu tidak sampai 1 tahun Allah swt hancurkan makar-makar mereka.

Sesama rekan kajian mereka sendiripun saling ribut dan ditambah hubungan yang tidak harmonis dengan masyarakat sekitar ( masyarakat sekitar merasa mereka tidak mempunyai sopan santun sebagai orang pendatang dengan mudahnya mencap orang tempatan ahli bidah dan penyembah kubur hanya karena berbeda pendapat dan cara penyampaiannya yang kurang beraklaq ) puncak dari seluruh peselisihan ini digantinya pengurus masjid dan “kelompok mereka” tidak boleh lagi mengadakan kajian-kajian di masjid tersebut, walau sampai tulisan ini ditulis masih mudah ditemui artikel-artikel tentang kegiatan mereka tertempel di tembok masjid.

Yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini , bahwa sangat penting memperbaiki aklaq kita dalam berdakwah, Sampaikanlah da’wah dengan Hikmah dan cara yang baik, karena sesungguhnya hanya ALLAH yang maha mengetahui siapa diantara kita yang mendapat petunjuk… Terus berusaha untuk jadikan dakwah maksud hidup , hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.