Masih Disini

          Rasanya saya masih merasakan Atmosfir yang sama setiap berkunjung ke masjid tua ini, rasa yang sama seperti saat pertama kali menginjakkan kaki disini. Ada sesuatu yang tidak pernah bisa dituliskan dan diucapkan oleh kata-kata walau sekuat apapun saya berusaha untuk melakukan hal tersebut, karena hal tersebut hanya bisa dirasakan oleh hati, sebab hanya hati yang tidak pernah berdusta, dan saya adalah orang yang sangat percaya dengan apa kata hati. Kata hati akan selalu jujur karena hanya hati tempat yang pantas untuk sebuah kebenaran bersemayam tanpa memerlukan ribuan dalil. Dan rasanya hati ini telah tertambat disini jauh sebelum raga ini berada disini..

          Ditempat ini untuk pertama kalinya saya menangis ketika sholat, merasa begitu kecilnya diri ini, merasa begitu banyak dosa yang pernah diperbuat, ditempat ini pula saya merasakan arti seorang hamba yang sebenarnya. Walau jujur ada perasaan takut ketika untuk pertama kalinya kaki ini melangkah menuju bangunan tua ini, tempat yang secara fisik tidak menarik pada saat itu baik dari bentuk bangunan maupun para pengunjungnya yang sebagian besar mengenakan sorban dan berjanggut, ditambah lagi bangunan tersebut begitu kecil sehingga untuk sholat Isya saja harus 3-4 kali dilakukan tidak seperti saat ini yang telah dipugar dan bertingkat tiga.

          Tapi semua ketakutan dan keraguan seakan menemukan jawabnya ketika saya beranjak dari tempat tandas menuju tempat wudhu, rasanya air mata ini sudah tidak sanggup lagi untuk dibendung , terlebih ketika seorang pria tua dengan ramahnya membasuh kaki saya dengan segayung air. Pengalaman batin yang meninggalkan kesan begitu dalam, dan saat itu juga air mata saya menetes, air mata dari seorang pendosa yang hidup dalam limangan dosa dan maksiat yang telah lama berada dalam kegelapan dan nafsunya, seakan detik itu menemukan setitik sinar untuk memandu langkahnya kembali ke fitrah-Nya.

          Saya tak ingin dicampakan dan terbuang jauh dari tempat ini, walau saya tahu tidak sedikit teman-teman yang dulu sama-sama berjuang memperbaiki diri sekarang sudah tidak tampak lagi di masjid ini diganti dengan ribuan wajah-wajah baru yang sangat asing dimata saya tapi pasti tidak pada pandangan-Nya.

        Saya ingin tetap disini dan berharap bisa terus lagi dan lagi berada ditempat ini, ditengah orang-orang yang sangat cinta terhadap agama-Nya, orang-orang yang rela mengorbankan kesenangan dunia untuk meraih kasih-Nya. Walau saya tidak akan pernah tahu kapan rekan-rekan saya yang dulu akan kembali hadir disini, tapi yakinlah saya akan terus berdoa dan berdoa agar Allah swt tunjukan kalian jalan untuk kembali ketempat ini, untuk sama-sama kembali berjuang menggapai cinta-Nya dan menularkan cinta itu kepada orang-orang diluar sana yang saat ini sedang kebingungan mencari arti kedamaian yang sesungguhnya.

        Kawan…. saya masih disini, ditempat ini, di pojok masjid tua ini, masih sama seperti dulu saat kita pertama kali berjumpa, kapan kiranya dirimu kembali untuk berbagi cerita indah seperti dulu…..Semoga hidayahnya selalu Dia berikan kepada saya dan dirimu… amien…amien..amien…

Iklan

3 Responses to Masih Disini

  1. martik berkata:

    mantabbb

  2. Fatimah berkata:

    anda mengatakan: kata hati akan selalu jujur karna hanya hati tempat yang pantas untuk sebuah kebenaran bersemayam tanpa membutuhkan ribuan dalil.

    dari kata kata anda itu, saya jadi semakin yakin kalau jamaah tabligh itu memang bener bener sesat dan menyesatkan

  3. Tono Ibrahim berkata:

    assalamu alaikum syekh, saya ingin ngobrol-ngobrol. antum halaqah mana? ana di Kembangan Jakarta Barat
    email ke saya nomor telpon antum ya syekh, ke: tonobaim@gmail.com
    wassalamu alaikum wrwb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: