Life Must Go On Sha

Februari 15, 2012

   

   Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

        Siapapun orangnya yang namanya kematian akan selalu menyisakan guncangan mental bagi orang yang ditinggalkan karena pada dasarnya ketika individu kehilangan seseorang yang dicintainya maka individu tersebut biasanya merasakan sakit yang begitu dalam, rasa frustasi dan kehilangan yang mungkin baru akan hilang setelah melalui waktu yang cukup lama lepas apakah dia seorang pria atau wanita. Bahkan seorang Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan sebutan B.J. Habibie yang tidak lain seorang pria dengan jabatan mantan Presiden RI ke-3 yang memiliki julukan si genius saja memerlukan waktu lama untuk akhirnya menyadari bahwa sang istri telah benar-benar meninggalkan dirinya ( meninggal dunia ), bahkan menurut Adrie Subono yang tidak lain adalah keponakannya meski hampir dua tahun ditinggal sang belahan hati, rasa kehilangan belum juga sirna dari hati presiden RI tersebut “ Sampai sekarang saya masih sering melihat Om menangis sendirian mungkin terkenang ibu ( Ainun ).”

       Apalagi hanya seorang Sha yang notabene hanyalah seorang Ibu rumah tangga dengan 2 orang anak wanita 6.5 tahun dan 4.5 tahun ditambah dirinya sedang menggandung anak ke-3 ( 7 bulan ) pastinya sangat wajar apalagi sedikit terpukul dengan meninggalnya sang suami yang mendadak 3 minggu lalu.

Gw masih suka berharap ini cuma mimpi, dan ketika gw bangun semuanya masih sama kaya dulu lagi”

Kalau malam pas orang-orang sudah pada tidur gw masih suka berasa dia ada”

Dia masih suka datang dalam mimpi-mimpi gw”

Mungkin ada benarnya ketika sebagian orang berkata pasangan hidup kita adalah belahan jiwa , nafas dan kekuatan kita sebagaimana yang diungkapkan BJ Habibie dalam sebuah kesempatan saat peluncuran buku Habibie dan Ainun. “Kebersamaan bersama ibu ( Ainun, Red ) terasa terlalu singkat bagi saya. Almarhumah adalah gula yang membuat hidup saya manis,” dan rasa yang sama juga dirasakan Sha

“Sekuat apapun , tetap saja gw hanya seorang wanita yang berasal dari tulang yang bengkok sehingga memerlukan suami untuk meluruskan”

Kehilangan orang yang dicintai secara mendadak acapkali membuat cita-cita, harapan dan imajinasi kita terberai.

“Gw gak pernah memimpikan dan meminta yang macam-macam ketika menikah, gw cuma ingin membuat keluarga yang sakinah yang bisa mencetak keturunan alim, hafiz, dai dan sholeh. Gw gak tahu kenapa Allah ambil dia sehingga gw gak yakin apa bisa merealisasikan cita-cita gw ma dia karena gw sekarang sendiri membesarkan anak-anak”

       Tapi apa mau dikata takdir tidak bisa kita hindari, Allah adalah pemiliki mutlak makhluk di bumi, dia berhak mengambil siapa yang lebih dicintai, mungkin satu hal yang harus kita pahami bahwa takdir Allah selalu baik. Selalu ada hikmah yang menyertai setiap ujian dalam kehidupan. Walau hidup Sha saat ini tidak seindah lagu pada musik okestra dimana nada, ritme dan syairnya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga selalu harmonis tapi hidup tetap harus berjalan bukan! Life must go on.

       Diluar hal-hal yang berkaitan dengan perasaan ada hal yang lebih penting yakni mempersiapkan bagaimana anak-anak tetap bisa melanjutkan hidup, karena jika terus menerus berkutat pada hal-hal yang mengharu biru maka dapat dipastikan kita tidak dapat berpikir rasional dan proporsional. Sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan mungkin menjadi salah satu kuncinya mengingat bahwa Allah lah yang memberi ujian, maka Allah pula yang akan menyelesaikan ujian tersebut sesuai dengan ikhtiar kita dalam menjaga dan memelihara keimanan.

       Baca entri selengkapnya »