Keluar Masturah Perdana

November 28, 2011


Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

      Begitu baiknya Allah swt kepada saya sehingga dia kenalkan saya dengan usaha masturah jauh sebelum saya menikah, tepatnya bulan Oktober minggu ke-3 tahun 2000, dan untungnya lagi ( dasar orang Indonesia selalu untung he..he..he.. ) saat itu belum keluar tertib baru dimana syarat keluar masturah 3 hari harus dengan mukrim hakiki ( istri ) jadi saya masih boleh keluar dengan Adik wanita saya.

      Ketika awal-awal keluar rada bingung juga apa yang harus dipersiapakan, terlebih lagi ini keluar perdana, ditambah waktu itu mudzakarah keluar masturah dimarkaz lebih seperti bayan hidayah bukan kepada apa yang harus dipersiapkan menjelang keluar seperti yang sekarang ini berlaku, untungnya (untung lagi he..he..he..) orang lama yang kebetulan keluar bersama bilang “Kamu datang saja ketempat bayan hidayah nanti semua perlengkapan sudah disiapkan istri saya”, Wow…. ajib….

     Satu permasalahan selesai bukan berarti semua berjalan mulus, karena sudah menjadi ketetapan Allah swt bahwa jalan dakwah itu tidak mudah, permasalahan sekarang bagaimana saya dan adik saya bisa meyakinkan orang rumah ( khususnya Ayah saya ) untuk mendapatkan ijin, karena mendapatkan restu Ayah jauh lebih sulit ketimbang mendapatkan ijin cuti dikantor ( saat itu saya dan adik saya masih bekerja ). Dan untuk permasalah yang satu ini orang lama di Halaqoh memberikan tips, saya dan adik saya harus 100% tawajuh kepada Allah swt biar Allah swt yang selesaikan dengan cara-Nya, sambil berusaha menarik simpati Ayah saya, karena barang siapa yang memperbaiki hubungan dia dengan Pencipta-Nya ( baca Allah swt ) maka Allah swt akan memperbaiki hubungan dia dengan makluk-Nya., Dan Allah swt itu memang Ajib, semuanya Allah swt lancarkan dan rasanya saya tidak harus menuliskan apa yang Allah swt lakukan terhadap hidup saya cukup saya dan Allah yang tahu.

      Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pentingnya Selalu Berhusnudzon

November 22, 2011

                    Prasangka baik merupakan hal terpenting untuk menarik hidayah Allah, mungkin kalau bukan sangka baik Rasulullah saw bahwa keturunan penduduk thaif akan menerima Allah Swt sebagai Tuhan mereka pastinya penduduk Thaif sudah Allah swt hancurkan dalam keadaan kafir ( ‘Jangan… jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun… !’, ), sangka baik beberapa sahabat Nabi pulalah yang menghantarkan Ikrimah bin Abu Jahl mendapatkan hidayah-Nya.

        Saya mempunyai cerita mengenai pentingya berprasangka baik terhadap orang lain, diawal tahun 2000 Jamaah Jalan kaki masuk ke halaqoh kami bertepatan dengan 10 hari terakhir ramadhan, dan alhamdulillah Allah swt memberi kemudahan kepada saya untuk nusrah jamaah tersebut walau hanya 3 hari, dari situ saya baru mengetahui betapa mujahadahnya jamaah jalan kaki ditambah saat itu bulan ramadhan maka makin terasa arti sebuah kepasrahan kepada-Nya.

       Cobaan muncul ketika akan pindah kesalah satu masjid, awalnya ketika dikhususi salah satu pengurus masjid mau menerima kedatangan jamaah , tetapi ketika jumat pagi selepas musyawarah rombongan bergerak dan tiba di masjid tersebut kami mendapat laporan bahwa salah satu pengurus tidak menginginkan keberadaan kami bahkan saat kami minta tenggang waktu sampai habis sholat jumat sambil kami mencari masjid baru sang pengurus masjid tetap bersikukuh bahwa kami harus meninggalkan masjid tersebut segera.

          Sangat manusiawi rasanya ketika ada perasaan marah , benci , kesal dan sebagainya dihati kami karena sebelumnya kami sudah meminta ijin baik-baik dan diperbolehkan tetapi kenyataanya ditolak bahkan harus meninggalkan masjid tersebut segera. Amir jamaah lantas mengumpulkan kami untuk bermusyawarah dan mencari masjid baru secepatnya karena hari ini hari jumat, akhirnya diputuskan kami beritikaf di musholah yang jaraknya lumayan jauh dari tempat itu karena hanya tempat itu yang bisa menerima jamaah setiap waktu tanpa harus ijin terlebih dahulu.

       Sebelum kami pergi dari masjid tersebut amir jamaah mentargib kami dengan kisah perjuangan Nabi saw di Thaif betapa Nabi saw begitu berjiwa besar untuk memberi maaf orang-orang yang berbuat buruk terhadap dirinya bahkan bukan makian dan sumpah serapah yang keluar melainkan prasangka baik dan doa hidayah berharap kelak dari anak keturunan penduduk Thaif beriman kepada Allah swt. Begitupun dengan kami, sebelum kami meninggalkan tempat tersebut amir jamaah memimpin doa agar Allah swt berikan hidayah untuk diri kami dan penduduk masjid ini.

         Dan ajib beberapa tahun berselang tepatnya seminggu lalu masjid tersebut sudah dapat menerima jamaah bahkan lahir pekerja dakwah yang ahli korban dari muhalah tersebut. Memang tidak ada yang akan pernah tahu apa sebenarnya rencana Allah swt untuk hamba-Nya, tapi yang pastinya apapun yang terjadi itu yang terbaik untuk hamba-Nya, Oleh karenanya sangat penting untuk membiasakan diri selalu berpikiran positif, terbuka, serta selalu berprasangka baik pada diri dan orang lain.


Masih Disini

November 21, 2011

          Rasanya saya masih merasakan Atmosfir yang sama setiap berkunjung ke masjid tua ini, rasa yang sama seperti saat pertama kali menginjakkan kaki disini. Ada sesuatu yang tidak pernah bisa dituliskan dan diucapkan oleh kata-kata walau sekuat apapun saya berusaha untuk melakukan hal tersebut, karena hal tersebut hanya bisa dirasakan oleh hati, sebab hanya hati yang tidak pernah berdusta, dan saya adalah orang yang sangat percaya dengan apa kata hati. Kata hati akan selalu jujur karena hanya hati tempat yang pantas untuk sebuah kebenaran bersemayam tanpa memerlukan ribuan dalil. Dan rasanya hati ini telah tertambat disini jauh sebelum raga ini berada disini..

          Ditempat ini untuk pertama kalinya saya menangis ketika sholat, merasa begitu kecilnya diri ini, merasa begitu banyak dosa yang pernah diperbuat, ditempat ini pula saya merasakan arti seorang hamba yang sebenarnya. Walau jujur ada perasaan takut ketika untuk pertama kalinya kaki ini melangkah menuju bangunan tua ini, tempat yang secara fisik tidak menarik pada saat itu baik dari bentuk bangunan maupun para pengunjungnya yang sebagian besar mengenakan sorban dan berjanggut, ditambah lagi bangunan tersebut begitu kecil sehingga untuk sholat Isya saja harus 3-4 kali dilakukan tidak seperti saat ini yang telah dipugar dan bertingkat tiga.

          Tapi semua ketakutan dan keraguan seakan menemukan jawabnya ketika saya beranjak dari tempat tandas menuju tempat wudhu, rasanya air mata ini sudah tidak sanggup lagi untuk dibendung , terlebih ketika seorang pria tua dengan ramahnya membasuh kaki saya dengan segayung air. Pengalaman batin yang meninggalkan kesan begitu dalam, dan saat itu juga air mata saya menetes, air mata dari seorang pendosa yang hidup dalam limangan dosa dan maksiat yang telah lama berada dalam kegelapan dan nafsunya, seakan detik itu menemukan setitik sinar untuk memandu langkahnya kembali ke fitrah-Nya.

          Saya tak ingin dicampakan dan terbuang jauh dari tempat ini, walau saya tahu tidak sedikit teman-teman yang dulu sama-sama berjuang memperbaiki diri sekarang sudah tidak tampak lagi di masjid ini diganti dengan ribuan wajah-wajah baru yang sangat asing dimata saya tapi pasti tidak pada pandangan-Nya.

        Saya ingin tetap disini dan berharap bisa terus lagi dan lagi berada ditempat ini, ditengah orang-orang yang sangat cinta terhadap agama-Nya, orang-orang yang rela mengorbankan kesenangan dunia untuk meraih kasih-Nya. Walau saya tidak akan pernah tahu kapan rekan-rekan saya yang dulu akan kembali hadir disini, tapi yakinlah saya akan terus berdoa dan berdoa agar Allah swt tunjukan kalian jalan untuk kembali ketempat ini, untuk sama-sama kembali berjuang menggapai cinta-Nya dan menularkan cinta itu kepada orang-orang diluar sana yang saat ini sedang kebingungan mencari arti kedamaian yang sesungguhnya.

        Kawan…. saya masih disini, ditempat ini, di pojok masjid tua ini, masih sama seperti dulu saat kita pertama kali berjumpa, kapan kiranya dirimu kembali untuk berbagi cerita indah seperti dulu…..Semoga hidayahnya selalu Dia berikan kepada saya dan dirimu… amien…amien..amien…