Keluar Masturah Perdana


Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

      Begitu baiknya Allah swt kepada saya sehingga dia kenalkan saya dengan usaha masturah jauh sebelum saya menikah, tepatnya bulan Oktober minggu ke-3 tahun 2000, dan untungnya lagi ( dasar orang Indonesia selalu untung he..he..he.. ) saat itu belum keluar tertib baru dimana syarat keluar masturah 3 hari harus dengan mukrim hakiki ( istri ) jadi saya masih boleh keluar dengan Adik wanita saya.

      Ketika awal-awal keluar rada bingung juga apa yang harus dipersiapakan, terlebih lagi ini keluar perdana, ditambah waktu itu mudzakarah keluar masturah dimarkaz lebih seperti bayan hidayah bukan kepada apa yang harus dipersiapkan menjelang keluar seperti yang sekarang ini berlaku, untungnya (untung lagi he..he..he..) orang lama yang kebetulan keluar bersama bilang “Kamu datang saja ketempat bayan hidayah nanti semua perlengkapan sudah disiapkan istri saya”, Wow…. ajib….

     Satu permasalahan selesai bukan berarti semua berjalan mulus, karena sudah menjadi ketetapan Allah swt bahwa jalan dakwah itu tidak mudah, permasalahan sekarang bagaimana saya dan adik saya bisa meyakinkan orang rumah ( khususnya Ayah saya ) untuk mendapatkan ijin, karena mendapatkan restu Ayah jauh lebih sulit ketimbang mendapatkan ijin cuti dikantor ( saat itu saya dan adik saya masih bekerja ). Dan untuk permasalah yang satu ini orang lama di Halaqoh memberikan tips, saya dan adik saya harus 100% tawajuh kepada Allah swt biar Allah swt yang selesaikan dengan cara-Nya, sambil berusaha menarik simpati Ayah saya, karena barang siapa yang memperbaiki hubungan dia dengan Pencipta-Nya ( baca Allah swt ) maka Allah swt akan memperbaiki hubungan dia dengan makluk-Nya., Dan Allah swt itu memang Ajib, semuanya Allah swt lancarkan dan rasanya saya tidak harus menuliskan apa yang Allah swt lakukan terhadap hidup saya cukup saya dan Allah yang tahu.

      Perasaan saya saat pertama keluar masturah sulit untuk digambarkan dengan kata-kata, terlebih ketika melihat Adik saya tercinta keluar dari tempat masturah dengan mengenakan hijab sempurna, Subahanallah saya tidak menyangka kami yang masih muda saat itu ( umur Adik saya masih 19 tahun saat keluar pertama kali ), yang ahli maksiat dan jauh dari agama, Allah swt pilih dalam usaha islah ini.

      Tidak banyak perubahan secara fisik yang terjadi didiri adik saya ketika keluar pertama kali 3 hari Masturah, pun begitu bukan berarti tidak ada perubahan sama sekali, perlahan tapi pasti adik wanita saya berubah dari wanita yang biasa menjadi luar biasa, dari yang tidak mengenakan tutup kepala sampai mengenakan cadar, walau proses untuk itu harus berkali-kali jatuh bangun, dari menjadi gunjingan orang banyak sampai mengakali cadar dengan sapu tangan karena Ibu saya tercinta memboikot tidak mau keluar rumah bareng Adik saya kalau dirinya mengenakan cadar jadi terpaksa sapu tangan dipakai untuk menutupi wajah agar tidak terlalu mencolok.

      Kadang kalau ingat saat-saat itu rada sedih juga karena kami belum punya kendaraan ( sampai sekarang pun belum he..he..he..) biasanya selepas sholat subuh saya dan adik langsung pamit ke orang rumah, untuk menujuh tempat bayan hidayah mengingat jarak yang cukup jauh, waktu itu kami tidak keluar dari halqoh sendiri karena saat itu usaha Masturah masih belum seaktif saat ini jadi aga susah kalau menunggu keluar dari halaqoh sendiri ( 6 dari 9 kali keluar masturah bareng adik selalu gabung dengan halaqoh lain ) dan terpaksa kami bergabung dengan halaqoh lain yang jarak tempuhnya lumayan jauh ditambah kami harus transit dulu diterminal Blok-M bertepatan dengan orang-orang berangkat kerja, rada jengah juga sih karena kami menjadi pusat perhatian orang dijalan walau kami maklum pada awal-awal tahun 2000 melihat orang memakai pakain full hijab dan serba hitam rada aneh juga terlebih di pagi buta tidak seperti saat ini sangat mudah ditemui orang mengenakan cadar dijalanan atau pusat pertokoan.

     Sesuatu yang sering membuat saya sedih dan kadang menitikan air mata ( pastinya tanpa sepengetahuan dirinya ) ketika melihat adik wanita saya tertidur diangkot dengan full hijab karena pagi buta kami sudah harus berangkat ke tempat bayan hidayah dengan jarak yang lumayan jauh, serasa tidak percaya diri ini karena begitu percayanya dirinya menyerahkan hidupnya kepada saya sehingga mau diajak terjun dan bersusah-susah dalam usaha dakwah ini.

     Tetapi semua ini tidak akan terjadi bila mana Allah swt tidak sayang kepada kami karena dia pilih kami dari milyaran makluknya untuk melanjutkan kerja keNabian , dan semoga hal ini berterusan sampai kami mati dan dilanjutkan anak keturunan kami , amien..amien..amien…

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

12 Balasan ke Keluar Masturah Perdana

  1. Febriyadi Ibrahim mengatakan:

    T…e…r…h…a…r…u…..

  2. Sholehudin Ahbab mengatakan:

    Semoga diberi taufik dan hidayah lebih dalam lagi dan lagi
    sehingga dimudahkan dalam menambah pengorbanan.

    tanda amal diwajibkan adalah mudah untuk diilakukan siapa saja termasuk simbah-simab dan anak-anak kecil.

    dakwah artinya mengajak bukan mengajar,
    kalau mengajar tidak semua bisa, tapi berdakwah semua bisa

    anak kecil saja bisa berdakwah.. contohnya :

    abi.. abi.. solat-solat.. udah ajann..udah ajann..

    • Da'i Allah mengatakan:

      Subhanallah..

      Dakwah lewat internet orang-orang tertentu saja yang bisa,
      Dakwah lewat TV orang-orang tertentu saja yang bisa
      Dakwah lewat Radio orang-orang tertentu saja yang bisa.
      Tapi dakwah secara langsung dengan cara mendatangi umat insya Allah mudah dan bisa dilakukan siapa saja yang ada tauhid dalam hatinya.

      Inilah sunnah Rasul.. inilah kerja Rasul yang asli..

      Terlebih lagi dari hari ke hari ada musyawarah untuk meluruskan kerja dakwah..
      ini jelas susah diadu domba dan diganggu oleh Yahudi, Munafik dan Musuh-musuh Islam..

      Saya yakin usaha dakwah inilah yang Haq.

    • Sholehudin Ahbab mengatakan:

      Dari Utsman bin Affan ra. berkata, Kudengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa sembahyang Isya secara berjamaah, maka ia bagaikan telah sembahyang setengah malam dan barangsiapa sembahyang Subuh berjamaah ia bagaikan telah sembahyang malam itu seluruhnya.” (HR. Muslim)

  3. Sholehudin Ahbab mengatakan:

    Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw. bersabda, :
    “Tiga orang yang tidak merasa takut pada hari yang penuh dengan ketakutan dan mereka tidak akan dihisab, mereka berada di atas tumpukan kasturi hingga selesai hisab atas semua manusia:
    (1) Pembaca Al-Qur’an semata-mata karena Allah Swt. kemudian ia mengimami suatu kaum dan mereka menyenanginya.
    (2) Da’i yang mengajak shalat semata-mata karena Allah Swt.
    (3) Seseorang yang menjaga hubungan baik antara dia dengan tuannya juga dengan bawahannya.”

    (HR. Thabrani)

    • ekriyani mengatakan:

      subhanallah,kisah anti ada miripnya dg kisah ana,dulu ana kenal usaha dakwah sktr thn 2003,sktr akhir thn 2003.Alhamdulillah sdh pake full hijab walau kuliah belum selesai,di pandang aneh atau makhluk asing sdh biasa.wlpn msh brstatus mahasiswi,tp tetap rajin ikut taklim masturah di markas.Allah swt memang maha pengasih&penyayang memudahkan urusan perjodohan,Alhamdulillah menikah dg karkun yang juga telah kenal usaha dakwah sejak duduk awal duduk di bangku kuliah,Alhamdulillah skrg sdh anak 4

  4. ahmad suaini mengatakan:

    Assalamu’alaikum. ustadz. Luar Biasa pengorbanan antum Allah swt jadikan asbab Hidayah. subhanallah. Semoga Allah Swt jadikan keluarga saya seperti adik ustadz…. ana salut ustadz…

  5. aji suro mengatakan:

    Allahu akbarr… Sungguh sangat ajib, hampir sama riwayatny dg anna, akhi ketika pertama kali keluar masturoh… Semoga hidayah tetap langeng pada dri kita, keluarga kita dan umat seluruh alam..

  6. Mr.Good mengatakan:

    Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaah Wabarakaatuh …salam kenal wahai saudaraku semua. Ketemu dengan da’i rasanya sangat bahagia walau dimana saja ..itu yang saya rasakan,walaupun saya juga punya banyak teman dunia …tapi tidak sama jika ketemu dengan da’i …semoga pengalaman, kesan, nasihat,atau hal-hal yang berkaitan dengan da’wah mampu menjolok hidayah Allah SWT sehingga kita tetap dipilh olehNYA sebagai da’iNYA dan tentu juga saudara kita yang lain bersedia ikut ambil bagian dalam usaha mulia ini … amin

  7. ummu saudah mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb.Subhanallah,Alhamdulillah,Allahu Akbar telah memilih kt ikut usaha kenabian yang sngt mulia ini.smg kt slalu istiqamah dlm dakwah hngg maut mnjemput dan dtruskn ank cucu kt,Amien.mhn do’a spy ana d mudahkn Allah keluar masturah dlm wkt dekat ini.subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallailaha illa anta,astaghfiruka waatubu ilaika.assalamu’alaikum wr.wb.

  8. rianti mengatakan:

    allahuakbar, terharu… sampai mengangis.. T.T

  9. arief mengatakan:

    ajib …merinding seluruh tubuh baca kargudzari…semoga kt istiqomah dalam dakwah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: