“You don’t know what love is“

inay

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Setiap orang pastinya punya definisi tersendiri tentang apa itu cinta, dalam salah satu adegan film “Bila” yang diproduksi oleh Maxima Pictures dan Unlimited Production seorang anak bertanya kepada ibunya apa itu cinta , sang ibu yang baru saja berpisah karena memergoki sang suami berselingkuh menjawab bahwa cinta itu seperti sekotak coklat yang tidak semua rasanya manis. Sejatinya cinta memang sesuatu yang sangat kompleks tapi bukan berarti tidak bisa menjadi sesederhana kalimat cinta itu sendiri karena hal tersebut tidak lebih dari bagaimana masing-masing kita menjalaninya.

Pastinya Sha ( adik saya ) tidak akan pernah bisa menjawab apa itu cinta ketika kelak anak wanitanya bertanya kepada dirinya, tapi bukan berarti Sha tidak mengerti apa itu cinta, ketika hampir setiap orang masih bicara diranah retorika tentang apa itu cinta, seorang Sha sudah melampau batasan itu, dia telah menghujudkannya dalam bentuk nyata dan sederhana, sampai-sampai saya merasa begitu kecil dihadapan dirinya.

Mungkin betul apa yang dikatakan seorang Nina Simone, legenda musik Jazz dunia yang dalam salah satu syairnya mengatakan kita tidak akan pernah tahu apa artinya cinta sampai bibir kita merasakan air mata, ucapan yang sangat dalam dan penuh makna.

Berumah tangga hingga beranjak tua pastinya menjadi dambaan setiap orang, tidak terkecuali Sha, tapi adakalanya takdir berkehendak lain. Tidak setiap orang ditakdirkan untuk bersama hingga usia tua seperti Georges dan Anne dalam film AMOUR, Sha salah satunya, tanpa ingin menyalahkan takdir kebersamaan Sha dan almarhum suami hanya berumur 8 tahun, tapi saya tahu sesungguhnya cinta mereka melebihi tahun-tahun kebersamaan mereka.

Sebagian besar kita menyangka ujian cinta itu datang mana kala ada masalah-masalah dalam kebersamaan dengan pasangan, entah ketidaksetian dan lain sebagianya , tapi susungguhnya ujian cinta terbesar yang sesungguhnya terjadi manakala salah satu dari pasangan kita sudah tidak lagi bersama ( meninggal dunia). Saya ingat betul ketika Sha menangis diujung telpon ketika takdir membawanya pada keadaan bahwa suaminya mengalami komplikasi yang amat serius, tidak ada uang , tidak ada ruang ICU dirumah sakit Jantung yang menerima , tidak ada teman berbagi disampingnya , dan masih harus mengurus mertua yang stroke yang terbaring di rumah serta masih harus merawat kedua anaknya yang masih 4 dan 6  tahun serta calon bayi di dalam perutnya yang memasuki usia 6 bulan. Dan saya masih ingat juga tentunya ketika jumat pagi saya menemuinya di lobby rumah sakit untuk berganti shift dengan dirinya menjaga sang suami yang berada di ruang ICU, cadar yang menutupi wajahnya basah oleh air mata.  “Gw masih belum bisa iklas kalau dia harus pergi, gimana nasib gw dan anak-anak, Kalau sampai dia pergi berarti anak gw lahir tanpa kenal bapaknya” ucap Sha dengan wajah tertunduk.Mungkin hanya Allah yang tahu betapa berusaha sekuat tenaganya saya menahan air mata ini agar tidak tumpah dan berusaha untuk tegar walau hati sakit melihat keadaan adik tercinta “ Sha… masih ada Allah, DIA gak pernah salah, dia tahu yang terbaik untuk hamba-Nya, anak elo masih punya Abi , ada gw”Sha yang pada awalnya bersikeras untuk berada dirumah sakit menjaga sang suami akhirnya bersedia untuk pulang setelah saya ingatkan tentang anak yang ada di dalam kandungannya.

Kemungkinan sang suami untuk bertahan hidup hanya 2 hari itupun dengan bantuan alat yang harganya jauh dari jangkauan kami. Disini ujian cinta pertama Sha yang sesungguhnya, Diatas sajadah dia aduhkan semua permasalahan yang mengganjal dan membuat sesak dadanya, selama itupun dirinya tidak pernah batal wudhu, setiap dirinya batal dia selalu berwudhu kembali, biji tasbih selalu ada dalam genggamannya sekedar mencari sebuah ketenangan. Keterbatasan jarak dengan suami tidak menjadi penghalang dirinya untuk terus membimbing sang suami untuk mengucapkan kalimat Thoyyibah. “Abi nyebut bi, laailaha illallah” ucapan itu berulang kali diucapkan Sha diatas sajadah sambil membayangkan sang suami yang sedang berjuang sendiri diruang ICU.

Takdir Allah selalu baik, Sabtu bertepatan dengan adzan magrib adalah batas dimana cinta Sha dan sang suami harus berlanjut di dua alam, kematian adalah harga mati yang patut dibayar tiap manusia tanpa kecuali. Tapi cinta sejati tidak akan pernah bisa di matikan oleh yang namanya kematian, lantunan doa suci terlontar dari bibir Sha dan kedua putri mereka setiap harinya untuk sang suami sampai tulisan ini dibuat.

“Elo pernah bilang amal anak yang belum baliq akan menjadi ladang amal buat orang tuanya diakhirat, lalu kalau sudah baliq gimana apakah amal baik anak masih terus mengalir ke orang tua mereka trus kalau amal buruknya gimana?”

“Tolong tanyain ma ustadz deh gw bisa gak berkurban kambing untuk almarhum suami?”

Dan masih banyak pertanyan dari mulut Sha yang intinya sama bagaimana dirinya bisa mengirimkan pahala sebanyak mungkin untuk sang suami tercinta, hal yang sampai saat ini masih menjadi sebuah pertanyaan besar dikepala saya, apakah Istri saya akan melakukan hal yang sama manakala umur saya sesingkat suami Sha, apakah anak-anak saya akan melakukan hal yang sama seperti anak-anak Sha yang setiap hari mengirimkan doa untuk Abi mereka?.

Secara tidak langsung Sha mengajarkan pada saya apa itu cinta, dan apa itu sebuah amanah, ketika Allah menitipkan istri dan anak-anak pada diri kita maka pada saat itu juga sesungguhnya ujian cinta itu terjadi, apakah saya bisa membawa anak-anak dan istri pada amal-amaln sholeh yang membuat jalan saya kelak akan mudah untuk berjumpa dengan-Nya??? Semoga…………………….

“You don’t know what love is, Until you’ve lost a love you had to lose”

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Iklan

4 Responses to “You don’t know what love is“

  1. wan medi berkata:

    tetap istiqomah dalam ketaatan aamiin…ya rob

  2. jtxtop berkata:

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  3. domtheoos berkata:

    great article, menginspirasikan aku 🙂

    Aksesoris Sparepart Motor

  4. bunda kalila berkata:

    Subhanallah……….tulisan yang sangat menyentuh kalbu……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: